Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL ELICITING ACTIVITIES TERHADAP KREATIVITAS MATEMATIS PADA SISWA KELAS VIII PADA SATU SEKOLAH DI KAB. KARAWANG Rafiq Zulkarnaen
Jurnal Infinity Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Infinity Vol 4 No 1, Februari 2015
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v4i1.p32-38

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembelajaran matematika menggunakan model eliciting activities terhadap kreativitas matematis siswa kelas VIII. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini, dengan desain one-sampel group design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII di satu sekolah di Kabupaten Karawang, dengan sampel sebanyak 30 siswa melalui teknik sampling acak dengan pengembalian. Hasil penelitian diperoleh model eliciting activities memberikan pengaruh cukup kuat terhadap kreativitas matematis, yakni sebesar 64%, faktor lainnya disebabkan oleh variabel moderat. Kata Kunci    :   Model eliciting Activities, Kreativitas Matematis  ABSTRACTThis study is focused to determine how much influence the learning of mathematics using the model eliciting activities for students of class VIII mathematical creativity. Experimental method used in this study, with a one-sample design group design. The population is all eighth grade students at a school in Karawang, with a sample of 30 students through random sampling with replacement technique. The results obtained by the model eliciting activities provide a strong enough influence on mathematical creativity, which amounted to 64%, other factors caused by moderate variable. Keywords:            Activities eliciting models, Mathematical Creativity
ANALISIS KESALAHAN PADA PROSES MATEMATISASI HORIZONTAL DAN VERTIKAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ALJABAR Agustianti Fuad, Niken; Zulkarnaen, Rafiq
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2022): EDISI APRIL 2022
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v6i1.191

Abstract

Matematisasi adalah proses untuk memodelkan suatu fenomena secara matematis. Namun, siswa pada proses matematisasi masih banyak kesalahan dalam mengerjakan soal kontekstual, salah satunya pada materi aljabar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor kesalahan matematisasi horizontal dan vertikal siswa dalam menyelesaikan soal materi aljabar. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus dengan kasus tunggal dan analisis tunggal. Enam siswa kelas IX pada satu SMP Swasta di kabupaten Karawang menjadi subjek pada penelitian ini.   Penelitian ini menggunakan Instrumen tes berupa tiga soal kontekstual materi aljabar dan  instrumen non tes berupa wawancara tidak terstruktur. Kemudian, dari hasil jawaban siswa dikaji untuk mengetahui kesalahan serta faktor-faktornya ditinjau dari matematisasi horizontal dan vertikal. Hasil penelitian menyebutkan  terdapat kesalahan pada matematisasi horizontal karena, siswa tidak paham dengan konsep masalah pada soal, tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, menerjemahkan ke dalam model matematis. Kesalahan pada matematisasi vertikal karena, siswa tidak menggunakan representasi matematis yang berbeda, tidak mengetahui perencanaan yang akan digunakan, tidak menggunakan data yang ada untuk menyelesaikan proses penyelesaian, tidak memberikan argumen yang logis dan tidak memberikan kesimpulan pada hasil akhir. Oleh karena itu, masih banyak siswa yang belum memenuhi indikator matematisasi horizontal dan vertikal dalam melakukan penyelesaian soal materi aljabar dikarenakan masih belum memahami tentang pemodelan matematis.
Implementasi Interpretation-Construction Design Model terhadap Kemampuan Pemodelan Matematis Siswa SMA Zulkarnaen, Rafiq
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1716.792 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran matematika menggunakan Interpretation-construction design model (disingkat ICON-model) terhadap kemampuan pemodelan matematis. Explanatory sequential design digunakan dalam penelitan ini, dengan unit sampel penelitian ditentukan berdasarkan perlakuan pembelajaran (ICON-model dan Pembelajaran biasa). Subjek sampel yang digunakan adalah siswa kelas X pada pokok bahasan persamaan dan fungsi kuadrat. Dua jenis instumen digunakan dalam penelitian ini, yaitu: instrumen pembelajaran memuat bahan ajar yang telah disesuaikan dengan: sintakmatis ICON-model dan indikator kemampuan pemodelan matematis; dan instrumen penelitian meliputi tes kemampuan pemodelan matematis dan non-tes (lembar observasi, wawancara, dan analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal pemodelan matematis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretation-construction design model memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kemampuan pemodelan matematis. Selama pembelajaran berlangsung, ICON-model memberikan dampak terhadap pengetahuan konseptual dan prosedural siswa dalam materi persamaan dan fungsi kuadrat. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis jawaban siswa diperoleh simpulan bahwa kesalahan umum yang dilakukan oleh siswa terletak kepada kesalahan prosedural.
PENGARUH PERSEPSI ATAS MEDIA PEMBELAJARAN DAN RASA PERCAYA DIRI TERHADAP PENGUASAAN KONSEP GEOMETRI Suheni, Eni; Sari, Rika Mulyati Mustika; Zulkarnaen, Rafiq
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2025): ELIPS, Maret 2025
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v6i1.1640

