Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

THE PERSONIFICATION OF FIGURATIVE WORDS IN TRUBUS MAGAZINE: A MODERN STYLISTICS STUDY Imrotin Imrotin; Moh. Badrih; Saefuddin Famsah; Hasan Busri
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 17, No 2 (2022): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v17i2.17769

Abstract

Personification is one of the figurative languages used in casual and academic texts. One of the popular magazines that employs figurative language to attract readers is Trubus. The current study aims to analyze the classification, structure, rhyme words, lexical meaning, and imagery styles of personification in Trubus magazine. It is descriptive qualitative research using the Metaphor Identification Procedure (MIP) approach. The data source in this study is Trubus magazine, edition 2021. Data analysis covers the personification of figurative language's reduction, assessment, and inference. The result found that the personification style in this magazine belongs to inanimate objects, which tend to be abstract. Meanwhile, the rhyme words employ the beauty of the alliteration sound at the beginning of the word. Further, the grammatical structure is general. Lastly, grammatical, textual, and contextual fields contribute to meaning-making.
Pelatihan Menulis Produk Jurnalistik dan Cerpen di Media Massa Hasan Busri; Mohamad Badrih; Abdul Rani; Khoirul Muttaqin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.171 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4355

Abstract

This community service with the title "Training on Writing Journalistic Products and Short Stories is a community service carried out by PBSI FKIP Unisma lecturers at MA Al-Maarif Singosari, Malang Regency. This service is carried out by the trainer method, namely there is a process of approach, facility provision, training, and evaluation. This was motivated by the principal's information that said that almost no students wrote in the mass media outside the school. Even though the school is a well-known school in the region and it will be very important to write in the mass media outside the school. The results of the service explained that the students were very enthusiastic in the training. There are two stages of training, namely the delivery of material and the evaluation of written products. The master coffee technique is used in this platihan. It is used to trigger students to be able to write well according to the example of writing by writers who are experts. Students are also able to write by making changes to almost all parts of the modeled. The result of this devotion is that there is a product that deserves to be sent to the mass media by having to go through editing first.
Estetika Bahasa dalam Retorika Dakwah KH Anwar Zahid pada Channel Youtube: Kajian Fungsional Linguistik Khusnul Fatimah; Angga Febriyatko; Hasan Busri; Moh Badrih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2906

