Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK PEMBELAJARAN JARAK JAUH TERHADAP KONSEPSI SISWA KELAS XII SMK PADA MATERI STATISTIKA Melisa Melisa; Rafiq Zulkarnaen
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 5, No 2 (2022): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v5i2.10295

Abstract

 The limitations of distance learning are thought to cause students to have difficulty understanding mathematics, especially statistics. This study aims to analyze the impact of distance learning on students' conceptions of statistical material. An exploratory case study was used in this study, with a single case and single analysis. In this study, students had difficulty in solving statistical problems during distance learning, while a single analysis was used to examine the factors causing difficulties from the impact of distance learning. The research subjects were 68 students in two class XII AKL at one State Vocational School in Karawang Regency. Test and non-test instruments were used in this study, five questions were explained in statistics material and structured interviews about the impact of distance learning. The indicator of difficulty on statistical questions with high criteria concluded that 73% of students had difficulty in explaining ideas, situations, and mathematical relationships orally and in writing on statistical material. This is because students find it difficult to understand the material, explain and analyze the data given in the problem or problem. These findings were obtained as a result of the lack of direct learning interaction in mathematical activities when online or offline.
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VII DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN TEORI NEWMAN DITINJAU DARI ASPEK PROBLEM REPRESENTATION DAN SOLUTION EXECUTION Mery Puspitasari; Rafiq Zulkarnaen
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 4, No 3 (2021): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v4i3.p%p

Abstract

Analyze students' mistakes in solving story problems in terms of the aspects of problem representation and solution execution is the aim of this study. Students' mistakes in story problems refer to Newman's theory, including errors: comprehension, transformation, process skills, and encoding. Qualitative descriptive used in this study, with the research subjects were 17 students of class VII at SMPN 3 Tambun Selatan, Bekasi Regency, West Java Province. The test and non-test instruments were used in this study, the test instrument was in the form of story questions related to algebraic form material, while the non-test instrument was an unstructured interview. Research subjects were asked to work on story problems and then analyzed the types of errors. Furthermore, from each type of error, one subject was selected to be interviewed as part of a more in-depth analysis. The results showed that comprehension errors, transformation errors, process skill errors, and encoding errors were caused by errors in the problem representation and solution execution phases. Both phases require students' ability in understanding concepts and fluency in procedures.
KETERKAITAN PEMODELAN MATEMATIS DALAM PENYELESAIAN SOAL CERITA Lasmika Veronika Pandiangan; Rafiq Zulkarnaen
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 4, No 3 (2021): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v4i3.p%p

Abstract

This study aims to identify the stages of mathematical modeling carried out by students in solving story problems. Case studies with single cases and single analyses were used in this research. The research subjects used in this study were 4 students of class VII at a State Junior High School in Karawang Regency, West Java Province. The research subjects were selected using the purposive sampling technique. The test instrument and non-instrument used in this study, the test instrument in the form of a story on the material of linear equations, and the non-test instrument were unstructured interviews. The results of the study concluded that the stages of mathematical modeling carried out by students in solving story questions, mathematics was used in the process of problem representation and solution execution, while dematematization was used in the interpretation of story problem-solving.
PENGARUH KUALIFIKASI PENDIDIKAN TERHADAP PENGETAHUAN GURU MATEMATIKA DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN R. Bambang Aryan Soekisno; Rafiq Zulkarnaen
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 6, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v6i2.5426