Abstract

Pemahaman konsep geometri merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika, namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasainya. Persepsi terhadap media pembelajaran dan rasa percaya diri diduga berpengaruh terhadap penguasaan konsep geometri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh persepsi atas media pembelajaran dan rasa percaya diri secara simultan terhadap penguasaan konsep geometri, (2) pengaruh persepsi atas media pembelajaran terhadap penguasaan konsep geometri, serta (3) pengaruh rasa percaya diri terhadap penguasaan konsep geometri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda. Sampel terdiri dari 84 siswa SMA Negeri 1 Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik persepsi terhadap media pembelajaran maupun rasa percaya diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap penguasaan konsep geometri. Selain itu, persepsi terhadap media pembelajaran memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan rasa percaya diri dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep geometri. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media pembelajaran yang efektif serta peningkatan rasa percaya diri siswa dapat meningkatkan pemahaman konsep geometri. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan mendorong kepercayaan diri siswa dalam belajar matematika.
Meta Analisis: Efektivitas Augmented Reality Terhadap Materi Geometri Sekolah Abidah, Iffah; Sari, Rika Mulyati Mustika; Zulkarnaen, Rafiq
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i2.3715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Augmented Reality dalam pembelajaran geometri di sekolah melalui pendekatan meta-analisis. Analisis dilakukan terhadap 17 artikel yang relevan, melibatkan perhitungan ukuran efek dan kesalahan standar sebagai dasar analisis menggunakan model efek acak. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ukuran efek sebesar 1,74 yang tergolong sangat besar, mengindikasikan bahwa Augmented Reality memiliki dampak signifikan terhadap pembelajaran geometri. Distribusi ukuran efek mencakup 8 artikel dengan efek sangat besar, 2 artikel dengan efek besar, 3 artikel dengan efek sedang, dan 4 artikel dengan efek kecil. Analisis menggunakan forest plot mengonfirmasi variasi ukuran efek dengan rentang -5,57 hingga 3,24. Hasil uji Egger menunjukkan tidak terdapat bias publikasi dalam meta-analisis ini (p = 0,107). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Augmented Reality efektif digunakan dalam pembelajaran geometri, dengan korelasi yang signifikan dan pengaruh yang kuat. Temuan ini diharapkan menjadi acuan untuk pengembangan pembelajaran berbasis teknologi serta penelitian lebih lanjut mengenai penerapan Augmented Reality pada berbagai disiplin ilmu.
Metacognition and Achievement Emotions in Mathematical Modelling Competency: A Confirmatory Factor Analysis of Their Interplay Kossahdasabitah, Annisaa; Zulkarnaen, Rafiq
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2066

