Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica Juncea L.) PADA SISTEM HIDROPONIK BERBEDA Isnaeni, Selvy; Nasrudin
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v5i2.77

Abstract

Vegetable is the most widely cultivated commodities by farmers and community. The mustard is one of commodity that consumed and favored for human. Hydroponics is cultivated system that known accelerate the harvest period of vegetable crops. Hydroponics system have various types such as nutrient film technique, floating rafts, axis hydroponics, drip irrigation, aeroponics, and other hydroponics system. Hydroponics technique have a different effect to plant growth. The aims of this study to determine response of the growth and yield of mustard with the different hydroponics system. The study conducted on August to September 2021 in screenhouse Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Tasikmalaya city. The study used completely randomized design using mustard with three treatments, including NFT, floating rafts, and aeroponics with three times. The results showed that the plant height of mustard on 3, 4, 5 weeks after planting was significantly different, the number of leaves on 4 and 5 weeks after planting 11.33 better than other treatment, and leaf area of mustard planted in NTF system and floating rafts were not significantly different 152.33 and 133.33 cm. The mustard planted using floating rafts system had longest roots 72.15 cm. The fresh and dry weight of mustard on NFT system much better than other treatments 134.2 g and 9.60 g.
Penerapan Internet of Things Pada Sistem Deteksi Kesuburan Tanah Iqbal, Fauzan Muhammad; Hikmatyar, Missi; Nasrudin
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v6i1.79

Abstract

Tanah merupakan sumber hidup tanaman yang menyediakan makanan bagi keberlangsungan hidup tanaman. Tingkat kesuburan atau unsur hara dapat diketahui dengan beberapa teknik, salah satunya adalah dengan melihat warna tanah. Warna tanah sering digunakan sebagai salah satu parameter untuk mengklasifikasikan tanah. Hasil klasifikasi tanah selanjutnya digunakan sebagai dasar penilaian kesesuaian lahan dengan berbagai tanaman pertanian maupun tanaman kehutanan. Munsell Soil Color Chart (MSCC) digunakan sebagai standar warna dasar atau warna matriks dan warna karatan sebagai hasil dari proses oksidasi dan reduksi di dalam tanah. Dengan mengetahui tingkat kesuburan tanah secara tepat dan akurat para petani dapat memprediksi jumlah pupuk yang harus disediakan untuk mempersiapkan lahan tanam. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data tingkat kesuburan tanah pada lahan tanam secara digital dan menginformasikan data tersebut melalui sistem cerdas berbasis Internet of Things (IoT). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan mikrokontroler Arduino Uno untuk mengaktifkan sensor warna TCS3200 sebagai perangkat pengambilan data warna tanah. Data sensor yang didapat kemudian diolah mikrokontroler WeMos D1 R1 sehingga diketahui tingkat kesuburan tanahnya. Selanjutnya sistem dirancang agar dapat memberikan notifikasi hasil pengukuran tingkat kesuburan tanah tersebut ke smartphone melalui jaringan internet.
Penerapan Lubang Resapan Biopori Pada Lahan Pertanian Terbatas di Wilayah Gunung Roay Tasikmalaya Alim, Rofi Syaepul; Zulkifli, Muhamad; Taufik, Riad; Ratnasari, Ade; Huda, Muhammad; Nasrudin, Nasrudin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i2.174

Abstract

Banjir pada lahan pertanian terbatas di wilayah Gunung Roay dapat diatasi melalui pemanfaatan teknologi lubang resapan biopori. Kegiatan PkM bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Gunung Roay dalam menanggulangi banjir melalui pemanfaatan lubang resapan biopori. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, demo plot, dan evaluasi. Hasil kegiatan memberikan dampak pada pengetahuan, wawasan, dan keterampilan masyarakat mengenai manfaat, cara kerja, pembuatan, dan penerapan lubang resapan biopori. Sebelum kegiatan dilaksanakan, mayoritas masyarakat belum mengetahui manfaat, cara membuat, dan mengaplikasikan biopori. Berakhirnya kegiatan ini menghasilkan mayoritas masyarakat mengetahui, memahami, dan ingin menerapkannya secara mandiri. Teknologi ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam konservasi air dan tanah secara berkelanjutan.
Aplikasi berbagai jenis bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) Muhammad, Jihad; Nasrudin, Nasrudin; Ramadhan, R. Arif Malik
Agrokompleks Vol 24 No 1 (2024): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v24i1.708