Abstract

Perencanaan pelaksanaan pembelajaran sebagai proses penting dalam mengajar matematika, dalam penyusunan perencanaan pembelajaran melibatkan beberapa komponen diantaranya pengetahuan konten matematika dan pengetahuan pedagogis. Kualitas penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sangat dipengaruhi oleh kualifikasi pendidikan dan pengalaman mengajar. Tujuan penelitian ini yaitu: (a) mengetahui pengaruh kualifikasi pendidikan dan lama mengajar terhadap kemampuan guru matematika dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); dan (b) mengetahui kualitas pengetahuan guru matematika dalam merumuskan RPP. Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kasus tunggal dan analisis ganda. Kasus yang diamati dalam penelitian ini yaitu kemampuan guru matematika dalam menyusun RPP ditinjau dari kualifikasi pendidikan dan lama mengajar, serta pengetahuan matematika guru dalam menyusun RPP. Subjek penelitian sebanyak 69 guru matematika di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat. Kualifikasi pendidikan dibagi kedalam tiga kriteria, yaitu: Sarjana Pendidikan Matematika, Sarjana non-Pendidikan Matematika, dan Sarjana non-Pendidikan. Selain kualifikasi pendidikan, ditinjau juga dari lama mengajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berbentuk penyusunan RPP oleh SP pada KD 3.3 dan 4.3 pada materi SPLDV, sedangkan instrumen non tes berbentuk wawancara dan observasi. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah kemampuan menyusun RPP tidak dipengaruhi oleh lama mengajar, namun sangat dipengaruhi oleh kualifikasi pendidikan, dan kualifikasi pendidikan memberikan dampak secara signifikan tehadap pengetahuan guru matematika.Kata kunci:  Aktivitas matematis, antisipasi pedagogis-didaktis, pengetahuan konten matematika, pengetahuan pedagogis, RPP
Konsepsi Siswa dalam Proses Pemodelan Matematis Rafiq Zulkarnaen
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 4 No 2 (2020): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v4i2.3638

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji konsepsi siswa dalam proses pemodelan matematis. Desain studi kasus tunggal dan analisis tunggal dengan sampling-teoritis digunakan dalam penelitian ini. Dua siswa (S-17 dan S-23) dipilih dari 35 siswa kelas X pada satu SMAN di Kabupaten Karawang. Kedua siswa diminta untuk menyelesaikan situasi masalah dunia nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsepsi siswa terhadap suatu konsep matematika digunakan dalam menyelesaikan masalah akan tetapi konsepsi tersebut belum menuntun siswa kepada solusi yang tepat. Idealnya, dalam proses pemodelan matematis konsepsi yang dilakukan oleh siswa tidak hanya sebatas pemaknaan atau interpretasi konsep atau prosedur matematika, tetapi juga dalam pemodelan matematis konsepsi digunakan dalam interpretasi situasi masalah dunia nyata.
Analisis Efektivitas Pembelajaran Matematika dengan Model Hybrid Muhamad Fahrijal; Rafiq Zulkarnaen
PRISMA Vol 11, No 1 (2022): PRISMA Volume 11, No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v11i1.2051

Abstract

Situasi pandemi Covid-19 membuat tidak memungkinkannya proses pembelajaran matematika dilakukan secara optimal melalui interaksi langsung antara guru dan siswa untuk pembentukan pengetahuan matematika secara mandiri. Oleh karenanya, pembelajaran hybrid yang mengkombinasikan pembelajaran secara tatap muka terbatas dan online digunakan untuk memfasilitasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran hybrid terhadap pemahaman siswa. Metode survey digunakan dalam penelitian ini. Responden penelitian yang digunakan sebanyak 16 guru dan 130 siswa pada satu SMP Negeri di Cikampek. Angket tertutup digunakan untuk memperoleh data, yang terdiri dari 13 butir pernyataan, yang disebar kepada responden secara online melalui G-form. Data yang diperoleh dianalis, dideskripsikan, dan disimpulkan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran matematika secara hybrid. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran hybrid yang dilakukan di tempat penelitian sudah berjalan dengan baik, dapat membantu pemahaman materi siswa, menumbuhkan kreativitas siswa dan guru, dan menjadikan siswa lebih giat untuk belajar karena proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan tidak hanya mengandalkan daring atau luring. Namun demikian, ada beberapa kendala yang ditemui yaitu dalam penerapan pembelajaran hybrid membutuhkan biaya yang tinggi dari sudut pandang guru
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Dalam Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Maryam Alzanatul Umam; Rafiq Zulkarnaen
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1993