Abstract

Penelitian ini menyelidiki hubungan antara metakognitif dan pencapaian emosi dalam pemodelan matematis pada siswa di sebuah SMA Negeri yang berlokasi di Kabupaten Karawang. Penelitian ini melibatkan 200 siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional untuk mengetahui hubungan antara metakognitif dan pencapaian emosi dengan menggunakan teknik analisis yaitu analisis faktor konfirmatori. Selain itu, terdapat empat faktor metakognitif termasuk awareness, cognitive strategy, planning, dan self-checking serta dua faktor pencapaian emosi Joy dan Pride yang memiliki hubungan signifikansi sebesar 0,72 sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara metakognitif dan emosi. Terdapat faktor planning sebagai faktor dominan metakognitif dan faktor pride sebagai faktor dominan pencapaian emosi yang memiliki hubungan antar satu sama lain. This study aims to examine the relationship between metacognition and achievement emotions in the context of mathematical modeling among students at a public senior high school in Karawang Regency. A total of 200 students participated in the study. The research employed a correlational design, utilizing confirmatory factor analysis (CFA) to analyze the relationship between the two constructs. Metacognition was measured through four factors: awareness, cognitive strategy, planning, and self-checking. Achievement emotions were represented by two factors: joy and pride. The analysis revealed a significant correlation of 0.72 between metacognition and achievement emotions. Furthermore, planning was identified as the most dominant factor within the metacognitive domain, while pride emerged as the dominant factor within the domain of achievement emotions. These two dominant factors were also found to have a significant relationship with one another.
Achievement Emotion in Matemathics Learning: Meta-Regression Zulkarnaen, Rafiq; Dewi Nur, Iyan Rosita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.2068

Abstract

Penelitian yang mensintesis temuan empiris mengenai hubungan pencapaian emosi dengan hasil belajar matematika masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur dan melakukan meta-regresi mengenai pencapaian emosi terkait aktivitas (senang, marah, putus asa, dan bosan), emosi prospektif (cemas dan malu), dan emosi retrospektif (bangga) terhadap hasil belajar matematika. Pemahaman hubungan ini penting untuk mengoptimalkan proses pembelajaran matematika. Metode Systematic Literature Review dan meta-analisis (PRISMA) digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan, diperoleh 18 artikel yang dipublikasikan pada jurnal Database Scopus (Q1-Q4) antara tahun 2014 dan 2024. Sampel independen mencakup emosi marah (6 sampel, N = 4376), cemas (13 sampel, N = 10006), bosan (18 sampel, N = 11311), putus asa (6 sampel, N = 3423), malu (5 sampel, N = 2204), senang (19 sampel, N = 13536), dan bangga (8 sampel, N = 5003). Analisis meta-regresi dilakukan untuk menghitung ukuran efek setiap emosi terhadap hasil belajar matematika. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa emosi marah, malu, putus asa, dan bosan menunjukkan efek sedang (0.3 ≤ |r| < 0.5) terhadap hasil belajar matematika, sedangkan emosi senang, cemas, dan bangga menunjukkan efek kuat (|r| ≥ 0.5). Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pengendalian emosi dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pencapaian akademik siswa.Limited research synthesizes empirical findings on the relationship between achievement emotions and mathematics learning outcomes. This study aims to review literature and conduct a meta-regression on achievement emotions related to activity emotions (joy, anger, hopelessness, and boredom), prospective emotions (anxiety and Embarassed), and retrospective emotions (pride) in mathematics learning outcomes. Understanding these relationships is crucial for optimizing mathematics learning processes. A Systematic Literature Review and meta-analysis (PRISMA) were employed. From identification, screening, and eligibility assessment, 18 articles published in Scopus Database journals (Q1-Q4) between 2014 and 2024 were obtained. Independent samples included anger (6 samples, N = 4376), anxiety (13 samples, N = 10006), boredom (18 samples, N = 11311), hopelessness (6 samples, N = 3423), Embarassed (5 samples, N = 2204), joy (19 samples, N = 13536), and pride (8 samples, N = 5003). Meta-regression analysis was conducted to calculate the effect size of each emotion on mathematics learning outcomes. The results concluded that anger, Embarassed, hopelessness, and boredom showed moderate effects (0.3 ≤ |r| < 0.5) on mathematics learning outcomes, while joy, anxiety, and pride exhibited strong effects (|r| ≥ 0.5). These findings imply the importance of emotion regulation in mathematics learning to enhance students' academic achievement.
Analisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi segiempat dan segitiga Amaliah, Fitri; Sutirna, Sutirna; Zulkarnaen, Rafiq
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v12i1.7202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa  materi segiempat dan segitiga berdasarkan tahapan Polya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII J SMPN 1 Kotabaru Tahun Ajaran 2019/2020, yang dikelompokan menjadi 3 kategori yakni tinggi dengan Skor ≥ Mean + 1 SD, kategori sedang M – 1 SD ≤ Skor M + 1 SD, dan kategori rendah dengan Skor M – 1 SD. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kategori kemampuan tinggi sudah mampu memecahkan masalah yang diberikan, tetapi kurang teliti dalam menuliskan kesimpulan dari solusi yang diinginkan serta kurang teliti dalam menuliskan satuan. Siswa kategori kemampuan sedang belum mampu memecahkan masalah yang diberikan karena hanya mampu memahami masalah dan merencanakan penyelesaian, siswa mengalami kesulitan dalam melakukan proses perhitungan/komputasi serta kurang teliti saat mengerjakan. Siswa kategori kemampuan rendah belum mampu memecahkan masalah yang diberikan karena siswa mengalami kesulitan dalam memahami masalah, sehingga tidak mampu melakukan tahapan selanjutnya.
Konsepsi Siswa dalam Proses Pemodelan Matematis Zulkarnaen, Rafiq
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 4 No 2 (2020): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v4i2.3638

