Claim Missing Document
Check
Articles

Social Capital Relationship with Mustard Greens Farmers’ Income in Pandemic Covid-19 Period Aulia Habsari; Yuliawati Yuliawati
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p03

Abstract

Pada masa awal Covid-19 kebijakan Stay at Home membuat permintaan sawi bakso turun, sehingga harga jual sawi bakso merosok. Para petani sawi bakso di Dusun Ngipik juga terkendala untuk melakukan perkumpulan kelompok tani, penyuluhan, hingga melaksanakan acara adat, sehingga modal sosial kurang dimaksimalkan, dan kerugian petani sawi bakso pada masa awal pandemi Covid-19 tidak dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan mengatahui tingkat modal sosial dan hubungan modal sosial (norma, jejaring, dan kepercayaan) petani sawi bakso di Dusun Ngipik, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada masa awal pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2020. Sampel penelitian ini yaitu 40 petani sawi bakso dalam kelompok tani Pemuda Tani dan kelompok tani Mitra Subur Rejeki dengan minimal luas lahan yang diusahakan yakni 500m2. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner. Analisis data dengan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian yaitu tingkat elemen modal sosial petani rendah menuju sedang, serta terdapat hubungan antara modal sosial Norma, Jejaring, dan Kepercayaan petani dengan keeratan yang sangat kuat dan arah hubungan yang positif dengan pendapatan, sehingga disarankan melakukan penguatan modal sosial.Pada masa awal Covid-19 kebijakan Stay at Home membuat permintaan sawi bakso turun, sehingga harga jual sawi bakso merosok. Para petani sawi bakso di Dusun Ngipik juga terkendala untuk melakukan perkumpulan kelompok tani, penyuluhan, hingga melaksanakan acara adat, sehingga modal sosial kurang dimaksimalkan, dan kerugian petani sawi bakso pada masa awal pandemi Covid-19 tidak dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan mengatahui tingkat modal sosial dan hubungan modal sosial (norma, jejaring, dan kepercayaan) petani sawi bakso di Dusun Ngipik, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada masa awal pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2020. Sampel penelitian ini yaitu 40 petani sawi bakso dalam kelompok tani Pemuda Tani dan kelompok tani Mitra Subur Rejeki dengan minimal luas lahan yang diusahakan yakni 500m2. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner. Analisis data dengan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian yaitu tingkat elemen modal sosial petani rendah menuju sedang, serta terdapat hubungan antara modal sosial Norma, Jejaring, dan Kepercayaan petani dengan keeratan yang sangat kuat dan arah hubungan yang positif dengan pendapatan, sehingga disarankan melakukan penguatan modal sosial.
PERSEPSI PETANI DAN ADAPTASI BUDIDAYA TEMBAKAU-SAYURAN ATAS FENOMENA PERUBAHAN IKLIM DI DESA TLOGOLELE, KECAMATAN SELO, KABUPATEN BOYOLALI (Farmers Perception and Adaptation of Tobacco-Vegetables Cultivation toward Climate Change Phenomena at Tlogolele Vi Suprihati Suprihati; Yuliawati Yuliawati; Hartati Soetjipto; Teguh Wahyono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18758

