Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control

Deteksi Gerak Otot Frontalis Berbasis Citra 3 Dimensi Menggunakan Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) Wibowo, Hardianto; Hery Purnomo, Mauridhi; Mulyanto Yuniarno, Eko
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 1, No 2, August-2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.04 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v1i2.25

Abstract

Ekspresi wajah atau mimik merupakan salah satu dari hasil gerak otot pada wajah. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, ekspresi merupakan pengungkapan atau proses menyatakan, yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan perasaan dan lain sebagainya. Ekspresi wajah atau mimik dipengaruhi oleh saraf tujuh atau nervuse facialis. Dalam penelitian yang dilakukan paul ekman didapat sebuah standarisasi ekspresi dalam format pergerakkan yang disebut dengan Facial Action Coding System (FACS). Dalam penelitiannya paul ekman menyatakan enam ekspresi dasar yaitu bahagia, sedih, terkejut, takut, marah dan jijik. Dalam anatomy otot, bahwa setiap otot yang bergerak pasti terjadi kontraksi, dan pada saat terjadi kontraksi, otot akan mengembang atau mengelembung. Otot dibagai menjadi tiga bagian yaitu origo dan insersio sebagai ujung otot dan belly sebagai titik tengah otot, jadi setiap terjadi gerakkan maka otot bagian beli akan mengembang atau menggelembung. Teknik pengambilan data yaitu dengan merekam data dalam bentuk 3D, setiap terjadi kontraksi maka otot bagian beli akan mengelembung dan data inilah yang akan diolah dan dibandingkan. Dari pengolahan data ini akan didapat kekuatan maksimum kontraksi yang akan dipakai sebagai acuan untuk besaran pergeseran otot khususnya pada otot frontalis. Dalam deteksi pergerakkan akan menggunakan metode gray level co-occurrence matrix (GLCM), dan akan didapatkan pula besaran pergeseran otot secara maksimal. Dari hasil pengujian didapatkan nilai pergeseran pergerakkan otot sebesar 1,367 4,460.
Penentuan Pola Kunjungan Wisatawan Ke Berbagai Objek Wisata Di Pulau Ambon Menggunakan Frequent Pattern Growth Fakih, Muhammad Fadli; Yuniarno, Eko Mulyanto; Susiki N, Supeno Mardi
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 2, No 3, August-2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.978 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v2i3.46

Abstract

Untuk menyusun perencanaan pengembangan objek daya tarik wisata di pulau Ambon khususnya penentuan pola perjalanan wisatawan diperlukan data dan Metode yang relevan, salah satu metode penentuan pola kunjungan wisata adalah Metode Frequent Pattern Growth yang terbukti dapat digunakan untuk melihat pola kecenderungan. Dari 505 sampel data wisatawan Gabungan yang terdiri dari 331 wisatawan Domestik dan 174 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke 18 objek daya tarik wisata di pulau Ambon dengan minimum support 10 % dan minimum confidence 70 % didapatkan 12 pencarian pola kunjungan wisatawan yakni pola kunjungan wisatawan domestik, Mancanegara dan Gabungan  ke seluruh ODTW, ODTW Pantai, ODTW Sejarah dan ODTW Alam. Dari masing–masing item, diambil 10 pola berdasarkan tingkat confidence tertinggi untuk dijadikan bahan rekomendasi bagi dinas terkait menyangkut penentuan pola kunjungan wisatawan di pulau Ambon.
Deteksi Gerak Otot Frontalis Berbasis Citra 3 Dimensi Menggunakan Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) Hardianto Wibowo; Mauridhi Hery Purnomo; Eko Mulyanto Yuniarno
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 1, No 2, August-2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.04 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v1i2.25