Abstract

Retorika dan dakwah memiliki keterkaitan yang erat, sebagaimana dua sisi dari sebuah mata uang. Dengan fungsi dari retorika dakwah yang begitu kompleksdiperlukan media penyampai yaitu bahasa yang estetik agar indah, lebih menarik, dan enak didengar. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengkaji permainan bunyi dan gaya bahasa serta kekhasan estetika bahasa dalam retorika dakwah KH. Anwar Zahid dalam channel youtube. Teknik dokumentasi menjadi teknik pengumpulandata dan teknik content analysis menjadi teknik dalam analisis data. Permainan bunyi yang paling dominan digunakan AZ adalam retorika dakwahnya adalah aliterasi. Aliterasi ini memberikan kesan keindahan diksi dan kesedapan bunyi pada retorika AZ. Di samping itu, permainan bunyi pada tuturan AZ ditandai dalam bentuk penggunaan asonansi, akronim, dan slogan. Asonansi memberikan efek keindahan bunyi dan memunculkan rima akhir yang estetik.. Akronim memberikan efek santai bahkan humor. Slogan memberikan efek padat makna dengan nuansa kata-kata yang indah. Selanjutnya , estetika bahasa pada retorika AZ diwarnai oleh gaya bahasa Repetisi, Anafora, Antitesis, Simile, dan Pleonasme. Repetisi dan Anafora membawa efek penegasan dan meingkatkan daya ingat. Simile membawa efek perumpamaan, Antitesis menciptakan efek dramatis, sedangkan Pleonasme memberikan kemudahan dalam memahami makna. Permainan bunyi dan gaya bahasa menjadikan retorika dakwah KH. Anwar Zahid penuh dengan estetika bahasa sehingga menjadi hidup, menarik, enak didengar, dan penuh motivasi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan permainan bunyi dan gaya bahasa tidak lagi terbatas pada upaya mencari keindahan semata. Sebaliknya, penggunaan permainan bunyi dan gaya bahasa menunjukkan kecerdasan dan memberikan penjelasan konsep estetika bahasa
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN TEKS BIOGRAFI SISWA KELAS X SMK 09 MA’ARIF NU JEMBER Arif Ulul Albab; Nur Fajar Arief; Moh. Badrih
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengembangan media pendidikan interaktif setidaknya memberikan dua manfaat. Pertama, sebagai penggerak kelompok pendidikan untuk lebih menghargai dan menghasilkan sesuatu produk Pendidikan (media pembelajaran) dalam proses meningkatkan mutu pendidikan. Kedua, memberikan momen dimana siswa bisa memanfaatkan segala kemampuan yang ada yang dapat diperoleh dari segala sumber yang tidak ada batasannya. Berdasarkan pengamatan di sekolah, penggunaan media pembelajaran interaktif dalam proses pembelajaran siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU memberikan dampak yang sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya respon baik siswa dalam proses pembelajaran ketika guru menyampaikan materi pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran interaktif.Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: (1) mengambarkan kebutuhan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X SMK, (2) untuk mengetahui ketepatan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X siswa SMK, dan (3) mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X SMK.Model pengembangan yang digunakan merupakan model prosedural sehingga harus dilakukan secara berurutan. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian dan pengembangan ini berupa data kualitatif yang merupakan data verbal berupa tulisan, masukan, pendapat tertulis, dan juga hasil wawancara dan data kuantitatif berupa skor angka yang didapat dari kuesioner yang telah di isi oleh subjek tes. Subjek tes dalam penelitian dan pengembangan ini melibatkan ahli media, ahli materi dan ahli bahasa yang berkompetensi, guru sebagai ahli praktisi, dan siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU sebagai subjek tes yang menggunakan media pembelajaran.Pengembangan media pembelajaran interaktif teks biografi siswa kelas X SMK telah melalui beberapa tahapan uji kelaikan produk, mulai dari validasi oleh ahli media, ahli materi ,ahli Bahasa dan praktisi hingga keefektifan penerapan media pembelajaran. Berdasarkan proses yang telah dilakukan maka didapatkan hasil dari beberapa aspek(1) Aspek penyajian media, media ini disajikan dalam bentuk pembelajaran interaktif dengan memakai aplikasi makro media flash (2) pengujian media, pada proses pengujian media yang dipakai untuk memahami tingkat kebutuhan siswa dan guru diperoleh kisaran angka 89% dan untuk guru didapatkan kisaran angka 88% dan 96%. Berdasarkan jumlah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran sangat tinggi sehigga perlu adanya pembaharuan terhadap penggunaan media pembelajaran. (3) Revisi media, langkah-langkah merevisi media pembelajaran dilakukan melalui beberapa langkah diantaranya dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan ahli praktisi. Dari keempat ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran tersebut sangat layak dipergunakan. (4) Efektivitas media, tingkat efektivitas media didapatkan berasas kuesioner yang telah dijawab oleh siswa. Dari proses tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji coba menempati kisaran angka 88%. Berdasarkan jumlah tersebut, maka media tersebut sangat layak untuk dipergunakan.Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa tingkt kebutuhan media pembelajaran interaktif teks biografi siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember sangat signifikan dengan kisaran angka 89% untuk siswa dan untuk guru kisaran angka 88% dan 96%. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran interaktif dapat menjawab kebutuhan tersebut. Tingkat akurasi media yang didukung oleh validasi para ahli dengan persentase di atas 75% dimana media mendapat skor nilai sebesar 80% dari ahli media, skor nilai 84% juga didapatkan dari ahli materi , dan skor nilai 87% di dapat dari ahli bahasa.membuktikan bahwa media sangat layak untuk dipergunakan. Penjelasan ini juga didukung oleh penjelasan ahli praktisi yang memberikan skor nilai sebesar 95% yang membuktikan bahwa media pembelajaran interaktif teks biografi sangat layak untuk dipergunakan sehingga dapat dikatakan pengembangan media pembelajaran interaktif teks biografi sangat layak untuk digunakan. oleh siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember. Produk pengembangan media pembelajaran interaktif ini juga sangat tepat digunakan untuk pembelajaran teks biografi siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember. Hal ini disimpulkan dengan hasil penilaian siswa terhadap pengunaan media pembelajaran yang jumlah skor nilai 88% sehingga dapat disimpulkan media sangat layak untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, teks biografi.
STRUKTUR DAN MAKNA TEKS DEFAMASI PADA PUTUSAN PENGADILAN NEGERI MALANG NOMOR 498/PID.SUS/2021 Deri Wildianto; Moh. Badrih; Ari Ambarwati
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemudahan yang terjadi kepada masyarakat dalam proses produksi dan distribusi suatu informasi tak jarang menyebabkan hal-hal yang kurang baik dan berdampak kepada masyarakat. Hal ini seringkali disebabkan karena penggunaan bahasa yang dipilih dalam proses menyampaikan informasi tersebut mengandung unsur-unsur penghinaan atau pencemaran nama baik. Penggunaan bahasa tulis dalam media sosial menjadi salah satu aktivitas yang paling sering dilakukan oleh masyarakat dalam menyampaikan gagasan dan pikiran mereka, sehingga dalam beberapa tahun terakhir sering kali ditemukan kasus-kasus pencemaran nama baik yang berasal dari media sosial. Pencemaran nama baik sebagai salah satu bentuk khusus dari perbuatan melawan hukum seringkali kita temukan dan tak jarang menjadi perhatian publik, seperti pada kasus yang dialami oleh I Gede Ari Astina (Jrx) yang dilaporkan oleh ikatan dokter indonesia (IDI) dan kasus yang terjadi pada Ahmad Dhani yang dilaporkan oleh koalisi bela NKRI karena membuat unggahan tentang pendemo yang menghalangi deklarasi 2019 ganti presiden di Surabaya dengan kata idiot. Media sosial sebagai wadah informasi seharusnya dapat digunakan sebaik mungkin, penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari pada dasarnya dapat memberi banyak hal yang baik dan memudahkan kehidupan masyarakat. Dalam penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk struktur dan makna teks defamasi pada putusan nomor 498/Pid.Sus/2021/PN Mlg. Dengan menggunakan metode analisis inter-evidensial sebagai metode analisis antar bukti, penelitian ini menjelaskan tentang bentuk struktur teks defamasi pada putusan Nomor 498/Pid.Sus/2021/ PN Malang dengan menjelaskan bagaimana bentuk klausa dalam fungsi sintaksis dan perubahan klausa dalam bentuk inversi yang menyebabkan perubahan makna dalam klausa tersebut. Sedangkan dalam makna teks defamasi menjelaskan bagaimana sudut pandang dan pendapat yang berhubungan dengan bukti kasus kebahasaan akan memberikan pemaknaan terhadap sesuatu yang disampaikan.Kata kunci         : Defamasi, Linguistik Forensik
NILAI MORAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SMA Uswatun Khasanah; Akhmad Tabrani; Moh. Badrih
