Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Telemetri Aktivitas Gunung Berapi Menggunakan Sensor Seismik 3C Dengan Gelombang Wifi 2.4GHz Alwan, Chotib; Zacoeb, Achfas; H. Santjojo, D. J Djoko; R. Santoso, Didik
Rekayasa Sipil Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.897 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2017.011.01.3

Abstract

Remote monitoring using high-frequency Wifi telemetry communications media is a solution that enables to benefits from data transfer speed, remote communication, data security system and uses less energy. This study aims to establish a telemetry communication system of integrated sensor networks for the volcanic geographic area with some advantages such as the physical parameters of a volcano conditions accurately in real-time and online, the higher transmission speed, easily duplicated, and the flexibility for additional high sensors as a part of the decision making to determine the volcano status. Wifi telemetry 2.4GHz offers a high data transfer speed, the current supported equipment or modules have been reached a speed of 100Mbps. Range coverage’s performed on this test reached a maximum distance of 2 km line of sight, the data in the form of sensor data and moving images. The visual data expected is not in fully real-time, because there are 5 seconds delays from the production time. To use a shorter delay in order to the image goes faster, the main processor of raspberry experienced some over heat, and then it is not suitable for a long-term continuous use. 
Pemanfaatan Limbah Bottom Ash Sebagai Pengganti Semen Pada Genteng Beton Ditinjau Dari Segi Kuat Lentur Dan Perembesan Air Zacoeb, Achfas; Dewi, Sri Murni; Jamaran, Imran
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.68 KB)

Abstract

Produksi semen dunia telah menyumbang tujuh persen gas rumah kaca (CO2) atau sekitar 1,5 miliar ton pada tahun 1995 (International World Energy Outlook). Jumlah ini akan terus bertambah seiring berkembangnya industri semen di dunia. Bottom ash merupakan limbah padat yang dihasilkan oleh PLTU. Limbah ini mempunyai komposisi kimia yang hampir sama dengan semen. Menindak lanjuti hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah bottom ash bisa digunakan sebagai bahan pengganti semen sehingga bisa berperan serta mengurangi pemanasan global dan pencemaran lingkungan secara tidak langsung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan bottom ash sebagai bahan pengganti semen terhadap kuat lentur dan impermeabilitas dari sebuah produk yang dalam hal ini adalah genteng beton. Proporsi bottom ash yang digunakan adalah 0%,10%,20%,30%,40%, dan 50% dari berat semen, dengan jumlah masing-masing perlakuan benda uji adalah 10 buah untuk uji kuat lentur dan 3 buah untuk uji impermeabilitas (sesuai SNI 0096:2007). Jenis genteng beton yang digunakan adalah tipe rata (flat) dengan dimensi 420 mm x 330 mm.Dari hasil penelitian dan uji statistik dapat disimpulkan bahwa kuat lentur rata-rata yang dihasilkan genteng beton tidak mengalami penurunan pada proporsi bottom ash 0%-30%, sementara pada proporsi 30%-50% terjadi penurunan yang signifikan. Adapun karakteristik beban lentur yang dihasilkan baik genteng beton normal maupun dengan bottom ash masih berada di bawah yang ditetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI 0096:2007) yaitu 1200 N. Proporsi optimum dari uji lentur diperoleh pada proporsi bottom ash 19,60%. Untuk pengujian impermeabilitas genteng beton, semua perlakuan genteng beton baik yang normal maupun dengan bottom ash tahan terhadap rembesan (tidak ada air yang menetes). 
Pengaruh Penggunaan Bottom Ash Sebagai Pengganti Semen Pada campuran Batako Terhadap Kuat Tekan Batako Ristinah, Ristinah; Zacoeb, Achfas; M. D., Agoes Soehardjono; Setyowulan, Desy
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.197 KB)

