Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Demam Berdarah dan Chikungunya dengan Penanaman Bunga Lavender Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Nurmayunita, Heny; Mashitah, Musthika Wida; Ardiyanti, Sahda Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15750

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dan Chikungunya menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Upaya pencegahan melalui gerakan 3M dan penggunaan insektisida sudah dilakukan. Namun penggunaan insektisida dalam jangka panjang menimbulkan resistensi pada nyamuk dan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan manusia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penularan penyakit menggunakan tanaman pengusir nyamuk yaitu bunga lavender. Bunga lavender lebih ramah terhadap lingkungan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya DBD dan Chikungunya serta pentingnya pencegahan penularan DBD dan Chikungunya melalui penanaman bunga lavender sebagai tanaman pengusir nyamuk. Metode yang dilakukan berupa penyampaian materi dan pendistribusian serta penanaman bunga lavender bersama masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2024 dihadiri oleh warga RT 04, RW 04 Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Hasil dari kegiatan yang dihadiri oleh 15 orang warga RT 03 RW 04 Desa Bakalan Krajan yaitu sebanyak 25 tanaman bunga lavender telah didistribusikan kepada warga dan ditanam selama pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. Sosialisasi program penanaman bunga lavender sebagai upaya pencegahan nyamuk penyebab DBD dan Chikungunya telah menunjukkan hasil yang positif. Kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait, diharapkan penanaman bunga lavender dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam mencegah penyebaran DBD dan Chikungunya. Kata Kunci: Demam Berdarah, Chikungunya, Bunga Lavender  ABSTRACT Dengue fever and Chikungunya are serious health problems in Indonesia caused by viruses transmitted through the bites of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. Prevention efforts through the 3M movement and the use of insecticides have been made. However, the long-term use of insecticides causes resistance in mosquitoes and has a negative impact on the environment and humans. One of the efforts that can be made to prevent the spread of disease transmission is using mosquito repellent plants, namely lavender flowers. Lavender flowers are more environmentally friendly. The purpose of this community service is to increase public awareness of the dangers of DHF and Chikungunya and the importance of preventing the transmission of DHF and Chikungunya through planting lavender flowers as mosquito repellent plants. The method used was in the form of delivering material and distributing and planting lavender flowers with the community. This activity was carried out on May 16, 2024, attended by residents of RT 04, RW 04 Bakalan Krajan Village, Malang City. The results of the activity which was attended by 15 residents of RT 03 RW 04 Bakalan Krajan Village, namely 25 lavender flower plants were distributed to residents and planted during the implementation of this community service. The socialization of the lavender flower planting program as an effort to prevent mosquitoes that cause dengue and chikungunya has shown positive results. Good cooperation between the community, government, and related institutions, it is hoped that planting lavender flowers can be an effective and sustainable solution in preventing the spread of DHF and Chikungunya. Keywords: Dengue, Chikungunya, Lavender Flower
Pengenalan Program "Ikanisasi" Untuk Mencegah Perkembangan Demam Berdarah Dan Chikungunya Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Mashitah, Musthika Wida; Ardiyanti, Sahda Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15675

Abstract

ABSTRAK Penyakit demam berdarah dan chikungunya disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan populasi nyamuk. Namun, tantangan dalam pengendalian nyamuk masih besar karena resistensi insektisida dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu solusi alternatif yang inovatif dan ramah lingkungan adalah penggunaan ikan pemakan jentik nyamuk. Program pengenalan ikan pemakan jentik nyamuk ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi populasi nyamuk. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan yang dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan tanya jawab pada 19 Mei 2024 yang dihadiri oleh warga RT 04, RW 04 dan kader kesehatan Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Hasil dari kegiatan ini adalah telah tersampaikan edukasi kepada para warga tentang pengenalan program “Ikanisasi” untuk mencegah perkembangan DBD dan chikungunya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para warga dan kader kesehatan memahami program tersebut dan akan sosialisasi kepada warga sekitar untuk melaksanakan program “Ikanisasi” di RT 03 RW 04 Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Kata kunci: Edukasi, Demam Berdarah, Chikungunya, Ikan Pemakan Jentik Nyamuk ABSTRACT Dengue fever and chikungunya are caused by viruses transmitted through the bite of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. Various efforts have been made to control mosquito populations. However, challenges in mosquito control are still great due to insecticide resistance and lack of community participation in maintaining environmental hygiene. One innovative and environmentally friendly alternative solution is the use of mosquito larvae-eating fish. This mosquito larvae-eating fish introduction program aims to educate the community to reduce mosquito populations. The method used was counseling which was carried out in the form of lectures and questions and answers on May 19, 2024 which was attended by residents of RT 04, RW 04 and health cadres of Bakalan Krajan Village, Malang City. The result of this activity is that education has been delivered to residents about the introduction of the “Ikanization” program to prevent the development of dengue and chikungunya. The conclusion of this activity is that residents and health cadres understand the program and will socialize to local residents to implement the “Ikanisasi” program in RT 03 RW 04 Bakalan Krajan Village, Malang City.  Keywords: Education, Dengue Fever, Chikungunya, Mosquito larvae-eating fishes
Hubungan Antara Self Care Management Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Pandanwangii Hidayah, Fauziyatul; Nurmayunita, Heny; Zakaria, Amin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4920

