Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEKANAN KERJA PADA UNIT PENGOLAHAN AIR MINUM MENGGUNAKAN DOUBLE MEMBRANE REVERSE OSMOSIS Satrio Bayu Kriswanto; Yuniar; Muhammad Yerizam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.23834

Abstract

Kebutuhan akan air minum berkualitas tinggi semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam pengolahan air adalah reverse osmosis (RO), yang memanfaatkan membran semipermeabel untuk menyaring kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi tekanan kerja terhadap kualitas air hasil olahan menggunakan sistem double membrane reverse osmosis dengan air PDAM sebagai bahan baku. Metode yang digunakan melibatkan variasi tekanan antara 2 hingga 7 bar, dengan analisis parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), kandungan ion logam (Fe²⁺, Mn²⁺, Cl⁻), serta cemaran mikrobiologis (E. coli dan coliform). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan kerja meningkatkan efisiensi pemisahan kontaminan. Tekanan 6 bar menghasilkan kualitas air terbaik dengan nilai TDS 19 mg/L, pH 7,2 dan kandungan ion serta mikroba di bawah ambang batas Permenkes No. 02/Menkes/Per/IV/2023. Penggunaan konfigurasi double membrane efektif dalam menurunkan kadar TDS dan logam berat. Tekanan kerja merupakan parameter penting dalam sistem RO, dan konfigurasi double membrane pada tekanan optimal mampu menghasilkan air minum yang aman, efisien, dan sesuai standar nasional.
KONVERSI MINYAK JELANTAH MENJADI GAS METANA (CH4) MELALUI PROSES THERMAL CATALYTIC CRACKING DENGAN KATALIS NI/NAOH Pebriana, Maha Rani; Muhammad Yerizam; Erwana Dewi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.23845

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga dan industri yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengonversi minyak jelantah menjadi gas metana (CH₄) menggunakan proses thermal catalytic cracking dengan katalis Ni/NaOH. Metode yang digunakan melibatkan variasi konsentrasi katalis (2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%) serta suhu reaksi (200°C, 250°C, dan 300°C), dan hasilnya dianalisis menggunakan Gas Analyzer dan Gas Detector Analyzer. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi katalis dan suhu reaksi berpengaruh signifikan terhadap kandungan CH₄ dalam syngas. Konsentrasi optimum dicapai pada 10% katalis dan suhu 300°C dengan kadar CH₄ sebesar 19,10%. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses ini berpotensi menjadi solusi pengelolaan limbah sekaligus penghasil energi terbarukan yang ramah lingkungan.
PRODUKSI SYNGAS DARI LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS DENGAN KATALIS ZEOLIT Masayu Intan Nur’Aina; Muhammad Yerizam; Linda Ekawati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pirolisis dan jumlah katalis zeolit terhadap karakteristik syngas yang dihasilkan dari limbah batang kelapa sawit. Pirolisis dilakukan pada suhu 400, 450, 500, dan 550°C dengan variasi konsentrasi katalis zeolit 3, 5, dan 7%. Parameter utama yang diamati meliputi kadar gas metana (CH₄) dalam syngas dan lama nyala api. Hasil menunjukkan bahwa kadar CH₄ tertinggi sebesar 10,29% diperoleh pada suhu pirolisis 550°C dan 7% katalis zeolit. Pada kondisi ini juga diperoleh lama nyala api terlama yaitu 134 menit. Peningkatan suhu dan jumlah katalis zeolit mempercepat reaksi pirolitik dan mendorong pembentukan gas mampu bakar seperti CH₄, CO, dan H₂. Dengan demikian, kombinasi suhu tinggi dan jumlah katalis optimum menghasilkan syngas yang lebih berkualitas dan layak diaplikasikan sebagai bahan bakar alternatif.
KONVERSI MINYAK JELANTAH MENJADI BIOFUEL PADA ALAT REAKTOR THERMAL CATALYTIC CRACKING MENGGUNAKAN KATALIS Ni/NaOH Pasha, Fadilah; Yerizam, Muhammad; Yunanto, Isnandar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24055

