Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi antara loneliness dan kontrol diri terhadap perilaku adiksi pornografi pada remaja Handayani, Eka Sri; Iscah, Oky; Farial, Farial
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v12i2.13342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolerasi antara loneliness dan kontrol diri terhadap perilaku adiksi pornografi pada remaja SMA Di Barito Kuala. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kolerasi dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Subjek populasi 213 siswa siswi SMA kelas XI dengan jumlah sampel 139 orang. Data penelitian diperoleh melalaui kuesioner skala likert. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, kolerasi berganda dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan data analisis bahwa terdapat kolerasi antara loneliness dan kontrol diri terhadap perilaku adiksi pornografi pada remaja SMA Di Barito Kuala. Menunjukan hasil analisis data bahwa terdapat hasil signifikan antara variabel loneliness ( X1), Kontrol diri (X2), dan Adiksi pornografi (Y) yang mana Sig.F Change < 0,05 dengan hasil yang diperoleh yaitu p = 0,000 yang mana lebih kecil (0,05) dengan nilai koefisien korelasi ganda R 0,770. Artinya bahwa loneliness pada remaja tinggi dan kontrol dirinya rendah maka semakin tinggi perilaku adiksi terhadap pornografi. Dengan sumbangan efektif kedua variabel terhadap perilaku adiksi pornografi 59,3 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada kolerasi antara loneliness dan kontrol diri terhadap perilaku adiksi pornografi pada remaja SMA Di Barito Kuala.Kata Kunci : Pornografi, Loneliness, Kontrol Diri
Bimbingan teknis pembuatan modul ajar berbasis prinsip pembelajaran diferensiasi bagi guru di Sekolah Penggerak SMAN 1 Marabahan Handayani, Eka Sri; Farial; Danu, Angga Taufan
MADDANA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): MADDANA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi adalah suatu pendekatan yang mengakui bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, siswa diberikan pilihan-pilihan yang bervariasi dalam hal materi pembelajaran, metode pengajaran, dan penilaian. Tujuan utama dari pembelajaran berdiferensiasi adalah untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat mencapai potensi maksimal mereka dan merasa termotivasi dalam proses belajar. Salah satu cara untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka adalah dengan memberikan pilihan pada siswa dalam memilih materi pembelajaran. Siswa diberikan kebebasan untuk memilih topik yang mereka minati dan ingin pelajari lebih lanjut. Misalnya, jika ada siswa yang tertarik dengan ilmu pengetahuan alam, mereka dapat memilih untuk fokus pada mata pelajaran seperti biologi, fisika, atau kimia. Sebaliknya, jika ada siswa yang tertarik dengan seni dan musik, mereka dapat memilih untuk fokus pada mata pelajaran seperti seni rupa, tari, atau musik. Dengan memberikan pilihan ini, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar karena mereka dapat belajar sesuai minat dan kebutuhan mereka sendiri. Modul berdiferensiasi tidak berisi rancangan sebagaimana umumnya. Sebaliknya, guru merancangnya khusus sesuai keadaan dan kebutuhan anak. Modul ini berfokus pada perkembangan mental, minat, serta bakat setiap anak. Di dalamnya, guru merencanalan program atau aktivitas yang dapat menumbuhkan kreativitas. Tentunya, semua itu mencakup berbagai gaya dan pengalaman belajar. Meskipun modul berdiferensiasi berfokus dan berorientasi pada perbedaan setiap siswa, bukan berarti guru mengajar hanya dengan mengacu satu kondisi saja. Namun, guru justru menyajikan beragam sarana dan prasarana berupa model pembelajaran. Tujuannya adalah setiap siswa menerima perlakuan khusus sesuai kebutuhannya. SMAN 1 Marabahan sudah memasuki tahun kedua dalam program sekolah penggerak dan Implementasi Kurikulum Merdeka atau IKM, dalam hal ini tentu saja seluruh tenaga pengajar di setiap sekolah dalam tahap berkembang untuk penyesuaian kurikulum Merdeka salah satunya adalah asessmen dalam gaya belajar, aplikasi pembelajaran secara berdiferensiasi dan dalam bentuk modul ajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mempunyai tiga metode pelaksanaan yaitu seperti (1) pretest; (2) ceramah, dan (3) posttest. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah 42 orang Peserta terdiri dari guru-guru baik guru penggerak dan yang belum menjadi guru penggerak. Usulan Proposal pengabdian kepada masyarakat dibiayai sebesar Rp. 3.000.000,- dari dana APBU UNISKA Tahun Akademik 2023/2024. Luaran PKM ini meliputi: (1) Publikasi jurnal; (2) video youtube; dan (3) publikasi media instagram @prodibkuniskamab.
Workshop in house training asesmen diagnostik gaya belajar bagi guru di Sekolah Penggerak SMAN 1 Anjir Muara Farial; Handayani, Eka Sri; Danu, Angga Taufan
MADDANA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): MADDANA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan Workshop In House Training Asesmen Diagnostik Gaya Belajar bagi guru di SMAN 1 Anjir Muara, salah satu Sekolah Penggerak yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Asesmen diagnostik memainkan peran penting dalam membantu guru memahami karakteristik belajar siswa, termasuk kelemahan, kekuatan, minat, motivasi, serta gaya belajarnya. Dengan pemahaman tersebut, guru dapat menyesuaikan metode pembelajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Workshop ini dilaksanakan selama 40 jam dengan metode partisipatif, melibatkan 22 guru, dan menggunakan berbagai pendekatan, seperti ceramah, simulasi, dan praktik langsung. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan asesmen diagnostik serta menyusun rencana pembelajaran berbasis gaya belajar siswa. Kesimpulannya, workshop ini berhasil memperkuat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berpusat pada siswa sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
KORELASI ANTARA BODY DISSATISFACTION DENGAN SELF-COMPASSION PADA SISWA PENGGEMAR K-POP Septiyana, Risa; Farial, Farial
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v4i2.15501

