Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Semangka (Citrullus Vulgaris Schard.) dengan Berbagai Konsentrasi POC Urine Kelinci dan Pemangkasan Buah Rian Wildan; Selvy Isnaeni; Nasrudin Nasrudin
Agroteknika Vol 6 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v6i1.157

Abstract

POC urine kelinci mengandung berbagai macam hara yang bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Pemangkasan buah bermanfaat untuk menghasilkan kualitas semangka. Tujuan dari penelitian yaitu mengkaji pengaruh konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Rancangan Acak Kelompok berfaktor dengan faktor pertama yaitu konsentrasi POC urine kelinci (10 mL.L-1, 15 mL.L-1, 20 mL.L-1, dan 25 mL.L-1), dan faktor kedua yaitu pemangkasan buah (satu buah disisakan dan dua buah disisakan), pengulangan dilakukan sebanyak tiga ulangan. Konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah berpengaruh nyata pada parameter panjang sulur tanaman. Perlakuan P3 (20 mL.L-1) memberikan hasil yang berbeda nyata dibandingkan dengan P1(10 mL.L-1), perlakuan P3 (20 mL.L-1) menghasilkan sulur terpanjang yaitu 159.25 cm, sedangkan perlakuan P1 (10 mL.L-1) menghasilkan sulur terpendek yaitu 125.20 cm. Perlakuan pemangkasan buah mempengaruhi pertumbuhan panjang sulur pada umur 28 HST. Konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah tidak mempengaruhi jumlah daun, warna daun, bobot buah, panjang buah, lingkar buah, ketebalan kulit buah, dan total padatan terlarut. Konsentrasi POC urine kelinci yang terbaik yaitu 20 mL.L-1 pada parameter jumlah daun, warna daun, panjang sulur, berat buah, panjang buah, bulat buah, ketebalan kulit buah, dan total padatan terlalut buah sedangkan pemangkasan buah yang terbaik yaitu B1 (satu buah semangka) pada parameter berat buah, panjang buah, lingkar buah, dan ketebalan kulit buah.
Peningkatan Produksi Pangan dengan Integrated Farming System (IFS) Peternakan sapi – Hortikultura di Kabupaten Pangandaran Selvy Isnaeni; Nasrudin Nasrudin; R. Arif Malik Ramadhan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.343

