Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KOPEMAS

PROGRAM KEWIRAUSAHAAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN LINGKUNGAN PADA KOMPLEK PERUMAHAN BARU DENGAN PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK Agus Suryono; Imam Hanafi; Riyanto Riyanto; Sama' Iradat Tito; Hamdani Dwi Prasetyo; Muhammad Ma’ruf; Ghomamul Karim
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Griya Tama Pakis merupakan salah satu perumahan yang terletak di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Perumahan ini dikelola langsung oleh PT. Griya Karya Tama dan menjadi perumahan baru didaerah tersebut Dengan itu, perumahan baru akan menghasilkan permasalahan lingkungan yang cukup kompleks terhadap permasalah sampah yang berasal dari rumah tangga maupun daun-daun dari tumbuhan yang terdapat di setiap rumah ini. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan lingkungan yakni dengan melakukan pengolahan sampah tersebut menjadi pupuk organik. Metode yang digunakan yaitu metode pendekatan langsung, ceramah dan praktek. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang ada di Perumahan Griya Tama Pakis. Metode ceramah dilakukan memberikan informasi tentang manfaat dari pupuk organik. Metode praktek dilakukan untuk memberikan pelatihan pengolahan pupuk organik yang baik dan benar. Hasil yang didapat melalui kuisioner uji organoleptik didapat 13 dari 20 panelis menyatakan sangat suka terhadap tekstur dari pupuk organik dengan persentase (65%), kemudian 12 dari 20 panelis menyatakan sangat suka terhadap aroma dari pupuk organik dengan persentase (60%), dan 12 dari 20 panelis menyatakan sangat suka terhadap warna dari pupuk organik dengan persentase (60%)
KEGIATAN PENANAMAN TOGA DI BUMDES OLEH KANDIDAT SARJANA MENGABDI TEMATIK GUNA MENUMBUHKAN KEPEDULIAN KESEHATAN MASYARAKAT Sama' Iradat Tito; Nuri Lailatul Istiqomah; Feby Lia Nora; Habibatul Ilma; Dewi Anjar Setyowati; Nielna Mada Nielna; Eka Septianing; Elisa Oktaviani; Dewi Kartika Sari W.D.; Lathifah Nailil Hikmah; Nur Afni Auli Islamya
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman obat sangat diminati dalam budaya masyarakat Indonesia. Pada masa pandemic Covid 19 dibutuhkannya tanaman obat sebagai alternatif kesehatan imun masyarakat, terutama kesehatan anak yang cenderung tidak mau mengonsumsi jamu dari tanaman obat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat serta anak-anak MI Miftakhul khoir Desa Karangrejo tentang jenis-jenis TOGA, khasiat/ manfaat TOGA, dan mengajarkan tata cara menanam TOGA dengan lahan yang ada melalui kegiatan KSM Tematik. Metode yang digunakan yakni  meliputi a) tahap persiapan b) tahap persuasive dan c) tahap pelaksanaan. Beberapa tumbuhan yang ditanam antara lain Kumis Kucing, Serai Merah, Binahong, Kencur, Lengkuas, Keji Beling, Sambiloto, Jahe Merah, Lidah Buaya, Pegagan, Temu Kunci yang mempunyai antioksidan yang cukup tinggi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa respon masyarakat tentang penanaman TOGA di BUMDES Mavendra oleh KSM-Tematik memberikan respon yang baik dengan presentase 90%, serta jumlah presentase masyarakat yang menanam TOGA di rumah masih rendah dengan persentase 35% dibandingkan dengan masyarakat yang tidak menanam TOGA di rumah dengan jumlah presentase 65%. Dari data mengenai pemahaman mengenai jenis-jenis TOGA terdapat 14 responden dengan presentase 70% yang mengenal tentang jenis-jenis tanaman TOGA dan terdapat 6 responden dengan presentase 30% yang tidak mengenal tentang jenis-jenis tanaman TOGA. Hal ini menunjukkan bahwa progres oleh KSM-Tematik tersebut berhasil yakni berbanding lurus dengan presentase respon baik masyarakat terhadap kegiatan tersebut
UPAYA PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI ERA PANDEMI COVID-19 KEPADA MASYARAKAT DESA SRIMULYO MELALUI MEDIA POSTER Sama' Iradat Tito; Muhammad Ma’ruf; Durrotul Hasanah; Arina Roikhana; Lailatul Maghfirah; Nur Mufida; Sulis Setiawati; Zuhrotul Chumairoh
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona virus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit saluran pernafasan pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Wabah virus covid-19 telah menyebar ke berbagai negara di dunia dengan waktu yang sangat singkat, salah satunya adalah Indonesia. Program Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah program yang pada dasarnya bertujuan untuk membuat masyarakat meninggalkan pola hidup tidak sehat kehidup yang lebih sehat. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu metode ceramah, metode diskusi dan metode praktik. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dalam program Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM-Tematik) ini dilaksanakan mulai 2 Agustus – 14 September 2021. Tempat pelaksanaan kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM-Tematik) di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Kegiatan sosialisasi pencegahan penyebaran penyakit Covid-19 dengan sosialisasi melalui poster dan pembagian masker. Kegiatan ini dilakukan dengan bersosialisasi kepada masyarakat Desa Srimulyo dengan cara mempresentasikan poster, yaitu poster pencegahan Covid-19 dengan 5M & perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui media poster. Kegiatan ini juga memberikan kuisioner kepada masyarakat yang diberikan saat sebelum dan sesudah diakannya sosialisasi penyuluhan ini. Hasil kuisioner sebelum penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan pengetahuan yang kurang sebanyak 10 orang (40%), pengetahuan yang cukup sebanyak 9 orang (36%), dan yang memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 6 orang (24%).  Hasil kuisioner sesudah penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan pengetahuan yang kurang sebanyak 6 orang (24%), pengetahuan yang cukup sebanyak 7 orang (28%), dan yang memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 12 orang (48%). Dengan hasil ini, masyarakat telah mengetahui pencegahan Covid-19 dengan 5M & perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekitar rumah