Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Human Care Journal

KARAKTERISTIK KADER DAN EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBANTU KURAO KECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG TAHUN 2019 Ety Aprianti; Sri Suciana; Fery Musharyadi; Yona Firdali Ranti; Desi Noviayanti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.847

Abstract

Posyandu is a health service organized by, from, for and with the community. Padang DKK 2016 Puskesmas pembantu Kurao has a low Posyandu level. The purpose of this study was to find out the description of the implementation of the Kurao posyandu activity in the Working Area of Nanggalo Health Center in 2019.The purpose of this study was to find out how the Posyandu Cadre Characteristics and Evaluation of Posyandu Activity Implementation in the Work Area of the Kurao Sub-District Health Center in Nanggalo. This research is a quantitative and qualitative study using primary and secondary data obtained from Health Officers, cadres and the community who come to posyanduThe results obtained were more than half of respondents (56.6%) with the age category 26-45 years. Most respondents (80%) were married or married. More than half of respondents (63.4%) with <5 years old category. Most respondents (83.4%) with a secondary education level category. More than half of respondents (76.6%) in the category of not working or housewivesA total of 11 posyandu are under the working area of the Kurao Preparation of information on Posyandu implementation is carried out 1 day before the implementation of Posyandu and preparation of facilities, the infrastructure has been completed. In the implementation of posyandu activities, there was an ineffectiveness in the implementation of the fourth table because not all cadres understood and were able to provide counseling materials related to health issues, because not all cadres received specific training. Cadres only get information through regular monthly meetings at cadre social gathering events. The Posyandu Information System has been arranged in detail. Policies, preparation, implementation and Posyandu Information System in the work area of the Kurao sub-pustu have not been prepared and implemented in full, there are still shortcomings. With this research, it is recommended that health workers in the Puskesmas be able to provide training and refreshment to cadres and be able to complete all the deficiencies that exist in the implementation of the posyandu activities 
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) DISEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2017 sri suciana
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 2 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.422 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v4i2.156

Abstract

Seiring dengan perkembangan arus informasi dan teknologi yang berkembang pesat, Remaja sudah mengalami perubahan secara alamiah yang selalu berdampak kepada masalah yang cukup serius, maka masalah – masalah remaja pun mulai kompleks dari periaku seksual remaja ,Program Kesehatan Peduli Remaja adalah program kesehatan yang ditujukan kepada remaja salah satu wadah untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi Pelaksanaan PKPR di Sekolah Menengah Atas Kota Bukittinggi Tahun 2017.Desain peneilitian ini yaitu studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, dilakukan di Kota Bukitinggi dari bulan januari – februari 2018, Pengumpulan data dengan focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam pada 5 orang informan dan focus group discussion 10 orang informan guna untuk menggali informasi mengenai pelaksanaan program kesehatan peduli remaja sedangkan validasi  data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PKPRdikota Bukittinggi berpedoman pada buku panduan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, dana untuk pelaksanaan PKPR bersumber dari DAK, BOK, Serta pendanaan dari UKS. Kesimpulan penelitian ini adalah, disarankan agar Pemerintahan Kota Bukittinggi atau Dinas Kesehatan Kota Bukitinggi dan Dinas Pendidikan membuat sebuah metode baru dalam memberikan penyuluhan kesehatan  agar pelaksanaan program ini dapat berjalan secara maksimal guna terciptanya remaja Indonesia yang sehat dan berkualitasKata kunci :Evaluasi, Remaja, PKPR, SMA, Kota Bukittinggi. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STIMULASI IBU DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DI PUSKESMAS BATU AJI Andolina, Nuari; Suciana, Sri; Susanto, Vetra; Nurhanisya, Sri
HUMAN CARE JOURNAL Vol 9, No 1 (2024): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v9i1.2899

Abstract

Perkembangan dan peningkatan kualitas hidup anak merupakan upaya penting untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Stimulasi merupakan salah satu aspek kebutuhan dasar anak (ASAH). Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan stimulasi ibu dengan perkembangan balita 12-59 bulan di Puskesmas. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Mei. Populasi dan sampel penelitian ini balita usia 12-59 bulan. pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Lameshow sebanyak 39 balita, Data di analisa secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan lebih dari separoh responden dengan pengetahuan tinggi yaitu 55,6 %. Variabel tingkat pengetahuan berhubungan dengan perkembangan balita dan nilai OR = 2,119 yang artinya tingkat pengetahuan yang tinggi mempunyai peluang dua kali untuk perkembangan balita, dan variabel stimulasi ibu berhubungan dengan perkembangan balita dengan dan nilai OR = 5,200 yang artinya stimulasi ibu mempunyai peluang lima kali untuk perkembangan balita. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat pengetahuan dan stimulasi ibu berhubungan dengan perkembangan balita 12-59 bulan di Puskesmas. Diharapkan kepada Puskesmas melakukan pemantauan SDDIDTK kepada balita agar dapat mengetahui jika terjadi penyimpangan perkembangan.Kata Kunci : Perkembangan Balita, Stimulasi Ibu, Tingkat Pengetahuan