Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL PROBLEM-BASED LEARNING Noviar Noviar; rafiq zulkarnaen; yusi ardiyanti
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penalaran matematis sangat penting dimiliki siswa karena kemampuan penalaran merupakan tujuan dari pembelajaran matematika. Salah satu kecendrungan yang menyebabkan siswa gagal menguasai pokok-pokok bahasan matematika diakibatkan oleh siswa kurang menggunakan nalar yang logis dalam memahami soal, menyelesaikan permasalahan soal matematis yang diberikan. Tujuan  penelitian  ini untuk menelaah  perbedaan  pencapaian dan peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang memperoleh perlakuan pembelajaran model problem-based learning dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian  pretest-posttest control grup. Populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Karawang Barat.  Pengambilan  sampel  dilakukan  secara  purposive  yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII D yang berjumlah 39 siswa sebagai kelas eksperimen yang memperoleh perlakuan model problem-based learning dan kelas VII E yang berjumlah 41 siswa sebagai kelas kontrol yang memperoleh perlakuan model pembelajaran langsung. Instrumen  yang  digunakan  enam soal uraian. Uji statistik inferensial parametrik yang digunakan yaitu uji-t dan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh perlakuan pembelajaran model problem-based learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung dan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh perlakuan pembelajaran model problem-based learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung.
Studi Kasus Tingkat Kecemasan Matematis Siswa SMA Adam Supriatna; Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa kasus, masih ditemukan siswa yang merasa takut dan sulit dengan pelajaran matematika, sehingga siswa berusaha menghindari pelajaran matematika. Perasaan takut dan sulit merupakan bagian dari kecemasan matematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kecemasan matematis pada siswa SMA. Subjek penelitian dipilih siswa kelas X dan XI pada satu SMA Negeri di Kabupaten Karawang sebanyak 62 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk angket tertutup sebanyak 25 butir pernyataan. Setiap pernyataan memuat aspek kecemasan matematis meliputi: tegang, keluhan somatik, takut akan pikirannya sendiri, gelisah, khawatir, takut, gangguan konsentrasi dan daya ingat, gangguan pola tidur, dan mimpi-mimpi yang menegangkan. Data skor kecemasan matematis siswa yang diperoleh kemudian dikelompokkan ke dalam lima kategori, yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh cukup banyak siswa yang memiliki kecemasan matematis yang berlebihan (kategori tinggi dan sangat tinggi). Hal ini disebabkan oleh rasa percaya diri yang rendah, tidak suka terhadap matematika, merasa matematika merupakan pelajaran yang tidak menyenangkan, dan kurangnya kemampuan matematis siswa.
Studi Kasus Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa SMA Ronauli Sihaloho; Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa masih tergolong rendah, hal ini dikarenakan siswa belum mampu mengidentifikasikan permasalahan dan belum mampu mengaitkan pengetahuan matematika yang dimiliki dengan permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas XI dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear tiga variabel. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan subjek penelitian dipilih siswa kelas XI pada satu SMA Negeri di Kabupaten Karawang sebanyak 31 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak tiga soal, yang memuat indikator reacting, comparing, dan contemplating. Hasil jawaban siswa dianalisis dan dikelompokkan dalam kategori: tinggi, sedang, dan rendah. Penyebab rendahnya kemampuan berpikir reflektif mstematis siswa dikarenakan siswa belum mampu mengidentifikasikan unsur-unsur yang diperoleh, mengaitkan permasalahan dengan pengetahuan untuk membuat strategi penyelesaian, dan menjelaskan hasil yang diperoleh, sehingga kesalahan terjadi berulang-ulang.
