Articles
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KEPADA SISWA PELAKU MEROKOK DI SMA NEGERI 6 BANJARMASIN
abdul rahman akbar;
Zainal Fauzi;
Farial Farial
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.51 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v5i3.2509
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana layanan bimbingan dan konseling apa saja yang digunakan disekolah, mengetahui bentuk atau gambaran layanan bimbingan dan konseling. Dari hasil penelitian, ciri-ciri siswa merokok dari segi fisik terlihat dari bibirnya yang menghitam dan badan yang kurus tidak terlalu gemuk dan dari segi non fisik terciumnya bau rokok diseragam. Guru BK memberikan layanan informasi dan layanan individu secara berkelanjutan kepada siswa yang merokok maupun tidak merokok. Serta bekerja sama dengan puskesmas didaerah tersebut untuk memberikan sosialisasi tentang dampak merokok kepada siswa. Untuk siswa yang merokok guru BK memberikan arahan tanpa memarahi siswa. Dan saat jam sekolah guru BK berusaha agar tidak terjadinya kelas kosong agar siswa tidak kepikiran untuk pergi merokok. Guru BK juga bekerja sama dengan guru pendidikan agama dan guru PKN agar menanamkan dan menguatkan jiwa religius siswa sehingga siswa berpikir jernih dan bisa membedakan antara baik dengan yang buruk. Untuk hal merokok dilingkungan sekolah, sekolah memberikan sanksi tegas berupa poin pelanggaran dan pemberian layanan BK dari guru BK tanpa dimarahi agar siswa merasa nyaman untuk berbagi cerita kepada guru BK dan mengetahui akar masalah munculnya pelanggaran tersebut.
EFEKTIVITAS LAYANAN PENGUASAAN KONTEN MELALUI METODE PEMBELAJARAN SIMULASI DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA PADA KELAS VII DI MTS AL-AZHAR KEC.ALALAK KAB.BATOLA TAHUN AJARAN 2017/2018
Siti Aisyah;
Hamzah Hamzah;
Farial Farial
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (581.565 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v3i3.1234
Penelitian ini dilaksanakan pada fenomena yang terjadi di MTs Al-Azhar Kec.Alalak Kab.Batola bahwa terdapat siswa yang memiliki kecerdasan emosional yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan emosional siswa sebelum dan sesudah layanan, serta mengetahui tingkat efektivitas layanan penguasaan konten melalui metode pembelajaran simulasi dengan teknik sosiodrama dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa kelas VII. Metode penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen design dengan rancangan one group pretes and post-test. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII A MTs Al-Azhar Kec.Alalak Kab.Batola yang memiliki kecerdasan emosional rendah. Metode pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosional dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah paired sampel t-test. Dari hasil uji paired sampel t-test menunjukan bahwa Thitung -14,76 > Ttabel -1,701 sehingga hipotesis diterima. Kecerdasan emosional siswa dapat ditingkatkan melalui layanan penguasaan konten melalui metode pembelajaran simulasi dengan teknik sosiodrama.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENGURANGI KECANDUAN ANAK YANG MENGGUNAKAN GADGET DI SMK NEGERI 1 PARINGIN
Ana Diniati;
Jarkawi Jarkawi;
farial farial
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (147.234 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v3i3.1229
Gadget adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Inggris , yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus/ spesial. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “Kebaruan”. Artinya dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. Perkembangan teknologi ( gadget ) dan informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat, di tandai dengan kemajuan pada bidang informasi dan teknologi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dalam mengurangi kecanduan anak yang menggunakan gadget di SMK Negeri 1 Paringin. Subyek penelitian yaitu siswa dan siswi SMK Negeri 1 Paringin dengan metode pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam Penelitian ini menggunakan tindakan kualitatif dan analisis observasi. Hasil pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dalam mengurangi kecanduan anak yang menggunakan gadget.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGURANGI KECEMASAN BERKOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII MTs NURUL FALAH JUAI KABUPATEN BALANGAN
Yarah Yarah;
Jarkawi Jarkawi;
Farial Farial
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.922 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v4i1.1323
Latar belakang penelitian ini didasari atas dasar perilaku siswa yang pasif dalam proses belajar mengajar seperti sulit mengemukakan pendapat, kurang mampu dalam berbicara didepan kelas, merasa cemas, gugup saat ingin bertanya dengan guru, ataupun persentasi dalam diskusi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecemasan berkomunikasi pada siswa kelas VIII di MTs Nurul Falah Juai kabupaten Balangan sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok. Hipotesis dalam penelitian ini layanan bimbingan kelompok efektif mengurangi kecemasan berkomunikasi pada siswa kelas VIII MTs Nurul Falah Juai kabupaten Balangan. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Nurul Falah Juai tahun 2017. Sampel penelitian ini menggunakan teknik probabillty sampling dengan random sampling. Variabel yang digunakan yaitu layanan bimbingan kelompok sebagai variabel bebas dan kecemasan berkomunikasi sebagai variabel terikat. Uji validasi instumen menggunakan kolerasi item total terkoreksi, dan dilanjutkan uji reabilitas menggunakan rumus alpha. Hasil uji validitas instrumen diperoleh butir instrumen yang valid 60 butir dan 5 butir tidak valid digugurkan dengan koefisien reabilitas sebesar 0,947. Pengujian hipotesis menggunakan uji t. Hasil uji t menunjukan t-hitung (-23,768) < t-tabel (2,821). Dengan kata lain dapat dinyatakan hipotesis awal Ho ditolak yang berbunyi “tidak ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dalam mengurangi kecemasan berkomunikasi pada siswa kelas VIII MTs Nurul Falah Juai kabupaten Balangan”, sedangkan hipotesis kerja (Ha diterima) yang berbunyi “ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dalam mengurangi kecemasan berkomunikasi pada siswa kelas VIII MTs Nurul Falah Juai kabupaten Balangan”. Dengan demikian penelitian ini menyimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan ”Layanan bimbingan kelompok efektif untuk mengurangi kecemasan berkomunikasi siswa kelas VIII MTs Nurul Falah Juai kabupaten Balangan”, terbukti kebenarannya.