Abstract

Batu bara yang digunakan sebagai sumber energi akan menghasilkan residu berupa fly ash dan bottom ash. Di Indonesia banyak dijumpai bottom ash dimana volumenya akan terus bertambah tiap tahun. Keberadaan bottom ash ini dianggap sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu masyarakat sekitar. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan pengkajian untuk memanfaatkan material bottom ash. Salah satu cara memanfaatkan bottom ash adalah dengan menggunakan material tersebut sebagai bahan pengganti semen pada campuran batako. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian tentang pengaruh bottom ash sebagai pengganti semen terhadap kuat tekan batako. Batako merupakan salah satu alternatif bahan dinding yang murah dan relatif kuat yang terbuat dari campuran pasir, semen dan air. Pengujian dilakukan dengan membuat benda uji batako dengan campuran pasir, semen dan bottom ash dengan variasi prosentase semen dan bottom ash. Kemudian dilakukan uji tekan untuk mengetahui kekuatan tekan batako serta pengaruh dari pemakaian bottom ash. Hasil pengujian dianalisis secara teoritis, sehingga dapat diketahui hubungan antara kuat tekan dengan prosentase semen terhadap bottom ash. Dari hasil pengujian kuat tekan, besar prosentase bottom ash yang dapat dimanfaatkan berkisar antara 5%-55% dari total berat semen. Prosentasetersebut menghasilkan batako yang termasuk ke dalam mutu II, III dan IV sesuai syarat SNI 03-0349. Berdasarkan uji penyerapan air, seluruh varisi masuk ke dalam mutu 1. 
Inspection of Internal Defects In Concrete Structures by Scanning Image Analysis Zacoeb, Achfas
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.89 KB)

Abstract

This paper describes one of visual inspection devices that developed with small borehole and to be named as Stick Scanner (SS) for internal concrete structure by using scanning technique. The advantage of SS is making the possibility for effective and secure working with a good precision to obtain plural information from one inspection mark such as crack width, crack depth, carbonation depth, corrosion etc in rapid way (about 30 minutes for one inspection mark). The use of small inspection borehole also gives a faster restoration and no significance damage effect towards the integrity of existing structures. The measurement and assessment process are conducted by analyzing of captured image in photograph stage. 
PENGARUH LETAK BUKAAN TERHADAP KINERJA DINDING BATA TERKEKANG DENGAN BEBAN SIKLIK LATERAL Nugraha, Putra Adi; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.648 KB)

Abstract

Sistem dinding bata terkekang banyak digunakan pada mayoritas rumah di Indonesia, dan merupakan sistem dinding yang lebih tahan terhadap beban gempa dibanding sistem dinding bata merah biasa. Bukaan merupakan komponen bangunan yang tidak terpisahkan terkait dengan fungsi bangunan gedung. Pengurangan luasan dinding melalui penambahan bukaan serta letak bukaan itu sendiri secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap perilaku dinding bata terkekang. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruh letak bukaan terhadap kinerja dinding bata terkekang dengan beban siklik lateral. Adapun kinerja dinding bata terkekang ditinjau berdasarkan kemiringan kurva selubung dari kurva histeresis. Dari hasil penelitian ini, berdasarkan bentuk dan kemiringan kurva selubung, perbedaan kinerja terbesar akibat pembebanan siklik lateral, antara beban dari arah kanan dan kiri, terdapat pada model dinding bukaan tepi (kode C). Sedangkan untuk model dinding tanpa bukaan (kode A) dan model dinding bukaan tengah (kode B), kinerja akibat pembebanan siklik lateral, antara beban dari arah kanan dan kiri, cenderung seimbang. Nilai kekakuan elastis terbesar terdapat pada model dinding tanpa bukaan (kode A).  Sedangkan nilai kekakuan elastis terkecil terdapat pada model dinding dengan bukaan tengah (kode B). Kata kunci: dinding bata terkekang, beban siklik lateral, kemiringan kurva histeresis,kekakuan elastis
PENGARUH PENINGKATAN KOMPOSISI MORTAR TERHADAP KEKUATAN STRUKTUR DINDING BATA MERAH LOKAL Refandi, Ricky; Zacoeb, Achfas; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1859.098 KB)

