Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan Unit Stabilisasi Pangan Desa (USPD) di Kabupaten Malang, Pasuruan dan Kota Batu, Provinsi Jawa Timur Hartono, Rachman; Utomo, Medea Rahmadhani; Purnomo, Mangku
CAKRAWALA Vol 13, No 2: Desember 2019
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.544 KB) | DOI: 10.32781/cakrawala.v13i2.308

Abstract

Kesulitan akses pangan menjadi persoalan krusial yang terjadi di pedesaan khususnya dalam lingkup Jawa Timur. Perlu adanya instrumen yang mampu menyediakan akses pangan dengan harga terjangkau. Unit Stabilisasi Pangan Desa (USPD) hadir untuk mengatasi persoalan yang berkaitan dengan kerawanan pangan. Beberapa yang perlu direalisasikan diantaranya melembagakan model USPD pada desa-desa rawan pangan, menyusun proyeksi cadangan pangan beserta instrumen pencatatannya dan membangun model bisnis. Model bisnis dikemas dalam bentuk Kios Pangan Desa (KPD) yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengadaan dan penyaluran pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Melalui KPD yang ada, terdapat sistem tabungan pangan yang terakumulasi menjadi cadangan pangan desa. Cadangan pangan yang terkumpul kemudian digunakan untuk slametan desa, ritual keagamaan, pengajian dan aktivitas sosial lainnya. Sistem pangan yang stabil hingga menghasilkan cadangan pangan bagi masyarakat desa akan membentuk sistem sosial yang harmonis. Pada muaranya akan mewujudkan stabilitas pangan desa di daerah rawan pangan.
Relasi Gender Atthasilani dan Gharavasa dalam Pembinaan Umat Buddha Theravada di Vihara Padepokan Dhammadipa Arama Kota Batu Putu Arayatama; Kholifah, Siti; Purnomo, Mangku
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 3 No. 2 (2024): Gender Equality and Democratic Governance
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.bjss.2024.003.02.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi gender Atthasilani dengan Gharavasa dalam Pembinaan Umat Buddha Theravada di Vihara Padepokan Dhammadipa Arama, Kota Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana dalam pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara secara mendalam (dept-interview). Hasil penelitian menunjukan bahwa para Atthasilani minim memberikan kontribusi terkait dengan perannya sebagai pembabar dhamma ajaran Buddha (dhammaduta) dan lemah relasi gendernya dengan umat Buddha. Minimnya kontribusi Atthasilani dalam perannya sebagai dhammaduta disebabkan oleh pemahaman gender yang bias, steriotipe negatif, pembagian tugas yang seksis, dan kurang mampu menyelesaikan tugas. Upaya untuk memperkuat peran dan relasi gender tersebut dilakukan deklarasi organisasi Atthasilani Theravada Indonesia (ASTINDA) sebagai wadah untuk dapat secara mandiri mengelola komunitasnya dan program pengabdian umat. Kolaborasi antara ASTINDA dan Sangha Theravada Indonesia khususya dalam pelatihan Atthasilani secara kontinu meningkatkan peran, partisipasi kepercayaan, dan moralitas umat Buddha. Begitu pula terhadap pemahaman gender yang setara meningkatakan ruang publik yang accessible, partisipasi, norma, kepercayaan pada relasi gender Atthasilani dengan umat.
Strengthening BUMDesma Sari Bumi through Subgrade Red Ginger Product Diversification Santoso, Imam; Miftahurrahmah, Aisyah; Choirun, Annisa’u; Suryadi, Nanang; Wulan, Siti Narsito; Purnomo, Mangku
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2024.10.01.014

Abstract

Red ginger is a rhizome plant that has the benefit of increasing the body's immune system. BUMDesma Sari Bumi, located in Pule Village, Trenggalek Regency, focuses on processing fresh red ginger into dry simplisia. This is done to extend the shelf life of red ginger. The problem encountered so far is the accumulation of subgrade red ginger in the BUMDesma Sari Bumi warehouse. The solution offered to increase the selling value of subgrade red ginger is to diversify the product into red ginger drink premix powder. The premix powdered beverage product consists of two variants namely red ginger coffee and red ginger chocolate. The approach taken in the empowerment activities of BUMDesma Sari Bumi is Participatory Rural Appraisal which emphasizes direct community involvement as subjects and objects as well as overall activities. Activities carried out include module preparation, training and mentoring on how to make Pemix beverage products, and product manufacturing demonstrations. The resulting assistance activity is a red ginger premix product that has obtained a P-IRT number so that it can increase the selling value of subgrade simplistic.
Peningkatan Nilai Tambah Simplisa Jahe Merah Subgrade Di Bumdesma Sari Bumi, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek Santoso, Imam; Choirun, Annisa; Rofiq, Ainur; Purnomo, Mangku; Wulan, Siti Narsito
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2023.9.2.04