Abstract

Ekspresi wajah atau mimik merupakan salah satu dari hasil gerak otot pada wajah. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, ekspresi merupakan pengungkapan atau proses menyatakan, yaitu memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan perasaan dan lain sebagainya. Ekspresi wajah atau mimik dipengaruhi oleh saraf tujuh atau nervuse facialis. Facial Action Coding System (FACS) standardiasi ekspresi dalam format pergerakan enam ekspresi dasar, yaitu bahagia, sedih, terkejut, takut, marah dan jijik. Dalam otot, bahwa setiap otot yang bergerak pasti terjadi kontraksi, dan pada saat terjadi kontraksi, otot akan mengembang atau menggelembung. Otot dibagai menjadi tiga bagian, yaitu origo dan insersio sebagai ujung otot dan belly sebagai titik tengah otot, jadi setiap terjadi gerakkan maka otot bagian belly akan mengembang atau menggelembung. Teknik pengambilan data yaitu dengan merekam data dalam bentuk 3D, setiap terjadi kontraksi maka otot bagian belly akan menggelembung dan data inilah yang akan diolah dan dibandingkan. Dari pengolahan data ini akan didapat kekuatan maksimum kontraksi yang akan dipakai sebagai acuan untuk besaran pergeseran otot khususnya pada otot frontalis. Dalam deteksi pergerakan akan menggunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM), dan akan didapatkan pula besaran pergeseran otot secara maksimal. Dari hasil pengujian didapatkan nilai pergeseran pergerakan otot sebesar 2.928.
Penentuan Pola Kunjungan Wisatawan Ke Berbagai Objek Wisata Di Pulau Ambon Menggunakan Frequent Pattern Growth Muhammad Fadli Fakih; Eko Mulyanto Yuniarno; Supeno Mardi Susiki N
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol 2, No 3, August-2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.978 KB) | DOI: 10.22219/kinetik.v2i3.46

Abstract

Untuk menyusun perencanaan pengembangan objek daya tarik wisata di pulau Ambon khususnya penentuan pola perjalanan wisatawan diperlukan data dan Metode yang relevan, salah satu metode penentuan pola kunjungan wisata adalah Metode Frequent Pattern Growth yang terbukti dapat digunakan untuk melihat pola kecenderungan. Dari 505 sampel data wisatawan Gabungan yang terdiri dari 331 wisatawan Domestik dan 174 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke 18 objek daya tarik wisata di pulau Ambon dengan minimum support 10 % dan minimum confidence 70 % didapatkan 12 pencarian pola kunjungan wisatawan yakni pola kunjungan wisatawan domestik, Mancanegara dan Gabungan  ke seluruh ODTW, ODTW Pantai, ODTW Sejarah dan ODTW Alam. Dari masing–masing item, diambil 10 pola berdasarkan tingkat confidence tertinggi untuk dijadikan bahan rekomendasi bagi dinas terkait menyangkut penentuan pola kunjungan wisatawan di pulau Ambon.
Segmentation of Facial Bones from Skull Point Clouds Based on Smoothed Deviation Angle Ulinuha, Masy Ari; Yuniarno, Eko Mulyanto; Purnama, I Ketut Eddy; Hariadi, Mochamad
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol. 7, No. 3, August 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kinetik.v7i3.1464