Abstract

Masonry atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut pasangan dinding bata merupakan material bangunan yang istimewa dan special. Dinding bata merah banyak digunakan karena memiliki beberapa keunggulan seperti rendahnya kemungkinan adanya ereksi, rendahnya rangkak susut, flesksibel, tahan api, cepat dikerjakan, dan ekonomis. Dinding bata merah merupakan material komposit yang tersusun atas bata merah sebagai unit utama dan mortar.Dalam struktur dinding bata merah ini dibutuhkan suatu struktur dengan kekuatan maksimal yang dipengaruhi material susunan yang telah disebutkan diatas.Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruh peningkatan komposisi mortar terhadap kekuatan struktur dinding bata merah lokal.Adapun kinerja dinding bata merah ini ditinjau berdasarkan pemberian beban aksial arah vertikal dengan tiga variasi model dinding.Dari hasil penelitian ini, didapatkan kekuatan maksimum dinding untuk masing-masing model dengan perbedaan komposisi mortar dan perbedaan mutu bata merah lokal. Penggunaaan mortar dengan perbandingan 1 (PC) : 3 (PP) dengan bata Gondanglegi pada model dinding 1 (bata disusun horisontal) memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan model dinding 2 (bata disusun vertikal) dan model dinding 3 (bata disusun diagonal). Dalam penelitian juga terlihat perbedaan prosentase kenaikan kekuatan model dinding 1. Model dinding 1 yang menggunakan bata Gondanglegi dengan komposisi mortar 1 (PC) : 10 (PP) ke 1 (PC) : 3 (PP) sebesar 61,045%, yang diikuti dengan kenaikan prosentase kekuatan mortar sebesar 79,167%. Sedangkan untuk model dinding 1 yang menggunakan bata Turen sebesar 44,091% dengan prosentase kenaikan mortar sebesar 78,261%. Kata kunci: kuat tekan, dinding bata, bata merah lokal, komposisi mortar, beban uniaksial  
UJI KUAT TEKAN BATA MERAH MENGGUNAKAN MORTAR PASIR KWARSA Rahman, Hilman Aulia; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.758 KB)

Abstract

Batu bata merah merupakan salah satu unsur bangunan yang banyak digunakan di Indonesia, oleh karena itu penting untuk mengetahui seberapa besar kekuatan dari batu bata merah.  Ada banyak metode pengujian kuat tekan batu bata merah yang bisa digunakan, sehingga menimbulkan perbedaan hasil kuat tekan batu bata dari tiap metode pengujian. Pada penelitian ini dilakukan proses pengujian batu bata merah dari tiap metode pengujian.  Metode pengujian yang dipakai yaitu SNI dan ASTM dengan model benda uji untuk SNI sebanyak 4 model (Kubus, SNI 6 mm, SNI 1 cm, SNI 2 cm), sedangkan untuk metode ASTM model yang diuji hanya satu sesuai dengan keteapan yang terncantuk di ASTM C67.  Untuk proses pengujian yang mengacu pada SNI permukaan benda uji diberi beban hingga mencapai beban maksimum dengan kecepatan 2 Kg/cm2/det.  Sedangkan untuk metode ASTM benda uji diberi beban hingga mencapai beban maksimum dengan kecepatan 907,125 Kg/menit.  Hasil kuat tekan metode SNI maupun ASTM didapat dari beban tekan tertinggi dibagi bidang yang dibebani.  Jenis batu bata merah yang digunakan pada penelitian ini adalah batu bata merah produksi Gondanglegi dan batu bata merah produksi Turen. Hasil proses pengujian menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan antara model benda uji yang mengacu ASTM dan model benda uji yang mengacu pada SNI, dimana model benda uji yang mengacu pada ASTM mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 62,002 Kg/cm2 untuk Gondanglegi dan 60,596 Kg/cm2 untuk Turen, sedangkan untuk rata-rata kuat tekan terbesar yang mengacu pada metode SNI yaitu model SNI 2 cm untuk Gondanglegi dengan kuat tekan sebesar 21,604 Kg/cm2 dan model SNI 1 cm untuk Turen dengan kuat tekan sebesar 24,014 Kg/cm2. Kata Kunci : batu bata merah, kuat tekan, SNI, ASTM.  
PENGARUH DIMENSI UKURAN BATU BATA MERAH DAN CAMPURAN MORTAR TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK PASANGAN DINDING Sinaga, William Swendy; Partogian, Rio Hotman; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.865 KB)

Abstract

Batu bata merah merupakan material yang paling mudah ditemukan dan digunakan hampir semua bangunan. Selain murah, bata sering digunakan karena proses pembuatannya yang mudah dan banyak ditemukan di semua daerah di Indonesia. Karena dipengaruhi oleh pengrajin setempat dan faktor permintaan, batu bata memiliki berbagai dimensi ukuran berbeda-beda di setiap wilayah. Selain batu bata, pada pasangan dinding tidak terlepas dengan penyusun perekat antar bata yaitu mortar. Campuran mortar yang digunakan pada umumnya terdiri berbagai macam perbandingan antara semen:pasirnya. Pada penelitian ini ingin diketahui bagaimana pengaruh dimensi batu bata dan campuran mortar tersebut terhadap karakteristik mekanik pasangan dindingnya. Variasi yang digunakan antara lain batu bata tipis dan batu bata tebal dengan variasi campuran mortar (semen:pasir) 1:3, 1:5 dan 1:8. Dengan perlakuan arah tekan vertikal, horizontal dan diagonal. Didapatkan bahwa pada pasangan dinding yang menggunakan batu bata tipis akan memiliki nilai kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan batu bata tebal dan pada pengujian statistik, campuran mortar  memiliki pengaruh yang spesifik pada nilai kuat tekan pasangan dinding. Kata Kunci: batu bata merah, dimensi, campuran mortar, kuat tekan, pasangan dinding
KAPASITAS KETAHANAN GEMPA RUMAH TINGGAL 1 LANTAI DI KOTA MALANG MENGGUNAKAN METODE WALL DENSITY INDEX Asenda, Dewa; Zacoeb, Achfas; Soehardjono MD, Agoes
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.592 KB)