Abstract

Meningkatnya kebutuhan energi dan dampak lingkungan dari bahan bakar fosil mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya biofuel. Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga dan industri makanan yang berpotensi tinggi untuk dikonversi menjadi biofuel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh katalis Ni/NaOH dan suhu reaksi terhadap persentase hasil (yield) dan karakteristik biofuel yang dihasilkan melalui proses thermal catalytic cracking (TCC). Proses dilakukan dalam reaktor batch dengan variasi jumlah katalis 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% terhadap massa total katalis 90gr (5%wt minyak jelantah) dan suhu operasi (200°C, 250°C, dan 300°C), selama 3 jam. Parameter yang diamati meliputi yield (%), densitas (g/mL), viskositas (mm²/s), kekeruhan (NTU), titik nyala (°C), nilai kalor (kcal/g), dan angka setana. Hasil menunjukkan yield tertinggi sebesar 22% pada 10% wt katalis dan suhu 300°C. Namun, suhu 250°C menghasilkan kestabilan parameter kualitas terbaik, dengan densitas 0,795 g/mL, viskositas 3,762 mm²/s, dan angka setana 55,4—memenuhi standar ASTM D975. Selain itu, titik nyala mencapai 107°C. Hasil ini menunjukkan bahwa TCC dengan katalis Ni/NaOH mampu mengonversi minyak jelantah menjadi biofuel berkualitas tinggi secara efisien. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengelolaan limbah dan pengembangan energi terbarukan.
PERAN KATALIS HETEROGEN CAO/TIO2 UNTUK PRODUKSI BIODIESEL DARI CRUDE PALM OIL (CPO) Febry Yanti, Dwi Nur; Zamhari, Mustain; Yerizam, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan menganalisis katalis heterogen CaO/TiO₂ berbasis batu kapur serta mengkaji pengaruhnya terhadap efisiensi konversi Crude Palm Oil (CPO) menjadi biodiesel melalui proses transesterifikasi. Batu kapur digunakan sebagai sumber utama CaO yang memiliki kandungan sebesar 53,51%, sedangkan penambahan TiO₂ sebesar 37,34% berfungsi untuk meningkatkan stabilitas dan penyebaran katalis, serta mencegah terjadinya aglomerasi. Sintesis katalis dilakukan melalui metode impregnasi, dan karakterisasi dilakukan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengetahui komposisi unsur penyusun. Pengaruh katalis terhadap kualitas biodiesel dianalisis melalui uji densitas, viskositas, angka asam, dan angka penyabunan. Variasi massa katalis (3%, 5%, 7%, dan 9%) serta waktu reaksi (110, 120, dan 130 menit) digunakan untuk menentukan kondisi optimum reaksi. Hasil menunjukkan bahwa massa katalis 7% dan waktu reaksi 120 menit menghasilkan yield tertinggi sebesar 86,4% dengan karakteristik biodiesel yang sesuai dengan standar SNI 7182:2015. Penggunaan katalis dalam jumlah berlebih menurunkan efisiensi akibat terbentuknya reaksi samping seperti saponifikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa katalis CaO/TiO₂ dari batu kapur berpotensi digunakan dalam produksi biodiesel secara efisien dan ramah lingkungan.
Co-Authors Abu Hasan Abu Hasan Abu Hasan Achmad Reza Aditya Amin Agus Manggala Agustin Pratiwi, Ines Aida Syarif AIDA SYARIF Akbar Ismi Aziz Pramito Alfajri, Ahmad Rizki Aliyah Montessa Alsarah, Danil Son Amin, Achmad Reza Aditya Anerasari Meidinariasty Anerasari Meidinariasty Anerasari Meidinariasty Anggi Dwi Chandrika Apriansyah Zulatama Aprilia, Luraselly Arda Apriyansah Apriyansah, Apriyansah Ardiani, Salsha Aria Yopianita Arif Budiman Asyeni Miftahul Jannah Asyeni Miftahul Jannah Ayuni Lestari Azaria Hikmah Fajrianti Az’zahrah, Nandyta Rizqi Cindi Ramayanti Dina Eka Pranata Dwi Nugroho, Afrian Effendy, Sahrul Eka Mulyana, Eka Ekawati, Linda Ellina Margaretty Endang Sri Rahadianti Erwana Dewi Erwin Erwin Fatahul Arifin, Fatahul Febri Liani Br Simanjuntak Febry Yanti, Dwi Nur Fenoldi, Nova Feri Hafidz, Abdurrahman Helen Chairunisa Ihtifazhuddin, Farhan Indah Purnamasari INDAH PURNAMASARI Indah Purnamasari Indrayani Indrayani Jabborov, Behzod Kalsum, Leila Khairunnisa, Annisa Septia Kusuma, Mutmainnah Ningtyas M, Anerasari M. Ridho Triadi M. Zaman Manggala, Agus Martha Aznury Martha Martha Masayu Intan Nur’Aina Mediniariasty, Anerasari Muhammad Yori Pratama Muhammad Zaman Mustain Zamhari Mustain Zamhari Nabila, Rizky Ayu Ningsih, Anis Wahyu Nur Shafa, Annisa Nurjanah, Rizki Nurrizka, Zahra Nyayu Fia Atindu Nyayu Zubaidah Nyayu Zubaidah Pasha, Fadilah Pebriana, Maha Rani Pratama, Andrian Putra Pratama, Muhammad Yori Puspa, Dilia Putra, Rizkika Raysha Amelya Renny Citra Ramadhani Riansyah, Epan Robert Junaidi Robert Junaidi Rusdianasari Rusdianasari Rusdianasari Rusdianasari Rusdianasari Sabrina, Delanisa Saqila Putri Aulia Sari Rizky Amelia Sari, Rahmaida Sarmidi Sarmidi Satrio Bayu Kriswanto Selastia Yulianti Selastia Yuliati Silmi Tsabita Sirait, Agnes Tasya Pintauly Syafitri, Aulia Tamara, Ade Wan Qori Sri Maulani Wardhana, Agum Try Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Yahya, Muhammad Habib Yohandri Bow Yunanto, Isnandar Yuniar Zain, Raina Khoirunisa Zamheri, Ahmad