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari ini merupakan karya sastra yang bermanfaat, karena dalam cerita yang disajikan dalam novel mencerminkan nilai moral yang harus diterapkan dalam kehidupan manusia sebagai mahluk sosial agar lebih baik. Moral merupakan pencerminan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan pandangannya tentang nilai-nilai kebenaraan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Sedangkan nilai moral itu sendiri merupakan nilai yang mengacu baik dan buruknya tindakan yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia yang secara konkret. Baik buruknya tingkah manusia dapat dilihat dari tutur dan perbuatan manusia yang dilakukan secara sadar tanpa paksaan dari pihak lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.  Metode kualitatif memberikan perhatian terhadap data alamiah, data dalam hubungannya dengan konteks keberadaannya. Peneliti sebagai instrument utama dalam penelitian ini. Dari hasil analisis novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari ini terdapat nilai moral individu, nilai moral social, nilai moral agama dan hasil penelitian novel ini layak diimplementasikan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Al-Rifa’I Satu kelas XII dengan KD 3.1, yaitu Memahami struktur kaidah teks cerita sejarah, berita, iklan editorial/opini dan cerita fiksi dalam novel baik melalui lisan maupun tulisan. KD 4.1, yaitu Mengintepretasikan makna teks cerita sejarah, berita, iklan editorial/opini dan cerita fiksi dalam novel baik melalui lisan maupun tulisan.Kata kunci: novel, nilai moral, implementasi.
TINDAK.TUTUR.ILOKUSI.DALAM.INTERAKSI.JUAL.BELI SAPI.DI MADURA Sahrul Muzekki; Nur Fajar Arief; Moh. Badrih
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tindak tutur sebagai dari pragmatik merupakan penuturan kalimat untuk menyampaikan sesuatu kepada pendengar agar apa yang menjadi maksud dari pembicara dipahami oleh pendengar yang bisa berbentuk kalimat perintah, pertanyaan, pernyataan dan sebagainya.Penelitian yang dilakukan penulis bertujuan (1) Mendeskripsikan bentuk dari tindak.tutur.ilokusi.yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, (2) Mendeskripsikan fungsi dari tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, dan (3) Mendeskripsikan.makna dari.tindak.tutur.ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura            Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah penjual dan pembeli sapi di Madura. Objek penelitian ini berupa tindak tutur yang digunakan penjual dan pembeli dalam interaksi jual beli sapi. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura terdiri dari tindak tutur ilokusi asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, ilokusi komisif. tindak tutur, dan tindak tutur deklaratif. Pada tindak tutur ilokusi terdapat 168 tuturan, yaitu tindak tutur ilokusi asertif 98 tuturan, tindak tutur ilokusi direktif 32 tuturan, tindak tutur ekspresif 20 tuturan, tindak tutur komisif 18 tuturan, sedangkan bentuk tindak tutur ilokusi deklaratif adalah tidak ditemukan dalam interaksi. jual beli sapi di Madura. (2) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, disimpulkan juga bahwa terdapat 3 jenis fungsi tindak tutur ilokusi antara lain (1) Competitive, (2) Convival), dan (3) Collaborative. Dan (3) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan juga disimpulkan didapati 9 makna dalam interaksi jual beli sapi di Madura yang dikelompokkan menjadi beberapa bagian diantaranya (1) menyatakan, (2) mengeluh, (3) memberitahu, (4) memerintahkan, (5) meminta, (6) menolak, (7) berterima kasih, (8) menyarankan, dan (9) meminta maaf.Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Interaksi Jual Beli Sapi, Madura
Kata “anjing” dalam Konten Youtube Asfmine: Kajian Prosodi dengan Pendekatan Fonetik Eksperimental Menggunakan Praat Igajadwar Batalemba; Moh Badrih; Hasan Busri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk prosodi kata “anjing” yang dituturkan oleh Ujang Asep dalam berbagai konteks pada video Youtube Asfmine yang berjudul Challenge Pacaran Seharian Sama Anggik, Malah Jadi Babu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan fonetik ekperimental menggunakan aplikasi Praat untuk mengukur pitch, intensity, dan durasi penuturan kata “anjing”. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tahap pengumpulan data, pengidentifikasian, pengklasifikasian, pengolahan, serta pendeskripsian data. Hasilnya menunjukkan dalam konteks lucu, kata "Anjing" diucapkan dengan pitch yang tinggi, intensity suara tinggi, dan durasi pengucapan yang panjang. Dalam situasi kesal, pitch kata "Anjing" rendah, intensity rendah, durasi sedang. Pada konteks takjub, pitch rendah, intensity rendah, dan durasi pendek. Dalam situasi terkejut, pitch tinggi, intensity tinggi, durasi pendek. Konteks malu, pitch rendah dengan intensity tinggi dan durasi panjang. Kagum, pitch lebih tinggi, intensity rendah, dengan durasi Panjang. Situasi kecewa, pitch rendah, intensity rendah, dan durasi sedang. Dalam konteks mengejek, pitch rendah, intensity suara tinggi, durasi pendek. Kesimpulannya, kata “anjing” yang dituturkan oleh ujang asep memiliki variasi prosodi (pitch, intensity, dan durasi) yang berbeda sehingga memunculkan makna atau maksud yang berbeda-beda pula sesuai dengan konteks kata tersebut diucapkan.
Analisis Makna Konotatif Dalam Lagu Cundamani Karya Denny Caknan : Kajian Semiotik Rima Damayanti; Ahmad Bahrudin; Moh Badrih; Khusnul Fatimah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3398