Abstract

Kesenjangan antara standar kecantikan serta standart ideal yang berlaku pada siswa penggemar K-Pop dengan bentuk tubuh yang dimiliki membuat siswa penggemar K-Pop mengalami body dissatisfaction (ketidakpuasan tubuh). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara body dissatisfaction dengan self-compassion pada siswa penggermar K-Pop di SMK Telkom Banjarbaru, serta mengetahui seberapa besar tingkat antara kedua variabel. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif, dengan dua skala instrument yaitu skala body dissatisfaction (BSQ) dan self-compassion (SCS). Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan kriteria siswa penggemar K-Pop, diketahui terdapat 67 siswa penggemar K-Pop. Analisis uji yang digunakan yakni uji hipotesis spearman rank dan uji hipotesis deskriptif run test. Hasil dari penelitian ini, mean empirik body dissatisfaction memperoleh nilai sebesar 65,9 < 78,11, sedangkan mean empirik self-compassion 65,7 < 78,98, Hasil analisis data spearman rank menghasilkan signifikansi pada kedua variabel 0,006 > 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara body dissatisfaction dengan self-compassion. Dari hasil run test yang didapatkan, maka siswa penggemar K-Pop di SMK Telkom Banjarbaru melakukan tindakan body dissatisfaction dan self-compassion dalam kategori sedang.
EFEKTIVITAS KONSELING MOTIVATIONAL INTERVIEWING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA BROKEN HOME DI SMP NEGERI 1 PELAIHARI Laelatul Anisah; Aminah Aminah; Farial Farial
AL-ULUM : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020): Edisi April
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/alsh.v6i1.3022

Abstract

Motivation is an important thing in the learning process. The existence of student motivation in learning will make the learning process more enjoyable, communication smoother, reducing student anxiety, increasing creativity and learning activities. Mc. Donald in Sardiman (2008: 73) argues that motivation is a change in energy in a person which is characterized by the appearance of "feeling" and preceded by a response to the existence of goals. With the high motivation to learn, students will be able to achieve optimal self development in their learning achievement which is one of the main goals in learning. Based on the results of a discrete analysis of the percentage of learning motivation after providing individual counseling services with motivational interviewing techniques has increased. The average level of broken home student learning motivation in SMP Negeri 1 Pelaihari becomes 66.11% in the high category, where 64% or 23 people with a high enough category and 36% or 13 people in the Medium category and no longer found students who are at low category. From the results of the data processing, it is known that there is an increase of 10.53% where in the preservice delivery the motivation level is an average of 55.58% to 66.11%. This proves that after providing individual counseling services with motivational interviewing techniques student learning motivation can increase. Besides that based on the results of the hypothesis analysis test data obtained t count = 11.51 and t table = 1.994, so t arithmetic> t table .. This shows that "there are differences in the level of student motivation before and after getting individual counseling services with techniques motivational interviewing ".
WORKSHOP BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL BANJAR PADA MGBK SMA DI KOTA BANJARMASIN Ainun Heiriyah; Muhammad Eka Prasetia; Farial Farial; Hegen Dadang Prayoga
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 2 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i2.12309

