Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengeringan Sampah Organik Rumah Tangga Eko Naryono; Soemarno Soemarno
The Indonesian Green Technology Journal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.674 KB)

Abstract

Pengeringan sampah padat merupakan tahapan proses yang penting sebelum dibakar pada insinerator. Tujuan pengeringan untuk mengurangi volume, menstabilkan dan, meningkatkan nilai panas sampah. Berdasarkan referensi yang ada tiga jenis metode yang biasa digunakan pada pengeringan sampah yaitu konveksi, konduksi dan kombinasi keduanya. Pada makalah ini dipaparkan tinjauan teoritis  mekanisme pengeringan ketiga metode di atas. Selain itu juga dijelaskan berbagai dampak gas buang yang ditimbulkan ketiga jenis pengeringan berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang dimuat pada beberapa jurnal. Paparan ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan sistem pengeringan pada sampah organik rumah tangga. Kata kunci : Pengeringan, Bio-drying, Termal drying, Fry-drying, Emisi
The Role of Community Participation In Sustainability Water Resources Management in Malang District Muniah Muniah; Soemarno Soemarno; Nuddin Harahab
The Indonesian Green Technology Journal Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategies that aims to assist the availability of clean water in Sumberejo Village, Pagak District, Malang Regency through community participation supported by PAMSIMAS program (Community-Based Water Supply and Sanitation). Sustainability on the factors of community participation supports the availability of clean water. These factors include namely thinking, skills or expertise, energy, and funding. In this study, we found that community participation is an effective strategy to develop the governance of sustainable rural health. This research was conducted from October to December 2016 with a method of explanation of the questionnaire by purposive sampling, Slovin method with probability sampling technique with a type of proportionate random sampling. In this study also explained the characteristics of the community which included gender, age of the respondent, occupation. The results of the study state that the factors that influence the sustainability of the availability of clean water are of significant value. Of these factors the highest value is on the funding factor. This study has important implications for conceptualizing the role of community participation in maintaining PAMSIMAS program and to the sustainability of the water supply.Keywords: Sustainability, Water, Participation, PAMSIMAS, Funding
PARTISIPASI PEMULUNG DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI TPA SUPIT URANG MULYOREJO SUKUN KOTA MALANG Nunuk Hariyani; Hendro Prasetyo; Soemarno Soemarno
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.266 KB)

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di TPA Supit Urang sudah menjadi fenomena yang kompleks dan aktual. Sampah dianggap sebagai barang yang tidak berguna dan menjijikkan. Selama ini system pengelolaan sampah masih konvensional yaitu kumpul, angkut dan buang ke tempat pembuangan akhir sampah, dengan system lahan urug yang tentu masih menimbulkan dampak pencemaran. Keberadaan para pemulung yang beraktivitas memilah dan mengais sampah memberikan manfaat yang sangat besar yaitu mengurangi jumlah sampah, mengurangi dampak pencemaran dan bermanfaat secara ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan, menganalisa dan menginterpretasikan: (1) bentuk partisipasi pemulung (2) derajat keikutsertaan partisipasi pemulung (3) untuk mengetahui tipologi partisipasi pemulung dalam pengelolaan sampah di TPA Supit Urang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dengan teknik wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik interaktif dari milis dan huberman. Keabsahan data penelitian dengan menggunakan standart kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian. Hasil penelitian ini meliputi: (1) proses diskusi kelompok pemulung (2) pemberdayaan pemulung (3) pemanfaatan hasil pemulung (4) derajat partisipasi spontan (5) derajat partisipasi terinduksi (6) derajat partisipasi tertekan (7) derajat partisipasi ekonomi (8) peran partisipasi insentif (9) peran partisipasi fungsional, dan (10) peran partisipasi pemulung secara mandiri. Kata kunci : partisipasi pemulung
Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Lahan Sawah Untuk Budidaya Bunga Sedap Malam (Studi Kasus Di Dusun Rembang II Desa Rembang Kec. Rembang Kab. Pasuruan) Herianto Kurniawan; Bagyo Yanuwiadi; Soemarno Soemarno
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.933 KB)