Abstract

Kota Malang sendiri merupakan tempat yang sering terjadi gempa, dikarenakan letak dari kota Malang yang dikelilingi oleh gunung yang masih aktif. Oleh sebab itu, penduduk di wilayah tersebut membutuhkan rumah tinggal yang tahan terhadap gempa sehingga diperlukan kajian terhadap kapasitas ketahanan gempa pada rumah tinggal. Pada analisis ini dilakukan pemodelan pada rumah 1 lantai yang bertipe 40, 45 dan 65 di kota Malang. Bangunan sederhana tersebut dianalisis untuk mengetahui bentuk desain bangunan dan kemampuan kapasitas ketahanan gempa tiap bangunan yang di analisis. Bentuk bangunan dimodelkan sesuai dengan model denah pada brosur dengan penyerderhanaan yang diperlukan. Analisis ini dikerjakan secara manual dengan menggunakan program Microsoft excel, sedangkan beban gempa ditentukan berdasarkan SNI 1726-2012. Hasil yang diperoleh dari analisis ini adalah bentuk bangunan memiliki nilai eksentrisitas kecil untuk tipe 40, 45 dan 65 sebesar berturut-turut 0,31 < 0,3b (1,8); 0,89 < 0,3b (2,1); 0,85 < 0,3b (2,475) dan perbandingan panjang dan lebar tidak berturut-turut 1,25; 1,07 dan 1,09 yang berarti tidak terlalu panjang karena syaratnya kurang dari 4. Pada analisis Wall Density Index tiap tipe 40, 45 dan 65 secara berturut-turut 5,2%; 4,21% dan 4,18% yang syaratnya harus lebih besar dari 2,5% untuk bangunan 1 lantai. Kontrol kapasitas seismic, kontrol kebutuhan wall density index terhadap gaya gravitasi dan kontrol daya dukung dinding berturut-turut yaitu tipe 40 6,07 > 1,6, 21,12 > 2,33 dan 10,28 > 2,33. Tipe 45 6,08 > 1,6, 24,39 > 2,33 dan 12,82 > 2,33. Type 65 6,55 > 1,6, 25,14 > 2,33 dan 9,81 > 2,33. Dari hasil perhitungan di dapatkan kesimpulan bahwa untuk semua tipe rumah memenuhi kapasitas ketahanan gempa berdasarkan metode wall density index. Kata kunci : Wall Density Index, beban gravitasi, kapasitas ketahanan gempa.
KAPASITAS KETAHANAN GEMPA RUMAH TINGGAL 2 LANTAI DI KOTA MALANG MENGGUNAKAN METODE “WALL DENSITY INDEX” Muhamad, Gunawan; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.371 KB)