Abstract

Setiap Permainan tradisional dapat dijadikan sebuah inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling. Permainan tradisional dapat dikolaborasikan dengan layanan bimbingan dan konseling sehingga menjadi sebuah teknik atau metode di dalam pelaksanaan layanan layanan bimbingan dan konseling kelompok. Untuk mewujudkan ini tentu harus ada kreativitas guru BK dalam melakukan inovasi terhadap layanan bimbingan dan konseling yang akan diselenggarakan di sekolah. Berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa guru BK SMA di Kota Banjarmasin masih memerlukan wawasanan ilmu pengetahuan, kreativitas/ inovasi dalam layanan BK dan  keterampilan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Khususnya pada pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kelompok di sekolah. Permasalahan mitra yang menjadi prioritas utama adalah dirinci sebagai berikut: (1) Terdapat guru BK yang kurang memiliki kreativitas dalam mengembangkan inovasi dalam  layanan  bimbingan dan konseling kelompok di sekolah; dan (2) Terdapat guru BK yang belum mengetahui tahapan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kelompok berbasis permainan tradisional banjar. Dari fenomena permasalahan dan alternatif solusi, maka pelaksana memilih prioritas solusi diantaranya ialah: (1) Memberikan bantuan kepada guru BK berupa kreativitas dan inovasi konselor sekolah professional dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling kelompok di sekolah; dan (2) Memberikan bantuan kepada guru BK berupa pelatihan bimbingan dan konseling kelompok berbasis permainan tradisional banjar. Metode pelaksanaan menggunakan metode: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Khalayak sasaran berjumlah 32 orang guru BK yang menghadiri kegiatan PKM.Hasil kegiatam PKM dari analisis data pre test evaluasi awal kegiatan, maka dapat di klasifikasikan bahwa kreativitas guru BK di SMA Kota Banjarmasin tergolong dalam kategori Rendah (2,92) dan hasil kegiatan PKM dari analisis data post test kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi meningkat dengan kategori Tinggi (7,45). Hal ini tentunya merupakan hal yang baik, setelah diberikannya kegiatan workshop sehingga dapat meningkatkan kreativitas guru BK dalam inovasi layanan BK di sekolah.Kata kunci: Bimbingan, konseling, permainan tradisional banjar 
FRUSTRATION IN MOBILE LEGENDS AND VERBAL AGGRESSION AMONG SMAN 12 STUDENTS Salsabela, Ghina; Farial, Farial; Aminah, Aminah
Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi
Publisher : PT Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/jkpp.v2i3.204

Abstract

This study aims to identify the relationship between frustration experienced while playing Mobile Legends online games and verbal aggression among students at SMAN 12 Banjarmasin. This study employs a quantitative correlational approach, with the population consisting of 10th-grade students at SMAN 12 Banjarmasin, and a sample size of 90 participants. The sample was selected from students who met the criteria of playing the online game Mobile Legends. Data collection was conducted using a Likert scale for the variables of frustration, discomfort, and verbal aggression. Data analysis in this study used Pearson product-moment correlation analysis. The results showed a significant relationship between frustration and verbal aggression, with a correlation coefficient of ????hitung = 0.377 and a significance value of ???? = 0.000. This indicates that an increase in frustration is associated with an increase in verbal aggression among students, and the null hypothesis (Ha) is accepted in this study. Further research is recommended to expand the scope of the study by considering other variables that may influence verbal aggression.
Pelatihan Manajemen Kelas Anti–Bullying dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Bagi Guru dan Tenaga Pendidik di SD Negeri Pasar Lama 6 Banjarmasin Farial Farial; Jarkawi Jarkawi; Angga Taufan Dayu
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober : ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v3i5.1484

Abstract

This community service program aimed to enhance the understanding and skills of teachers and educational staff in implementing anti-bullying classroom management to create a safe and effective learning environment at SD Negeri Pasar Lama 6 Banjarmasin. The training consisted of four stages—preparation, implementation, application, and evaluation—and applied a participatory approach through interactive lectures, case studies, group discussions, and role-play simulations. The evaluation showed significant improvement in participants’ competencies, with the average score increasing from 59.78 (pre-test) to 87.17 (post-test), a gain of 27.39 points. Participants’ satisfaction also reached an average score of 4.78, categorized as excellent. These results demonstrate that the Anti-Bullying Classroom Management Training effectively improved teachers’ ability to prevent and handle bullying cases, while also enhancing classroom learning effectiveness and promoting a positive and collaborative school climate.
Meningkatkan Interaksi Sosial Melalui Tradisi Budaya Yasinan Majelis Sholawat Burdah Miftahul Jannah Heiriyah, Ainun; Farial; Abidarda, Yulizar; Diyanti; Norhalidah; Carolina, Rizka; Prima, Netty
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i1.1476

Abstract

Yasinan Tradisi budaya yang berkembang sebagai bagian akulturasi budaya islam dan jawa, menjadi tradisi yang dapat dilestarikan di berbaga daerah Indonesia, dengan berbagai manfaat sosial dan keagamanan. Dari sudut pandang Islam mengenai yasinan dan sholawat burdah adalah bentuk ibadah yang dianjurkan, karena keduanya merupakan cara untuk memperdalam cinta dan penghormatan kepada Allah SWT dan Rasulullah SWT melalui bacaan suci dan pujian. Yasinan sholawat burdah merupakan kegiatan rutin membaca surat yasin kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat burdah yang menjadi wadah yang penting untuk memperkuat interaksi sosial di masyarakat, menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas antar masyarakat.   Terdapat permasalahan mitra diantaranya adalah Terdapat minimnnya rasa membangun hubungan, minimnya kemampuan komunikasi, dan minimnya kemampuan melakukan kerjasama antar anggota yasinan sholawat burdah miftahul Jannah. Alternatif solusi yang diberikan kepada anggota majelis yasinan sholawat burdah miftahul jannah berupa wawasan ilmu pengetahuan melalui sebuah seminar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan interaksi sosial”. Metode pelaksanaan kegiatan digunakan 2 (dua) buah metode dalam pengabdian kepada masyarakat adalah (1) metode ceramah; dan (2) evaluasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini (1) meningkatkan interaksi sosial dalam bermajelis; (2) Pretes instrument pengetahuan di dapatkan hasil analisis dengan kategori sedang (6,9); kemudian (3) Postes pengetahuan di dapatkan dengan hasil yang sangat memuaskan atau kategori tinggi (9,1).
How does Marvel Cinematic Universe (MCU) imply the counseling practice? Haryadi, Rudi; Farial, Farial; Sanjaya, Sanjaya
ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling Vol. 3 No. 2 (2022): ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/progcouns.v3i2.53917

Abstract

The Marvel Cinematic Universe (MCU) is a major franchise in the Hollywood film industry that tells the story of various superheroes in one story continuity. The popularity of the MCU has skyrocketed in society for 14 years ago and has influenced the development of popular culture today. This paper aims to review the potential of the MCU as one of the big trends in the millennial era in the practice of cinema counseling. The review method used is a literature study, the author reviews various related literature to present a comprehensive discussion. The results of the review suggest that the MCU has great potential to be utilized in cinema counseling, especially for millennial children and teenagers. This is because in essence film is a medium that has been tested to be effectively used to shape, reconstruct, and change the mindset of individuals. In addition, the MCU as a group of superhero films also inserts various moral messages and life lessons that can be abstracted, and used as a metaphor by counselors in the practice of cinema counseling. However, more research is still needed regarding the use of MCU in cinema counseling to become a solid foundation for counselors to practice it.