Abstract

Pengunaan bahan organik memiliki peranan penting untuk memperbaiki sifat fisik, biologi, maupun kimia tanah yang akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengungkap pengaruh aplikasi beberapa jenis bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini menggunakan metode pot yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RKLT) dengan faktor tunggal. Jenis bahan organik digunakan sebagai faktor dalam penelitian ini yang terdiri atas kontrol - tanpa bahan organik, kompos jerami padi, kompos sekam bakar, kompos seresah daun, dan kompos kotoran sapi. Aplikasi masing-masing jenis bahan organik menggunakan dosis yang sama yakni 3 ton/ha. Pengulangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebanyak empat kali dengan sampel pada masing-masing perlakuan sebanyak lima tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bahan organik menyebabkan tanaman mengalami pertumbuhan panjang dan jumlah daun pada setiap minggunya. Lebih lanjut, aplikasi bahan organik juga berpengaruh nyata terhadap panjang akar saat 2 MST dan bobot buah per tanaman. Aplikasi kompos jerami padi dan kompos kotoran sapi menghasilkan akar terpanjang saat tanaman berumur 2 MST dan bobot buah per tanaman tertinggi, sedangkan kontrol dan aplikasi kompos seresah daun menghasilkan akar terpendek saat 2 MST dan bobot buah per tanaman terendah.
Hubungan Kandungan Klorofil, Luas Daun, dan Hasil Tanaman Padi Gogo Akibat Pengaturan Jarak Tanam dan Pemberian Pupuk Kompos Didan Ramdani; Nasrudin Nasrudin; Ismail Saleh
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.780

Abstract

Jarak tanam akan mempengaruhi terhadap intersepsi cahaya oleh klorofil, sementara pupuk kompos berperan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, maupun biologi tanah. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan produksi padi sehingga kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Penelitian bertujuan untuk mengungkap hubungan kandungan klorofil, luas daun, dan hasil tanaman padi gogo akibat pengaturan jarak tanam dan pemberian pupuk kompos. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya sejak bulan November 2022 hingga Februari 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan jarak tanam sebagai faktor pertama yang terdiri atas 20 cm x 20 cm dan 30 cm x 30 cm. Selanjutnya jenis pupuk kompos sebagai faktor kedua yang terdiri atas kompos kotoran domba dan kompos kotoran sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dengan jenis pupuk kompos pada setiap parameter pengamatan. Jarak tanam tidak mempengaruhi kandungan klorofil, luas daun, bobot kering tanaman, jumlah malai per rumpun, jumlah biji per malai, dan bobot gabah per rumpun. Sementara itu, jarak tanam berpengaruh nyata terhadap hasil panen. Selanjutnya jenis pupuk kompos tidak mempengaruhi seluruh parameter pengamatan. Jarak tanam 20 cm x 20 cm mempengaruhi hasil panen yang meningkat dibandingkan jarak tanam 30 cm x 30 cm. Peningkatan hasil panen dipengaruhi oleh bobot gabah per rumpun dan jumlah malai per rumpun. Hasil panen berkorelasi positif terhadap bobot gabah per rumpun (R= 0,94) dan jumlah malai per rumpun (R= 0,68).
HUBUNGAN KARAKTER AGRONOMI DAN HASIL PADI BERDASARKAN UMUR BIBIT MENGGUNAKAN METODE SAWAH APUNG DI KABUPATEN PANGANDARAN Nasrudin, Nasrudin; Isnaeni, Selvy; Ramadhan, R. Arif Malik
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.6483

Abstract

Lahan pertanian suboptimal yang disebabkan oleh banjir dapat menyebabkan cekaman abiotik yang akan menghambat proses metabolisme sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Penerapan sawah apung dengan menggunakan varietas unggul dan ketepatan umur bibit merupakan solusi yang dapat dilakukan agar tanaman mampu beradaptasi pada cekaman abiotik dan mampu tumbuh optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji ketahanan dua varietas padi berdasarkan umur bibit berbeda yang ditanam menggunakan metode sawah apung di lahan sawah banjir Kabupaten Pangandaran. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2022 di Lahan Sawah Dusun Buniayu, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu varietas sebagai faktor pertama yang terdiri atas Inpari 30 Sub-Ciherang dan Inpari 3, serta umur bibit sebagai faktor kedua yang terdiri atas 14 hari setelah semai (HSS)dan 21 HSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas mempengaruhi parameter jumlah anakan umur 2, 4, 6, 8, dan 10 MST, luas daun, panjang akar, biomasa tanaman, jumlah malai per rumpun, serta bobot gabah per rumpun. Perlakuan umur bibit mempengaruhi parameter jumlah anakan umur 2 dan 6 MST serta bobot gabah per rumpun. Padi varietas Inpari 3 memiliki karakteristik agronomi dan hasil yang lebih baik dibandingkan padi varietas Inpari 30 Sub-Ciherang. Penggunaan umur bibit 14 HSS menghasilkan pertumbuhan anakan lebih baik dibandingkan umur bibit 21 HSS, sedangkan umur bibit 21 HSS menghasilkan hasil padi lebih tinggi dibandingkan dengan umur bibit 14 HSS.
Keragaman Sifat Fisik Padi Lokal di Desa Ture, Jambi Wahyudhi, Aditya; Herawani, Febrina; Tirto, Muhammad; Rif'atunidaudina, Ria; Theodora, Theodora; Mastura, Siti; Mora, Andita Minda; Rahmawati, Noni; Aidiah, Aidiah; Nasrudin, Nasrudin
JURNAL AGROTROPIKA Vol 23, No 2 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 2, Oktober 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i2.8734

