Claim Missing Document
Check
Articles

DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS RISET rafiq zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 3 No 1 (2021): Prosiding Sesiomadika 2021
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain pembelajaran merupakan serangkaian aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan yang akan dimiliki oleh siswa selama proses pembelajaran. Penyusunan desain pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pengetahuan dan pengalaman guru tentang kurikulum, teori belajar, karakteristik siswa, hambatan belajar yang mungkin akan dialami oleh siswa. Desain pembelajaran dalam arti sempit dapat dipersepsikan sebagai penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Akan tetapi, desain pembelajaran merupakan rencana pembelajaran yang dihasilkan dari suatu siklus pembelajaran dari perencanaan, implementasi, dan analisis. Desain pembelajaran berbasis riset merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru dalam mendesain pembelajaran matematika. Penyusunan desain tersebut dapat berdasarkan teori situasi didaktis atau lintasan belajar atau analisis materi pembelajaran.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA DALAM MATERI MATEMATIKA PADA KELAS VIII BERBASIS THEORY OF DIDACTICAL SITUATION Rafiq Zulkarnaen; Budi Arif Darmawan; Redo Martila Ruli
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 7, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v7i2.7322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja siswa dalam matematika untuk kelas VIII berdasarkan theory of didactical situation. Penelitian dan pengembangan model Plomp digunakan dalam penelitian ini, yang terdiri dari tahap penelitian pendahuluan, pembuatan dan penilaian prototype. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menghasilkan model epistemologi, sedangkan tahap prototyping dan assessment digunakan untuk menguji keefektifan dan kepraktisan LKS melalui penilaian diri sendiri, penilaian pakar, uji satu-satu, ujicoba terbatas, dan ujicoba lapangan. LKS yang dikembangkan berdasarkan teori situasi didaktis pada materi Teorema Pythagoras, Ruas Sisi Datar, Lingkaran, Statistika, dan Probabilitas dinyatakan valid, praktis, dan berpotensi efektif. Berdasarkan hasil tahap prototyping dan penilaian disimpulkan bahwa LKS valid dengan kompetensi matematika, tujuan pembelajaran, dan menyediakan situasi adidaktis, situasi didaktis, dan lingkungan. Kepraktisan untuk memudahkan guru dan siswa menggunakan LKS yang telah dikembangkan untuk diimplementasikan di kelas. Selanjutnya, keefektifan LKS mempengaruhi siswa untuk dapat merumuskan masalah dan menemukan solusi serta membangun pengetahuan matematika secara mandiri.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS PADA SISWA KELAS VIII Intan Purnaningsih; Rafiq Zulkarnaen
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 7, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v7i2.7185

Abstract

Kemampuan berpikir kritis melibatkan pengetahuan, penalaran, serta pembuktian dalam membuat suatu kesimpulan untuk menyelesaikan masalah matematis. Namun demikian, beberapa penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII. Studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan kasus dan analisis tunggal. Kasus dalam penelitian ini adalah lemahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan analisis tunggal digunakan untuk mengkaji faktor-faktor penyebabnya. Sebanyak 19 siswa kelas VIII di satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang digunakan sebagai subjek penelitian ini. Instrumen tes dan non-tes digunakan dalam penelitian ini, satu soal uraian terkait materi SPLDV serta wawancara tidak-terstruktur digunakan sebagai pelengkap dalam pengumpulan data. Hasil jawaban siswa dikelompokkan sesuai dengan pola jawaban yang sejenis dan dianalisis lebih mendalam untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kesulitan siswa dalam memahami soal, membuat model matematis, dan ketidaktelitian dalam menerapkan prosedur matematika menjadi penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam menganalisis, menginterpretasi, dan membuat simpulan atas jawaban atau proses penyelesaian soal.
PELATIHAN MATEMATIKA BAGI SISWA-SISWI KELAS 6 SEKOLAH DASAR DALAM PROGRAM SIAP UJIAN NASIONAL Attin Warmi; Rafiq Zulkarnaen; Alpha Galih Adirakasiwi
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 1, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.669 KB) | DOI: 10.25105/juara.v1i1.5913

Abstract

This program is one of the community service programs carried out by groups of lecturers and student representatives of the mathematics education program at UNSIKA. This program is in the form of providing tutoring outside school hours to elementary school students in mathematics. Most students are of the view that mathematics is difficult, the scores obtained in the National Examination are still lacking. Based on these conditions, we will design a program to assist schools in providing tutoring for their students in facing the National Examination. The form of the program is in the form of providingtutoring for elementary school students, to facilitate student learning in facing the National Exam in the National Examination Ready program. For the implementation of this activity, the mathematics textbooks and modules that are designed for guidance and study must be prepared. The material to be applied is about mathematics material that has been summarized from first grade to sixth grade material. The structure of teaching materials for each topic begins with concepts, example questions, exercises, discussion and key answers. The textbook is ready to be used for the program.
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS BERDASARKAN TEORI KASTOLAN PADA SISWA KELAS IX Aulia Sari; Rafiq Zulkarnaen
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v8i1.4670

