Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KECUKUPAN TULANGAN PELAT PADA GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Permana, George Rasyid; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis struktur dengan gambar konstruksi secara global, saling berkaitan satu dengan lainnya, dimana gambar konstruksi sendiri dapat dimaknai sebagai implementasi dari analisis struktur yang telah dibuat dalam bentuk gambar, dari sebuah konstruksi bangunan pada umumnya. PAkan tetapi, dalam kasus dilapangan banyak sekali as-built drawing yang kurang lengkap, baik dalam segi detail tulangan yang tidak menyeluruh maupun ada beberapa gambar yang tidak dicantumkan, sehingga tidak dapat dijadikan acuan evaluasi hasil pekerjaan pada konstruksi bangunan tersebut.  Hal tersebut menjadikan beberapa gambar detail dan keterangan yang seharusnya menurut peraturan SNI 03-6816-2002 tertera dalam as-built drawing justru tidak dapat ditemukan dalam gambar tersebut, sehingga membuat as-built drawing tersebut menjadi kurang akan informasi yang dibutuhkan, dan cukup sulit untuk dijadikan sebagai pedoman atau patokan bagi owner atau pembaca lainnya dalam memahami apa yang terpasang sebenarnya di lapangan, maupun dalam merencanakan pemeliharaan bangunan tersebut kedepannya, serta desain tulangan pelat yang terdapat pada as-built drawing telah memenuhi persyaratan yang terdapat di dalam peraturan SNI 03-6816-2002, hanya pada persyaratan terkait jumlah dan jarak antar tulangan yang digunakan pada setiap pola pelat, serta terkhusus untuk kapasitas kekuatan pelat diambil acuan pada pelat B-3 sebagai pola pelat dimensi terbesar, didapat nilai momen kapasitas reduksi sebesar 17,02 kNm, serta momen ultimit sebesar 5,78 kNm, dengan syarat φ Mn > Mu maka kekuatan pelat memenuhi syarat sesuai SNI 2847-2013. Sedangkan untuk persyaratan lainnya, seperti detail sambungan maupun aturan pembengkokan tidak memenuhi standar SNI 03-6816-2002 sama sekali dikarenakan tidak adanya data yang menunjukkan persyaratan tersebut. Kata kunci : as-built drawing, konstruksi bangunan, tulangan, struktur pelat, informasi, SNI 03-6816-2002, SNI 2847-2013
PENGARUH TEBAL SIAR TERHADAP DEFORMASI DAN DESIGN CAPACITY DARI MODEL DINDING BATU BATA DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Anwari, Oryza Azizul; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu bata merah adalah material yang sangat lazim digunakan pada bangunan diIndonesia. Tetapi banyak ditemukan di lapangan bahwa praktek pada pembangunanmenggunakan batu bata tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh dari tebal siar pada dinding batu bata terhadap design capacity dandeformasi yang terjadi menggunakan metode elemen hingga. Terdapat empat variasi modeldengan tebal siar 1 cm, 1.5 cm, 3 cm dan 4 cm dan model dinding dibuat berdasarkan SNI 03– 4164 – 1996 dan model untuk uji kuat tekan batu bata digunakan menggunakan SNI 15 –2094 – 2000. Beban diberikan secara merata kepada kedua model dan dianalisamenggunakan metode elemen hingga menggunakan software ABAQUS. Dari penelitian inididapatkan hasil tegangan von mises terbesar pada model dinding dengan tebal siar 1.5 cmsebesar 8,629 Mpa. Regangan terbesar juga terjadi pada model dinding dengan tebal siar 1.5cm dengan regangan vertikal sebesar 0.25481 dan regangan horizontal sebesar 0.12537.Tegangan horizontal terbesar juga terjadi pada model 1.5 cm sebesar 1260189 Pa padamortar dengan nomor elemen 2 dan 692590.75 Pa pada batu bata dengan nomor elemen 2.Dari model uji kuat tekan diketahui bahwa keempat variasi model telah memenuhi kelas batubata dengan kekuatan 50 kg/cm2.Kata Kunci: design capacity, deformasi, regangan, tegangan, tebal siar
PENGARUH RASIO TINGGI-LEBAR (Hw/Lw) TERHADAP KAPASITAS BEBAN LATERAL, DAN POLA RETAK DINDING GESER BERTULANGAN RINGAN AKIBAT BEBAN SIKLIK Mochammad Surya Budi Utomo; Ari Wibowo; Achfas Zacoeb
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i2.4472

