Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Antara Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis dengan Kecemasan Matematis Hesti Salsaprilia Ismail; Rafiq Zulkarnaen
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6122

Abstract

Pemahaman konsep merupakan hal penting yang harus dikuasi oleh siswa, namun dalam pembelajaran matematika tingkat pemahaman konsep matematis siswa masih tergolong rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan pemahaman  konsep  matematis  adalah  kecemasan matematis.  Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk menjustifikasi apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan  pemahaman konsep dengan kecemasan matematis pada siswa kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitianya sebanyak 30 siswa dari salah satu SMP di Kabupaten Karawang dan didapat menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan non-tes yaitu berupa tes uraian  pemahaman  konsep  matematis  dan angket kecemasan matematis. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematis dengan kecemasan matematis. Arah korelasi tersebut bernilai negatif dengan korelasi yang tinggi sebesar -0.79. Artinya, semakin rendah kemampuan pemahaman konsep matematis yang dimiliki oleh siswa maka semakin tinggi  kecemasan matematis yang dialami oleh siswa tersebut. Sebaliknya, semakin  tinggi kemampuan pemahaman konsep matematis yang dimiliki oleh siswa, maka semakin rendah kecemasan matematis yang dialami siswa tersebut.
Studi Kasus Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Anita Anggriyani; Rafiq Zulkarnaen
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.6595

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dengan tujuan untuk mengkaji kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik SMK Negeri di salah satu Kabupaten Karawang tahun ajaran 2022/2023 dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematis sebanyak dua soal serta hasil jawaban peserta didik diperkuat lagi melalui wawancara dengan subjek penelitian. Selanjutnya, data diolah, dianalisis dan dikaji berdasarkan nilai yang diperoleh peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan nilai rata-rata 60%, yang menyimpulkan bahwa peserta didik kelas X di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Karawang masih terolong sedang. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya karena peserta didik kurang mampu dalam memahami permasalahan yang diberikan serta kesulitan dalam mengidentifikasikan soal.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Rahma Nurmalita; Rafiq Zulkarnaen
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.6463

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan siswa kurang mampu dalam memahami permasalahan pada soal yang diberikan serta kesulitan dalam mampu dalam mengidentifikasi soal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemmpuan berpikir kritis matematis siswa MTs di satu Kabupaten Karawang dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas VIII yang sudah mempelajari materi sistem persamaan linear dua variabel. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak empat soal, setiap soal mengacu pada empat aspek berpikir kritis yang meliputi: Reason, Situation, Overview dan Inference. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, kemampuan berpikir kritis siswa pada aspek Reason merupakan aspek dengan persentase tertinggi yaitu siswa mampu memberikan alasan berdasarkan fakta/bukti yang relevan tentang jawaban yang dikemukakan. Dan aspek dengan persetase rendah yaitu aspek Infeence siswa belum mampu dalam memahami permasalahan dengan disertai langkah-langkah penyelesaian, serta belum mampu menuliskan kesimpulan yang masuk akal.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VII pada Materi Bentuk Aljabar Mareta, Dea; Zulkarnaen, Rafiq
Radian Journal: Research and Review in Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Sarjana Pendidikan Matematika, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/rjrrme.v3i1.12075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII pada materi bentuk aljabar. Subjek penelitian sebanyak 26 siswa yang diambil secara purposive pada satu SMP Negeri di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan kasus tunggal dan analisis tunggal. Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII sebagai fokus kasus untuk di analisis, dengan analisis kasus didasarkan pemahaman konsep matematis dalam materi bentuk aljabar. Instrumen tes digunakan dalam penelitian ini, sebanyak 8 soal uraian dan 1 pilihan ganda untuk mengukur kemampuan numerasi siswa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis masih sangat rendah, yaitu: hampir semua siswa dapat menyatakan ulang sebuah konsep bentuk aljabar. Namun, sebagian siswa kurang paham dalam mengklasifikasikan objek menurut sifat – sifatnya, menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis, dan mengaplikasikan konsep dalam pemecahan masalah.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VII pada Materi Bentuk Aljabar Mareta, Dea; Zulkarnaen, Rafiq
Radian Journal: Research and Review in Mathematics Education Vol. 2 No. 4 (2023): December
Publisher : Program Studi Sarjana Pendidikan Matematika, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/rjrrme.v2i4.12101