Abstract

Malang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sering mengalami gempa. Sebagian besar kerusakan akibat gempa terjadi pada gedung non struktur yaitu rumah tinggal yang dibangun tanpa ada perencanaan. Kerusakan yang terjadi mengakibatkan kerugian material hingga korban jiwa. Perlunya kajian mengenai desain rumah tinggal serta kapasitas ketahanan gempa rumah tinggal untuk mengetahui ketahanan rumah tinggal apabila terjadi gempa. Pada kajian ini menggunakan metode wall density index yaitu mencari indeks kerapatan dinding berdasarkan pada perbandingan luas dinding pada tiap arah ortogonal dengan luas lantai. Rumah tinggal yang digunakan yaitu rumah tipe 45 extension, 56 dan 56 extension. Data rumah yang digunakan adalah denah dan detail struktur kolom balok dan pelat. Analisis desain rumah dengan menghitung nilai eksentrisitas titik pusat massa rumah terhadap kekakuan dinding dan perbandingan panjang-lebar bangunan. Nilai wall density index (d) di Malang lebih besar dari 4,5%, kontrol kapasitas seismik dengan VR⁄VU ≥ 1,6, kontrol kebutuhan wall density index terhadap gaya gravitasi dengan σR⁄σU ≥ 2,33  dan kontrol daya tiap dukung dinding dengan PR⁄PU ≥ 2,33. Hasil yang diperoleh yaitu desain rumah untuk semua tipe masih diizinkan dengan nilai eksentrisitas tipe 45 extension 0,3675 < 0,3b (1,8), tipe 56 0,381 < 0,3b (1,425), tipe 56 extension 0,433 < 0,3b (1,8). Untuk nilai wall density index dan kontrol kapasitas seismik, kontrol kebutuhan wall density index terhadap gaya gravitasi dan kontrol daya dukung dinding berturut- turut yaitu tipe 45 extension 6,7% > 4,5%, 2,137 > 1,6, 7,827 > 2,33, 3,643 > 2,33. Tipe 56 yaitu 6,32% > 4,5%, 2,366 > 1,6, 6,753 > 2,33, 4,461 > 2,33. Tipe 56 extension yaitu 6,63% > 4,5%, 1,827 >1,6, 9,010 > 2,33, dan 5,944 > 2,33. Kesimpulan yang didapatkan adalah tipe rumah memenuhi kapasitas ketahanan gempa berdasarkan metode wall density index. Kata kunci : wall density index, gedung non struktur, kapasitas ketahanan gempa.
Co-Authors ., Fachreza Abdurrahman, Yusril Adam, Ariel Adison Aditya, Arch Adventus Kristian Tambunan Agoes Soehardjono Agoes Soehardjono Agoes Soehardjono M. D. Ahmad Rizqol Mahbub Alwan, Chotib Anindito Purnowidodo Anwari, Oryza Azizul Ari Wibowo Ari Wibowo Ariadi, Yudhi Arifi, Mohamad Fatchul Asenda, Dewa Chelievan, Aditya Christin Remayanti N. Christin Remayanti N. Danang Kurniawan, Danang Desy Setyowulan Diah Ayu Restuti Wulandari Edhi Wahyuni Edhi Wahyuni Setyowati Faradi, Dodi Fatkurotif Fatkurotif Fauzi, Ahmad Gembong Edhi Setyawan H. Santjojo, D. J Djoko Hakam, Fikri Arifuddin Harimurti . Harimurti . Harriani, Novi Dwi Hasyim, M. Hamzah Hasyim I Dewa Nyoman Yoga Prawira Ika Wulan Utami Ikhsan, Dito Muhammad Imran Jamaran Indradi Widjatmiko Kartika Purwitasari Kartika Puspa Negara Krisna Febrian Anugerahputra Kurnianingtyas, Diva Kusuma, Kavana Hafil Laksana, Fandy Setia Lilya Susanti Ludfi Djakfar M. Azharul Fikri M. Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim M. Ikhsan Setiawan M. Taufik Hidayat MD, Agoes Soehardjono Minang, Bony Zulkarnaen Moch Sasmito Djati Moch. Agus Choiron Mochammad Surya Budi Utomo Muhamad, Gunawan Munir, Muhammad Syahrul Nugraha, Putra Adi Nursyahbani, Hanif O.K.A.N., Paradita Bagus Oktavianita, Yetty Partogian, Rio Hotman Permana Komardi, Riyan Ilmi Permana, George Rasyid Poerwadi, Mahmud Rekarifin Pramana, I Putu Leo Prastumi Prastumi Prayogi, Arie Prima, Alex Qonitah, Fairuz Firyal R. Santoso, Didik R., Nur Fatkhiyatur Rahardjo, Masaji Renhad Raharjo, Jovan Luke Rahman, Fuad Izzatur Rahman, Hilman Aulia Refandi, Ricky Rennie, Allan E.W. Retno Anggraini Retno Anggraini Rifa`i, Muhaimin Ristinah Ristinah Ristinah Ristinah Ristinah Syamsudin Robach, Choerur Roland Martin Roland Martin S Roland Martin S. Ronny Durrotun Nasihien, Ronny Durrotun Sagita, Filliyani Saifoe El Unas Saifoe El Unas Sinaga, William Swendy Siti Nurlina Soehardjono MD, Agoes Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi Sugeng P. Budio Turniningtyas Ayu Rachmawati Utomo, Mochammad Surya Budi Wibowo, Satrio Agung Willy Aryansah Pratama P. Wirawan, Willy Artha Wisnumurti . Y L, Fajrina Zata Yuyun Ika Christina