Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Keanekaragaman Arthropoda Kanopi yang Berpotensi Polinator pada Tanaman Apel (Malus sylvestris Mill.) di Lahan Apel Bumiaji jumiatin, ervin; Yanuwiadi, Bagyo; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.76 KB)

Abstract

Desa Bumiaji adalah salah satu wilayah penghasil buah apel di Jawa Timur. Namun, selama beberapa dekade terakhir produktivitas tanaman apel di Bumiaji menurun. Salah satu penyebabnya adalah aplikasi pestisida, dan penurunan komposisi Arthropoda sebagai polinator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Arthropoda polinator tanaman ape dimusim bunga dan buah, mengetahui komposisi dan struktur komunitas Arthropoda kanopi, dan mengetahui hubungan faktor lingkungan (suhu, cahaya, kelembaban) dan dilakukan pencuplikan empat hari sekali sebanyak empat kali pada bulan Juli sampai desember 2012. Pencuplikan dilakukan dengan metode jebakan ember (pan trap) warna biru dan kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jumlah keseluruhan Arthroposa kanopi yang ditemukan sebanyak 1121 individu, dari 9 odo, 33 famili. Nilai indeks diversitas (Shannon-wiener) musim bunga lebih tinggi (H’=3.1) dibanding musim buah (H’=2.7). Persentase kelimpahan Arthropoda polinator pada musim bunga lebih tinggi yaitu 25% dan 21% pada musim buah. Nilai KR dan INP paling tinggi bejana kuning musim bunga ditemukan pada famili Vespidae yaitu 6.1% dan 13%. Pada bejana biru di musim bunga kelimpahan dan INP tertinggi dari famili Formicidae yaitu sebesar 8.9% dan 18.3%. Kelimpahan dan INP pada bejana kuning musim buah tertinggi ditemukan pada famili Colletidae 4.4% dan 12%. Sedangkan pada bejana biru musim buah , kelimpahan relatif dan INP tertinggi dari ordo Formicidae sebesar  11.4% dan 19.9%. Tingkat kesamaan komposisi antar dua musim dihitung dengan indeks Bray-Curtis yaitu sebesar 0.66 pada musim bunga dan 0.83 pada musim buah. Berdasarkan uji Pearson-Correlation, kelembaban berkorelasi negatif dengan kelimpahan. Kata kunci : Faktor lingkungan, kelimpahan, komposisi, musim bunga, polinator.
Potensi Halaman Sekolah sebagai Mikrohabitat, serta Persepsi Masyarakat Sekitar Sekolah tentang Undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai Predator di Kec. Campurdarat, Kab. Tulungagung putri, ardhanys wari; Yanuwiadi, Bagyo; Leksono, Amin Setyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.923 KB)

Abstract

Potensi Halaman Sekolah sebagai Mikrohabitat, serta Persepsi Masyarakat Sekitar Sekolah tentang Undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai Predator di Kec. Campurdarat, Kab. TulungagungArdhanyswariputri, Yanuwiadi, B., Leksono, A.S. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, MalangABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi halaman sekolah sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) dan mengetahui persepsi masyarakat sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah tentang undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai pengendali hayati di Kecamatan Campurdarat Kecamatan Tulungagung. Prosentase halaman sekolah yang dapat digunakan sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) dapat diukur dengan membandingkan luasan tanah kering gembur dan tidak lembab maupun tanah berpasir pada halaman sekolah dengan seluruh luasan halaman sekolah. Kemudian presentase tersebut dideskripsikan berdasarkan skala estimasi. Adapun pengambilan data dilakukan dengan wawancara secara tertutup melalui questioner kepada responden yang merupakan warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah di Kecamatan Campurdarat. Pengolahan data dilakukan dengan analisis statistic skala lickert (lickert scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prosentase halaman sekolah yang berpotensi sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.) sebesar 19,61%, yang berarti bahwa rata-rata sekolah yang berada di Kecamatan Campurdarat mempunyai pontensi yang sangat rendah sebagai mikrohabitat undur-undur (Myrmeleon sp.). Sedangkan persepsi warga sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah berada pada kategori yang cukup. Prosentase pengetahuan responden tentang undur-undur sebagai musuh alami sebesar 53,92%, sikap responden tentang undur-undur sebesar 55,09%, keterampilan responden terhadap hal-hal berkenaan dengan undur-undur sebesar 55,09%, dan persepsi respondent yang lain secara pribadi sebesar 46,55%. Kata kunci : Mikrohabitat, Undur-undur (Myrmeleon sp.), potensi, persepsi 
Eksplorasi Potensi ekowisata di Blitar Prasetya, Siska Puspa Wardhani; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.687 KB)