Abstract

Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis dibuktikan dengan sebagian besar siswa tidak bisa merumuskan ulang solusi dari masalah yang diberikan. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengkaji kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas IX dalam menyelesaikan permasalahan yang berkenaan dengan materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Pada penelitian ini digunakannya metode deskriptif kualitatif. Teknik Simple Random Sampling yang peneliti gunakan untuk memilih subjek penelitian. 13 siswa pada satu MTs di Kabupaten Karawang menjadi subjek penelitian. Instrumen tes dan nontes digunakan pada penelitian ini, tiga soal uraian yang memuat indikator menyatakan kembali sebuah konsep, menyajikan konsep ke dalam representasi matematis, mengaplikasikan konsep algoritma dalam pemecahan masalah. Selanjutnya, untuk instrument nontes berbentuk wawancara tidak terstruktur untuk mengetahui kesulitan siswa. Berlandaskan pada hasil kajian data yang sudah dilakukan, maka didapatkan persentase siswa yang mampu menyatakan kembali sebuah konsep mencapai 23,08%, menyajikan konsep ke dalam representasi matematis mencapai 53,85%, dan mengaplikasikan konsep algoritma dalam pemecahan masalah mencapai 30,77%. Maka, dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa saat mengerjakan soal SPLDV secara keseluruhan tergolong rendah, dengan persentase 35,90%. Faktor penyebab yang turut mempengaruhi pemerolehan rendahnya persentase pemahaman konsep matematis siswa yaitu kurangnya konsentrasi belajar, kebiasaan belajar yang tidak teratur dan metode pembelajaran yang kurang menarik.
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP Puspa Noer Fadilia; Rafiq Zulkarnaen; Marsah Rahmawati Utami
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedan pencapaian kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh model contextual teaching and learning dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII pada satu SMP di Kabupaten Karawang, dengan pengambilan sampel yang dilakukan secara purposive sampling, dipilih dua kelas yaitu kelas VII B (N= 40) yang memperoleh model contextual teaching and learning sebagai kelas eksperimen dan VII C (N= 40) yang memperoleh model pembelajaran langsung sebagai kelas kontrol. Dari hasil rata-rata skor posttest kemampuan koneksi matematis kelas ekperimen adalah 31,45 sedangkan kelas kontrol adalah 21,60. Kemudian untuk rata-rata skor N-gain kemampuan koneksi matematis kelas eksperimen adalah 0,81 dan kelas kontrol adalah 0,45. Berdasarkan pengolahan data diperoleh kesimpulan bahwa pencapaian dan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran contextual teaching and learning lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung
PENERAPAN KONSEP BARISAN KONVERGEN DALAM KONTEKS KERETA REL LISTRIK (KRL) RUTE BOGOR-JAKARTA KOTA NAHDAH KHAIRUN NAJIBAH; RINI MELANI; RAFIQ ZULKARNAEN
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barisan konvergen merupakan salah satu materi ajar dalam mata kuliah analisis real. Karakteristik materi yang deduktif-aksiomatik, formal dan abstrak menyebabkan mahasiswa merasa kesulitan dalam mempelajari materi tersebut. Makalah ini bertujuan sebagai alternatif solusi untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami  materi barisan konvergen melalui konteks kereta rel listrik (KRL) rute Bogor-Jakarta kota. Mengacu teorema yang menyatakan bahwa “suatu barisan monoton dikatakan barisan konvergen jika dan hanya jika barisan terbatas”, didapatkan hasil analisis bahwa rute KRL Bogor-Jakarta kota merupakan barisan konvergen. Konteks KRL rute Bogor-Jakarta kota dapat dianalogikan sebagai barisan konvergen, karena KRL melaju dari stasiun ke stasiun lainya atau dapat dikatakan sebagai barisan  monoton naik, dan merupakan barisan terbatas dengan stasiun Bogor sebagai batas bawah dan stasiun Jakarta kota sebagai batas atas.  Kata kunci : barisan konvergen, barisan monoton, barisan terbatas.
PENGGUNAAN MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP Nelis Adelia; rafiq zulkarnaen; yusi ardiyanti
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sangat penting dimiliki oleh siswa, karena pemecahan masalah merupakan tujuan umum pembelajaran matematika. Pemecahan masalah meliputi metoda, prosedur dan strategi merupakan proses inti dalam kurikulum matematika. Beberapa peneliti terdahulu menyimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah dalam merumuskan masalah matematis, menyusun model matematis, menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching (kelas eksperimen) dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran langsung (kelas kontrol). Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah postets-only. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Rawamerta, dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dipilih dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen (N=42) dan kelas VII-B sebagai kelas kontrol (N=42). Instrumen yang digunakan adalah bentuk tes uraian terdiri dari empat soal. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh kesimpulan bahwa pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching lebih baik dari siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung.