Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Simulasi La Nina terhadap Mutu Mutu Bawang Merah Selama Penyimpanan Suhu Ruang Nasrudin, Nasrudin; Elizani, Prahesti
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 1 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v1i2.193

Abstract

Curah hujan dengan intensitas yang tinggi menyebabkan penurunan kualitas beberapa komoditas hortikultura, temasuk bawang merah. Fenomena curah hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama sering disebut sebagai La Nina. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh simulasi La Nina terhadap beberapa parameter mutu bawang merah selama penyimpanan suhu ruang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan dua perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah tanpa perendaman dan perendaman 5 menit (simulasi La Nina). Perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Pengamatan dilakukan pada 0 hari, 3 hari, 6 hari, dan 9 hari. Perlakuan simulasi La Nina dengan perendaman 5 menit tidak secara langsung mempengaruhi terhadap mutu umbi bawang merah. Namun, secara tidak langsung pengaruh yang ditimbulkan akibat simulasi La Nina mampu menurunkan kadar asam pada hari ke-6 penyimpanan, tingkat kekerasan pada hari ke-9 penyimpanan, dan penampakan fisik umbi pada hari ke-6 dan ke-9 penyimpanan.
Tanggapan Ketahanan Padi (Oryza sativa L.) Varietas IPB 4S terhadap Cekaman Salinitas dan Cekaman Genangan Selama Fase Vegetatif Awal Rahayu, Yustika; Nurjanah, Cuneng; Permana, Pandu; Nasrudin, Nasrudin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v2i1.527

Abstract

Upaya dalam pemenuhan kebutuhan pangan berupa beras dapat ditempuh melalui perluasan areal contohnya yaitu lahan salin maupun lahan tergenang. Lahan salin maupun lahan tergenang mempunyai faktor pembatas yang dapat menurunkan pertumbuhan tanaman padi. Tujuan penelitian yaitu: (1). Mengkaji respon ketahanan tanaman padi varietas IPB 4S terhadap cekaman salinitas dan cekaman genangan selama fase vegetatif awal; dan (2). Mengetahui interaksi pengaruh antara cekaman salinitas dan cekaman genangan terhadap pertumbuhan tanaman padi selama fase vegetatif awal. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu cekaman salinitas yang terdiri atas 3 level yaitu tanpa salinitas, NaCl 10%, dan NaCl 20%. Faktor kedua yaitu cekaman genangan yang terdiri atas 3 level yaitu tanpa genangan, digenangi 3 hari sekali, dan digenangi 6 hari sekali. Penelitian diulang sebanyak tiga kali. Pemberian cekaman salinitas dengan konsentrasi 10% dan 20% mampu menurunkan beberapa parameter tanaman padi seperti tinggi tanaman, bobot kering tajuk, biomassa tanaman, bagan warna daun, dan luas daun. Pemberian cekaman genangan selama 3 hari sekali dan 6 hari sekali tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif awal tanaman padi varietas IPB 4S.
Pengaruh Dosis Pupuk Silika Padat terhadap Pertumbuhan Padi Hitam Lokal Aksesi Tasikmalaya Halim, Diki Abdul; Nasrudin, Nasrudin; Firmansyah, Efrin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v4i1.938

Abstract

Garam merupakan cekaman abiotik yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui cekaman ionik, osmotik, dan ketidakseimbangan unsur hara. Penambahan hara silika berfungsi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman abiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji penambahan dosis hara silika padat terhadap pertumbuhan padi lokal aksesi Tasikmalaya pada kondisi salin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Konsentrasi garam sebagai faktor ke-1 dengan 4 aras di antaranya 0 dS.m-1, 4 dS.m-1, 8 dS.m-1, dan 12 dS.m-1. Dosis hara silika padat sebagai faktor ke-2 dengan 3 aras di antaranya 300 mg.kg-1, 450 mg.kg-1, dan 600 mg.kg-1. Perlakuan konsentrasi garam berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk 56 HST namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna daun dan jumlah anakan 70 HST serta panjang akar dan bobot kering akar 56 HST. Konsentrasi garam 8 dS.m-1 menghasilkan bobot kering tajuk yang lebih rendah dibandingkan konsentrasi garam lainnya. Intraksi konsentrasi garam dengan dosis hara silika berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot kering akar 56 HST. Konsentrasi garam 0 - 4 dS.m-1 dengan dosis silika sebesar 300 mg.kg-1 menghasilkan tanaman tertinggi, sedangkan konsentrasi garam 0, 4, dan 12 dS.m-1 dengan dosis silika 300 - 600 mg.kg-1 menghasilkan bobot kering akar tertinggi. Semakin tinggi konsentrasi garam maka akan menurunkan tinggi tanaman dan bobot kering tajuk, sedangkan konsentrasi garam 8 dS.m-1 ditambah dosis hara silika menyebabkan penurunan terhadap bobot kering akar, tinggi tanaman, dan bobot kering tajuk.
Keanekaragaman dan Dominasi Serangga di Persawahan di Kecamatan Mangkubumi, Indihiang, dan Cibereum Kota Tasikmalaya Hidayat, Atep Rendi; Ramadhan, R. Arif Malik; Nasrudin, Nasrudin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v4i2.986