Abstract

ABSTRAK Ekowisata merupakan  suatu  kegiatan  wisata  yang  konsep  utamanya  difokuskan  terhadap kelestarian  sumberdaya  pariwisata.  Perjalanan  ekowisata  lebih difokuskan pada wisata  alam yang  bertanggung  jawab dengan  cara  mengkonservasi  lingkungan  dan  meningkatkan kesejahteraan  masyarakat  lokal.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  potensi  dan  persepsi  masyarakat  terhadap  ekowisata. Penelitian  ini dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2012 di kota  dan  Kabupaten  Blitar.  Potensi  ekowisata  dilakukan  dengan  cara eksplorasi langsung terhadap tempat-tempat wisata. Persepsi masyarakat dilakukan dengan  cara wawancara  semi  terstruktur kepada narasumber dan  demi  kode  etik  para  narasumber  tidak  berkenan  disebutkan  namanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blitar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah ekowisata. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya  Obyek Wisata  yang  ada  di  Blitar,  yang  meliputi  Rambut Monte,  Es  Drop,  Candi  Penataran,  Pantai  Tambakrejo,  Gong  Kyai Pradah,  dan  lain-lain.  Berdasarkan  hasil  wawancara  diketahui  bahwa masyarakat mengetahui  potensi  ekowisata  di  Blitar,  selain  itu mereka turut  melestarikan  dan  mendukung  pengembangan  obyek-obyek ekowisata yang ada di Blitar. Kata Kunci  : blitar, ekowisata, eksplorasi, dan persepsi.
Efek Refugia pada Populasi Herbivora di Sawah Padi Merah Organik Desa Sengguruh, Kepanjen, Malang Sari, Ria Pravita; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.41 KB)