Abstract

Memahami makna konotatif yang terkandung dalam sebuah lirik lagu dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam mengartikan maksud yang ingin disampaikan oleh penciptanya, untuk membuktikan asumsi tersebut maka perlu untuk meneliti lebih lanjut mengenai makna konotatif dalam lirik lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna konotasi yang terkandung dalam lagu Cundamani karya Denny Caknan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu lagu Cundamani karya Denny Caknan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah teknik simak catat. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara menerjemahkan terlebih dahulu ke dalam Bahasa Indonesia kemudian menghimpun dan menganalisis makna setiap kalimat yang terdapat dalam bait lirik lagu Cundamani Karya Denny Caknan dengan menggunakan pendekatan semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna konotasi dalam lirik lagu Cundamani Karya Denny Caknan memiliki makna tersirat yaitu hubungan erat, kepercayaan dan komitmen yang dalam terhadap pasangan yang diistilahkan dengan kata bintang. Kata Kunci: makna konotatif, lirik lagu, semiotik
Analisis Enklitik Bahasa Makassar sebagai Penanda Aspek Aris Sukardi; Hasan Busri; Moh. Badrih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3420

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan enklitik dalam bahasa Makassar sebagai penanda aspek dalam kalimat. Enklitik adalah elemen linguistik yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi tentang durasi, kesudahan, atau kelanjutan suatu tindakan dalam kalimat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan data dari bahasa Makassar, terutama kalimat-kalimat yang menggunakan enklitik sebagai penanda aspek. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa dalam bahasa Makassar, enklitik memiliki peran khusus sebagai penanda aspek dalam kalimat. Ketika frasa verba diberi enklitik -mi frasa tersebut menandakan aspek duratif (sedang berlangsung), ketika diberi enklitik -ji frasa tersebut tidak memiliki penanda aspek, dan ketika diberi enklitik -pi frasa tersebut menandakan aspek futuristik (akan terjadi di masa depan). Ketika enklitik digabungkan dengan frasa nomina, frasa tersebut tidak memiliki penanda aspek jika diberi enklitik –mi atau -ji tetapi memiliki penanda aspek futuristik jika diberi enklitik –pi. Sementara itu, pada frasa adjektiva, jika diberi enklitik -mi frasa tersebut menandakan aspek perfektif (telah selesai), jika diberi enklitik -ji frasa tersebut tidak memiliki penanda aspek, dan jika diberi enklitik -pi frasa tersebut menandakan aspek futuristik. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang peran enklitik dalam bahasa Makassar sebagai penanda aspek, serta memperkaya pengetahuan dalam bidang linguistik. Penggunaan enklitik dengan penanda aspek yang berbeda memberikan nuansa khusus dalam berkomunikasi dalam bahasa tersebut