Abstract

Local rice is a very important germplasm in the plant breeding program of superior rice. Jambi is one of the provinces in Indonesia which has a high diversity of local rice. This high diversity includes the diversity of physical characters of the shape and size of grain. This study aims to look at the physical diversity of lokal Jambi rice grains found in Ture Village. Research on the diversity of physical characters of Jambi local rice was conducted in Ture Village, Pemayung District, Batanghari Regency, Jambi Province. The local rice observed were Putih, Layap, Sereh wangi, Sekempol, Putih Kuning, Jarum Mas, Nak Daro and Ketan Hitam. The physical characters of grain that were observed were grain length, grain width, grain shape, rice color. The results showed that Sekepol was a short type of rice, Ketan Hitam and Jarum  Mas were a long rice and the other cultivars were a medium type. Based on the shape of the rice, the Sereh wangi, Jarum  Mas and  Ketan hitam  have a slender shape while the other cultivars are oval. The color of Ketan hitam is red and the other cultivars are white. Keywords : germplasm; local rice; physical characters; grain shape
KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS PADI TERCEKAM GARAM NaCl Nasrudin Nasrudin; Aditya Wahyudhi; Ari Gian
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5193

Abstract

Cekaman garam merupakan cekaman abiotik yang mampu menghambat pertumbuhan dan produksi padi melalui mekanisme metabolisme. Usaha yang dapat dilakukan untuk membudidayakan tanaman padi dalam kondisi cekaman garam yaitu mengetahui karakteristik suatu varietas padi agar dapat tumbuh dan berkembang optimal. Tujuan penelitian untuk mengkaji karakteristik pertumbuhan dan hasil dua varietas padi tercekam garam NaCl. Rancangan Acak Lengkap faktorial digunakan dalam penelitian ini. Faktor pertama konsentrasi NaCl yang terdiri atas dua taraf yaitu 0 dS m-1 dan 4 dS m-1. Faktor kedua varietas padi yang terdiri atas dua taraf yaitu varietas Dendang dan varietas IPB 4S. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa padi varietas Dendang memiliki jumlah anakan (JA), panjang akar (PA), jumlah malai per rumpun (JMpR), persentase gabah isi (GI), dan bobot kering tajuk (BKT) yang lebih besar dibandingkan dengan padi varietas IPB 4S. Namun, padi IPB 4S memiliki karakteristik tanaman yang lebih tinggi dibandingkan padi varietas Dendang. Pemberian konsentrasi NaCl 0 dS m-1 menghasilkan jumlah anakan dan akar lebih panjang dibandingkan pemberian konsentrasi NaCl 4 dS m-1. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa beberapa parameter berkorelasi positif, yakni panjang akar terhadap jumlah anakan (R= 0,89), bobot kering tajuk terhadap jumlah anakan dan panjang akar (R= 0,89; R= 0,91), dan persentase gabah isi terhadap bobot kering tajuk, panjang akar, jumlah malai per rumpun, dan jumlah anakan (R= 0,87; R= 0,76; R= 0,83; R= 0,89). Penggunaan varietas padi berpengaruh nyata terhadap karakteristik pertumbuhan dan hasil yang terlihat pada parameter JA, PA, JMpR, GI, dan BKT. Sedangkan konsentrasi NaCl berpengaruh nyata terhadap karakter tinggi tanaman.
PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK DAN PENJARANGAN BAKAL BUAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON Ari Nursyamsi; Nasrudin Nasrudin; Siti Nurhidayah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.6030