Abstract

ABSTRAK Hama tanaman mengakibatkan hasil produksi padi di Indonesia menurun. Untuk itu diperlukan suatu upaya pengendalian hama tanpa merusak kestabilan lingkungan yaitu dengan memanfaatkan blok refugia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelimpahan, diversitas, famili yang mendominasi pada lahan sawah dan blok refugia di setiap fase pertumbuhan padi serta untuk mengetahui efek blok refugia  terhadap hebivora di sawah Kepanjen. Metode koleksi data tentang kunjungan herbivora yang dipakai dalam penelitian ini adalah visual control. Pada pelaksanaannya, pengamatan herbivora dilakukan pada 5 plot yang dibuat di sawah  dan 1 plot blok refugia di pematang sawah tersebut. Jarak pengamat dari plot sawah maupun blok refugia adalah 2 meter dan pengamatan tentang kunjungan herbivora dilakukan selama 15 menit untuk setiap plotnya. Pengamatan dilakukan 3 periode (pukul 08.00-10.00, 12.00-14.00, dan 15.00-17.00) untuk setiap fase pertumbuhan padi dan masing-masing diulang 2 kali. Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Nilai penting dan indeks diversitas (Shannon-Wienner) dihitung untuk mengetahui analisis struktur komunitas herbivora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan herbivora keseluruhan berjumlah 521 individu yang terdiri dari 5 ordo dengan 13 famili. Famili yang memiliki kelimpahan tertinggi di sawah maupun blok refugia yaitu Acrididae. Diversitas herbivora di sawah maupun blok refugia tergolong rendah hingga sedang. Diversitas herbivora tertinggi di sawah yaitu pada pukul 12.00-14.00 WIB sedangkan di blok refugia diversitas tertinggi terjadi pada pukul 08.00-10.00 WIB. Famili yang mendominasi di sawah maupun blok refugia yaitu Acrididae ditandai dengan tingginya INP.   Kata kunci: Herbivora, organik, pengendalian hayati, refugia   ABSTRACT Pests of plants causes  decreasing of rice production in Indonesia. That’s why it required an effort to control pests without harming the environment stability by using refugia. The objectives of this research were to know the abundance, diversity and family that dominate in the crops and in the refugia block in every stage of rice growth and to determine the effects of refugia block to the herbivore population in Kepanjen rice field. The method used to collect the information of herbivore visited both padi plots and refugia plots in this research was visual control. For those purposes, visual control were conducted on 5 plots in rice field and 1 plot in refugia plots. The distance of the observer to each plot was 2 meters and it were conducted for 15 minutes for each plot. Those observations were made in 3 period (08.00 to 10.00, 12.00 to 14.00, and 15.00 to 17.00) for every stage of rice growth and it were repeated 2 times. The measurement of abiotic factors include temperature, air relative humidity and light intensity. The analysis of herbivore community structure was obtained by counting the important value and Shannon–Wienner diversity index). Total abundance of herbivores was 521 individuals consist of 5 orders with 13 families. Families which had the highest abundance in the fields and refugia was Acrididae. Herbivore diversity in the fields and refugia was low to moderate. The highest of herbivore diversity in rice fields was at 12.00 to 14.00 pm while the highest diversity in refugia was at 8.00 to 10.00 pm. Families that dominate in the fields and refugia was Acrididae with high INP value.   Keywords : Biological control,  herbivore, organic, refugia
Persepsi Masyarakat Terhadap Konservasi Spesies Riparian di Tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo Oktaviani, Rulik; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.721 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pelestarian dan pemanfaatan spesies riparian serta spesies yang berpotensi sebagai fitoremidiator pada vegetasi riparian di Tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kajian persepsi masyarakat dilakukan dengan wawancara menggunakan rubrik wawancara yang terdiri dari empat variabel (pengetahuan, sikap, tindakan, dan persepsi). Data kualitatif dari hasil wawancara diubah menjadi kuantitatif dengan Skala Likert. Kualifikasi persepsi tiap variabel terdiri dari sangat baik, baik, cukup, buruk, sangat buruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di area dekat Tambak mempunyai persepsi paling baik terhadap vegetasi riparian. Hal ini ditunjukkan oleh persentase responden paling besar pada aspek pengetahuan (80%) dan tindakan (72%) dengan kategori baik, serta aspek sikap (92%) dan persepsi (94%) dengan kategori sangat baik. Masyarakat di keempat area belum ada yang mengetahui peran vegetasi riparian sebagai fitoremediator. Namun, dengan persepsi yang baik di tiap area mampu meningkatkan upaya pelestarian vegetasi riparian yang berperan penting sebagai fitoremediasi di Daerah Aliran Sungai Porong.
Diversitas Arthropoda Tanah di Lahan Kebakaran dan Lahan Transisi Kebakaran Jalan HM 36 Taman Nasional Baluran Halli, Mustofa; Agung, I Dewa; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.955 KB)

Abstract

Aim of this experiment to determine arthropods diversity at HM36 Baluran National park after burned and to know it relation with human activity. This experiment held in November 2013. Taking sample using pit fall trap methods at burned land and transition land after burned with two sampling spot and three pit fall jam for each spot. Sample identified with morphological analyze and abundance measurement, Frequency, relative abundance, frequency abundance, and  importance value rank. Diversity analyze using Shannon-Wiener index and Bray Curtis Index to determine similarity level for each location. After burned land has 2.05 and 1.04 at transistion land after burned from diversity analyze. Formicidae dominating at every location of sampling. Each location is different each other with only 25% of Bray Curtis analyze measurement. Abiotic and Colony domination effecting diversity level and environment condition.   Keyword : Pit fall trap, Importance value rank, Shannon wiener index, Bray Curtis index
Ethno-ecology of Komplangan Field of the Bromo, Tengger, and Semeru Area in East Java:A Qualitative Approach Batoro, Jati; Indriyani, Serafinah; Yanuwiadi, Bagyo
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v9i1.9193

