Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Retorika estetik bahasa iklan online Ramadan 2022: Kajian Fungsional Aliran Praha Latifah, Umi; Busri, Hasan; Badrih, Moh
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i1.22546

Abstract

Retorika menampilkan kebenaran dengan menata tutur secara efektif dan etis dengan kemampuan menggunakan bahasa yang indah dan mempesona bagi orang lain. Dalam kegiatan berkomunikasi, estetika linguistik fungsional Aliran Praha muncul peranannya, seperti dalam bahasa iklan Ramadhan 2022. Analisis ini penting dilakukan karena bertujuan untuk menyibak keindahan bahasa iklan sebagai bahasa pemasaran produk telebih pada iklan Ramadan 2022. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan estetika fungsional pada tingkatan fonologi, sintaksis, dan semantik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena proses analisis mendapatkan data deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah iklan online Ramadan 2022 dengan menggunakan teknis analisis data transkrip dari bahasa lisan ke dalam bahasa tulis. Sumber data penelitian ini diambil dari tayangan iklan bulan Ramadan 2022, sedangkan data penelitian tentang estetika fungsional disajikan pada tingkatan fonologis, sintaksis, dan semantik. Berdasarkan hasil penelitian, estetika fungsional bahasa tingkatan fonologis yang menjadi fungsi keseluruhan dapat dilihat dari asonansi dan aliterasi. Pada tataran sintaksis fungsional-estetik terdapat paralelisme struktural yang dibentuk oleh fungsi sintaksis, kategori sintaksis, peran sintaksis dan didukung oleh gaya bahasa yang terdiri dari klimaks, antitesis dan repetisi. Pada tingkatan semantik, kesejajaran makna (makna paralel; elemen segmental penghasil makna merupakan pelengkap dari fungsi pemuasan makna yang semakin kuat) dengan fungsi preposisi. Berdasarkan hasil penelitian ini, fungsi estetik mulai dari kesedapan bunyi, bentuk, dan makna akan diulas secara lengkap. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk memperkuat aspek retorika estetika iklan dalam bidang fonologi, sintaksis, dan semantik.
Gaya Bahasa Asonansi dan Aliterasi pada Q.S At-Takwir Juz 30: Kajian Fonologi Fungsional Estetik Latifah, Umi; Badrih, Moh.
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v6i2.15181

Abstract

The focus of this research to analyzing patterns of the purpose of this study is to identify and analyze the patterns of assonance and alliteration in Q.S. At-Takwir, to understand how these phonological elements contribute to the aesthetic beauty and strengthen the meaning of the theological message contained in the surah. The research method used is a qualitative approach with a descriptive-analytical method. The data in this study are in the form of the text of Q.S. At-Takwir from the Qur'an. The stages of data analysis include data collection, identification and categorization, phonological analysis, data interpretation, drawing conclusions, and data validation. The results show that assonance creates a deep emotional atmosphere and strengthens the message, while alliteration adds rhythm, deepening the dramatic effect. Assonance and alliteration in Q.S. At-Takwir play an important role in beautifying the text, building rhythm, and strengthening the theology of the message, indicating that these phonological elements function more than just aesthetics, but as a means of conveying a deep spiritual message.
Children's Character Education through Local Wisdom-Based Stories in Indonesia Miranda, Mega; Ambarwati, Ari; Badrih, Moh
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6447

Abstract

Children's character education is one of the important focuses in forming the next generation who are moral, resilient, and have integrity. This study analyzes the implementation of character education values through children's stories based on local wisdom. Stories based on local wisdom have great relevance in the context of today's education. , because it is able to provide contextual learning, rooted in national culture, and relevant to global challenges. This study aims to identify the character values contained in children's stories, and explore how local wisdom can enrich the learning process and character formation of children. By using qualitative approach and content analysis, this study analyzes children's stories that raise the theme of local wisdom from various regions in Indonesia. The results of the study show that children's stories based on local wisdom can be an effective means to instill values such as honesty, cooperation, responsibility, love of the homeland, and environmental awareness. In addition, these stories are relevant to be used as interactive and inspiring teaching materials in school learning or used for learning at home. This helps to form a strong character and a positive sense of identity. By integrating these values into education, children can learn to appreciate tradition while developing good attitudes in everyday life.
Kata “anjing” dalam Konten Youtube Asfmine: Kajian Prosodi dengan Pendekatan Fonetik Eksperimental Menggunakan Praat Batalemba, Igajadwar; Moh Badrih; Hasan Busri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk prosodi kata “anjing” yang dituturkan oleh Ujang Asep dalam berbagai konteks pada video Youtube Asfmine yang berjudul Challenge Pacaran Seharian Sama Anggik, Malah Jadi Babu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan fonetik ekperimental menggunakan aplikasi Praat untuk mengukur pitch, intensity, dan durasi penuturan kata “anjing”. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tahap pengumpulan data, pengidentifikasian, pengklasifikasian, pengolahan, serta pendeskripsian data. Hasilnya menunjukkan dalam konteks lucu, kata "Anjing" diucapkan dengan pitch yang tinggi, intensity suara tinggi, dan durasi pengucapan yang panjang. Dalam situasi kesal, pitch kata "Anjing" rendah, intensity rendah, durasi sedang. Pada konteks takjub, pitch rendah, intensity rendah, dan durasi pendek. Dalam situasi terkejut, pitch tinggi, intensity tinggi, durasi pendek. Konteks malu, pitch rendah dengan intensity tinggi dan durasi panjang. Kagum, pitch lebih tinggi, intensity rendah, dengan durasi Panjang. Situasi kecewa, pitch rendah, intensity rendah, dan durasi sedang. Dalam konteks mengejek, pitch rendah, intensity suara tinggi, durasi pendek. Kesimpulannya, kata “anjing” yang dituturkan oleh ujang asep memiliki variasi prosodi (pitch, intensity, dan durasi) yang berbeda sehingga memunculkan makna atau maksud yang berbeda-beda pula sesuai dengan konteks kata tersebut diucapkan.
Analisis Makna Konotatif Dalam Lagu Cundamani Karya Denny Caknan : Kajian Semiotik Rima Damayanti; Ahmad Bahrudin; Moh Badrih; Khusnul Fatimah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3398

Abstract

Memahami makna konotatif yang terkandung dalam sebuah lirik lagu dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam mengartikan maksud yang ingin disampaikan oleh penciptanya, untuk membuktikan asumsi tersebut maka perlu untuk meneliti lebih lanjut mengenai makna konotatif dalam lirik lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna konotasi yang terkandung dalam lagu Cundamani karya Denny Caknan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu lagu Cundamani karya Denny Caknan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah teknik simak catat. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara menerjemahkan terlebih dahulu ke dalam Bahasa Indonesia kemudian menghimpun dan menganalisis makna setiap kalimat yang terdapat dalam bait lirik lagu Cundamani Karya Denny Caknan dengan menggunakan pendekatan semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna konotasi dalam lirik lagu Cundamani Karya Denny Caknan memiliki makna tersirat yaitu hubungan erat, kepercayaan dan komitmen yang dalam terhadap pasangan yang diistilahkan dengan kata bintang. Kata Kunci: makna konotatif, lirik lagu, semiotik
Analisis Enklitik Bahasa Makassar sebagai Penanda Aspek Sukardi, Aris; Hasan Busri; Moh. Badrih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3420

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan enklitik dalam bahasa Makassar sebagai penanda aspek dalam kalimat. Enklitik adalah elemen linguistik yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi tentang durasi, kesudahan, atau kelanjutan suatu tindakan dalam kalimat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan data dari bahasa Makassar, terutama kalimat-kalimat yang menggunakan enklitik sebagai penanda aspek. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa dalam bahasa Makassar, enklitik memiliki peran khusus sebagai penanda aspek dalam kalimat. Ketika frasa verba diberi enklitik -mi frasa tersebut menandakan aspek duratif (sedang berlangsung), ketika diberi enklitik -ji frasa tersebut tidak memiliki penanda aspek, dan ketika diberi enklitik -pi frasa tersebut menandakan aspek futuristik (akan terjadi di masa depan). Ketika enklitik digabungkan dengan frasa nomina, frasa tersebut tidak memiliki penanda aspek jika diberi enklitik –mi atau -ji tetapi memiliki penanda aspek futuristik jika diberi enklitik –pi. Sementara itu, pada frasa adjektiva, jika diberi enklitik -mi frasa tersebut menandakan aspek perfektif (telah selesai), jika diberi enklitik -ji frasa tersebut tidak memiliki penanda aspek, dan jika diberi enklitik -pi frasa tersebut menandakan aspek futuristik. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang peran enklitik dalam bahasa Makassar sebagai penanda aspek, serta memperkaya pengetahuan dalam bidang linguistik. Penggunaan enklitik dengan penanda aspek yang berbeda memberikan nuansa khusus dalam berkomunikasi dalam bahasa tersebut
Makna Denotasi dan Konotasi Meme dalam Media Sosial Twitter: Kajian Semiotika Roland Barthes Rahmawati, Cut Dian; Hasan Busri; Moh. Badrih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3479