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali mengandalkan pendapatan dari budidaya tembakau dan sayuran yang keduanya sangat rentan terhadap perubahan iklim. Kesiapan petani untuk memahami dampak negatif perubahan iklim dan bagaimana upaya untuk beradaptasi terhadap perubahan tersebut sangat menentukan keberhasilan petani bertahan dan secara terus-menerus mengembangkan pertaniannya. Tujuan penelitian adalah mengkaji persepsi petani terhadap perubahan iklim dan menganalisis adaptasi yang dilaksanakan oleh petani. Pengambilan sampel secara purposive, yaitu petani tembakau-sayuran, sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur, observasi dan diskusi terfokus. Keakuratan data persepsi petani atas fenomena perubahan iklim dibandingkan dengan data tren perubahan iklim yang tercatat di stasiun klimatologi terdekat bersumber dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani mengetahui isu perubahan iklim dan merasakan pengaruhnya terhadap kegiatan budidaya pertanian terutama masalah kekeringan dan serangan organisme pengganggu tanaman. Petani meresponnya melalui adaptasi kegiatan pemilihan jenis tanaman, waktu tanam, cara mengolah tanah, dan pemberian pupuk. ABSTRACTThe farmers at Tlogolele village-Selo, Boyolali, obtain their main income from tobacco and vegetables production; both are highly vulnerable to climate change. Farmers’ readiness to understand the negative impact of climate change and how to adapt their cropping system determine their success to survive on sustainable agriculture. The purposes of this study were to evaluate the farmers’ perception on climate change and analyze their adaptation strategy. Samples were taken purposively, consist of 50 tobacco-vegetable farmers. Data were collected by survey method through interviewing by using structured questionnaires, observation and focus group discussion. The accuracy of farmers' perceptions on climate change was compared with the data of climate change trends recorded in the nearest climatological station in Semarang (BMKG). Data were analyzed descriptively. The results show farmers were aware of the climate change issues and their impacts on farming activities; especially for the problem of drought and pest attacks. Farmers adapted by selecting crops type, managing planting time and land accordingly as well as applying fertilizers.
POTRET KEARIFAN LOKAL, PERUBAHAN IKLIM DAN PENGGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH DI SALATIGA Athanasius Aditya Wisnu Graha; - Yuliawati
Agric Vol. 27 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2015.v27.i1.p50-59

Abstract

The research about portrait of local wisdom, climate change and the factors that affect the productivity of paddy was held on December 20, 2013 until March 21, 2014 in Kauman Kidul village, Sidorejo sub-district, Salatiga. The purposes of this study were 1) describing the portrait of local wisdom of farmers in Salatiga, 2) examining the effect of the seeds, fertilizers, pesticides, labors from the family members and outside family members, farming experience, local wisdom, climate change toward paddy’s productivity,and 3) examining the differences of paddy’s productivity and farmer’s income in 2009 and 2012. Samples were taken purposively, consist of 30 paddy’s farmer. Primary data were collected by survey method through interviewing by using structured questionnairesand secondary data collection is done by quoting monograph data and other documents related to the study. Data analysis using Cobb - Douglass production function with linear regression models were transformed into natural logarithm. The result of this study show that 1) there is local wisdom before planting and harvesting 2) partially, the fertilizers, pesticides, labors from outside the family members, local wisdom affect the paddy’s productivity, nevertheless the seeds, labors from family members, farming experience and climate change do not affect paddy’s productivity. Also 3) no prominent differences was found from the paddy’s productivity before and after the climate change, however there is prominent differences between the income before and during the climate change.
Increasing the Knowledge of Women Farmer Through Household Counseling on Food Safety in Sumberejo Village, Magelang Regency Maria Marina Herawati; Yoga Aji Handoko; Alfred Jansen Sutrisno; Maria Maria; Liska Simamora; Yuliawati Yuliawati; Bayu Nuswantara; Bistok Hasiholan Simanjuntak
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2024): June
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i2.655

Abstract

Food safety is the condition and effort needed to prevent food from three possible contaminations, namely: biological, chemical and other contamination that can disturb, harm and endanger human health. Sumberejo Village is a Partner of Faculty of Agriculture and Business, Universitas Kristen Satya Wacana. Sumberejo Village has potential resources in the form of vegetables. It is supported by climate and temperature conditions that are suitable for vegetable production. One of the superior commodities produced in Sumberejo Village is beetroot fruit. Processing agricultural products into processed food products is an effort to increase economic value when prices fall or during harvest time. Processing beet tubers into processed products such as cookies, beetroot tea bags, cakes are one way to reduce losses due to falling prices and increase the selling value of beet tubers. Knowledge and safe food processing practices are very necessary in food processing activities. Through food safety education activities, it is hoped that the women farming community in Sumberejo village will be able to process beet tubers in accordance with the concept of food safety. The aim of this Community Service activity is to provide knowledge and understanding of female farmers in Sumberejo Village regarding food safety and efforts to prevent contamination during food processing and producing food that is safe for consumption by the community. Based on the results of implementing safety education activities in Sumberejo Village, it can be concluded that there has been an increase in knowledge about food safety. It can be seen in the results of the questionnaire that knowledge about food safety is important because it concerns health
Efisiensi Pemasaran Kopi Robusta Kelompok Tani Manunggal VI Di Desa Bedono Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang Utomo, Bayu Aji; Yuliawati, Yuliawati
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.6469