Abstract

This research supports the sustainable environmental development, especially at Perhutani area. The objective of this ethno-ecological study was to know relationship between daily life of local people related to their agroforestry practices in edge of the forest belong to Perhutani at the landscape of Bromo Tengger Semeru-East Java. The Non-Timber Forest Products (NTFPs) showed the importance of the forest for the local people. This study covered the perception and conception traditional management system of environment by the local society and also impact of their activities. Data were collected by applying ethno-ecology research methods. Quality of data were measured by means of participatory ethno-botanical appraisal (PEA) and some research methods included semi-structural and open discussion, in-deep interview, direct observation and plants identification. The results showed that development and management of the natural resources, in Komplangan agroforestry, were highly related to the plant conservation policy. The land use system was adapted from indigenous knowledge which consisted of holly sites (Pedanyangan), worship sites (Sanggar Pamujan), cemetery area and terrace. The conservation model and traditional knowledge in agricultural practices could be used as a model of komplangan area which should be taken into account as the key of biodiversity conservation. Traditional knowledge from these integrative studies will support the sustainable development of NTFPs.
Potential Soursop Leaf Extract, Soursop Seeds and Mahogany Seeds for Grayak Caterpillar Control (Spodoptera litura L.) Yanuwiadi, Bagyo; Leksono, Amin Setyo; H., Hiasinta Guruh; Fathoni, M.; Bedjo, Bedjo
Natural B Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Natural B

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.486 KB) | DOI: 10.21776/ub.natural-b.2013.002.01.13

Abstract

This research objective is to compare the effect of extracts of soursop leave, sousop seed and mahogany seed on stop feeding, mortality and surviving of pupae and imago of army worm (Spodoptera litura L.). Army worm larvae were collected from Kebun Percobaan Muneng Research Field, Probolinggo and transferred to laboratorium for rearing and treatment. Soursop leaves, soursop seeds and mahagony seeds were extracted by aquades extraction method. Bioassays were conducted by using five concentration variation applied on 10 larvae by dipping method with twice replication. Observation of stof feeding was conducted every 2 hours during 24 hours. Whereas, observation on mortality was done every 24 hours during 168 hours. Result showed that the effect of soursop leave extract on the stop feeding and mortality was better than that of soursop and mahogany seed. This effect was started from 33.3% at 16 HAA (hours after application) increased to 46% at 24 HSA. Interestingly, the effect on survivality of pupae and imago was highest on the application of mahagony extract. The failure of pupation was 70%, and that of imago was 76.6%. This indicates that the effect of soursop leave extract is better for sort time application but on the long-term, the effect of mahogany seed is better than the others. 
Influence of Porang (Amorphophalus muelleri) Cultivation On The Composition of Soil Arthropods In Tropical Agroforestry Areas In East Java, Indonesia Leksono, Amin setyo; Yanuwiadi, Bagyo; Zaenal, Kusuma; Farid, Akbar; Maulana, Fujianor
Journal of Tropical Life Science Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted on July to October 2010 to evaluate the effect of porang cultivation on the abundance, diversity and composition of soil Arthropods. Change in the abundance, diversity and composition of soil Arthropods was observed using pitfall traps in two study sites (Jember and Madiun). In each study site, samplings were performed in porang cultivation land and non-porang area. A total of 15 traps were put in three lines at each location. The differences in the abundance and diversity were analyzed by using multivariate analyze tests. The soil Arthropod compositions in all locations were compared with Bray-Curtis similarity index. The effect of environmental factors on the arthropod compositions was analyzed using multiple regression. The result showed that the effect of porang-cultivation was not consistent in two study sites. In Madiun, the abundance of soil Arthropods in porang cultivation land was slightly higher than that in non-porang, while the diversity was significantly higer in the former location. In contrast the those in Jember was found in vice versa situation. This study indicate that the effect of porang-cultivation was not subtantial to the composition of soil Arthropods. Therefore practice non harmful porang cultivation should be promoted as a part of agroforestry sistem in both study sites.Keywords: Agroforestry, conservation, pitfall traps Soil Arthropods composition
KAJIAN KOMPOSISI SERANGGA POLINATOR TANAMAN APEL (Malus sylvestris Mill) DI DESA PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Apituley, Frank Leonardo; Leksono, Amin Setyo; Yanuwiadi, Bagyo
El-Hayah : Jurnal Biologi Vol 2, No 2 (2012): EL-Hayah (Vol 2, No 2, Maret 2012)
Publisher : Department of Biology Science and Technology Faculty UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/elha.v2i2.2213