Abstract

Poktan karya gumilang dan Kelompok wanita tani (KWT) Sekara Arum Saluyu mengelola banyak sektor seperti ternak sapi potong, dan budidaya seperti budidaya padi, tanaman hortikultura, dan pakan ternak. Poktan dan KWT ini sudah memiliki rumah kompos sejak lama, namun sudah lama tidak digunakan karena tidak adanya yang mengelola rumah kompos tersebut secara maksimal. Sehingga kotoran sapi yang ada dari para petani ternak tidak termanfaatkan dengan baik. Dari analisis awal yang telah dilakukan, integrated farming system (IFS) sangat memungkinkan untuk dapat dilakukan di Poktan dan Kwt ini. Tujuan pengabdian ini adalah membantu mengembangkan potensi budidaya hortikuktura di kabupaten pangandaran khususnya di Poktan dan KWT dan penerapan pertanian organik serta mengembangkan potensi budidaya hortikultura. Materi yang disampaikan merupakan materi umum mengenai integrated farming system (IFS) dan pembuatan kompos serta materi budidaya tanaman hortikultura. Praktek yang dilakukan adalah praktek pembuatan kompos dan pengaplikasian kompos untuk budidaya tanaman hortikultura. Serta pendampingan sampai dengan panen tanaman hortikultura. Dengan adanya IFS ini maka kelompok tani karya gumilang dan kelompok wanita tani sekar arum saluyu dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain untuk dapat unggul dalam bidang pertanian. Dari hasil yang didapatkan pemanfaatan kotoran ternak untuk kompos dan aplikasi kompos pada tanaman hortikultura dapat menekan biaya produksi budidaya dan menghasilkan produk tanaman hortikultura lebih banyak. Increasing Food Production with Integrated Farming System (IFS) live stock – Hortculture in Pangandaran district. Farmers Karya Gumilang and Farmer Women’s Group (FWG) Sekar Arum Saluyu manage many sectors suck as live stock and cultivation such as rice cultivation, horticulture crops, and animal feed. The farmers and FWG have had compost ouses for a long time, but they have not been used for a long time because there is no one who manages the compost houses optimally. So that the exisiting cow dung from livestock farmers is not utilized properly. From the initial analysis that has been carried out, the integrated farming system(IFS) is very possible to be carried out in the farmers and FWG. The purpose og this service is to help develop the potensial for horticultural cultivation in Pangandaran district, especially in farmers and FWG and teh application of organic farming and develop the potensial for horticultural cultivation. The material presented is general material regarding integrated farming farming system (IFS) and compost making as well as horticultural plant cultivation materials. The practice carried out is the practice of making compost and applying compost for the cultivation of horticultural crops. As well as assistance to harvest horticultural crops. With the exixtence of this IFS, the Karya Gumilang farmers groups to excel in agriculture. From the result obtained, the use of livestock manure for compost and the application of compost to horticultural crops can reduse the production costs and produce more horticultural plant products.
Pengaruh Ekstrak daun Carica papaya terhadap Mortalitas dan Pertumbuhan Larva Spodoptera frugiperda R. Arif Malik Ramadhan; Nasrudin Nasrudin
AGRIEKSTENSIA Vol 21 No 2 (2022): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Invasi oleh Spodoptera frugiperda berpengaruh terhadap penurunan produksi jagung di Indonesia. Upaya pengendalian S. frugiperda yang dilaksanakan pada umumnya menggunakan pestisida sintetik, namun demikian penggunaan pestisida sintetik dapat mengakibatkan berbagai dampak negarif terhadap lingkungan dan kesehatan. Alternatif pengendalian S. frugiperda ialah pemanfaatan pestisida nabati. Salah satu tanaman di Indonesia yang memiliki potensi dikembangkan sebagai pestisida nabati ialah Carica papaya. Pemanfaatan ekstrak C. papaya diharapkan dapat menurunkan tingkat penggunaan pestisida sintetik di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Agroteknologi, Universitas Perjuangan Tasikmalaya pada bulan Mei-September 2022. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap non-faktorial dengan perlakuan kontrol, ekstrak aqueous dan metanol daun C. papaya 1-4%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 36 satuan percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan 10 ekor larva S. frugiperda instar 2. Pemberian perlakuan menggunakan metode residu pada pakan. Nilai mortalitas kumulatif tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan ekstrak metanol konsentrasi 4% dengan nilai mortalitas sebesar 75±5,77%. Ekstrak aqueous 3% memiliki pengaruh paling baik terhadap penghambatan pertumbuhan larva S. frugiperda, dengan bobot larva rata-rata sebesar 203 mg.
Optimalisasi Nira Nipah Menjadi Produk Gula Semut Guna Meningkatkan Nilai Jual Diki Nurul Rivai; Muhammad Huda; Marsela Arsya Sakinah; Sukma Eka Juliani; Nasrudin Nasrudin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v4i3.129

Abstract

Pengolahan air nira nipah menjadi gula semut dapat dijadikan sebagai strategi dalam peningkatan nilai jual produk sekaligus ekonomi masyarakat. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi potensi tumbuhan nipah di Desa Karangjaladri, Kabupaten Pangandaran, sebagai strategi dalam peningkatan nilai jual dan ekonomi masyarakat. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan beberapa tahap dan melibatkan peran aktif masyarakat seperti persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil PKM sebelum program dilaksanakan, sebanyak 10% masyarakat sudah mengenal dan mampu melakukan pengolahan nira nipah. Setelah program ini dilaksanakan, pengetahuan meningkat yakni sebanyak 100% masyarakat mengenal nira nipah dan gula semut, serta sebanyak 70% masyarakat mampu mengolah nira nipah menjadi gula semut. Kondisi ini akan berdampak terhadap perbaikan perekonomian masyarakat desa sekaligus pelestarian tumbuhan nipah di Kabupaten Pangandaran.
Pengaruh Ekstrak Metanol Biji Sirsak (Annona Muricata) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) Dhea Nurul Amalia; R. Arif Malik Ramadhan; Nasrudin Nasrudin
Media Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v8i1.6873