Abstract

Perbedaan harga jual kopi robusta di tingkat petani di Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang disebabkan oleh saluran pemasaran yang tidak efisien dan tingginya biaya pemasaran. Petani berharap mendapatkan farmer’s share yang lebih besar, namun realisasinya lebih rendah akibat besarnya biaya pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, harga jual dan biaya pemasaran, serta menganalisis efisiensi pemasaran kopi robusta di Kelompok Tani Manunggal VI. Sampel diambil menggunakan purposive sampling untuk 25 petani dan snowball sampling untuk delapan lembaga pemasaran. Data diperoleh melalui survei dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan saluran pemasaran, harga, dan biaya pemasaran. Efisiensi pemasaran dianalisis menggunakan farmer’s share, margin pemasaran, rasio keuntungan atas biaya pemasaran, dan indeks efisiensi pemasaran metode Shepherd. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat saluran pemasaran kopi robusta dari petani ke konsumen akhir. Harga kopi robusta di tingkat petani berkisar antara Rp37.250/kg hingga Rp50.333/kg, sedangkan di tingkat konsumen akhir mencapai Rp160.000/kg hingga Rp165.000/kg. Total biaya pemasaran mencapai 36,94% hingga 43,96%. Efisiensi pemasaran ditunjukkan oleh farmer's share yang rendah, yaitu berkisar antara 23,28% hingga 30,50%, sementara margin pemasaran mencapai 69,50% hingga 76,72%. Rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran berkisar dari 0,71 hingga 1,01, dan indeks efisiensi pemasaran metode Shepherd berada di rentang 1,27 hingga 1,71. Saluran pemasaran paling efisien adalah saluran I, karena keduanya memenuhi ≥ 2 indikator efisiensi. Petani dapat memilih untuk menggunakan saluran pemasaran I guna mendapatkan keuntungan yang sepadan dari tingkat petani hingga konsumen akhir.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keberdayaan Perempuan dalam Program Pekarangan Pangan Lestari (P2l) Di Kota Salatiga Sulistiyorini, Dyah Nuraini; Yuliawati, Yuliawati
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.6432

Abstract

Ketahanan pangan merupakan kondisi di mana kebutuhan pangan setiap individu dalam suatu negara telah terpenuhi. Hal ini tercermin dari ketersediaan pangan dalam jumlah dan kualitas yang baik, aman, beragam, merata, dan terjangkau. Usaha meningkatkan produksi pangan menghadapi kendala karena tingginya laju alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian. Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Salatiga, yang dikelola oleh Dinas Pangan dan Pertanian, bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemanfaatan pangan rumah tangga serta pendapatan melalui orientasi pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberdayaan perempuan dalam program P2L, yaitu usia, pendidikan, dukungan anggota kelompok, ketersediaan sarana dan prasarana, dukungan kebijakan pemerintah, dan kegiatan penyuluhan. Sampel terdiri dari 76 perempuan di tiga kelompok wanita tani: KWT Bina Karya Tani (Kel. Ledok), KWT Kuncup Mekar (Kel. Cebongan), dan KWT Ngudi Rahayu (Kel. Noborejo). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling, dan data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap keberdayaan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, dukungan kelompok, ketersediaan sarana, dan kebijakan pemerintah berpengaruh signifikan terhadap keberdayaan perempuan dalam program P2L. Variabel pendidikan dan kegiatan penyuluhan tidak berpengaruh signifikan terhadap keberdayaan perempuan dalam program P2L.
Botol Ajaib: Memproduksi Sayuran Segar dari Sampah Plastik Bayu Nuswantara; Damara Dinda Nirmalasari Zebua; Yuliawati Yuliawati; Esther Sheliena; Tinjung Mary Prihtanti; Maria Maria; Lasmono Tri Sunaryanto; Klarista Ardiani; R. Aji Bayu Nugroho
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1077