Abstract

Mathematical connections are one of the abilities that students must have. However, some studies showed that the students still lack abilities in mathematical connection. The aim of this study is to analyze and describe the types of errors and their factors based on Kastolan's theory. A case study is used in this research, with a single case and single analysis. The case in this study is the lack of students' ability in mathematical connection in solving problems regarding the material of a two-variable linear equation system (SPLDV), and single analysis is used to examine the factors that cause student errors in solving SPLDV questions. The subjects conducted 12 students of  IX grade in Islamic Junior High School Al-Ahliyah. The research instruments that are used by the writer are: a description test question which consists of three questions, and uses nonstructural interviews as a complement in collecting data. The data analysis technique is used in this study, such as: identifying, classifying, and analyzing student errors in answering questions based on Kastolan's types of errors; categorizing the percentage results based on the percentage of the types of Kastolan errors; and, drawing conclusions. The results of the study concluded that conceptual errors, procedural errors, and technical errors were the factors that caused the students to make mistakes, students are not able to manipulate the steps to solve problems, and especially students who were less thorough in solving the problems given, as for other factors in the learning process that was less than optimal.
Studi Kasus Kemampuan Abstraksi Matematis Siswa Kelas XII Pada Materi Dimensi Tiga Mawadah Putri Islamiati; Rafiq Zulkarnaen
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.336 KB) | DOI: 10.31949/dm.v4i1.2076