Abstract

Di Indonesia tanaman Capsicum annuum dikonsumsi dalam bentuk segar maupun sebagai produk olahan. Kebutuhan C. annuum di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan banyaknya permintaan komoditas tersebut di pasaran. Penurunan hasil panen dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor pada saat budidaya, salah satunya yaitu keberadaan organisme pengganggu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak metanol biji Annona muricata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun total, dan jumlah buah total pada tanaman C. annuum. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian merupakan ekstrak metanol biji A. muricata dengan konsentrasi P0 (0%), P1 (0,25%), P2 (0,5%), P3 (1%), P4 (2%), P5 (4%). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 Perlakuan dan 4 ulangan. Aplikasi ekstrak biji A. muricata dilakukan dengan cara disemprot menggunakan sprayer pada saat tanaman berumur 2 MST (Minggu Setelah Transplanting) hingga 11 MST, dengan interval 1 minggu. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak metanol A. muricata tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun total akan tetapi berpengaruh nyata terhadap produksi jumlah buah total pada perlakuan konsentrasi ekstrak 1%. Panen pertama menghasilkan 49 buah dengan bobot total 977 g, dan rata-rata bobot sebesar 19.94 g/tanaman untuk setiap buah. In Indonesia, the Capsicum annuum plant is consumed fresh or as a processed product. The increasing need for C. annuum in Indonesia has resulted in a large demand for this commodity in the market. Decreased yields can be influenced by various factors during cultivation, one of which is the presence of plant-disturbing organisms. This study aims to determine the effect of giving the methanol extract of Annona muricata seeds (the first word should not be abbreviated) on plant height, total leaf number, and total fruit number in C. annuum plants. The treatment tested in the study was methanol extract of A. muricata seeds with concentrations P0 (0%), P1 (0.25%), P2 (0.5%), P3 (1%), P4 (2%), P5 ( 4%). The design used was a randomized block design (RBD) with 6 treatments and 4 repetitions. The application of A. muricata seed extract was carried out by spraying using a sprayer when the plants were 2 WAP (Week after Transplanting) to 11 WAP, with an interval of 1 week. The results showed that the administration of methanol extract of A. muricata had no significant effect on the parameters of plant height and total leaf number however, it had a significant effect on the total number of fruit production in the 1% extract concentration treatment. The first harvest produced 49 fruit with a total weight of 977 g, and an average weight of 19.94 g/plant for each fruit. 
The Plant Growth Analysis of Cucumis sativus L. Affected by Various Types of Organic Matter Nasrudin Nasrudin; Jihad Muhammad; R. Arif Malik Ramadhan
JERAMI : Indonesian Journal of Crop Science Vol 5 No 2 (2023): JIJCS
Publisher : Department of Crop Science, Faculty of Agriculture, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jijcs.5.2.28-32.2023

Abstract

Organic matter can be used to increase the growth and metabolism activities of Cucumis sativus L. plants. Plant growth analysis is a simple method that can be used to determine physiological activities that support plant growth. The study aims to describe plant activities through plant growth analysis which is influenced by the use of organic matter. The research was conducted at the Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Universitas Perjuangan Tasikmalaya. The study used a Completely Randomized Design - single factor (types of organic matters) i.e. control, rice straw compost, rice husk, leaf green compost, and cow manure. Four replications were used in this study. Based on our study, the application of organic matter significantly affects LAI 2 WAP, LAI 4 WAP, WC 2 WAP, WC 4 WAP, NAR, PGR, and HI. Cow manure, green leaf compost, and rice straw compost can increase LAI, while rice husk, rice straw, and green cow manure can increase WC. Furthermore, the application of rice husk and cow manure was able to increase in NAR, CGR, and HI. The increase NAR, CGR, and HI in this study was positively correlated with r= 0.622 and r= 0.284, respectively.
Pengaruh Jenis Biochar dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo (Oryza sativa L.): Effect of Biochar Types and Plant Spacing on The Growth and Yield of Upland Rice (Oryza sativa L.) Ai Fitria; Nasrudin Nasrudin; Siti Nurhidayah
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v10i1.10971