Abstract

The shear wall is a vertical structural element of a structural system that serves to withstand lateral loads, whether caused by wind or earthquake. In Indonesia is still often found structural system in old buildings that still use a minimal reinforcement ratio or in this case the lightly shear wall. The lightly sliding wall is believed to have a low lateral load capacity, but in some cases in many countries, the lightweight sliding wall is sufficiently resistant to earthquakes. The height-width ratio is an important aspect in the shear wall structure. Therefore, further research is needed on the effect of high-width ratios. This study discusses the effect of high-width ratios on shear lightly shear walls due to cyclic loads. In this study, the shear wall used as a test specimen with many test specimens was 9 shear wall walls with variations of height-width ratios (2.0, 1.3, and 1.0) or with sizes: (800x400mm), (800x600mm), and (800x800mm) . The test is carried out by providing cyclic load and axial load constant of 3% of axial capacity (Pn) of each specimen until the specimen is collapsed by the drift control method. Data in the form of loads and deviations per cycle are recorded for the analysis of collapse mechanisms. While the picture taken as a reference pattern of cracks. The results of the test show that with increasing height-width ratios can produce the smallest lateral load capacity, or vice versa. The lateral load capacity generated by each test object is SW 2.0 (1), SW 2.0 (2), SW 2.0 (3), SW 1.3 (1), SW 1.3 (2), SW 1.3 (3), SW 1.0 1), SW 1.0 (2), and SW 1.0 (3) are 1593kg, 1503 kg, 1592 kg, 3296 kg, 3388 kg, 3286 kg, 4772 kg, 4771 kg, and 4778 kg. Crack patterns that occur on each specimen have the same result that is the same occurrence of opening (gap opening) at the bottom of the wall.
ANALISIS NONLINEAR DINDING GESER BETON BERTULANG MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Fatkurotif Fatkurotif; Sri Murni Dewi; Achfas Zacoeb
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal Teknologi, Kejuruan, dan Pengajarannya Vol 40, No 2: September 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v40i22017p127

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola beban perpindahan dan kere-takan nonlinear dinding geser beton bertulang menggunakan metode elemen hingga smeared element. Kajian ini menggunakan model elemen isoparametrik 8 titik nodal dengan jumlah 90 elemen. Hasil kajian dibandingkan dengan hasil eksperimental pe-nelitian sebelumnya. Terdapat dua model dinding geser yang digunakan yaitu SW-3 dengan persentase tulangan 0,28% dan model SW-50 dengan persentase tulangan 1,24%. Hasil kajian menunjukkan bahwa model SW-3 memiliki kurva beban perpin-dahan hasil analisis numerik cukup berhimpit dengan hasil eksperimental, akan tetapi pola retak analisis numerik terjadi perambatan retak, sedang hasil uji eksperimental ti-dak terjadi perambatan retak melainkan gap opening pada dinding geser. Model SW-50 dengan tulangan normal menunjukkan selain kurva beban perpindahan memiliki kesamaan juga perambatan retak mendekati hasil eksperimental.
Perbandingan Kuat Tekan Dan Tegangan-Regangan Bata Beton Ringan Dengan Penambahan Mineral Alami Zeolit Alam Tertahan Saringan No.80 (0,180mm) Dan Tertahan Saringan No.200 (0,075mm) Willy Aryansah Pratama P.; Retno Anggraini; Achfas Zacoeb; Edhi Wahyuni Setyowati
Rekayasa Sipil Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.212 KB)

