Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Consilium

Hubungan Self Regulated Leraning dengan Perilaku Menyontek Siswa Pada Saat Ujian Santika, Maria; Zikra, Zikra
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0800cons

Abstract

Dewasa ini perilaku menyontek banyak terjadi dikalangan siswa baik dari jenjang SD sampai dengan perguruan tinggi. Menyontek terjadi karena siswa cenderung malas berpikir kompleks dan tidak tahu cara menggunakan strategi belajar efektif meliputi strategi self regulated learning. Self regulated learning diindikasikan dengan kemampuan seseorang untuk  mengontrol dan mengawasi diri sendiri, mampu membuat jadwal belajar sendiri sehingga siswa memiliki manajemen belajar yang baik, dimana hal-hal tersebut diharapkan dapat mengurangi keinginan siswa untuk menyontek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran self regulated learning dan gambaran perilaku menyontek siswa saat ujian serta menguji hubungan antara self regulated learning siswa dengan perilaku menyontek siswa pada saat ujian di SMP Negeri 36 Kerinci. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 106 siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2022/2023 dengan sampel penelitian sebanyak 84 siswa yang dipilih dengan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket self regulated learning dan angket perilaku menyontek dengan Skala model Likert. Data diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis korelasional Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tingkat self regulated learning siswa SMP Negeri 36 Kerinci  berada pada kategori sedang yaitu 72,6%, (2) tingkat perilaku menyontek siswa pada saat ujian SMP Negeri 36 Kerinci berada pada kategori rendah yaitu 54,8%, (3) terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara self regulated learning dengan perilaku menyontek siswa pada saat ujian di SMP Negeri 36 Kerinci dengan besar korelasi -0,350 dan nilai signifikansi 0,001.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PESERTA DIDIK DI SMA Nopriyani, Desy; Zikra, Zikra
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0727cons

Abstract

Tugas perkembangan peserta didik salah satunya memilih dan merencanakan karir. Konsep diri dapat mempengaruhi peserta didik mencapai kematangan karir. Tujuan penelitian untuk menggambarkan dan menguji hubungan konsep diri dengan kematangan karir dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif korelasional. Adapun sampelnya sebanyak 279 peserta didik dengan teknik pengambilan sampel propotional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket konsep diri  dengan 22 item dari aspek persepsi diri, aspek penghargaan diri, dan aspek kepercayaan diri dan angket kematangan karir dengan 34 item dari aspek perencaan karir, aspek eksplorasi karir, aspek informasi mengenai dunia pekerjaan dan aspek pengambilan keputusan dengan model skala likert. Hubungan kedua variabel menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian menemukan: 1) konsep diri siswa pada kategori rendah dengan persentase 55,56%, 2) kematangan karir pada kategori rendah dengan persentase 57,35%, 3) terdapat hubungan positif dan signifikan konsep diri dengan kematangan karir peserta didik dengan rxy? 0,765 dan taraf signifikansi sebesar 0,000
Penyesuaian Diri Mahasiswa yang Tinggal di Asrama Yayasan Amal Saleh Duri, Rapika; Zikra, Zikra
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0749cons

Abstract

There is a phenomenon of students experiencing problems adjusting to students in the Amal Saleh Foundation dormitory. The influencing factors are environmental factors such as students who have not been able to build social relationships with other students, students who have not been able to accept regulations, students who have not been able to hold back their emotions when faced with problems. When this happens it will affect the student's self-adjustment so that students prefer to leave the dormitory. This research aims to find out and describe the adjustment of students living in the Amal Saleh Foundation hostel. The data collection was a Likert scale model questionnaire.The results showed that (1) overall student self-adjustment was in the moderate category with a percentage of 48.7%, (2) student self-adjustment seen from the presence of emotions that were not excessive was in the low category with a percentage 41.4%, (3) student self-adjustment seen from self-defense mechanisms which is at least in the low category with a percentage of 38.6%, (4) student self-adjustment seen from feelings of personal frustration which is at least in the low category with a percentage of 44, 3%. (5) self-adjustment seen from rational considerations and the ability to direct oneself is in the moderate category with a percentage of 27.1% (6) self-adjustment: students seen from the ability to learn and utilize past experience are in the moderate category with a percentage of 32.9% ( 7) student self-adjustment seen from a realistic and objective attitude is in the medium category with a percentage of 35.7%
Konformitas Teman Sebaya pada Siswa yang Membolos dan Implikasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Melynia, Adhilla; Zikra, Zikra
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0713cons