Abstract

Upland rice has the potential to be cultivated on land that has limited water. Plant spacing needs to be done as a strategy so that upland rice can absorb light and water optimally. Apart from that, biochar can be used to improve soil properties so that it is suitable for supporting the growth of upland rice plants on dry land. The study aims to examine the response of biochar application and plant spacing on the growth and yield of upland rice. The study was conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Universitas Perjuangan Tasikmalaya at an altitude of 359 meters above sea level. This study used a factorial Randomized Completely Block Design (RCBD). The first factor is a type of biochar consisting of coconut shells and rice husks charcoal. The second factor is the plant spacing consisting of 20 x 20 cm and 30  x 30 cm. The results showed that there was no interaction between the two treatments on the growth and yield of upland rice. The application of biochar had a significant effect on the number of panicles per hill, while plant spacing had a significant effect on the root length, root wet weight, 1.000 seed weight, and yield. The coconut shell was able to increase the number of panicles per hill, while the wider plant spacing caused an increase in root length, root wet weight, 1.000 seed weight, and yield. In general, the application of biochar can improve crop yields, while regulating the plant spacing has the potential to increase the growth and yield of upland rice.
The Pengaruh Ekstrak Metanol Tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap Kejadian dan Intensitas Serangan Hama pada Pertanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Yoseph Pratama Lumban Tobing; R. Arif Malik Ramadhan; Nasrudin Nasrudin
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.480

Abstract

Tanaman cabai merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya kuantitas dan kualitas tanaman yaitu hama. Pengendalian hama yang saat ini diterapkan masih terfokus pada penggunaan pestisida sintetik yang memiliki berbagai dampak negatif. Pestisida nabati merupakan pestisida yang bahan dasarnya terbuat dari tumbuhan, penggunaan pestisida nabati diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dalam menekan serangan hama pada tanaman cabai dengan dampak negatif yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas ekstrak metanol daun tembakau terhadap kejadian dan intensitas serangan hama pada tanaman cabai. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian merupakan ekstrak metanol daun tembakau dengan konsentrasi A1 (0%), A2 (0,5%), A3 (1%), A4 (2%), A5 (4%). Masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sehingga didapatkan 80 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A5 memiliki hasil yang lebih unggul pada parameter jumlah daun terserang dengan nilai serangan paling rendah yaitu 2,37%. Parameter intensitas serangan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan A5 dengan nilai dari 0% di 2 MST sampai 1,81% di 11 MST. Perlakuan A4 dengan konsentrasi ekstrak metanol daun tembakau 2% memperoleh hasil tinggi tanaman paling baik yaitu 14,31 cm pada 2 MST dan 45,44 cm pada 7 MST. mulai dari 14,25 cm di 2 MST sampai 45,44 cm di 7 MST dan jumlah daun tertinggi sebanyak 11,21 helai di 2 MST hingga 56,87 helai di 11 MST dibanding dengan perlakuan kontrol sebanyak 10,44 helai di 2 MST hingga 52,81 helai di 11 MST.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AQUEOUS DAUN PEPAYA TERHADAP PEMBENTUKAN IMAGO, FEKUNDITAS DAN FERTILITAS Spodoptera frugiperda J. E. SMITH Rahmatilah, Cecep; Ramadhan, R. Arif Malik; Nasrudin, Nasrudin
Jurnal Agrivet Vol 29, No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10126

Abstract

Penggunaan pestisida sintetik mempunyai dampak negatif terhadap permasalahan resistensi dan resurgensi hama. Tanaman pepaya berpotensi sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan hama serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak aqueous daun pepaya terhadap aktivitas biologis Spodoptera. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni hingga September 2022 di Laboratorium Fakultas Pertanian dan laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 taraf perlakuan di antaranya 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% ekstrak daun pepaya. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Ekstrak aqueous daun pepaya dengan konsentrasi 1% merupakan perlakuan paling efisien untuk menurunkan tingkat fekunditas imago betina S. frugiperda akan tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter kemampuan pembentukan imago dan fertilitas telur S. frugiperda.
ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN PADI TERCEKAM SALINITAS DENGAN PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK PADA MEDIA TANAM DAN PERBEDAAN UMUR BIBIT Nasrudin; Fahmi, Paozi
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i2.76

