Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Father Hunger Terhadap Motivasi Belajar pada siswa kelas x SMK Negeri 5 Banjarmasin Pebrianti, Novi; Farial, Farial; Hayati, Sri Ayatina
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 7 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v7i2.3126

Abstract

Parents consist of a father and mother, but unfortunately the figure of a mother is often considered by society as someone who is responsible for educating or nurturing a child, this is because of the patriarchal culture in Indonesia that has been ingrained for a long time. In forming a family, the father is the main pillar in a family. Father is the leader of the family, it is the father who determines what the future of his family will be like. The absence of the father is what causes father hunger for children. Father Hunger is caused by various factors including divorce, problems in parents, the death of fathers or fathers who work outside the area of residence. This research approach uses a descriptive quantitative method with data analysis using the help of SPSS Version 25 software. The purpose of this study is to obtain information as well as understanding through the influence of father hunger on students' learning motivation. So the research was conducted at SMK Negeri 5 Banjarmasin with a sample of 43 students. The results of the study showed that there was a negative influence between father hunger on learning motivation. Father hunger has an influence of 26.7% on students' motivation to learn
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN PENYESUAIN DIRI SISWA DI SMAN 12 BANJARMASIN Azizaah, Rusdiana; Farial, Farial; Handayani, Eka Sri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 3 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i3.270-281

Abstract

Penyesuaian diri yang optimal dapat terwujud apabila terdapat kedewasaan emosional serta komunikasi yang efektif, baik dari pihak guru maupun siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh komunikasi interpersonal dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri siswa kelas X di SMAN 12 Banjarmasin, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Tujuan dari pendekatan korelasional kuantitatif dalam desain penelitian ini adalah untuk memastikan secara objektif dan metodis hubungan antara variabel yang diteliti. Setiap siswa kelas XI SMA 12 Banjarmasin yang memenuhi kriteria peneliti digunakan sebagai subjek penelitian. Untuk menjamin bahwa data secara akurat mencerminkan populasi yang diteliti, 132 siswa dari kelas XI dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan proses seleksi yang unik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yang berusaha untuk mengukur tingkat hubungan antara dua atau lebih variabel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa kelas XI di SMAN 12 Banjarmasin memiliki hubungan yang signifikan antara penyesuaian diri dan kematangan emosi; (2) penyesuaian diri dan komunikasi interpersonal mereka berkorelasi secara signifikan; dan (3) penyesuaian diri dan kematangan emosi serta komunikasi interpersonal mereka berkorelasi secara signifikan.
Peran Guru Kelas Atas Dalam Membina Kemandirian Belajar Peserta Didik Di SD Negeri Surgi Mufti 5 Banjarmasin: Penelitian Yulizar Abidarda; M. Eka Prasetia; Farial
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6085

Abstract

Peran guru kelas dibutuhkan dalam membentuk salah satu aspek kepribadian yang penting bagi siswa yaitu kemandirian. Kemandirian adalah keinginan seseorang untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri. Ada banyak jenis kemandirian yang kita ketahui salah satunya ialah kemandirian belajar. Kemandirian belajar bisa dibentuk melalui pembiasaan perilaku yang diterapkan disekolah dan di rumah. Salah satu pembiasaan yang dilakukan disekolah dan di rumah adalah bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi kemandirian belajar siswa, peran guru kelas atas dalam membina kemandirian belajar, serta hambatan yang dihadapi guru di SD Negeri Surgi Mufti 5 Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi,. Informan penelitian adalah 6 orang guru kelas atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian belajar siswa masih beragam: siswa kelas IV cenderung bergantung pada guru maupun teman, siswa kelas V mulai menunjukkan variasi antara mandiri dan pasif, sedangkan siswa kelas VI sebagian sudah sadar pentingnya belajar mandiri tetapi belum konsisten. Guru berperan sebagai pendidik, motivator, pembimbing, dan teladan dalam membina kemandirian siswa. Hambatan utama berasal dari faktor internal (kurang motivasi dan percaya diri), eksternal (dukungan orang tua minim, sarana belajar terbatas), dan lingkungan (pengaruh teman sebaya). Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran aktif, pembiasaan belajar mandiri, serta sinergi antara sekolah dan orang tua.
Pengaruh Bimbingan Karir Berbasis Mind Map Dalam Meningkatkan Perencanaan Karir Siswa Di SMA Negeri 12 Banjarmasin Lisa Yuliana; Farial Farial; Sri Ayatina Hayati
Primary Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2026): PRIMARY: Journal of Multidisciplinary Research, February 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/pjmr.v2i1.379