Studi Kasus Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Trigonometri Siti Nurapipah; Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih cukup rendah, hal ini disebabkan siswa masih kurang memahami permasalahan soal yang diberikan serta kesulitan dalam mengidentifikasi soal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam menyelesaikan soal trigonometri. 26 siswa kelas XI pada Satu SMA Negeri di Kabupaten Karawang dipilih sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak empat soal, setiap soal mengacu pada indikator berpikir kritis yang meliputi: menganalisis, mengidentifikasi, menghubungkan, memecahkan masalah dan menyimpulkan. Hasil jawaban siswa dianalisis dan dikelompokkan kedalam kategori: tinggi, sedang dan rendah. Siswa yang memperoleh kategori rendah dikarenakan siswa belum mampu menganalisis serta menghubungkan beberapa unsur yang ada pada soal, sehingga masih banyak siswa yang kurang tepat dalam menyelesaikan permasalahan.
STUDI KASUS KEMAMPUAN ABSTRAKSI MATEMATIS SISWA KELAS X PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL (SPLDV) Ade Citra Juniarti; Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan abstraksi matematis siswa masih rendah, hal itu ditunjukkan dari ketidakmampuan siswa dalam mempresentasikan masalah menjadi model matematis, dan memberikan interpretasi terhadap ekspresi matematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan abstraksi matematis dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Subjek penelitian dipilih siswa kelas X pada satu SMA Negeri di Kabupaten Karawang sebanyak 31 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak dua soal, dengan masing-masing soal memuat indikator: mengidentifikasikan karakteristik objek melalui pengalaman langsung; mengidentifikasikan objek yang dimanipulasikan atau diimajinasikan; membuat generalisasi; merepresentasikan gagasan matematika dalam bahasa dan simbol-simbol matematika; melepaskan sifat-sifat kebendaan dari sebuah objek atau melakukan idealisasi; membuat hubungan antar proses atau konsep untuk membentuk suatu pengertian baru; mengaplikasikan konsep pada konteks yang sesuai; dan melakukan manipulasi objek matematis yang abstrak. Hasil jawaban siswa dianalisis dan dikelompokkan ke dalam kategori: tinggi, sedang, dan rendah. Selanjutnya, melalui teknik selective coding sederhana terpilih dipilih satu siswa (SC-p) untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan abstraksi matematis secara mendalam. Hasil analisis mendalam terhadap SC-p diketahui bahwa ketidakmampuan siswa dalam mengidentifikasi, memanipulasi, merepresentasi objek matematis dikarenakan lemahnya kemampuan pemahaman konseptual matematis.
Analisis Kesalahan Siswa Kelas XI Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pada Materi Sistem Persamaa Linear Tiga Variabel (SPLTV) Aat Juatiningsih Lestari Utami; Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih ditemukannya siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita, hal ini ditunjukkan dari kemampuan siswa dalam menentukan unsur-unsur penting serta merepresentasikan masalah cerita kedalam bentuk model matematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa kelas XI dalam menyelesaikan soal cerita pada materi sistem persamaa linear tiga variabel. Subjek penelitian dipilih siswa kelas XI pada satu SMA Negeri di Kabupaten Bekasi sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak dua  soal. Teknik analisis kesalahan jawaban siswa mengunakan analisis Newman yang meliputi kesalahan: reading, comprehension, transformation, process skill, dan end coding. Hasil penelitian diperoleh kesalahan reading sebanyak 1,5%; kesalahan comprehension sebanyak 17,5%; kesalahan transformation sebanyak 6,6%; kesalahan process skill sebanyak 37,2%; dan kesalahan encoding sebanyak 37,2%. Mayoritas siswa melakukan kesalahan process skill yang disebabkan penalaran algoritmik, yang dikarenakan kelemahan siswa dalam memanipulasi matematika. Sedangkan, mayoritas siswa melakukan kesalahan encoding disebabkan ketidakbiasaan siswa untuk melakukan evaluasi atas jawaban.