Abstract

Salinitas pada tanaman padi dapat menurunkan pertumbuhan dan produktivitas melalui tiga mekanisme yakni cekaman ionik, cekaman osmotik, dan ketidakseimbangan unsur hara. Penambahan bahan organik sebagai amelioran dan penggunaan bibit dengan umur yang tepat merupakan suatu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan tanaman padi yang dibudidayakan pada kondisi salin. Tujuan penelitian untuk mengkaji respon pertumbuhan tanaman padi tercekam salinitas menggunakan penambahan bahan organik pada media tanam dan perbedaan umur bibit menggunakan pendekatan analisis pertumbuhan tanaman. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor, penambahan bahan organik sebagai faktor pertama dan umur bibit padi sebagai faktor kedua. Padi diberikan cekaman salinitas meggunakan garam NaCl dengan nilai electrical conductivity sebesar 6 dS m-1. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa penambahan bahan organik berpengaruh nyata terhadap warna daun padi saat berumur 4, 6, dan 8 MST serta terdapat interaksi antara penambahan bahan organik dan umur bibit terhadap biomasa tanaman dan laju pertumbuhan tanaman. Penambahan bahan organik berupa pupuk kandag sapi, azolla pinnata, dan kompos jerami mampu meningkatkan warna daun padi menjadi lebih hijau sedangkan interaksi pupuk kotoran sapi dengan umur bibit 21 HSS pada padi menghasilkan biomasa tanaman dan laju pertumbuhan tanaman tertinggi dibandingkan interaksi lainnya.
Co-Authors Noni Rahmawati , Deviona, , Abdu Muhammad Rijalul Haq Ade Ratnasari, Ade Aditya Wahyudhi Ai Fitria Aidiah, Aidiah Akbar Hakim, Ali Alim , Rofi Syaepul Alim, Rofi Syaepul Alma'sum, Mochamad Lurie Ari Gian Ari Nursyamsi Aripin, Nazril Ilham Arrin Rosmala Asti Aprilia Susanti Atep Rendi Hidayat Budiastuti Kurniasih Cuneng Nurjanah Danar Dono Dewi Mirantika Dhea Nurul Amalia Dhea Nurul Amalia Didan Ramdani Diki Abdul Halim Diki Nurul Rivai Eka Tarwaca Susila Putra Eko Hanudin Elizani, Prahesti Fahmi, Paozi Fahrul Oktaviana Rahman Faridz Nasyarudin Latif Fikri, Firas Fadhielah Firgian Ardigurnita Firgian Ardigurnita Firmansyah, Efrin Halim, Diki Abdul Halwani, Beisya Afkha Al Herawani, Febrina Hidayat, Atep Rendi Hikmatyar, Missi Hilal Hamdah Hilal Hamdah Hilal Hamdah Hilmi Dzikri Rahman Huda , Muhammad Iqbal, Fauzan Muhammad ISMAIL SALEH Ismail Saleh Jihad Muhammad Juliani, Sukma Eka Krisman Muhammad Priyadi Kurniasih, Budiastuti Kusuma Agdhi Rahwana Malik Ramadhan, R Arif Marsela Arsya Sakinah Mastura, Siti Maulana , Ergi Syarif Mora, Andita Minda Muhammad Huda Muhammad Huda Muhammad Wasal Falah Muhammad, Jihad Norra Erisha, Norra Nurcahya, Rama Nurjanah, Cuneng Nurtika, Tuti Nurul Aini Nurul Az Zahra , Intan Pandu Permana Paozi Fahmi Permana, Pandu Prahesti Elizani Putri, Ghifa Alghifaira Putri, Meirin Dwiningtyas R. Arif Malik Ramadhan Rachmanto Bambang Wijoyo Rahayu, Yustika Rahmatilah, Cecep Ramadhan, R. Arif Malik Ria Rif’atunidaudina Rian wildan Saeful Iman Selvy Isnaeni Selvy Isnaeni Sherly Rahayu Siti Nurhidayah Sukma Eka Juliani Sutri Utami Taufik , Riad Taufik, Riad Theodora Theodora Theodora Tiara Septirosya Tirto, Muhammad Yeni Jayanti Yoseph Pratama Lumban Tobing Yulisan, Amalia Azzahra Yustika Rahayu Yustika Rahayu Zulkifli, Muhamad