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis, sosial, dan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan diri. Self care management menjadi komponen penting dalam pengelolaan hipertensi jangka panjang karena berperan dalam menjaga kestabilan tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self care management dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) untuk mengukur self care management dan WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat self care management pada kategori cukup dan kualitas hidup pada kategori sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara self care management dengan kualitas hidup pasien hipertensi. Semakin baik kemampuan self care management pasien, maka semakin baik pula kualitas hidup yang dirasakan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi dan intervensi keperawatan guna memperkuat kemampuan self care management pasien hipertensi.
Determinants of National Health Insurance Coverage for Family Planning Services Among Women in Indonesia Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Muhtar , Muhammad Solihuddin
Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional
Publisher : BPJS Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53756/jjkn.v5i2.381

Abstract

Access to family planning services remains unequal in Indonesia despite the establishment of the National Health Insurance (NHI) program (Jaminan Kesehatan Nasional, JKN) to promote universal coverage. Disparities persist, particularly in contraceptive services, among women of reproductive age. This study examined the determinants of NHI coverage for contraceptive methods among Indonesian women of reproductive age. A cross-sectional analysis was conducted using data from 6,256 married or partnered women aged 15–49 years from the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS). Survey-weighted descriptive, bivariate, and multivariable logistic regression analyses were performed using Stata to identify the factors associated with NHI-covered contraceptive use. The results showed that Women with insurance schemes specifically covering family planning were significantly more likely to report contraceptive coverage through NHI (AOR: 47.5; 95% CI: 37.2–60.7). Secondary education (AOR: 2.08; 95% CI: 1.01–4.07) was positively associated with coverage, while rural residence (AOR: 0.71; 95% CI: 0.56–0.91), middle wealth status (AOR: 0.64; 95% CI: 0.46–0.88), and current employment (AOR: 0.79; 95% CI: 0.65–0.97) were negatively associated. These findings highlight persistent socioeconomic and geographic inequities in access to insured family planning services. Addressing these disparities requires targeted policy efforts, including automatic enrollment strategies for women in the informal sector, mobile registration units in rural areas, and public education campaigns to improve insurance literacy. Strengthening equitable access to family planning under the national insurance scheme is essential to achieving Indonesia’s reproductive health and universal coverage goals.
Urban and Rural Disparities in Women’s Reproductive Health Knowledge and Contraceptive use in Indonesia: A Cross-Sectional Study Yunita, Heny Nurma; Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Muhtar, Muhammad Solihuddin; Senghore, Thomas
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 21 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2026.21.1.15817

Abstract

Reproductive health knowledge is essential for enabling women to make informed family planning decisions and prevent unintended pregnancies. In Indonesia, awareness of the possibility of pregnancy after childbirth before menstruation resumes remains insufficiently explored. This study examined sociodemographic, economic, and behavioral factors associated with women’s knowledge of postpartum pregnancy risk using data from 40,978 women aged 15–49 years in the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS). A cross-sectional analysis was conducted using multivariate logistic regression with sampling weights to ensure national representativeness. The results showed that higher education (AOR: 1.41; 95% CI: 1.13–1.75) and higher wealth status (AOR: 1.35; 95% CI: 1.21–1.50) were positively associated with knowledge. In contrast, rural residence (AOR: 0.91; 95% CI: 0.83–0.98) and lack of formal education were linked to lower awareness. Older age and being currently married were also associated with higher knowledge levels. Women using contraceptive methods, particularly calendar-based methods (AOR: 1.27; 95% CI: 1.15–1.40), were more likely to have adequate knowledge. These findings highlight urban–rural disparities in reproductive health knowledge and emphasize the need to strengthen education, expand healthcare access, and improve family planning counseling, particularly in underserved communities.
Hubungan antara sleep hygiene dengan gangguan tidur pada anak sekolah dasar Zakaria, Amin; Rismawati, Novi; Patria, Dion Kunto Adi; Jamil, Mokhtar; Nurmayuniya, Heny
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2288

Abstract

Background: Sleep disorders in elementary school-aged children are a problem that can affect growth and development, cognitive function, and academic achievement. Sleep hygiene, as the practice of good sleep habits, is an important factor in preventing sleep disorders. Despite the high prevalence of sleep disorders in children, research on the relationship between sleep hygiene and sleep disorders in the Kepanjen area, Malang Regency, is still limited. Purpose: To analyze the relationship between sleep hygiene and sleep disorders in elementary school-aged children. Method: This quantitative analytical study with a cross-sectional approach involved 4th, 5th, and 6th grade students at Kemiri 2 Public Elementary School, located in Kemiri Village, Kepanjen District, Malang Regency, East Java. The sample was selected using a total sampling technique, resulting in a sample of 68 respondents. Data collection used the Sleep Hygiene Index and Sleep Disturbance Scale for Children questionnaires, which have been tested for validity and reliability. Data analysis used the chi-square test with a p-value > 0.05. Results: The majority of respondents (72.1%) had good sleep hygiene. However, 55.9% of respondents required sleep monitoring, and 20.6% experienced sleep disturbances. Statistical testing showed a p-value of 0.028, indicating a significant relationship between sleep hygiene and sleep disturbances in elementary school children. Conclusion: Sleep hygiene is significantly associated with sleep disturbances in elementary school children. Good sleep hygiene practices can be a preventative measure to reduce the risk of sleep disturbances in school-aged children.   Keywords: Elementary School Children; Sleep Disturbances; Sleep Hygiene.   Pendahuluan: Gangguan tidur pada anak usia sekolah dasar merupakan permasalahan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang, fungsi kognitif, dan prestasi akademik. Sleep hygiene sebagai praktik kebiasaan tidur yang baik, menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah gangguan tidur. Meskipun prevalensi gangguan tidur pada anak cukup tinggi, penelitian mengenai hubungan sleep hygiene dengan gangguan tidur di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang masih terbatas. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara sleep hygiene dengan gangguan tidur pada anak sekolah dasar. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional melibatkan siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN 2 Kemiri yang berlokasi di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling, sehinggal didapatkan sampel sebanyak 68 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Sleep Hygiene Index dan Sleep Disturbance Scale for Children yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji chi square dengan p-value > 0.05. Hasil: Mayoritas responden memiliki sleep hygiene yang baik sebanyak 72.1%. Namun, 55.9% responden memerlukan pemantauan gangguan tidur dan 20.6% mengalami gangguan tidur. Uji statistik menunjukkan nilai p value 0.028 yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara sleep hygiene dengan gangguan tidur pada anak sekolah dasar. Simpulan: Sleep hygiene memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan tidur pada anak sekolah dasar. Praktik sleep hygiene yang baik dapat menjadi upaya preventif dalam menurunkan risiko gangguan tidur pada anak usia sekolah.   Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar; Gangguan Tidur; Sleep Hygiene.
HUBUNGAN HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI SMK BAKTI LUHUR MALANG: HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI SMK BAKTI LUHUR MALANG brayen, aloisios; Pitaloka, Dian; Zakaria, Amin
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i2.1326

Abstract

Latar Belakang; Kesejahteraan spiritual merupakan aspek penting yang mempengaruhi kondisi psikologis individu, termasuk dalam menghadapi tekanan. Praktek Kerja Lapangan (PKL) dapat memicu kecemasan pada siswa karena tuntutan adaptasi dengan lingkungan dan tanggung jawab baru. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi PKL di SMK Bakti Luhur Malang. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 30 siswa menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Spiritual Well-Being Scale (SWBS) dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden memiliki kesejahteraan spiritual kategori sedang (96,7%) dan tinggi (3,3%). Tingkat kecemasan menunjukkan 30,0% tidak cemas, 36,7% cemas ringan, 26,7% cemas sedang, dan 6,7% cemas berat. Uji Spearman menunjukkan r = 0,203 dan p = 0,282 (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dengan tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi PKL di SMK Bakti Luhur Malang.
Hubungan Kebiasaan Tidur Siang Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 Bumiayu Lanjar Wicaksono; Amin Zakaria; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.503