Abstract

Padi merupakan salah satu komoditas pangan utama di Indonesia dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Pada ekosistem tanaman padi terdapat keanekaragaman dan dominasi serangga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui indeks keanekaragaman serangga, dominasi serangga dan peranan serangga tersebut di dalam ekosistem area persawahan sistem irigasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2021 ketika tanaman sudah masuk fase vegetatif dengan interval 1 hari dari 7 kali pengamatan, bertempat di Kecamatan Indihiang, Mangkubumi dan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan menggunakan perangkap kuning (yellow trap) menggunakan metode rumus Shannon-Wienner untuk mengetahui Indeks keanekaragaman serangga dan menggunakan rumus Indeks Simpson untuk mengetahui Indeks dominasi serangga. Hasil penelitian menunjukan terdapat 51 ekor serangga yang terperangkap pada area persawahan dengan nilai indeks keanekaragaman dan nilai indeks dominasi di Kecamatan Mangkubumi 1,53 dan 0,186, Indihiang 1,839 dan 0,162, Cibeureum 1,579 dan 0,193. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman serangga pada ke tiga daerah tergolong sedang sampai tinggi. Selain itu, tidak ditemukan jenis serangga yang mendominasi di daerah tersebut.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Pemberian Pupuk NPK dengan Berbagai Media Tanam Rahayu, Yustika; Isnaeni, Selvy; Nasrudin, Nasrudin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i2.2133

Abstract

Bentuk dari upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan perbaikan cara budidaya dengan penggunaan pupuk dan media tanam yang tepat. Keduanya mampu memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman bawang mewah. Penelitian bertujuan untuk mengungkap pengaruh pupuk NPK dan media tanam serta memperoleh kombinasi yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Januari sampai April 2022 di Screen house Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan dengan ketinggian 359 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yaitu dosis pupuk NPK yang terdiri atas 7 g tanaman-1, 10 g tanaman-1, 13 g tanaman-1. Faktor media tanam terdiri atas tanah, tanah + pupuk kandang, tanah + pupuk kandang + kompos, tanah + sekam + kompos, dan tanah + pupuk kandang + sekam. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi antara kedua perlakuan terhadap tinggi tanaman pada 4 MST. Pemberian dosis pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Penggunaan media tanam berbeda berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi, bobot berangkasan, bobot umbi basah, bobot umbi kering, serta panjang akar. Interaksi antara pupuk NPK dengan media tanam menghasilkan tanaman tertinggi pada kombinasi perlakuan tanah + arang sekam + kompos dan 7 g tanaman-1, sedangkan perlakuan tanah dan 13 g tanaman-1 menghasilkan tanaman terendah. Penggunaan media tanam dengan kombinasi tanah, arang sekam dan kompos merupakan perlakuan yang terbaik.
Uji Keefektifan Formulasi Pestisida Nabati Barringtonia asiatica pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Putri, Ghifa Alghifaira; Ramadhan, R. Arif Malik; Nasrudin, Nasrudin; Dono, Danar
Media Pertanian Vol 10, No 2 (2025): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v10i2.16601