Abstract

Penelitian ini menggambarkan pentingnya semiotika dalam memahami makna denotasi dan konotasi dari meme yang ada di media sosial Twitter. Twitter sebagai platform media sosial telah memungkinkan berkomunikasi secara instan dengan jangkauan global, termasuk menyebarkan meme. Meme di Twitter mencerminkan aspek budaya dan sosial, termasuk humor dan satir, dan memiliki kemampuan untuk menyebar dengan cepat di internet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data diambil dari meme yang tersebar di media sosial Twitter, dan kemudian dianalisis untuk memahami makna denotasi dan konotasi yang terkandung di dalamnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa denotasi pada meme mencakup makna harfiah atau yang terlihat secara fisik, sedangkan konotasi adalah tingkatan kedua dalam proses signifikasi, yang melibatkan asosiasi, perasaan, nilai-nilai budaya, dan ideologi. Meme di Twitter bisa mengandung makna yang kompleks dan beragam bagi setiap individu karena dipengaruhi oleh pengalaman, budaya, dan latar belakang masing-masing pengguna. Beberapa contoh meme yang dianalisis mencakup tema tentang menyembunyikan perasaan, kesadaran untuk refleksi diri, tekanan sosial, perbedaan antara kehidupan di media sosial dan dunia nyata, serta kekuatan menghadapi tantangan. Penelitian semacam ini penting untuk memahami bagaimana meme dapat mempengaruhi komunikasi dan interaksi di media sosial, serta bagaimana interpretasi makna dari meme dapat beragam bagi setiap individu
Perubahan Bunyi Bahasa pada Proses Peluluhan Tata Bahasa Indonesia: Kajian Fonologi Al Faris, Salman; Tsania, Ilma Luthfi; Badrih, Moh.
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3670

Abstract

Bahasa sebagai sebuah fenomena menjadi sebuah hal yang selalu menarik untuk dikaji, pada tataran paling awal bahasa saja, yaitu bunyi bahasa, terdapat sejumlah fenomena mulai dari pembentukan bunyi bahasa hingga perubahan-perubahan yang terjadi. Analisis ini penting dilakukan karena untuk menyibak perubahan bunyi bahasa dengan menggunakan kajian fonologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan dan perubahan bunyi bahasa dalam kata yang mengalami proses peluluhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dengan maksud untuk mengungkap proses pembentukan tiap kata luluh dari segi fonologisnya. Proses tersebut perlu dikaji karena sebagai proses penting dari pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses peluluhan bunyi [k,p,t,s] cenderung memilih bunyi yang daerah artikulasi atau alat artikulator yang sama.
Children's Character Education through Local Wisdom-Based Stories in Indonesia Miranda, Mega; Ambarwati, Ari; Badrih, Moh
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i1.6447

Abstract

Children's character education is one of the important focuses in forming the next generation who are moral, resilient, and have integrity. This study analyzes the implementation of character education values through children's stories based on local wisdom. Stories based on local wisdom have great relevance in the context of today's education. , because it is able to provide contextual learning, rooted in national culture, and relevant to global challenges. This study aims to identify the character values contained in children's stories, and explore how local wisdom can enrich the learning process and character formation of children. By using qualitative approach and content analysis, this study analyzes children's stories that raise the theme of local wisdom from various regions in Indonesia. The results of the study show that children's stories based on local wisdom can be an effective means to instill values such as honesty, cooperation, responsibility, love of the homeland, and environmental awareness. In addition, these stories are relevant to be used as interactive and inspiring teaching materials in school learning or used for learning at home. This helps to form a strong character and a positive sense of identity. By integrating these values into education, children can learn to appreciate tradition while developing good attitudes in everyday life.
THE PERSONIFICATION OF FIGURATIVE WORDS IN TRUBUS MAGAZINE: A MODERN STYLISTICS STUDY Imrotin, Imrotin; Badrih, Moh.; Famsah, Saefuddin; Busri, Hasan
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 17, No 2 (2022): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v17i2.17769

Abstract

Personification is one of the figurative languages used in casual and academic texts. One of the popular magazines that employs figurative language to attract readers is Trubus. The current study aims to analyze the classification, structure, rhyme words, lexical meaning, and imagery styles of personification in Trubus magazine. It is descriptive qualitative research using the Metaphor Identification Procedure (MIP) approach. The data source in this study is Trubus magazine, edition 2021. Data analysis covers the personification of figurative language's reduction, assessment, and inference. The result found that the personification style in this magazine belongs to inanimate objects, which tend to be abstract. Meanwhile, the rhyme words employ the beauty of the alliteration sound at the beginning of the word. Further, the grammatical structure is general. Lastly, grammatical, textual, and contextual fields contribute to meaning-making.