Abstract

Inovasi pembuatan bata beton ringan dengan menambahkan mineral tertentu ke dalam campuran bata beton ringan perlu dilakukan. Zeolit adalah salah satu mineral yang mengandung banyak alumina silika (SiO 2 ) didalamnya. SiO2 akan mengisi rongga-rongga yang masih ada di dalam campuran beton yang tidak dapat diisi oleh semen biasa sehingga penambahan zeolit diharapkan mampu meningkatkan kuat tekan dari bata beton ringan. Benda uji dibuat dengan menambahkan 0%, 10%, dan 20% zeolit dari berat semen ke dalam bata beton ringan dengan variasi ukuran butir zeolit yang digunakan adalah zeolit tertahan saringan no.80 dan zeolit tertahan saringan no.200. Terdapat 3 buah sampel untuk tiap variasi dengan ukuran benda uji 60 x 20 x 10 cm. Benda uji diuji tekan pada hari ke 7, 14, 21, dan 28 hari, selanjutnya dilakukan uji anova 1 arah terhadap data yang diperoleh. Hasil penelitian yang didapatkan adalah terdapat peningkatan nilai kuat tekan pada bata beton ringan dengan penambahan zeolit. Bata beton ringan dengan penambahan 20% zeolit no 80 memiliki kekuatan 40% lebih besar daripada bata beton ringan normal. Semakin besar jumlah zeolit yang ditambahkan maka grafik tegangan-regangan yang terjadi akan semakin tegak. Hal ini mengindikasikan bahwa bata beton ringan dengan zeolit yang lebih banyak akan bersifat kebih getas. Jumlah silika yang cukup banyak di dalam zeolit merupakan salah satu penyebab meningkatnya kuat tekan bata ringan karena silika mempunyai nilai kuat tekan yang tinggi. Semakin kecil ukuran butir zeolit yang ditambahkan maka semakin banyak celah kecil yang ada di dalam bata beton ringan yang dapat diisi sehingga kepadatan dan kuat tekan bata beton ringan semakin meningkat. 
Evaluation Of Reinforced Concrete’s Beam’s Capacity With Open Crack And Variation of Cover Thickness Using UPV And Hammer Test Saifoe El Unas; Sugeng P. Budio; M. Taufik Hidayat; Achfas Zacoeb; Ristinah Ristinah; Roland Martin S.; Christin Remayanti N.; Ahmad Rizqol Mahbub
Rekayasa Sipil Vol 7, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.407 KB)

Abstract

Defect in building’s structure can be analyzed by non-destructive method or NDT, such as UPV Test and hammer test. Furthermore the UPV, hammer test, compressive strength test, flexural test and statistical analysis show the accuration of quality test result with the NDT method. The specimen used is brick-formed with the dimension of 15x20x140 cm and the variation of cover thickness. Average relative error of hammer test of cylinder test is about 2,83% - 7,32%. While UPV’s average relative error of cylinder sample is 4,74% - 55,05%. Based on statistical analysis, hammer test shows there is no significant difference, while UPV test shows that there is significant difference. Calculation of compressive strength before and after flexural loading obtains a number of relative error, in hammer test 5,58% - 10,53% and UPV test 7,35% - 13,05%. 
In-Situ Concrete Compressive Strength Assessment by Point Load Test Achfas Zacoeb
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.143 KB)

Abstract

The field application of point load test (PLT) for assessing a compressive strength of RC structures isdescribed in this paper. This method is relatively new in concrete testing, and use a smaller corespecimen in order to reduce and minimize the level of destruction. The structure that will be evaluatedby this method is a 53 years old RC bridge deck. The value of compressive strength (f’cc) is calculatedfrom in-direct relationship with point load index (Is). In this paper, the deterioration in RC bridge deckalso will be evaluated by visual inspection. 
The Effect Of Variation of Pyrophyllite Addition To Compressive Strength, Porosity, And Diagram of Stress Strain In Burnt Lightweight Concrete Brick Ristinah Ristinah; Retno Anggraini; Achfas Zacoeb; Prastumi Prastumi; Krisna Febrian Anugerahputra; I Dewa Nyoman Yoga Prawira
Rekayasa Sipil Vol 7, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.036 KB)