Abstract

Tanaman cabai merupakan tanaman sayuran dan rempah-rempah yang menjadi komoditas penting di berbagai wilayah Indonesia. Produktivitas tanaman cabai harus ditingkatkan agar produksi tetap stabil karena sebagian besar masyarakat Indonesia gemar mengkomsusi cabai merah. Namun, produksi tanaman cabai di Indonesia menurun salah satunya yaitu adanya serangan hama. Penggunaan pestisida nabati menjadi suatu strategi dalam menekan serangan hama tanpa menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana formulasi pestisida nabati berbahan Barringtonia asiatica mampu menekan serangan hama pada tanaman cabai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan enam tingkat konsentrasi ekstrak B. asiatica, yaitu B1 = 0% (kontrol), B2 = 0,125%, B3 = 0,25%, B4 = 0,5%, B5 = 1%, dan B6 = 2%. Setiap perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan, dengan masing-masing unit berisi tiga tanaman, sehingga total terdapat 72 tanaman sampel. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa konsentrasi 2% merupakan formulasi yang paling mampu menurunkan intensitas serangan hama, meskipun belum efektif menekan kejadian serangannya. Selain itu, perlakuan ekstrak B. asiatica tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, seperti tinggi, diameter batang, jumlah daun dan buah, warna daun, maupun bobot buah, serta tidak menimbulkan efek negatif terhadap pertumbuhan maupun hasil panen cabai.   Chili peppers are a vegetable and spice crop that are an important commodity in various regions of Indonesia. Chili pepper productivity must be increased to maintain stable production because most Indonesians enjoy consuming red chili peppers. However, chili pepper production in Indonesia is declining due to pest attacks. The use of botanical pesticides is a strategy to suppress pest attacks without causing greater impacts on the environment. This study was conducted to evaluate the extent to which a botanical pesticide formulation made from Barringtonia asiatica can suppress pest attacks on chili peppers. The study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with six levels of B. asiatica extract concentration, namely B1 = 0% (control), B2 = 0.125%, B3 = 0.25%, B4 = 0.5%, B5 = 1%, and B6 = 2%. Each treatment was repeated four times to obtain 24 experimental units, with each unit containing three plants, for a total of 72 sample plants. The results showed that a 2% concentration was the most effective formulation for reducing pest attack intensity, although it was not yet effective in suppressing the incidence of attacks. Furthermore, the B. asiatica extract treatment did not affect plant growth, such as height, stem diameter, number of leaves and fruit, leaf color, or fruit weight, and did not negatively impact chili growth or yield. 
Pengaruh Berbagai Jenis Naungan Terhadap Intensitas Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada Tanaman Cabai Fikri, Firas Fadhielah; Ramadhan, R. Arif Malik; Nasrudin, Nasrudin
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.155

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura dengan nilai ekonomi tinggi yang rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Perubahan iklim yang ekstrim dapat mempengaruhi keberadaan hama dan penyakit tanaman cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis naungan terhadap intensitas serangan OPT serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di Kp. Kereteg Kidul, Kec. Jamanis, Kab. Tasikmalaya pada bulan April sampai Agustus 2025. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan empat perlakuan naungan, diantaranya tanpa naungan, naungan 45%, 75%, dan 95%. Masing-masing perlakuan lima kali. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan OPT, tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, warna daun, dan jumlah buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan berpengaruh signifikan terhadap intensitas serangan OPT, intensitas serangan tertinggi terjadi pada naungan 95%. Pemberian naungan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai, seperti pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, warna daun dan hasil buah, sehingga naungan 75% memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil buah cabai. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan naungan dapat menjadi strategi efektif dalam pengelolaan OPT dan meningkatkan produktivitas tanaman cabai.
Evaluation of soil and water properties in relation to indicative rice productivity in the coastal fields of Pangandaran, West Java, Indonesia Nasrudin, Nasrudin; Kurniasih, Budiastuti; Putra, Eka Tarwaca Susila; Hanudin, Eko
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9121

Abstract

Coastal rice fields often have sandy textures, high salinity, low organic matter, and frequent waterlogging caused by seawater intrusion. These conditions, together with fluctuating rainfall, alter soil chemical properties and negatively affect crop cultivation. This study aimed to evaluate soil chemical properties, assess water quality, and analyze their relationship with rice productivity in the coastal rice fields of Pangandaran, West Java, Indonesia. Composite soil samples were collected from areas of 5-7 ha and analyzed for their chemical properties. Water quality was assessed based on the levels of dissolved oxygen (DO), nitrate, phosphate, electrical conductivity (EC), and pH. Data were analyzed descriptively, and Principal Component Analysis (PCA) was applied to group the sampling points. The results showed that organic C and total N were low to moderate, while available-Si and exchangeable K+ were very low. In contrast, P?O?, exchangeable Na+, and exchangeable Mg2+ were very high, whereas cation exchange capacity (CEC) and exchangeable Ca2+ were low to moderate. Based on EC and water table depth, PCA grouped the 20 sampling points into three clusters: high salinity (points 16-19), waterlogging (points 2-7), and relatively normal conditions (points 1, 8-15, 20). Average rice productivity was 2.48 t ha-1 in cluster 1, less than 1 t ha-1 in cluster 2, and 3,63 t ha-1 in cluster 3. These findings highlight the need for site-specific land and water management strategies to sustain rice cultivation in coastal areas.
Aplikasi Klorin dan Larutan Sabun Pencuci Piring untuk Mempertahankan Mutu Buah Tomat Selama Penyimpanan Yulisan, Amalia Azzahra; Nurtika, Tuti; Halwani, Beisya Afkha Al; Aripin, Nazril Ilham; Nurcahya, Rama; Nasrudin, Nasrudin; Putri, Meirin Dwiningtyas
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2526