Studi Kasus Kemampuan Spasial Siswa Kelas IX dalam Menyelesaikan Soal TIMSS pada Materi Geometri MUHAMMAD BARIQ ADAM; Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan spasial siswa masih rendah hal ini ditunjukkan siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal dimensi tiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan spasial siswa kelas IX dalam menyelesaikan soal TIMSS pada materi Geometri. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan subjek penelitian dipilih siswa kelas IX pada satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang sebanyak 40 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk tes, dengan dua soal berbentuk pilihan ganda dan dua soal berbentuk uraian, setiap soal diadopsi dari TIMSS 2009 dan 2011. Hasil jawaban siswa dianalisis dan dikelompokkan ke dalam kategori: tinggi, sedang, rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dalam menyelesaikan soal yang diadopsi dari TIMSS masih tergolong rendah sebanyak 10 siswa. Siswa yang memperoleh kategori rendah dikarenakan sudah mampu mengimajinasikan objek gambar, tetapi hanya untuk menentukan pola saja, namun dalam menyelesaikan pemecahan masalah dan mengonsepkan jawaban pada soal geometri yang diadopsi dari TIMSS masih belum mampu.
Studi Kasus Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas VIII dalam Menyelesaikan Soal TIMSS Ledisri Jelita; Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penalaran matematis siswa masih tergolong rendah, hal ini dikarenakan siswa masih belum mampu membangun argumentasi dan menarik kesimpulan atas jawaban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan penalaran matematis siswa dikelas VIII dalam menyelesaikan soal TIMSS. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan subjek penelitian ini dipilih siswa kelas VIII pada satu SMP Negeri di kabupaten Karawang sebanyak 39 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak dua soal, masing-masing soal diadopsi dari soal TIMMS 2003 dan 2007. Hasil jawaban siswa dianalisis dan dikelompokkan dalam kategori: tinggi, sedang, rendah. Hasil penelitian diperoleh penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal TIMSS pada kategori tinggi, sedang, dan rendah berturut-turut sebesar 3 siswa, 14 siswa, dan 22 siswa. Siswa yang memperoleh kategori rendah dikarenakan belum mampu menemukan cara penyelesaian yang tepat, membangun argumentasi dalam menyelesaikan soal, dan menarik kesimpulan.
Studi Kasus Tingkat Berpikir Geometri Siswa SMP Berdasarkan Teori Van Hiele Agung Abdul Ghani; Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1e (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa masih lemah dalam penguasaan bangun ruang sisi datar yang disebabkan oleh rendahnya tingkat berpikir geometri siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat berpikir geometri siswa SMP kelas VIII. Subjek penelitian ini dipilih siswa  kelas VIII pada satu sekolah di kabupaten Karawang. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak 5 Soal, setiap soal mengacu pada indikator tingkat berpikir Van Hiele. Teknis analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunujukan bahwa siswa masih berada dalam level visualisasi teori Van Hiele.
Studi Kasus Kemampuan Penalaran Statistis Siswa Kelas IX pada Materi Statistika Atika Ayu Prameswari; Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1e (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penalaran statistis siswa masih rendah dikarenakan siswa masih kesulitan dalam memahami permasalahan dengan konteks soal non rutin, salah satunya mendeskripsikan dan menentukan kesimpulan dari masalah statistik yang disajikan dalam bentuk diagram maupun grafik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan penalaran statistis siswa kelas IX. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek penelitian ini dipilih siswa kelas IX pada satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang sebanyak 30 siswa. Intrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak dua soal, setiap soal mengacu pada indikator penalaran statistis yang meliputi: describing; organizing dan reducing; representing; dan analyzing dan interpreting. Hasil jawaban siswa dianalisis dan dikelompokkan ke dalam kategori: tinggi, sedang, rendah pada masing-masing indikator. Hasil penelitian diperoleh siswa pada kategori tinggi, sedang, dan rendah. Siswa yang memperoleh kategori rendah dikarenakan siswa belum mampu menjelaskan konsep dari masalah, menyelesaikan masalah, dan menghubungkan masalah ke dalam bentuk diagram secara tepat.Kata kunci: Interpretasi, sintesa, representasi, analisis.