Abstract

Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Sari Bumi merupakan badan usaha yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar desa dalam usaha ekonomi serta untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Kegiatan utama BUMDesma adalah pengolahan rimpang (jahe merah, kunyit, temulawak) menjadi simplisia. Simplisia jahe merah dikelompokkan menjadi 3 kriteria grade (A, B, dan C). Simplisia dengan standar yang memenuhi kualitas grade A dan grade B  dipasarkan ke beberapa mitra yang bekerjasama, dan simplisa jahe merah subgrade atau grade C akan dikembalikan ke gudang produksi. Masa simpan simplisia jahe merah di gudang hanya sekitar 1 tahun, sehingga membutuhkan upaya pengelolaan agar tidak rusak. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan untuk melakukan inovasi pengolahan simplisia subgrade menjadi produk minuman jahe merah instan celup. Nilai tambah yang dihasilkan setelah dilakukan pengolahan simplisia subgrade menjadi minuman jahe merah celup adalah 54%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengolahan simplisia subgrade mampu memberikan nilai tambah yang besar.
STRATEGI PEMBERDAYAAN ISTRI PETANI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA Fazaruddin, Falaq -; Purnomo, Mangku; Kusnanti, Asihing
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.981

Abstract

Indonesia tergolong Negara agraris dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Penduduk yang berada di pedesaan umumnya melakukan aktivitas ekonomi pada sektor pertanian. Potensi sumber daya manusia di sektor pertanian tidak hanya mencakup laki-laki sebagai kepala rumah tangga, tetapi juga peran perempuan yang ikut serta bertani untuk menopang kehidupan keluarga. Kecamatan Duduksampeyan sebagai daerah penelitian yang terletak di Kabupaten Gresik merupakan sentra penghasil tanaman pangan padi dan penerima PKH terbesar yaitu 2001 orang. Oleh sebab itu diperlukannya pemberdayaan wanita di sektor pertanian, harapannya agar pemberdayaan wanita di pedesaan mendapat posisi yang sesuai dengan kemampuannya. Tujuan pada penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menemukan strategi peningkatan pemberdayaan istri petani dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga. Penelitian ini menggunakan mix –method antara kualitatif dan kuantitatif. Data primer dikumpulkan dari kepala dinas sosial, coordinator PKH kabupaten, coordinator PKH kecamatan, Lazismu, dan ketua kelompok PKH Duduk sampeyan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program lintas sektoral sehingga dalam melaksanakan PKH kegiatan, pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PKH seperti pendamping PKH, peserta PKH/penerima manfaat, Dinas Sosial Kabupaten Gresik mengembangkan hubungan kerjasama yang baik. Dengan adanya bantuan program keluarga harapan (PKH) kepada perempuan petani di kecamatan duduk sampeyan maka dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Faktor penghambat dan pendukung dalam pemberdayaan perempuan petani dapat memberikan perempuan kecamatan duduk sampeyan Gresik tidak selalu bergantung pada bantuan PKH dan dapat melakukan usaha sendiri untuk mengentas kemiskinan dan dapat menjadi keluarga sejahtera yang mandiri. Dan selanjutnya Pemberdayaan perempuan petani di kecamatan duduk sampeyan yaitu melakukan pelatihan dan sosialisasi untuk peningkatan soft skill. Kemudian adanya kerjasama melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Lazismu Gresik.
Sustainability Analysis of Millennial Farmers' Development in Greater Malang Rahajeng Kumara Ardyanti; Mangku Purnomo; Asihing Kustanti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i2.77800