Abstract

Bunga sedap malam tanaman asli dari Mexico merupakan bunga yang unik dan dikenal semua lapisan masyarakat. Keunikanya yaitu mekar pada malam hari dan baunya wangi. Bunga sedap malam varietas Roro Anteng berkembang pada tahun 1921 di Kecamatan Bangil dan Rembang. Masyarakat Indonesia mengenalnya bunga petik untuk ritual dan bunga potong untuk pengharum ruangan atau bunga hias. Penelitian ini mengambil populasi yaitu petani Rembang II. Sampelnya Kelompok Tani Bunga Sedap Malam Dusun Rembang II berjumlah 30 responden.  Penelitian ini mendeskripsikan persepsi petani terhadap budidaya bunga sedap malam, serta menganalisa pemanfaatan lahan sawah. Penelitian kuantitatif ini dengan klasifikasi data, tabulasi dan presentase data menggunakan excel, dengan analisis pendapatan serta analisis kualitas SDM. Geografis Dusun Rembang terletak 4 – 7 m dpl. Mayoritas kondisi lahan sawah Rembang tadah hujan. Persepsi  masyarakat umumnya bahwa lahan tersebut kering serta kandungan air tanahnya rendah dan tidak dapat ditanami. Ketika musim kemarau lahan sawah menjadi retak, keretakan  kurang lebih lima sentimeter. Dampak keretakan mengakibatkan tembok rumah menjadi retak serta jalan beraspal menjadi bergelombang. Kondisi ini dimanfaatkan petani untuk membudidayakan bunga sedap malam sedangkan pengolahannya dibutuhkan pengairan minimal 6 jam setiap minggu menggunakan pompa air. Petani mengoptimalisasikan lahan sawahnya dengan pola tanam antara bunga sedap malam dengan padi. Petani menanamnya secara bergantian dengan sistem rotasi tanam yaitu sepanjang tahun dan pergantian musim. Budidaya bunga sedap malam dapat meningkatkan pendapatan petani.Kata kunci:  Bunga sedap malam, Persepsi masyarakat, Pemanfaatan lahan sawah
PENGARUH SUHU & pH TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN LIMA ISOLAT BAKTERI ANGGOTA GENUS Pseudomonas YANG DIISOLASI DARI EKOSISTEM SUNGAI TERCEMAR DETERJEN DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS BRAWIJAYA Sanita Suriani; Soemarno Soemarno; Suharjono Suharjono
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.062 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak temperature dan pH pada polulasi Pseudomonas pendegradasi limbah LAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolate bakteri P2.1 dapat tumbuh maksimal pada pH 8; isolate P3.2 dan C2.1 dapat tumbuh optimal pada pH 7, sedangkan isolate C2.2 dan C2.3 dapat tumbuh optimal pada pH 5, dan isolate P3.2 dapat tumbuh optimal pada suhu 40oC, isolate C2.1 C2.2 dan C.2.3 dapat tumbuh optimal pada temperature 30oC. Pada penelitian ini juga terdapat isolate yang tidak terpengaruh oleh perlakuan suhu. Hal ini dimungkinkan karena variasi suhu yang digunakan masih kisaran suhu optimum untuk pertumbuhan isolate, sedangkan isolate lain menunjukkan respon pertumbuhan akibat perlakuan suhu. Beberapa isolate menunjukkan pertumbuhan yang lambat, hal ini karena suhu yang digunakan untuk perlakuan dibawah suhu minimum atau diatas suhu maksimum untuk pertumbuhan bakteri. Kata kunci: Pseudomonas, LAS, temperatur
ANALISIS KESESUAIAN VEGETASI LOKAL UNTUK RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) JALUR JALAN DI PUSAT KOTA KUPANG Irene Lestari; Bagyo Yanuwiadi; Soemarno Soemarno
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.301 KB)

Abstract

Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai kawasan yang dapat menyokong lingkungan perkotaan mutlak dibutuhkan karena besarnya manfaat yang diberikan terhadap kehidupan masyarakat dalam menyokong kualitas dan kuantitas lingkungan perkotaan.Penyediaan RTH harus memperhatikan fungsi kawasan dan vegetasi.Setiap vegetasi memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda, sehingga fungsi vegetasi sebaiknya disesuaikan dengan fungsi kawasan.Hal ini mengupayakan agar fungsi RTH dapat terwujud secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi lokal yang sesuai dalam perencanaan RTH jalur jalan di pusat kota Kupang. RTH jalur jalan merupakan  jalur hijau yang berada pada sekitar kawasan jalan yang terdiri dari RTH pada trotoar, pulau jalan dan bagian jalan yang memungkinkan untuk ditanami vegetasi. Fungsi vegetasi pada jalur jalan meliputi fungsi ekologi sebagai penunjang utama dan fungsi estetika sebagai fungsi pendukung. Penelitian ini menggunakan analisis koefisien penilaian ideal (KPI) berdasarkan peraturan menteri PU nomor 05/prt/m/2008 tentang pedoman penyediaan dan pemanfaatan RTH di kawasan perkotaan dan Direktorat Jendral Bina Marga tentang tata cara perencanaan teknik lansekap jalan nomor 033/t/bm/1996. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi lokal yang sesuai untuk jalur jalan di pusat kota Kupang terdiri atas tanaman peneduh (pulai, lontar, johar) dan tanaman hias (bakung, kembang sepatu, oleander, lidah mertua). Kata Kunci : RTH Jalur Jalan, Fungsi Kawasan, Vegetasi Lokal, Koefisiensi Penilaian Ideal (KPI).
Community Empowerment Efforts In Sustainable Ecotourism Management In North Sulawesi, Indonesia Regina Rosita Butarbutar; Soemarno Soemarno
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.499 KB)