LAYANAN INFORMASI TENTANG CARA BERETIKA SOPAN SANTUN TERHADAP GURU DI SMK NEGERI 1 PARINGIN
Risdawati Risdawati;
Jarkawi Jarkawi;
farial farial
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (40.181 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v3i3.1231
Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pelaksanaan layanan informasi terhadap siswa yang kurang beretika sopan santun terhadap guru di SMK Negeri 1 Paringin untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat etika sopan santun pada siswa kelas XII AVI B. Sopan santun adalah budi pekerti yang baik, tata krama, peradaban, dan kesusilaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah melalui layanan informasi dapat mengurangi perilaku siswa kurang beretika sopan santun terhadap guru di SMK Negeri 1 Paringin. Subyek penelitian yaitu siswa dan siswi SMK dengan metode pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan tindakan kualitatif dan analisis observasi. Hasil pelaksanaan layanan informasi dapat meningkatkan etika sopan santun siswa terhadap guru disekolah.
LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL TERHADAP SISWA YANG MENGALAMI HAMBATAN PERKEMBANGAN EMOSI DI SMPN 3 BANJARABARU
Yunita Sari;
Nurdin Ady;
Farial Farial
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (154.606 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v3i3.1236
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode/teknik, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat serta untuk mengetahui hasil dari layanan konseling individual yang dilaksanakan Guru BK terhadap siswa yang mengalami hambatan perkembangan emosi di SMPN 3 Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan yaitu metode konselig eklektif sedangkan teknik khusus nya menggunakan teknik persuasive dan teknik bertanggung jawab. Faktor pendukung ketika melaksanakan layanan konseling individu yaitu ketika siswa langsung mau terbuka dengan masalah yang dihadapinya sedangkan faktor penghambatnya yaitu jika siswa yang bermasalah tidak hadir ketika ingin di panggil keruang BK. Hasil dari penelitian layanan konseling individu yang dilaksanakan oleh Guru BK terhadap siswa yang mengalami hambatan perkembangan emosi di SMPN 3 Banjarbaru yaitu sangat jarang siswa yang mengulangi kesalahannya seperti berkelahi karena di SMPN 3 Banjarbaru diberlakukan system pon. Jadi layanan konseling individu yang dilaksanakan oleh Guru BK sangatlah berperan dalam perkembangan emosi siswa hal itu dapat dibuktikan dari perubahan sikap siswa.Berdasarkan penelitian ini, disarankan bagi Guru BK memberikan perhatian khusus bagi siswa-siswi yang mengalami hambatan perkembangan emosi dan Guru BK diharapkan kedepannya lebih bervariasi dalam menggunakan metode dan teknik ketika melaksanakan layanan konseling individu.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENGURANGI PERILAKU SISWA MEMBOLOS DI SMPN 29 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2017/2018
Amaliyah Amaliyah;
Hamzah Hamzah;
Farial Farial
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (441.412 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v4i1.1320
Latar belakang yang terjadi bahwa adanya siswa kelas IX SMPN 29 Banjarmasin yang suka membolos. Dengan layanan konseling kelompok dengan teknik self management diharapkan perilaku siswa membolos dapat dikurangi. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah layanan konseling kelompok dengan teknik self management dapat mengurangi perilaku siswa membolos. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dengan 2 siklus. Subyek penelitian ini yaitu lima orang siswa kelas IX SMPN 29 Banjarmasin yang teridentifikasi pernah membolos. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif kualitatif. Setelah mengikuti layanan konseling kelompok dengan teknik self management siklus 1 dengan dua kali pertemuan terdapat satu orang siswa yang tidak membolos lagi siswa tersebut adalah MAr, sedangkan empat orang siswa lainnya mengalami penurunan dalam perilaku membolos yaitu PAS menjadi dua kali, MIAF menjadi satu kali, MAk menjadi dua kali, dan SN menjadi dua kali. Dan setelah siswa mengikuti layanan konseling kelompok dengan teknik self managemen siklus 2 dengan satu kali pertemuan terdapat dua orang siswa yang tidak pernah membolos lagi siswa tersebut adalah PAS, dan MIAF sedangkan dua orang siswa lainnya masih membolos satu kali siswa tersebut adalah MAk dan SN. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik self management dapat mengurangi perilaku siswa membolos di SMPN 29 Banjamasin. Saran yang dapat direkomendasikan peneliti kepada konselor sekolah adalah agar konselor sekolah dapat memberikan layanan yang ada di Bimbingan dan konseling kepada siswa SMPN 29 Banjarmasin.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IX DI MTs NURUL FALAH JUAI KABUPATEN BALANGAN
Laelatul Husna;
farial farial;
Eka Sri Handayani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (589.838 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v4i1.1325
Latar belakang dan tujuan utama yang mendasari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minta belajar siswa meningkat setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dan bagaimana pengaruh layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IX di MTs. Nurul Falah Juai Kabupaten Balangan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa MTs. Nurul Falah Juai Kabupaten Balangan. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purpusive sampling sehingga diperoleh jumlah sempel dalam penelitian ini sebanyak 10 siswa. Variabel yang digunakan yatiu layanan bimbingan kelompok sebagai variabel bebas, dan problema rendahnya minat belajar siswa sebagai variable. Uji validitas instrument menggunakan korelasi producct moment, dan di lanjutkan uji reabilitas dengan menggunkan rumus Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IX MTs. Nurul Falah Juai Kabupaten Balangan dengan tingkat minat belajar siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok rata-rata berada pada kategori sedang dengan persentase 56%, dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok minat belajar siswa masuk dalam kategori tinggi dengan persentase 78%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IX di MTs. Nurul Falah Juai Kabupaten Balangan. Saran bagi guru/wali kelas hendaknya memperhatikan dan memantau minat belajar siswa yang rendah. Bagi konselor sebagai masukan dan bahan pertimbangan sehingga pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dapat selalu berjalan. Untuk kampus menambah bahan kepustakaan dan menambah bahan bagi mahasiswa UNISKA yang akan kelapangan sebagai konselor.
Konseling Pancawaskita untuk Meningkatkan Keterampilan Praksis Konseling pada Guru BK SMP Negeri 35 Banjarmasin
Ainun Heiriyah;
Sri Ayatina Hayati;
Farial Farial;
Mahfuz Mahfuz
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36835/jcbkp.v3i1.817
The description of the knowledge of the BK teacher of SMP Negeri 35 Banjarmasin shows a low category with an average total score of 9, this shows the provision of this service is very necessary. Meanwhile, the description of BK teacher skills at SMP Negeri 35 Banjarmasin shows a high category with an average total score of 32.5. This shows that the increase in BK teacher skills increased significantly to the Pancawaskita counseling approach. This seems reasonable, because the teacher of BK Negeri 35 Banjarmasin Middle School has been given about the material and training "Pancawakita counseling approach". Keywords: Pancawaskita Counseling, Praxis Counseling Skills
Studi Perbandingan Tingkat Resiliensi Pengguna Narkoba Ditinjau Berdasarkan Tingkat Usia
Farial Farial;
Eka Sri Handayani;
Sabit Tohari
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36835/jcbkp.v3i1.818
The various problems and difficulties faced by prisoners are challenges that must be faced in serving a sentence. Efforts in overcoming changes and challenges faced by prisoners are closely related to resilience. Resilience is the ability of individuals to deal with conditions of difficulty or suffering (Connor & Davidson, 2003). Quantitative research methods in this study use comparative research. According to Silalahi Ulber (2005) comparative research is research that compares two or more symptoms. Comparative research can be in the form of descriptive comparative (descriptive comparative) or correlative comparative (correlation comparative). In this study, researchers wanted to compare the level of drug user resilience reviewed based on the age level of women fostered citizens in Lapas II A Martapura. Research Results Respondents used in this study were 110 Former Citizens of Former Drug Users in Class II A Women's Prison in Martapura, with details as follows from 110 assisted residents, as many as 36 (32.7%) are inmates aged 40 - 65 years, and 74 (67.3%) are inmates under the age of 40 years. Based on data analysis that has been done using Pearson Product Moment analysis, obtained a coefficient (r) of 0.195 with a significance value (p) of 0.041 <0.05, this shows that there is a positive relationship between age and resilience ability. From the results of data analysis, the coefficient of variable determination (r2) was 0.038 (3.8%). This shows that the effect of age on increasing resilience ability is 3.8%, and the remaining 96.2% is influenced by other factors. Keywords: Resilience, Drug Users, Assisted Residents