Abstract

Lightweight brick is a material widely used in civil engineering as a substitute alternative material and brick walls of the building material. The aim of this study is to determine the behavior of burnt light brick, and behavior of piropilit additions in the mix proportion of the light brick. Specimens were tested by compressive strength, porosity, and modulus of elasticity. To test the compressive strength, plates were set at the top and bottom of the test specimen; a dial gauge was used to determine the deformation. To test the porosity, the specimen was cut into a size of 15 x 20 x 10 cm 3 and tested in accordance with porosity testing procedures. Data for the elastic modulus was obtained from stress and strain testing in conjunction with the compressive strength test. After the age of 28 days, specimens undergo combustion process before tested in the laboratory. Results of this study show that the addition of amount of piropilit as filler as much as 10-25% by weight of cement will increase the strength of brick light post-combustion at 800 o C temperature along with the increasing number of additional piropilit in it, however the addition of 5% would reduce the value of compressive strength. The addition of piropilit in the burnt lightweight brick will decrease the value of the strength. Porosity and modulus of elasticity values indicate that the addition of a filler piropilit as much as 515% by weight of cement on the burnt brick would increase the value of its porosity, however the addition of 20% and 25% would reduce the value of porosity. The modulus of elasticity values obtained from the stress and strain diagram, an increase of 5% -25% variation pyrophyllite additions. However there are some fluctuation trends on a variation of 5% -20% due to piropilit characteristics that do not fit to undergo the process of combustion or due to the setting position of the specimen in the furnace when the combustion process which allows the specimen exposed to direct flame or not. 
Analisis Kapasitas Dan Keandalan Bangunan, Studi Kasus: SMA 1 Madiun Sugeng P. Budio; Retno Anggraini; Achfas Zacoeb; Edhi Wahyuni
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.583 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan suatu gedung adalah keandalan bangunan. Berdasarkan UU RI No. 28 Tahun 2002 disebutkan bahwa setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung. Persyaratan teknis meliputi persyaratan tata bangunan dan persyaratan keandalan bangunan gedung, yaitu persyaratan kemampuan bangunan gedung untuk mendukung beban muatan, serta kemampuan bangunan gedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan bahaya petir. Oleh karena itu, setiap bangunan yang akan dirancang maupun yang sudah beroperasi, terutama bangunan yang mempunyai fungsi vital serta merupakan bangunan dengan kepentingan orang banyak memerlukan pengawasan yang ketat terhadap kualitas bangunannya dan memiliki jaminan laik fungsi. Studi kasus yang dipakai dalam penelitian ini adalah bangunan sekolah SMA Madiun I. Dalam penelitian ini akan dibahas studi kasus mengenai keandalan struktur bangunan serta aspek-aspek yang mempengaruhi keandalan suatu bangunan. 
Monitoring Proyek Dengan Metode Monte Carlo Pada Durasi Pekerjaan (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang) Saifoe El Unas; Achfas Zacoeb; M. Hamzah Hasyim; M. Azharul Fikri
Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.926 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2016.010.02.09