Abstract

Millennial farmers growing in the digital era have a strong ability to leverage the power of networks and social technology. In recent times, the agricultural scenery in Greater Malang has experienced substantial changes due to the heightened engagement of millennial farmers. Recognizing the importance of this phenomenon, our research aims to conduct a comprehensive sustainability analysis of the factors driving the rapid progress of millennial farmers in Greater Malang. The study seeks to uncover the interplay among various factors, including technology adoption, social and economic dynamics, environmental considerations, and policy frameworks. This type of research is quantitative descriptive. The analysis technique employed is Multidimensional Scaling (MDS). The sustainability assessment findings for Millennial Farmer Development in Greater Malang indicate a reasonably sustainable status, with an index score of 51.27. Among the five dimensions ecology, social, economic, technology, and institutional the social aspect demonstrates the highest sustainability index at 54.92, falling into the fairly sustainable category.
A PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS DAN ECO ENZYME DI KOTA MALANG: PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS DAN ECO ENZYME DI KOTA MALANG Handono, Setiyo Yuli; Yuliati, Yayuk; Sukesi, Keppi; Hidayat, Kliwon; Kustanti, Asihing; Purnomo, Mangku; Utomo, Medea Ramadhani; Pertiwi,; Laili, Fitrotul; Fitriana, Yusti Dian; Siswantoro, Ajik; Zamroni, Mufid; Isaskar, Riyanti
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v9i1.21881

Abstract

Potensi sampah di RW 09 Kelurahan Merjosari Kota Malang sangat besar, bahkan sampah membuat resahsebagian besar warga yang dekat dengan tempat pembuangan sementara di Jalan Kembar Joyogrand RW09 Kelurahan Merjosari. Padahal sampah memiliki potensi secara finansial atau ekonomi, ekologi, dan sosialjika sampah dikelola secara profesional. Harapan sampah membawa berkah bagi masyarakat RW 09 sangatbesar, sehingga Lab Sosiologi Pertanian dan Pemberdayaan Masyarakat (SP2M) Fakultas PertanianUniversitas Brawijaya berusaha membantu RW 09 Merjosari dalam pengelolaan sampah (baikpendampingan maupun pelatihan). Sehingga tujuan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihanpembuatan kompos dan eco enzyme serta pendampingan pengelolaan sampah secara profesional (minimalterbentuk kelembagaan yang peduli terhadap pengelolaan sampah). Metode pelaksanaan pengabdian iniadalah pelatihan, pendampingan sampah organik menjadi kompos dan eco enzyme yang memiliki nilai jualsecara ekonomi dan ekologi. Hasil pengabdian di RW 09 Merjosari Kota Malang Jatim yaitu antusiasmetinggi dari peserta yang didominasi oleh Ibu-Ibu RW 09 Merjosari karena pembuatan kompos dan ecoenzyme merupakan keterampilan yang baru bagi para peserta. Simpulan dan saran dari pelatihanpendampingan sampah organic (kompos) dan pembuatan eco enzim telah berjalan dengan baik. Ibu-ibuRW 09 Merjosari Kota Malang perlu mengoptimalkan lagi dalam pembuatan eco enzim dengan cara sharingatau diskusi tentang eco enzim dalam setiap pertemuan PKK RW 09 Merjosari Kota Malang. Tindak lanjutdari pelatihan dan pendampingan ini adalah peserta pelatihan membuat kompos dan eco enzyme padaskala rumah tangga.
Eksplorasi Potensi Desa Wisata Barito Melalui Media Promosi Menggunakan Analisis SWOT di Kabupaten Malang, Indonesia Utomo, Medea Rahmadhani; Purnomo, Mangku; Siswantoro, Ajik; Jamroni, Mofit; Chaqqi, Mochamad Sufi Shoubil
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.02.2