Abstract

Membolos adalah siswa yang tidak masuk sekolah tanpa keterangan, salah satu yang penyebabnya adalah pengaruh teman sebaya atau konformitas teman sebaya. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan konformitas teman sebaya pada siswa yang membolos sekolah dilihat dari aspek pengaruh informasi dan normatif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 41 siswa. Instrumen yang digunakan adalah instrumen konformitas teman sebaya dengan model Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konformitas teman sebaya pada siswa yang membolos dilihat dari aspek pengaruh informasi berada pada kategori sesuai dengan persentase 54%. 2) Konformitas teman sebaya pada siswa yang membolos dilihat dari aspek pengaruh normatif berada pada kategori sesuai dengan persentase sebesar 32%. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan guru BK dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling berupa layanan informasi, layanan konseling perorangan dan layanan bimbingan kelompok.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KEMATANGAN KARIR PESERTA DIDIK DI SMA Nopriyani, Desy; Zikra, Zikra
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0719cons

Abstract

Tugas perkembangan peserta didik salah satunya memilih dan merencanakan karir. Konsep diri dapat mempengaruhi peserta didik mencapai kematangan karir. Tujuan penelitian untuk menggambarkan dan menguji hubungan konsep diri dengan kematangan karir dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif korelasional. Adapun sampelnya sebanyak 279 peserta didik dengan teknik pengambilan sampel propotional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket konsep diri  dengan 22 item dari aspek persepsi diri, aspek penghargaan diri, dan aspek kepercayaan diri dan angket kematangan karir dengan 34 item dari aspek perencaan karir, aspek eksplorasi karir, aspek informasi mengenai dunia pekerjaan dan aspek pengambilan keputusan dengan model skala likert. Hubungan kedua variabel menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian menemukan: 1) konsep diri siswa pada kategori rendah dengan persentase 55,56%, 2) kematangan karir pada kategori rendah dengan persentase 57,35%, 3) terdapat hubungan positif dan signifikan konsep diri dengan kematangan karir peserta didik dengan rxy? 0,765 dan taraf signifikansi sebesar 0,000.
Hubungan Empati Dengan Perilaku Cyberbulyying di MAN Kota Pariaman Putri, Marfa Adila; Zikra, Zikra
Consilium Vol 2, No 2 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0855cons

Abstract

Cyberbullying merupakan tindakan membully di media sosial yang ditujukan untuk mengucilkan seseorang. Faktor penyebabnya adalah empati pada seseorang, tujuan Penelitian untuk menganalisis dan mengevaluasi adanya hubungan antara empati dengan perilaku cyberbullying di MAN kota Pariaman, dilihat dari variabel empati terdiri komponen afektif dan komponen kognitif. Instrument cyberbullying dengan aspek flaming, harassment, denigrasion, Impersonation, Outing and trickery, exlusion dan cyberstalking. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan korelasional, teknik pengambilan sampel menggunakan stratifet random sampling berjumlah 183 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa koesioner dengan model Skala Likert. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa empati berada pada kategori rendah presentase 40,98%, perilaku cyberbullying berada pada kategori sedang, presentase 67,21%. Sehinga terdapat hubungan yang signifikan antara empati dengan perilaku cyberbullying pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan guru BK dapat memberikan layanan sesuai kebutuhan siswa salah satunya layanan informasi dengan materi upaya mencegah perilaku cyberbullying pada siswa.