Abstract

Tomat menjadi buah hortikultura dengan pola respirasi klimakterik dan mengalami penurunan mutu seiring waktu penyimpanan. Tomat juga memiliki sifat perishable yang mudah rusak sehingga diperlukan penanganan pascapanen yang tepat. Aplikasi klorin maupun sabun pencuci piring sebagai penanganan pascapanen yang dapat mengurangi dampak negatif dari mikroba serta menekan pembusukan sehingga mutu buah menjadi lebih baik. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi klorin dan larutan sabun pencuci piring untuk mempertahankan mutu buah tomat selama penyimpanan pascapanen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan Rancangan Acak Lengkap non-faktorial. Perlakuan terdiri atas tiga taraf yakni kontrol, klorin, dan sabun pencuci piring yang diulang sebanyak tiga kali. Masing-masing perlakuan menggunakan sebanyak lima sampel buah tomat sehingga terdapat 45 buah dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klorin menghasilkan edible part pada buah tomat tertinggi yakni sebesar 91,3% dan penurunan diameter buah terendah yakni sebesar 3,75%. Sabun pencuci piring tidak mempengaruhi perubahan total padatan terlarut dibandingkan kontrol yang menurun sebesar 4,44%. Hasil penelitian tersebut menggambarkan bahwa aplikasi klorin maupun sabun pencuci piring dapat menekan dampak kerusakan buah tomat sehingga mutunya terjaga. Teknik ini dapat menjadi salah satu strategi penanganan pascapanen yang tepat untuk diimplementasikan dalam menjaga mutu dan memperpanjang umur simpan.
Co-Authors Noni Rahmawati , Deviona, , Abdu Muhammad Rijalul Haq Ade Ratnasari, Ade Aditya Wahyudhi Ai Fitria Aidiah, Aidiah Akbar Hakim, Ali Alim , Rofi Syaepul Alim, Rofi Syaepul Alma'sum, Mochamad Lurie Ari Gian Ari Nursyamsi Aripin, Nazril Ilham Arrin Rosmala Asti Aprilia Susanti Atep Rendi Hidayat Budiastuti Kurniasih Cuneng Nurjanah Danar Dono Dewi Mirantika Dhea Nurul Amalia Dhea Nurul Amalia Didan Ramdani Diki Abdul Halim Diki Nurul Rivai Eka Tarwaca Susila Putra Eko Hanudin Elizani, Prahesti Fahmi, Paozi Fahrul Oktaviana Rahman Faridz Nasyarudin Latif Fikri, Firas Fadhielah Firgian Ardigurnita Firgian Ardigurnita Firmansyah, Efrin Halim, Diki Abdul Halwani, Beisya Afkha Al Herawani, Febrina Hidayat, Atep Rendi Hikmatyar, Missi Hilal Hamdah Hilal Hamdah Hilal Hamdah Hilmi Dzikri Rahman Huda , Muhammad Iqbal, Fauzan Muhammad ISMAIL SALEH Ismail Saleh Jihad Muhammad Juliani, Sukma Eka Krisman Muhammad Priyadi Kurniasih, Budiastuti Kusuma Agdhi Rahwana Malik Ramadhan, R Arif Marsela Arsya Sakinah Mastura, Siti Maulana , Ergi Syarif Mora, Andita Minda Muhammad Huda Muhammad Huda Muhammad Wasal Falah Muhammad, Jihad Norra Erisha, Norra Nurcahya, Rama Nurjanah, Cuneng Nurtika, Tuti Nurul Aini Nurul Az Zahra , Intan Pandu Permana Paozi Fahmi Permana, Pandu Prahesti Elizani Putri, Ghifa Alghifaira Putri, Meirin Dwiningtyas R. Arif Malik Ramadhan Rachmanto Bambang Wijoyo Rahayu, Yustika Rahmatilah, Cecep Ramadhan, R. Arif Malik Ria Rif’atunidaudina Rian wildan Saeful Iman Selvy Isnaeni Selvy Isnaeni Sherly Rahayu Siti Nurhidayah Sukma Eka Juliani Sutri Utami Taufik , Riad Taufik, Riad Theodora Theodora Theodora Tiara Septirosya Tirto, Muhammad Yeni Jayanti Yoseph Pratama Lumban Tobing Yulisan, Amalia Azzahra Yustika Rahayu Yustika Rahayu Zulkifli, Muhamad