Abstract

Career guidance is indispensable because it is the first step in career decision-making. This study aims to determine the influence of mind map- based career guidance in improving the career planning of SMA Negeri 12 Banjarmasin students. The method used is pre-experimental with One Group Pretest-Posttest Design. The research sample amounted to 29 students who took the pretest and 15 students who were used as treatment subjects. The data collection technique used a career planning questionnaire. The data analysis technique used the Kolmogorov-Smirnov normality test and the t-test (paired sample t-test). The results showed an increase in the average score from 97.50 in the pretest to 110.70 in the posttest. The paired test of the t-Test sample showed a significance value of 0.000 < 0.05, which means that mind map-based guidance has an effect on improving students' career planning.
Hubungan Body-Image dengan Self-Esteem Remaja Putri Suku Banjar di SMAN 12 Banjarmasin Ainun Heiriyah; Farial; Sri Ayatina Hayati
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/3t5kf444

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial pembentukan identitas diri, termasuk persepsi terhadap citra tubuh (body-image). Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh sering mempengaruhi harga diri (self-esteem), terutama pada remaja putri. Budaya Banjar dengan norma kecantikan tertentu berpotensi memperkuat tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara body-image dengan self-esteem pada remaja putri suku Banjar di SMAN 12 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis korelasional. Sampel sebanyak 79 siswi kelas X dipilih melalui teknik random sampling berdasarkan rumus Slovin (e = 0,05). Instrumen pengukuran meliputi Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire–Appearance Scales (MBSRQ-AS) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) versi adaptasi, keduanya telah diuji validitas (r > 0,30) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha > 0,85). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 21 dengan uji normalitas, linearitas, dan korelasi Pearson. Hasil uji menunjukkan data berdistribusi normal dan linear, namun koefisien korelasi antara body image dan self-esteem sebesar –0,096 dengan signifikansi p = 0,400 (p > 0,05), menandakan tidak terdapat hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa body image tidak menjadi penentu tingkat self-esteem  remaja putri Suku Banjar. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya intervensi bimbingan konseling berbasis budaya dan literasi media untuk memperkuat penerimaan diri serta kesehatan mental remaja.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Dalam Belajar Adelin Nanda Putri; Farial Farial
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.2026

Abstract

Permasalahan rendahnya kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian serius. Siswa yang kurang percaya diri cenderung merasa cemas saat menghadapi tugas, ragu terhadap kemampuan dirinya, dan cenderung pasif dalam proses belajar. Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan akademik dan perkembangan psikologis siswa. Salah satu faktor yang memengaruhi kepercayaan diri adalah dukungan keluarga. Dukungan yang diberikan oleh keluarga, baik secara emosional, instrumental, maupun motivasional, sangat berperan dalam membentuk keyakinan diri siswa untuk menghadapi berbagai tantangan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepercayaan diri siswa dalam belajar . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 139 siswa , yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket dengan skala likert, yang mengukur tingkat dukungan keluarga dan kepercayaan diri siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS. Diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,958 dengan signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi < 0,05 dan nilai r mendekati 1, maka terdapat hubungan signifikan positif yang sangat kuat antara dukungan keluarga dengan kepercayaan diri siswa. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima siswa, maka semakin tinggi pula kepercayaan diri siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Hubungan Self-Efficacy Dan Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SMKN 1 Kandangan Nur Amali Ristia; Farial; Sabit Tohari
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self-efficacy, dukungan orang tua, dan motivasi belajar siswa serta hubungan self-efficacy dan dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa di SMKN 1 Kandangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah 269 siswa kelas X dan sampel sebanyak 161 siswa yang ditentukan melalui random sampling dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan menggunakan tiga angket skala Likert, yaitu self-efficacy sebanyak 20 butir, dukungan orang tua sebanyak 24 butir, dan motivasi belajar sebanyak 40 butir. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, regresi linear, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berada pada kategori sedang dengan mean 55,88 dan standar deviasi 5,472. Dukungan orang tua berada pada kategori sedang dengan mean 58,77 dan standar deviasi 5,749, sedangkan motivasi belajar berada pada kategori sedang dengan mean 105,24 dan standar deviasi 9,107. Secara parsial, self-efficacy berhubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar (t = 6,100; p < 0,05), demikian pula dukungan orang tua (t = 9,361; p < 0,05). Secara bersama-sama, kedua variabel memiliki hubungan yang kuat dengan motivasi belajar (R = 0,758) dan menjelaskan 57,4% variasi motivasi belajar. Hasil Penelitian ini juga menegaskan pentingnya penguatan keyakinan diri siswa dan keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar. Kata kunci: self-efficacy; dukungan orang tua; motivasi belajar; siswa SMK