Abstract

Pohon apel merupakan salah satu jenis pohon yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri. Bunga apel tergantung pada serangga penyerbuk atau serangga polinator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi serangga kanopi yang berpotensi sebagai polinator bunga apel dan menganalisis pola kunjungannya. Pengamatan serangga dilakukan secara visual. Pengukuran faktor lingkungan (suhu, kelembaban, dan cahaya). Analisis data struktur komunitas serangga pada saat musim berbunga dan berbuah didapatkan dari nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon Wienner).  Pola kunjungan dan komposisi serangga polinator dilakukan dengan membandingkan saat musim berbunga dan musim berbuah. Parameter yang dibandingkan diversitas, kelimpahan dan komposisi. Diversitas dan  dan  kelimpahan dibandingkan dengan uji  anova, sedangkan komposisi dibandingkan dengan IBC (Indeks Bray Curtis). Pola kunjungan harian serangga polinator bunga apel dianalisis dengan membandingkan rata-rata kunjungan pada periode I, II, III, IV, dan V. Serangga polinator yang dikoleksi pada perkebunan apel musim bunga lebih tinggi yakni (363 individu) dari pada musim buah (151 individu). Nilai indeks keanekaragaman serangga polinator pada saat musim berbunga lebih tinggi (2,08) dibandingkan musim buah (1,27). Kelimpahan serangga polinator antara musim bunga dan buah signifikan P 0,001. Kesamaan serangga polinator antara musim bunga dan buah denga indeks Bray Curtis sebesar 0,76 untuk musim bunga (AC, yaitu jam 07.00-08.15 dengan 12.00-13.15) dan 0,74 untuk musim buah (AB, yaitu jam 07.00-08.15 dengan 09.00-10.15). Analisis faktor lingkungan suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya terhadap kelimpahan serangga polinator didapatkan korelasi yang positif dengan nilai R-square yakni 43,2%.  
Co-Authors Abdul Hakim Abdullah, Saiful Arif Agustina, Dwi Kameluh Akhmad Rizali Amin Setyo Leksono Aminudin Afandhi Anisa Zairina Anthon Efani Apriliani , Adini ardhanys wari putri Arief Rachmansyah Assiddiqy, Miftah Farid Aurina Putri, Anggraini Bambang Semedi Bambang Supriyono Bayuaji, Gerardus David Ady Purnama Bedjo Bedjo Budi Purwantiningsih Burhanuddin, Achmad Dadang Catur Retnaningdyah Dias Satria Diza, Novia Fara Eko Ganis Sukoharsono Endang Arisoesilaningsih ervin jumiatin Fatmawati, Prita Paramitha fevilia suksma wardani Frank Leonardo Apituley Galih El Fikri Hamidi, Faris Handayani, Anisa Kusumaningtyas Hanin Niswatul Fauziah Harsuko Riniwati Hiasinta Guruh H. Hikmawati, Viona Faiqoh I Dewa Agung Ibrahim, Yudhistira iin nursaidah Ilmiyah, Silvi Zakiyatul Irfan Mustafa Jati Batoro Kartikaningsih, Hartati Kemal Iqbal, Kemal Khatimah, Ainul Koderi Kristin Widyasari Luchman Hakim M Afifudin, Alfin Fatwa M. Fathoni Marjono Marjono Maulana, Fujianor Muhammad Abdullah Muhammad Attar Muhammad Fathoni, Muhammad Mustofa Halli Nia Kurniawan Nurrofik, Agus Nurshafa Rahmania, Farhani Nurwijayanti Oktaviani, Rulik Oky A.I. Polii, Oky A.I. Purnomo Purnomo Ria Pravita Sari Rony Irawanto Safitri, Ni Luh Eka Serafinah Indriyani Setiyanto, Afif Eka Rahma Setyo Leksono, Amin Shahroni, Abdul Mutholib Siska Puspa Wardhani Prasetya Soemarno Soemarno Soemarno Subhan Ramdlani SUGIYANTO Suharjono, Suharjono Susanto, Dony Tri Suyadi Syam's, Nova Dewi Safitri Tjahjani, Ida Kusnawati Turhadi Turhadi WINARSIH Wulan Cahyani, Nadila Zaenal, Kusuma Zulfaidah Penata Gama Zulfaidha Zulia, Zulfaidha