Abstract

Pelaku usaha di pedesaan menjadikan usaha di bidang pariwisata sebagai peluang usaha yang prospektif disamping usaha di bidang pertanian yang hasilnya tidak menentu. Kehadiran pariwisata disamping adanya ketidakpastian iklim dan ketidakpastian pasar dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat desa. Terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan akses kerja. Desa Wisata Barito (Bambang, Bringin Patokpicis) merupakan lokasi penelitian tentang potensi destinasi wisata di Kabupaten Malang. Perencanaan Destinasi Wisata Barito tersebut dilakukan melalui pemanfaatan potensi lokal serta  aspek yang mendukung. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif, adapun untuk mempertajam data potensi wisata menggunakan anaslisis SWOT. Di Kawasan Desa Wisata Barito terdapat tiga kategori wisata yang meliputi destinasi buatan, destinasi ekonomi, serta destinasi budaya dan sejarah. Potensi destinasi wisata buatan, ekonomi, budaya dan sejarah yang telah diidentifikasi perlu dilakukan analisis untuk mengetahui destinasi wisata yang layak untuk dilakukan perencanaan pengembangan. Analisis SWOT terkait kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari Kawasan Desa Wisata Barito sebagai langkah untuk menuju perencanaan promosi dan pemasaran yang tepat pada Kawasan Desa Wisata Barito. Analisis SWOT digunakan untuk mengenali kekuatan dan kelemahan yang dimiliki desa wisata serta melihat peluang dan ancaman yang dihadapi desa wisata. Perencanaan terkait kegiatan promosi dan pemasaran desa wisata barito yakni meliputi periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung. Perencanaan promosi dan pemasaran desa wisata barito juga didukung dengan dilakukannya identifikasi STP (Segmentating, Targetting, Positioning). Media promosi yang digunakan yaitu media offline yang terdiri dari poster dan peta jalur wisata. Selain itu pada media online yaitu terdapat website, Instagram dan youtube.EKSPLORASI POTENSI DESA WISATA BARITOMELALUI MEDIA PROMOSI MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DI KABUPATEN MALANG, INDONESIA
Model Komunikasi Pengembangan Kawasan Pengomposan Berbasis Reduce-Reuse-Recycle (Studi Kasus di TPST dan TPS 3R Kota Kediri) Ningrum, Natasya Yustina Widya; Yuliati, Yayuk; Purnomo, Mangku
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.2

Abstract

Gaya hidup masyarakat yang konsumtif saat ini mengakibatkan peningkatan timbulan sampah. Dampak sampah yang tidak terkelola akan memberikan efek negatif bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kota Kediri merupakan kota dengan kategori sedang yang memiliki persentase timbulan sampah makanan lebih banyak dibandingkan komposisi sampah lainnya. Oleh karena itu, salah satu cara yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) yakni membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang berguna untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis model komunikasi antara pengawas DLHKP kepada para koordinator pengelola TPST dan TPS 3R. Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diambil dengan metode observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan studi literatus dengan teknik purposive sampling untuk penentuan informan. Hasil dari penelitian  menjelaskan bahwa model komunikasi Harold Lasswell menjadi model komunikasi yang dipilih untuk melihat proses komunikasi pengembangan kawasan pengomposan yang terjadi di TPST dan TPS 3R Kota Kediri. Hal ini dikarenakan proses komunikasi yang berjalan telah memuat lima unsur komunikasi Lasswell yaitu komunikator, pesan, saluran komunikasi, komunikan, dan  efek,  Kemudian hambatan komunikasi yang terjadi dalam proses penyampaian informasi terkait pengelolaan sampah dan kompos di TPST dan TPS 3R yakni perbedaan pendapat, prasangka yang buruk, dan kurangnya penggunaan media massa. Hambatan tersebut membuat adanya pengelolaan sampah khususnya kompos belum berjalan secara optimal.
Pengembangan Unit Stabilisasi Pangan Desa (USPD) di Kabupaten Malang, Pasuruan dan Kota Batu, Provinsi Jawa Timur Hartono, Rachman; Utomo, Medea Rahmadhani; Purnomo, Mangku
Cakrawala Vol. 13 No. 2: Desember 2019
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v13i2.308

Abstract

Kesulitan akses pangan menjadi persoalan krusial yang terjadi di pedesaan khususnya dalam lingkup Jawa Timur. Perlu adanya instrumen yang mampu menyediakan akses pangan dengan harga terjangkau. Unit Stabilisasi Pangan Desa (USPD) hadir untuk mengatasi persoalan yang berkaitan dengan kerawanan pangan. Beberapa yang perlu direalisasikan diantaranya melembagakan model USPD pada desa-desa rawan pangan, menyusun proyeksi cadangan pangan beserta instrumen pencatatannya dan membangun model bisnis. Model bisnis dikemas dalam bentuk Kios Pangan Desa (KPD) yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengadaan dan penyaluran pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Melalui KPD yang ada, terdapat sistem tabungan pangan yang terakumulasi menjadi cadangan pangan desa. Cadangan pangan yang terkumpul kemudian digunakan untuk slametan desa, ritual keagamaan, pengajian dan aktivitas sosial lainnya. Sistem pangan yang stabil hingga menghasilkan cadangan pangan bagi masyarakat desa akan membentuk sistem sosial yang harmonis. Pada muaranya akan mewujudkan stabilitas pangan desa di daerah rawan pangan.