Abstract

Upaya untuk menjaga lingkungan di sekitar kita adalah tanggung jawab bersama yang harus terus diusahakan. Hal ini memerlukan kesadaran dari setiap individu yang kemudian perlu diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran siswa SD Kanisius Gendongan untuk peka terhadap lingkungan sekitar dengan memanfaatkan sampah plastik melalui praktik pertanian secara hidroponik. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyuluhan untuk memberikan pemahaman pentingnya mengelola sampah plastik, dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung oleh peserta kegiatan didampingi dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini diikuti oleh 39 siswa kelas IV dan V yang dibagi ke dalam 8 kelompok. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk praktik menanam bibit sayuran secara hidroponik menggunakan botol plastik bekas yang telah disiapkan. Nutrisi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman adalah pupuk cair (AB Mix). Manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah setiap peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola dan memanfaatkan sampah plastik khususnya botol plastik bekas menjadi sesuatu yang lebih berguna.
Daya Saing, Spesialisasi, dan Kinerja Ekspor Minyak Atsiri Indonesia di Pasar Internasional Tampubolon, Yunita Angela; Yuliawati, Yuliawati
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.18571

Abstract

Indonesia is one of the world's essential oil exporters, with high demand from the perfume, cosmetics, pharmaceutical, food, and beverage industries. However, essential oil exports have fluctuated in five destination countries, namely: Singapore, Spain, the Netherlands, Switzerland, and Germany. This study analyzes Indonesia's competitiveness, trade specialization, and essential oil export performance using Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD), Export Competitiveness Index (ECI), Trade Specialization Index (ISP), Comparative Export Performance (CEP), and Acceleration Ratio (AR) based on UN Comtrade 2014–2023 data with HS code 3301. The results show that Indonesia has a comparative advantage with an average RCA value of 3.53. EPD analysis shows that Germany, the Netherlands, Singapore and Spain are in the Retreat category and Switzerland in the Lost Opportunity category, while the fluctuating ECI indicates unstable competitiveness. ISP confirms Indonesia's position as an essential oil exporter. CEP shows that Indonesia has a relative export advantage over the world average. And AR shows the fluctuating dynamics of export acceleration. To improve competitiveness, product diversification, quality improvement, and more aggressive marketing strategies are needed.
Program Adiwiyata “School Garden for Better Future” Sekolah Dasar (SD) Kristen Satya Wacana Salatiga Yuliawati, Yuliawati; Setiawan, Andree Wijaya; Sutrisno, Alfred Jansen; Widyawati, Nugraheni; Prihtanti, Tinjung Mary; Pudjihartati, Endang
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i2.15182

Abstract

Background: Pendidikan lingkungan hidup di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan. Keterlibatan siswa dalam kegiatan yang mendukung pelestarian alam sejak dini sangat penting untuk membentuk perilaku yang pro-lingkungan. Program "School Garden for Better Future" di SD Kristen Satya Wacana Salatiga dirancang untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pelestarian alam dan keterampilan praktis dalam pertanian. Metode: Mitra pengabdian dalam program ini adalah 52 siswa kelas 4 di SD Kristen Satya Wacana Salatiga. Metode partisipatif digunakan, dan melibatkan tahapan pertemuan koordinasi, pembuatan taman, monitoring, edukasi, evaluasi, dan integrasi kegiatan pengabdian ke dalam kurikulum sekolah. Data dikumpulkan melalui kuisioner, observasi langsung, dan wawancara, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil: Taman sekolah telah berhasil dibentuk sebagai sarana pembelajaran lingkungan yang dinamis. Edukasi tentang tanaman hias dan panduan pemeliharaan meningkatkan pemahaman siswa mengenai lingkungan hidup. Evaluasi melalui pengisian kuisioner menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi di antara peserta edukasi, dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktis yang signifikan. Integrasi kegiatan pengabdian masyarakat ke dalam kurikulum sekolah dan program ekstrakurikuler mendukung keberlanjutan program ini dengan melibatkan partisipasi aktif dari siswa dan guru. Kesimpulan: Implementasi Program "School Garden for Better Future" di SD Kristen Satya Wacana Salatiga telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya pelestarian alam serta keterampilan praktis dalam pertanian berkelanjutan.
INFLUENCE OF PERCEPTION, PARTICIPATION AND IMPLEMENTATION CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PROGRAM OF PT. NUSA HALMAHERA MINERALS ON NORTH HALMAHERA FARMERS' INCOME Hohary, Yunelfi Musraino; Sunaryanto, Lasmono Tri; Yuliawati, Yuliawati
Agric Vol. 36 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2024.v36.i1.p153-170