Abstract

Objek matematika yang deduktif-aksiomatik menyebabkan kemampuan abstraksi siswa yang rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan abstraksi matematis siswa pada materi dimensi tiga. Studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan kasus tunggal dan analisis ganda. Kasus dalam penelitian ini adalah lemahnya kemampuan abstraksi matematis siswa pada materi dimensi tiga dan analisis ganda digunakan untuk mengetahui faktor–faktor penyebab rendahnya kemampuan abstraksi matematis siswa. 14 siswa kelas XII pada satu SMK Negeri di Kabupaten Karawang menjadi subjek penelitian. Instrumen tes dan non-tes digunakan dalam penelitian ini, lima soal uraian yang memuat indikator merepresentasikan gagasan matematika dalam bahasa dan simbol, mengidentifikasi karakteristik objek yang dimanipulasi atau diimajinasikan, mengaplikasikan konsep pada konteks yang sesuai, membuat hubungan hubungan antarproses atau konsep untutk membentuk suatu pengertian, melakukan manipulasi objek matematis yang abstrak. Sedangkan, instumen non-tes berbentuk wawancara tidak terstruktur kepada responden yang terpilih. Subjek penelitian diberikan lima soal uraian untuk diselesaikan dan dianalisis untuk melihat faktor–faktor level abstraksi siswa. Wawancara tidak terstruktur sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengumpulan analisis level abstraksi siswa. Adapun, kriteria level-level abstraksi yang meliputi level pengenalan (recognition), level representasi (representation) dan level abstraksi struktural (structural abstraction). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa level abstraksi siswa disebabkan persepsi siswa terhadap materi matematika yang sulit, menghubungkan antar konsep dalam dimensi tiga, membayangkan dan memanipulasi objek. Deductive-axiomatic mathematical objects cause students' low abstraction abilities. Therefore, this study aims to examine students' mathematical abstraction abilities on three-dimensional material. Case studies were used in this study, with single cases and multiple analyses. The case in this study is the weakness of students' mathematical abstraction skills on three-dimensional material and multiple analysis is used to determine the factors that cause students' low mathematical abstraction abilities. 14 students of class XII at one State Vocational School in Karawang Regency became the research subjects. Test and non-test instruments were used in this study, five descriptive questions containing indicators representing mathematical ideas in language and symbols, identifying the characteristics of objects that were manipulated or imagined, applying concepts in appropriate contexts, making relationships between processes or concepts to form an understanding, manipulate abstract mathematical objects. Meanwhile, the non-test instrument was in the form of an unstructured interview to the selected respondents. The research subjects were given five description questions to be completed and analyzed to see the factors of students' level of abstraction. Unstructured interviews as an integral part of collecting student abstraction level analysis. Meanwhile, the criteria for abstraction levels include the level of recognition, the level of representation and the level of structural abstraction. The results of the study concluded that students' level of abstraction was caused by students' perceptions of difficult mathematical material, connecting between concepts in three dimensions, imagining and manipulating objects.
Analisis Kemampuan Numerasi Siswa Kelas VIII pada Satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang Ditinjau dari Kebiasaan Berpikir Matematis Novia Ramadayu; Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 4 No 1 (2023): Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi siswa kelas VIII yang ditinjau dari kebiasaan berpikir matematis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, kasus tunggal yang diamati kemampuan numerasi dengan analisis tunggal yakni kemampuan numerasi ditinjau dari kebiasaan berpikir matematis. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas VIII yang dipilih secara stratified random sampling dari masing-masing kategori kebiasaan berpikir matematis dengan rincian Q15 sebagai sampel dengan kategori kebiasaan berpikir baik, Q19 sebagai sampel dengan kategori kebiasaan berpikir matematis cukup dan Q4 sebagai sampel dengan kebiasaan berpikir kurang. Dua soal uraian digunakan untuk mengukur kemampuan numerasi siswa yang diadopsi dari Lestari, Hapizah, Mulyono, Susanti (2022); 32 butir pernyataan untuk mengukur kemampuan kebiasaan berpikir matematis yang diadopsi dari Aprilia (2002). Indikator kemampuan numerasi yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari Susanto (2017) yaitu menggunakan berbagai macam angka dan simbol terkait matematika dasar untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari; menganalisis informasi yang ditampilan dalam berbagai bentuk; menafsirkan hasil analisis untuk mempediksi dan mengambil keputusan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: siswa dengan kebiasaan berpikir baik sudah mampu memenuhi ketiga indikator kemampuan numerasi, siswa dengan kebiasaan berpikir cukup juga sudah mampu memenuhi ketiga indikator kemampuan numerasi namun terdapat kekeliruan dalam proses perhitungan dan menafsirkan hasil analisis untuk mengambil kesimpulan, sedangkan siswa dengan kebiasaan berpikir kurang tidak mampu memenuhi ketiga indikator kemampuan numerasi; belum dapat menggunakan berbagai angka dengan benar terkait matematika dasar, belum dapat mengalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk dan belum mampu menafsirkan hasil analisis berupa kesimpulan. Dari hasil penelitan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik kemampuan numerasi yang dimiliki siswa dengan kebiasaan berpikir matematis.
Mengapa Siswa Masih Kesulitan dalam Menyelesaikan Masalah Berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel? Eka Ayu Putri Arnita; Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 4 No 1 (2023): Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII pada materi sistem persamaan linier dua variabel. Subjek penelitian ini sebanyak 25 siswa yang diambil secara purposif pada satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang. Studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan kasus tunggal dan analisis tunggal. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII sebagai fokus kasus dengan analisis kasus tunggal didasarkan kepada tahapan siswa dalam menyelesaikan masalah matematis masalah menurut Polya (memahami, merencanakan, menjalankan, dan memeriksa kebenaran hasil jawaban). Instrumen tes dan nontes digunakan dalam penelitian ini, sebanyak dua soal uraian digunakan sebagai instrumen tes yang diadopsi dari Pratiwi (2021) dan wawancara tidak terstuktur sebagai instrumen nontes. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: siswa belum dapat memahami masalah dalam soal yang disajikan, mayoritas siswa sudah dapat membuat rencana menuliskan model matematis; dalam melaksanakan rencana, siswa belum dapat menuliskan jawaban secara lengkap; dan,  siswa juga belum dapat menuliskan kesimpulan atas jawaban dengan benar.
PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIK BERBANTUAN ICT TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS VII Rafiq Zulkarnaen
Euclid Vol 3, No 2 (2016): EDISI JULI
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.864 KB) | DOI: 10.33603/e.v3i2.334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan penalaran matematissiswa kelas VII setelah diberikan pendekatan realistik berbantuan ICT. Dua sekolah dipilihpada kategori sekolah sedang dan rendah, kemudian secara purposif diambil masing-masingtiga kelas untuk mendapatkan tiga perlakuan pembelajaran yang berbeda. Hasil penelitianmenunjukkan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pendekatanrealistik berbantuan-ICT lebih baik dibanding siswa yang memperoleh pembelajaranrealistik (tanpa berbantuan-ICT) dan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional,ditinjau dari kategori sekolah dan data secara keseluruhan.Kata Kunci: pendekatan realistik berbantuan-ICT, penalaran matematis
Efektivitas self-determination theory dalam perilaku pemecahan masalah matematis siswa Rafiq Zulkarnaen; Redo Martila Ruli
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol. 6 No. 4 (2023): Juli
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v6i4.17962

Abstract

Providing mathematical problems to students is the core of the process and product of learning at school. This study aims to examine the profile of the process of mathematical problem solving behavior and the profile of the level of self-determination of eighth grade students based on the level of mathematical ability, examining the relationship between Self-determination theory (SDT) and problem solving behavior, in terms of each dominant SDT aspect against the level of mathematical ability. A case study was used in this research, with multiple cases and multiple analyses. The instruments in this study consisted of mathematical problem solving ability test questions and questionnaires. The research subjects used in this study were five students of class VIII at one public junior high school in Bandung City who were taken by simple randomization, with the determination based on initial mathematical ability in the High, Medium, and Low categories. Based on the results and discussion, it is found that conceptual knowledge and procedural knowledge do have a significant influence on students in solving mathematical problems, However, the role of each aspect of SDT (interest, motivation, and confidence) also has a big impact on students ability to solve mathematical problems.