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji konsepsi siswa dalam proses pemodelan matematis. Desain studi kasus tunggal dan analisis tunggal dengan sampling-teoritis digunakan dalam penelitian ini. Dua siswa (S-17 dan S-23) dipilih dari 35 siswa kelas X pada satu SMAN di Kabupaten Karawang. Kedua siswa diminta untuk menyelesaikan situasi masalah dunia nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsepsi siswa terhadap suatu konsep matematika digunakan dalam menyelesaikan masalah akan tetapi konsepsi tersebut belum menuntun siswa kepada solusi yang tepat. Idealnya, dalam proses pemodelan matematis konsepsi yang dilakukan oleh siswa tidak hanya sebatas pemaknaan atau interpretasi konsep atau prosedur matematika, tetapi juga dalam pemodelan matematis konsepsi digunakan dalam interpretasi situasi masalah dunia nyata.
The Relationship between Self-Directed Learning and Problem-Solving Ability in Trigonometry Muhijah, Iim; Sari, Rika Mulyati Mustika; Zulkarnaen, Rafiq; Effendi, Kiki Nia Sania
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 4 No. 4 (2025): December
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v4i4.824

Abstract

Mathematical problem-solving abilities in trigonometry material remain a challenge for many students, partly because they lack self-directed learning skills to manage the learning process. This research aims to analyze the relationship between self-directed learning and students' mathematical problem-solving abilities in trigonometry material. The research approach is quantitative, using a correlational method. The research sample consists of 62 vocational high school students in Karawang Regency, selected through random sampling. The research instruments include a self-directed learning questionnaire and an essay test of problem-solving abilities. The questionnaire measures initiative, responsibility, self-regulation, and students' evaluative abilities in the learning process, while the problem-solving ability test assesses students' abilities to understand, plan, execute, and evaluate trigonometry problem solutions. Data analysis was conducted using the Pearson correlation test. The research results show a strong, significant positive relationship between self-directed learning and mathematical problem-solving abilities, with a correlation coefficient of r = 0.679 and a significance value of < 0.001. These findings indicate that increased self-directed learning tends to be followed by greater ability to solve mathematical problems.