Abstract

The agricultural industry is crucial for the national economy's growth, and the government is committed to advancing development policies. However, challenges persist, necessitating collaboration between the private sector, government, and other stakeholders. This study examines the impact of the Corporate Social Responsibility program on farmers' income in North Halmahera Regency. The study was carried out specifically in the districts of Kao Teluk, Malifut, Kao, Kao Barat, and Kao Utara, between December 2022 and March 2023. The data utilized in this study were gathered through interviews and a questionnaire administered to one hundred respondents, specifically farmers who had benefited from the Community Development and Empowerment of Corporate Social Responsibility program and were deliberately selected using a purposive sampling method. The research employed the Structural Equation Model approach for data analysis and processing, utilizing Microsoft Excel and the SmartPLS application version 4. According to the study's findings, farmer participation and perceptions significantly and positively impacted the implementation of the Corporate Social Responsibility program. Similarly, smallholder participation, perceptions, and the execution of the Corporate Social Responsibility program have a substantial and favorable impact on farmers' income. Enhanced farmer participation is directly proportional to improved farmer perception, thereby facilitating the successful execution of the CSR program and guaranteeing favorable outcomes, impacts, and agricultural sustainability-thereby augmenting farmers' incomes.
Co-Authors Agnes Chaprilia Alfred Jansen Sutrisno Amirusholihin, Amirusholihin Andree Wijaya Setiawan Angga Adi Prasetya Anggraini, Yetti Anggun Novita Sari Arif Irfanda Athanasius Aditya Wisnu Graha Aulia Habsari Bayu Nuswantara Bistok Hasiholan Simanjuntak DA, Sakti Nurani Damara Dinda Nirmalasari Zebua Deprianto Sembiring Dewi Astuti, Sakti Nurani Elisa Murti Puspitaningrum Endang Pudjihartati Endang Purwati RN Esther Sheliena Fauzi, Muhamad Ikmal Febyningsi Rambu Ladu Mbana Febyningsi Rambu Ladu Mbana Fernando Augusta Laksono Fina, Fina Galih Seno Samodro Golda Mariska Kleopatra Gustina Lubis Hans Hananto Andreas Hari Sunarto, Hari Hartati Soetjipto Hendrik Johannes Nadapdap Hohary, Yunelfi Musraino Illene Naomi Nugroho Irvan Aji Saputra Jayaprawira, Jefanya Diva Adriana Jefanya Diva Adriana Jayaprawira Jeremia Christ Adi Baskara KASWATI KASWATI Klarista Ardiani Kristanjung Ganes Swara Kristin V Pasaribu Lasmono Tri Sunaryanto Lili Andriani Liska Simamora Loho, Michelle Angellina Lolita Geofanny Pramono Maria Maria Maria Maria Maria Maria Maria Maria Marina Herawati Marina Marina Herawati Marsela Anggita Ratri Mayasari Dwi Rahayu Mochammad Imron Awalludin Muhammad Hardika Prasetya Muhammad Mas'udin Najwa, Syifa Auliya Novialno, Trias Nugraheni Widyawati P Purwanto Pangestika, Maria Petrus Kristriantono Polykarvos Nubun Pratiwi, Ossy Aprillia Priskilah Febi Widya Ningrum R Aji Bayu Nugroho R. Aji Bayu Nugroho Raka Ega Prasetya Restu, Luna Yureka Reza Subastian Ria Rosdiana Silaban Ristya Desy Wardani Rivano Tegar Kurniawan Rodhiah Umaroh Romualdus Reinaldo Santi Perawati, Santi Saputra, Irvan Aji Saragih, Elsa Christin satria akmal Sinaga, Apri Gunawan Sinta Nur Riskawati Sulistiyorini, Dyah Nuraini Suprihati Suprihati Suprihati Sutrisno , Deny Tampubolon, Yunita Angela Teguh Wahyono Tinjung Mary Prihtanti Trie Venny Pratiwi Utomo, Bayu Aji Vincent Stevanus Saragih Wadu, Junaedin Wahyu Tri Utama Wiwi Sepriani Yassar, Gina Cantica Yoga Aji Handoko Yusri Dianne Jurnalis Yusy Kurnia Chrisdiyanti