Abstract

This study aims to analyze the ability to understand mathematical concepts of grade VII students on algebraic form material. The research subjects were 26 students who were taken purposively at a State Junior High School in Kuningan Regency, West Java Province. The research methods used in this study are case studies with single cases and single analysis. The low ability to understand mathematical concepts of grade VII students as the focus of cases to be analyzed, with case analysis based on understanding mathematical concepts in algebraic form material. Test instruments were used in this study, as many as 8 description questions and 1 multiple-choice to measure students' numeracy skills. The results of the study concluded that the understanding of mathematical concepts is still very low, that is: almost all students can restate the concept of an algebraic form. However, some students do not understand how to classify objects according to their properties, present concepts in the form of mathematical representations, and apply concepts in problem solving.
Analisis Kemampuan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau Dari Kesadaran Metakognitif Kosasih, Silfa Ardita; Zulkarnaen, Rafiq
Prosiding Sesiomadika Vol 5 No 3 (2024): Sesiomadika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan dalam kesadaran metakognitif yang digunakan untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah pada mata pelajaran Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini melibatkan 32 siswa SMP Negri 6 Karawang Barat yang duduk di kelas IX pada tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan studi kasus. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan non tes wawancara. untuk instrumen tes tertulis yang terdiri dari tiga soal yang mencakup empat indikator berdasarkan polya: (1) memahami masalah, (2) membuat rencana penyelesaian, (3) menerapkan rencana penyelesaian, dan (4) memeriksa hasil tes untuk solusi tambahan. Analisis pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Karakteristik siswa dan jawaban terendah kemudian digunakan untuk menentukan metode analisis. Hasil menunjukkan bahwa beberapa siswa berada dalam kategori yang paling rendah atau yang tidak masuk ke dalam kriteria di 4 indikator.
Analisis Kemampuan Berpikir Logis Matematis Siswa Pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung suwarto; Zulkarnaen, Rafiq
Prosiding Sesiomadika Vol 5 No 2 (2024): Sesiomadika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir logis matematis adalah suatu ketrampilan yang mesti dikuasai oleh seseorang untuk mengambil kesimpulan berdasarkan pola atau aturan yang konsisten, dari menganalisa pola dan aturan tersebut seseorang dapat menarik kesimpulan yang valid dan dapat diandalkan. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir logis matematis siswa SMK Rosma Karawang kelas 10 TKJ tahun ajaran 2023/2024 pada materi bangun ruang sisi lengkung. Adapun indikator dalam berpikir logis matematis yang digunakan 1) keruntutan berpikir, 2) kemampuan berargumen, 3) menarik kesimpulan. Penelitian ini memakai jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian ini terdiri dari 3 siswa dengan kategori rendah, sedang, dan tinggi masing-masing kategori memuat satu siswa. Hasil yang diperoleh dalam penelitian bahwasannya kemampuan berpikir logis matematis siswa masih tergolong rendah masih banyak siswa yang masih bingung memakai rumus apa untuk menjawab soal, masih ada siswa yang belum mampu untuk menyimpulkan dari apa yang mereka kerjakan, masih ada siswa yang lupa terhadap rumus bangun ruang sisi lengkung. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir logis matematis siswa  masih dalam kategori rendah hal ini dapat dilihat dari masih ada siswa yang belum memenuhui dari 3 indikator kemampuan berpikir logis matematis. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari tes kemampuan berpikir logis matematis terdapat 36% siswa yang termasuk kategori tinggi sebanyak 13 siswa, selain itu,  22% siswa atau sebanyak 6 siswa yang kategori sedang, dan yang terakhir menunjukan bahwa 42% siswa termasuk ke dalam kategori rendah yang berjumlah 15 siswa.  
Analisis Kemampuan Numerasi Siswa SMP Ditinjau dari Level Kognitif Pada Aspek Memahami, Menerapkan dan Menalar Ramadayu, Novia; Zulkarnaen, Rafiq; Mustikasari, Rika Mulyati
Didactical Mathematics Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v6i2.10481