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan simulasi Monte Carlo pada durasi pekerjaan optimis, paling disukai, dan pesimis hasil survey pada pihak kontraktor Gedung Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang. Simulasi pada penelitian ini menggunakan software @Risk dan distribusi data yang di gunakan adalah distrubusi triangular. Durasi pekerjaan hasil simulasi Monte Carlo kemudian digunakan untuk melakukan penjadwalan menggunakan software Microsoft Project Professional. Sehingga di dapatkan jadwal dan kurva S hasil simulasi Monte Carlo yang selanjutnya akan di analisis dan dibandingkan dengan jadwal dan kurva S dari proyek. Adapun analisis dilakukan dengan cara monitoring dan tracking dan membandingkan monitoring proyek dengan bobot biaya seperti pada umumnya dan monitoring dengan bobot durasi proyek. Hasil dari monitoring yang di lakukan pada penelitian kali ini terdapat perbedaan penjadwalan pada total durasi pekerjaan yakni durasi rencana proyek selama 192 hari dan durasi hasil simulasi Monte Carlo selama 216 hari. Berdasarkan simulasi Monte Carlo yang dilakukan diketahui probabilitas jadwal rencana proyek sebesar 30 % dan untuk jadwal hasil simulasi adalah sebesar 80 %. Dengan monitoring proyek menggunakan bobot durasi lebih mengetahui kemungkinan keterlambatan proyek dan dapat mengamati aktivitas kritis yang ada. 
Co-Authors ., Fachreza Abdurrahman, Yusril Adam, Ariel Adison Aditya, Arch Adventus Kristian Tambunan Agoes Soehardjono Agoes Soehardjono Agoes Soehardjono M. D. Ahmad Rizqol Mahbub Alwan, Chotib Anwari, Oryza Azizul Ari Wibowo Ari Wibowo Arifi, Mohamad Fatchul Asenda, Dewa Chelievan, Aditya Christin Remayanti N. Christin Remayanti N. Danang Kurniawan, Danang Desy Setyowulan Diah Ayu Restuti Wulandari Edhi Wahyuni Edhi Wahyuni Setyowati Faradi, Dodi Fatkurotif Fatkurotif Fauzi, Ahmad H. Santjojo, D. J Djoko Hakam, Fikri Arifuddin Harimurti . Harimurti . Harriani, Novi Dwi Hasyim, M. Hamzah Hasyim I Dewa Nyoman Yoga Prawira Ika Wulan Utami Ikhsan, Dito Muhammad Imran Jamaran Indradi Widjatmiko Kartika Purwitasari Kartika Puspa Negara Krisna Febrian Anugerahputra Kusuma, Kavana Hafil Laksana, Fandy Setia Lilya Susanti Ludfi Djakfar M. Azharul Fikri M. Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim M. Ikhsan Setiawan M. Taufik Hidayat MD, Agoes Soehardjono Minang, Bony Zulkarnaen Moch Sasmito Djati Mochammad Surya Budi Utomo Muhamad, Gunawan Munir, Muhammad Syahrul Nugraha, Putra Adi Nursyahbani, Hanif O.K.A.N., Paradita Bagus Oktavianita, Yetty Partogian, Rio Hotman Permana Komardi, Riyan Ilmi Permana, George Rasyid Poerwadi, Mahmud Rekarifin Pramana, I Putu Leo Prastumi Prastumi Prayogi, Arie Prima, Alex R. Santoso, Didik R., Nur Fatkhiyatur Rahardjo, Masaji Renhad Raharjo, Jovan Luke Rahman, Fuad Izzatur Rahman, Hilman Aulia Refandi, Ricky Retno Anggraini Retno Anggraini Rifa`i, Muhaimin Ristinah Ristinah Ristinah Ristinah Ristinah Syamsudin Robach, Choerur Roland Martin Roland Martin S Roland Martin S. Ronny Durrotun Nasihien, Ronny Durrotun Sagita, Filliyani Saifoe El Unas Saifoe El Unas Sinaga, William Swendy Siti Nurlina Soehardjono MD, Agoes Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi Sugeng P. Budio Turniningtyas Ayu Rachmawati Utomo, Mochammad Surya Budi Wibowo, Satrio Agung Willy Aryansah Pratama P. Wisnumurti Wisnumurti . Y L, Fajrina Zata Yohanes Kevin Yuyun Ika Christina