Abstract

Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang sering dialami oleh lansia dan dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun psikologis. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan terjadinya insomnia adalah kebiasaan tidur siang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan tidur siang dengan kejadian insomnia pada lansia di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 Bumiayu. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi berjumlah 70 lansia. Data kebiasaan tidur siang diukur menggunakan Napping Behaviour Questionaire (NBQ) dan tingkat insomnia menggunakan Insomnia Severity Index (ISI). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi á = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lansia memiliki kebiasaan tidur siang rendah (55,7%) dan insomnia ringan (32.9%). Terdapat hubungan signifikan antara kebiasan tidur siang dengan kejadian insomnia pada lansia (p=0,006). Kebiasaan tidur siang yang tinggi cenderung menyebabkan insomnia berat. Temuan ini menunjukkan bahwa durasi dan pola tidur siang perlu dikelola dengan baik sebagai bagian dari upaya pencegahan insomnia pada lansia. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pola tidur sehat serta memonitor kondisi tidur lansia secara berkelanjutan.
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji (Junk Food) Dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pra Lansia Di Posyandu Lansia Kelurahan Bumiayu Kota Malang Nony Adelia Ardiana; Amin Zakaria; Tien Aminah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.514

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji (junk food) yang tinggi gula, lemak jenuh, dan garam, namun rendah serat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2, khususnya pada kelompok usia pra lansia yang mengalami penurunan fungsi metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola konsumsi junk food dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada pra lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Bumiayu, Kota Malang tepatnya di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 RW 1 dan Posyandu Lansia Anggrek RW 3. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pra lansia yang terdaftar di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 RW 1 dan Posyandu Lansia Anggrek RW 3 sebanyak 54 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pola konsumsi junk food diukur menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 diukur menggunakan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Hasil analisis menggunakan uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola konsumsi makanan cepat saji (junk food) dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 (p = 0,027; r = 0,300), dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin sering konsumsi junk food, maka semakin tinggi risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada pra lansia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola makan sehat serta pengendalian konsumsi junk food sebagai strategi pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 pada kelompok pra lansia di tingkat komunitas.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Mulyorejo Ananda Putri Agatha; Hanim Mufarokhah; Amin Zakaria
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.555

Abstract

Latar Belakang Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang serta kepatuhan minum obat untuk mencegah terjadinya komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi masih tergolong rendah. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat adalah dukungan keluarga.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga (Family Support Scale/FSS) dan kuesioner kepatuhan minum obat Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data dianalisis menggunakan uji Spearman`s rho untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi (p < 0,05). Simpulan Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi, sehingga keterlibatan keluarga perlu ditingkatkan dalam pengelolaan hipertensi.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Achmad Fariz Agung Hadi Endaryanto Aloysius Timbu Ananda Putri Agatha Ananda Sagita Maharani Anis Hasanah Apriyani Puji Hastuti Ardiyanti, Sahda Eka Arvin Wahyu Hartanto Atik Setiawan Wahyuningsih B. Manga , Yankuba Bayu Budi Laksono Besty Mergyaning Utami Blair, Christopher brayen, aloisios Dewi Retno Wulandari Dian Pitaloka Priasmoro, Dian Pitaloka Dion Kunto Adi Patria Elvianto Wihatno Erlia Dwi Agustia Fajar Rinawati FIDROTIN AZIZAH Fitri Yulianti Fitri Yulianti Hanim Mufarokhah Hanim Mufarokhah Hargiani, Fransisca Xaveria Hari, Batara Widya Hengky Irawan Henny Nurmayunita Henny Nurmayunita Hidayah, Fauziyatul Ida Maysaroh Ina Herdiana Islamia Mei Andista Juliati Koesrini Kaslinda Nur Umifa Kusumawati . Laili, Rosananda Astia Novia Lanjar Wicaksono Mashitah, Musthika Wida Melur Belinda Mochamad Nursa&#039;id Mokhtar Jamil Muhammad Yusuf Muhtar , Muhammad Solihuddin Muhtar, Muhammad Solihuddin Mukhammad Sefriansyah Dhuhairi Najakhul Imtikhani Ninik Murtiyani Nony Adelia Ardiana Nur Fadlilah Nurmayunita, Heny Nurmayuniya, Heny Pitaloka, Dian Pradita, Agria Pradita, Angria Qodariyah, Himmatul Reko Priyonggo Rifatul Fani Riki Ristanto Rismawati, Novi Sahda Eka Ardiyanti Sasmiyanto, Sasmiyanto Senghore, Thomas Sindu Sintara Siti Munasaroh Sri Suwarti Suryanto Suryanto Theresita Kurniawati Tien Aminah Vendi Eko Kurniawan Vivi Endaryanti Waelan waelan Widigdo Rekso Negoro Wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan Yohanes Deo Fau Yolla Yohanna Febriyantie Yudistira Dimas Puhwanto Yuni Asri Yunita, Heny N. yunita, heny nurma Zakariya Yahya