Abstract

Tourism is one of the main economic sector of the North Sulawesi province. One of the highly developed tourism activities are ecotourism. Type of these tourist activities suggest the concept that was more concerned about the value of nature conservation and its environmental services in the destination sites to serve as tourist attractions. The number of foreign tourists visiting in North Sulawesi in 2006 reached 15.902 people and in 2007 reached 20,000 people while in 2008 reached 19.576 people. The number of foreign tourists every year increase  6.46% in 2007, and 13% in 2008. Globally the growth of ecotourism in 2004 reached three times faster than other tourism industries. Ecotourism is an integrated activity, prioritizes a balance between enjoying the nature beauties and maintain the sustainability of ecosystem services by involving participation of local people and tourists. This paper analyzes the environmental conservation efforts of nature and culture with an emphasis on empowering local communities, community participation in the ecotourism development, and an increase of local community welfare. Keywords: Natural resources, community empowerment, sustainable ecotourism.  
Pemanfaatan Residu Pembakaran Sampah Organik Rumah Tangga Eko Naryono; Soemarno Soemarno
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.949 KB)

Abstract

Pembakaran sampah organik rumah tangga menghasilkan residu padat 25-30% yang terdiri dari abu bawah (BA), abu atas (FA) dan kondensat air yang mengandung tar. Abu bawah sebagian besar terdiri dari bahan anorganik seperti Si, Al, Fe, Ca, Mg, K, Na, Cl dan logam berat antara lain Cd, Cr, Cu, Hg, Ni, Pb dan Zn, sedangkan abu atas tersusun dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik yang terdapat dalam residu antara lain polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH), chloro benzene (CB), polychlorinated biphenyl (PCB), polychlorinated dibenzo-p-dioksin (PCDD) dan furan (PCDF). Residu pembakaran biomass perlu diolah atau dimanfaatkan agar tidak mengganggu lingkungan. Salah satu metode pengolahan yang mudah diterapkan dan aman terhadap lingkungan adalah pemadatan dan stabilisasi menggunakan semen atau lempung sebagai binder. Pemanfaatan produk ini dapat digunakan untuk batako atau batu bata. Berdasarkan prediksi, pembakaran sampah kota Malang sebesar 400 ton/hari menghasilkan abu 72 ton/hari. Pemakaian abu sebesar 25% pada pembuatan batako dengan perbandingan semen : pasir : abu sebesar 3,75 : 30 : 1,25 dapat menghasilkan batako setiap hari 366545 buah. Kata kunci : Abu, Batako, Residu, Pemadatan, Sampah organik rumah tangga
EVALUASI KETERSEDIAAN AIR TANAH LAHAN KERING DI KECAMATAN UNTER IWES, SUMBAWA BESAR Ieke Wulan Ayu; Sugeng Prijono; Soemarno Soemarno
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.186 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan lengas tanah di lahan kering di wilayah Kecamatan Unter Iwes. Metode yang digunakan dalam perhitungan neraca air adalah Thornthwaite and Mather. Model Penman Monteith untuk perhitungan evapotranspirasi dan tingkat ketersediaan air tanah diperoleh dengan menganalisa data kandungan air tanah (KAT) terhadap nilai kapasitas lapang (KL) dan titik layu permanen (TLP) di lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan lengas tanah di wilayah Kecamatan Unter Iwes tertinggi pada bulan Oktober dan terendah pada bulan Agustus. Bulan defisit dan bulan surplus. Surplus air hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Maret, dan defisit terjadi pada bulan April sampai September. Kata Kunci: Model Penman Monteith, neraca air, lengas tanah
Syndrome Of The Metro Urban Streamflow In Malang City, Indonesia Azwar Ali; Mangku Purnomo; Soemarno Soemarno
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose of this research was to describe the quality of streamflow water and community behavior around the streamflow in utilizing water. It is found that  an increasing number of residents in the Malang city along the Metro strteamflow have resulted in a decline of water quality, it is related to the behavior of the community in utilizing streamflow for their daily needs. These behavior is strongly affected by the knowledge, socioeconomic conditions, and access of informations about streamflow ecosystem and water quality. The community along the Metro streamflow in Malang city suggest a very strong dependence on this streamflow for their daily needs. Changes in streamflow ecosystems and its water quality are perceived very deeply by the surrounding people. Water quality problems are the strategic issues to be solved by the local government, together with the urban communities and other stekeholders. Keywords: human behavior, streamwater quality.