Abstract

Penelitian ini dibertujuan untuk mengkaji kemampuan numerasi siswa SMP berdasarkan level kognitif memahami, menerapkan dan menalar. Kemampuan numerasi merupakan kemampuan yang sangat penting, namun faktanya siswa masih dalam kemampuan numerasi yang rendah. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi hermeuneutik digunakan dalam penelitian ini. Subjek merupakan satu kelas VII di salah satu SMP di Karawang yang kemudian diseleksi kembali sebanyak empat siswa untuk dilakukan wawancara. Instrumen tes dan nontes digunakan dalam penelitian ini, instrumen tes dengan mencakup tingkatan level kognitif memahami, menerapkan dan menalar serta nontes yaitu wawancara tidak terstruktur dianalisis menggunakan metode Interpretative Phenomenologi Analysis (IPA). Penelitian ini menunjukkan bahwa 55% siswa mampu mencapai level kognitif pemahaman. Kemudian, hanya sebanyak 9% yang mampu mencapai level kognitif penerapan dan 4% yang mampu mencapai level kognitif penalaran. Siswa dengan kemampuan numerasi tinggi memiliki level kognitif pemahaman, penerapan dan penalaran dengan baik. Siswa dengan kemampuan numerasi sedang memiliki level kognitif pemahaman dan penerapan yang baik. Siswa dengan kemampuan numerasi rendah hanya mampu mencapai level kognitif pemahaman atau penerapan saja. Adapun faktor-faktor penyebab rendahnya kemampuan numerasi berdasarkan level kognitif antara lain: kurangnya kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep matematika dengan baik serta lemah dalam menggambarkan informasi soal yang bersifat nonrutin.
Analisis Kemampuan Berpikir Geometri Siswa SMP Berdasarkan Teori Van Hiele dalam Materi Teorema Pythagoras Arnita, Eka Ayu Putri; Zulkarnaen, Rafiq; Imami, Adi Ihsan
Didactical Mathematics Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v6i2.10485

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji kemampuan berpikir geometri siswa SMP berdasarkan teori Van Hiele dalam materi Teorema Pythagoras. Kemampuan berpikir geometri merupakan kemampuan yang sangat penting, namun faktanya siswa masih dalam tingkatan level kemampuan berpikir geometri yang rendah. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi hermeuneutik digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji kemampuan berpikir geometri siswa. Subjek yang digunakan sebanyak satu kelas VIII di salah satu SMP swasta di Karawang yang kemudian diseleksi kembali dan diambil empat siswa untuk dilakukan wawancara. Instrumen tes dan nontes digunakan dalam penelitian ini, instrumen tes dengan mencakup tingkatan level berpikir geometri Van Hiele yaitu: visualisasi (level 0), analisis (level 1), deduksi informal (level 2), deduksi (level 3), dan rigor (level 4) serta nontes yaitu wawancara tidak terstruktur dianalisis menggunakan metode Interpretative Phenomenologi Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas siswa hanya mampu mencapai tingkat visualisasi (level 0) dengan baik yaitu 74% dan analisis (level 1) sebesar 55%. Penelitian ini menegaskan bahwa faktor siswa belum dapat mencapai tingkatan deduksi informal (level 2) sampai dengan rigor (level 4) karena ketidaktelitian dan kurangnya pemahaman konsep. Oleh sebab itu perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan variasi soal untuk meningkatkan kemampuan berpikir geometri siswa, khususnya dalam konteks penerapan teorema Pythagoras.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Theory of Didactical Situation Model Plomp pada Materi Teorema Pythagoras Louhenapessy, Louis Yolanda; Zulkarnaen, Rafiq
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i1.2504

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan observasi pendahuluan mengenai hambatan belajar siswa dalam pembelajaran teorema pythagoras, sehingga peneliti memberikan alternatif solusi untuk meminimalisir hambatan belajar siswa yakni pengembangan lembar kerja siswa berbasis Theory of Didactical Situation (TDS). Lembar kerja siswa berbasis TDS mengedepankan interaksi siswa, guru, dan milieu melalui tahapan situasi aksi, formulasi, dan validasi dalam mencapai pengetahuan dan pemahaman akan konsep pembelajaran teorema pythagoras. Pengembangan lembar kerja siswa dalam penelitian ini menggunakan model Plomp yang memiliki fase penelitian yaitu 1)Tahap penelitian pendahuluan yakni identifikasi rutinitas pembelajaran matematika, hambatan belajar siswa, dan konsep materi teorema pythagoras; 2)Tahap prototype, yakni tahap penilaian melalui proses penilaian diri sendiri, penilaian ahli, uji one-to-one oleh lima siswa, dan penilaian small group oleh sekelompok siswa dan salah satu guru; serta 3)Tahap penilaian, yakni uji lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah lembar wawancara, lembar observasi, dan angket. Berdasarkan hasil uji validitas oleh kedua ahli serta penilaian siswa dan guru, maka lembar kerja siswa berbasis TDS pada materi teorema pythagoras dapat dikatakan memenuhi syarat praktikalitas dan efektifitas sebagai suatu bahan ajar berbasis situasi didaktis.