Abstract

The human skull was the subject of study in various fields. Segmentation could be a basic tool for better understanding the skull. One of the most challenging tasks was facial bone segmentation. Our previous study had succeeded in segmenting facial bones from skull point clouds, however the quality of the results needed to be improved. In this paper, we proposed a new method to improve the results of facial bone segmentation from skull point clouds. The method consists of three stages: deviation angle extraction, smoothing, and thresholding. Each point in the point cloud was assigned a value based on the deviation angle. These values then went through a smoothing process to clarify the differences between the facial bone region and other regions. Next, thresholding was performed to divide the skull into two regions, namely facial bone and non-facial bone. The proposed method had succeeded in improving the quality of the segmentation results by achieving precision=0.931, recall=0.9854, and F=0.9573.
Co-Authors Aditya Nur Ikhsan Soewidiatmaka Agung Dewa Bagus Soetiono Agung Wicaksono Agustinus Bimo Gumelar Ahmad Zaini Alan Luthfi Ali Sofyan Kholimi Alwali, Muhammad Anang Kukuh Adisusilo Andreas Agung Kristanto, Andreas Agung Ardyono Priyadi Arief Kurniawan Arik Kurniawati Aris Widayati Atyantagratia Vidyasmara Daryanto Bambang Purwantana Beny Yulkurniawan Victorio Nasution Beny Yulkurniawan Victorio Nasution Boedinoegroho, Hanny Citra Ratih Prameswari Diah Puspito Wulandari Endang Setyati Endang Sri Rahayu Enggartiasto Faudi Ristyawan Esther Irawati Setiawan Evi Septiana Pane, Evi Septiana F.X. Ferdinandus Fakih, Muhammad Fadli Fandiantoro, Dion Hayu Farah Zakiyah Rahmanti Farodisa, Annida Miftakhul Feby Artwodini Muqtadiroh Fresy Nugroho Gijsbertus Jacob Verkerke Gijsbertus Jacob Verkerke Goenawan A Sambodo Gunawan Gunawan Gunawan Hardianto Wibowo Harfianti, Nadya Putri Herman Thuan Herman Thuan To Saurik Hermawan, Norma Hervit Ananta Vidada Hutama Harsono, Nathanael I Ketut Eddy Purnama I Made Gede Sunarya Imam Robandi Indar Sugiarto Isa Hafidz Ismoyo Sunu Jaya Pranata Joan Santoso Joko Priambodo Khairunnas Khairunnas Koeshardianto, Meidya Kurniawan, Arief Lailatul Husniah Lutfi Ananditya Septiandi Masy Ari Ulinuha Matahari Bhakti Nendya Matahari Bhakti Nendya, Matahari Bhakti Mauridhi Hery Purnomo Mauridhi Hery Purnomo Mauridhi Hery Purnomo Moch. Iskandar Riansyah Mochamad Hariadi Mochamad Yusuf Alsagaff Muhammad Fadli Fakih Muhammad Reza Pahlawan Muhammad Zulfikar Alfathan Rachmatullah Muhtadin Mulyanto, Edy Myrtati Dyah Artaria Nasrulloh, Muhammad Nova Eka Budiyanta Nugroho, Vidityar Adith Oddy Virgantara Putra Pambudi, Sevito Fernanda Pramunanto, Eko Pramunanto, Eko Priambodo, Joko Putu Hendra Suputra R Dimas Adityo Radi Radi Rafly Azmi Ulya, Amik Ragil Bintang Brilyan Rahman, Muhammad Daffa Abiyyu Reza Fuad Rachmadi Rika Rokhana Rika Rokhana Riris Diana Rachmayanti Rokhana, Rika S. Suprapto Saiful Yahya Sambodo, Goenawan A Samuel Gandang Gunanto Sensusiati, Anggraini Dwi Setiawan, Rachmad Setijadi, Eko Soetiono, Agung Dewa Bagus Suciningtyas, Laras Sugiyanto - Sulistyono, Marcelinus Yosep Teguh Supeno M Susiki Nugroho Supeno Mardi Susiki Supeno Mardi Susiki Supeno Mardi Susiki N Supeno Mardi Susiki Nugroho, Supeno Mardi Surya Sumpeno Surya Sumpeno Susiki N, Supeno Mardi Syauqi Sabili Tita Karlita Tita Karlita Tita Karlita Tri Arief Sardjono Tsuyoshi Usagawa, Tsuyoshi Wicaksono, Alif Aditya Willy Achmat Fauzi Wisnu Widiarto Wiwik Anggraeni Yose Rizal Yose Rizal Yoyon K. Suprapto Yoyon K. Suprapto Yoyon Kusnendar Suprapto Yuhana, Umi Laili Zaini, Ahmad