Abstract

Utilization of organic matter as a plant nutrition can be used to increase the growth and yield of melon cultivation. Fruit thinning treatment can be used to improving fruit quality. This study aims to examine the effect of various organic fertilizers and fruit thinning on the growth and yield of melons. The study was conducted in Screen house Universitas Perjuangan Tasikmalaya from March to June 2021. The study used a factorial completely randomized design. First factor is type organic fertilizer consist of solid chicken manure, vegetable waste liquid fertilizer, and cow urine. Second factor is fruit thinning consist of 1 and 2 remaining ovules. Based on the research results, the interaction of vegetable waste with the remaining 1 ovule resulted in the highest number of leaves compared to other interactions. Chicken manure and vegetable waste with 1 and vegetable waste with 2 ovules produced the greenest leaves compared to other interactions. The application of organic fertilizer had no significant effect on plant biomass, root length, fruit diameter, fruit thickness, total dissolved solids, and productivity. Fruit thinning significantly affected to plant biomass, root length, fruit diameter, fruit thickness, fruit weight per plant, and productivity. 1 ovule was the best treatment compared to 2 ovules. Provision of vegetable waste with 1 and 2 ovules affects the growth and yield of melon plants. Fruit thinning by leaving 1 ovule effectively to growth and yield of melons.
Pertumbuhan dan Kualitas Hasil Melon pada Pemberian Konsentrasi POC dengan Siistem Hidroponik Substrat Irigasi Tetes Asti Aprilia Susanti; Nasrudin Nasrudin; Tiara Septirosya
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.6111

Abstract

Hidroponik substrat irigasi tetes dapat dilakukan untuk memproduksi melon berkualitas karena kondisi lingkungannya relatif homogen dan mudah dikontrol. Penggunaan pupuk organik cair merupakan upaya agar pertumbuhan tanaman dan kualitas buahnya meningkat dengan unsur hara yang terkandung didalamnya. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil melon pada pemberian konsentrasi POC menggunakan sistem hidroponik substrat irigasi tetes. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2022 di Screen House Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu media substrat antara lain arang sekam dan pasir. Faktor kedua yaitu konsentrasi POC kotoran ayam antara lain 10 mL.L-1, 15 mL.L-1, dan 20 mL.L-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan media berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, klorofil a, klorofil b, klorofil total, dan panjang akar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap bobot kering tanaman, bobot buah, diameter buah, dan tebal daging buah. Tanaman dengan perlakuan media pasir menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan media arang sekam. Pemberian perlakuan POC ayam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, klorofil a, klorofil b, klorofil total, bobot kering tanaman, dan bobot buah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar, diameter buah, dan tebal daging buah. Pemberian POC ayam 20 mL.L-1 menunjukan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Terdapat interaksi antara media dan POC ayam pada parameter kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total. Interaksi perlakuan pasir dengan POC ayam dengan konsentrasi 20 mL.L-1 merupakan hasil terbaik.
Co-Authors , Deviona, , Abdu Muhammad Rijalul Haq Ade Ratnasari, Ade Aditya Wahyudhi Ai Fitria Aidiah, Aidiah Akbar Hakim, Ali Alim , Rofi Syaepul Alim, Rofi Syaepul Alma'sum, Mochamad Lurie Ari Gian Ari Nursyamsi Arrin Rosmala Asti Aprilia Susanti Atep Rendi Hidayat Budiastuti Kurniasih Cuneng Nurjanah Danar Dono Dewi Mirantika Dhea Nurul Amalia Dhea Nurul Amalia Didan Ramdani Diki Abdul Halim Diki Nurul Rivai Elizani, Prahesti Fahmi, Paozi Fahrul Oktaviana Rahman Faridz Nasyarudin Latif Firgian Ardigurnita Firgian Ardigurnita Firmansyah, Efrin Halim, Diki Abdul Herawani, Febrina Hidayat, Atep Rendi Hikmatyar, Missi Hilal Hamdah Hilal Hamdah Hilal Hamdah Hilmi Dzikri Rahman Huda , Muhammad Iqbal, Fauzan Muhammad ISMAIL SALEH Ismail Saleh Jihad Muhammad Juliani, Sukma Eka Krisman Muhammad Priyadi Kusuma Agdhi Rahwana Malik Ramadhan, R Arif Marsela Arsya Sakinah Mastura, Siti Maulana , Ergi Syarif Mora, Andita Minda Muhammad Huda Muhammad Huda Muhammad Wasal Falah Muhammad, Jihad Norra Erisha, Norra Nurjanah, Cuneng Nurul Aini Nurul Az Zahra , Intan Pandu Permana Paozi Fahmi Permana, Pandu Prahesti Elizani Putri, Ghifa Alghifaira R. Arif Malik Ramadhan Rachmanto Bambang Wijoyo Rahayu, Yustika Rahmatilah, Cecep Rahmawati, Noni Ramadhan, R. Arif Malik Ria Rif’atunidaudina Rian wildan Saeful Iman Selvy Isnaeni Selvy Isnaeni Sherly Rahayu Siti Nurhidayah Sukma Eka Juliani Sutri Utami Taufik , Riad Taufik, Riad Theodora Theodora Theodora Tiara Septirosya Tirto, Muhammad Yeni Jayanti Yoseph Pratama Lumban Tobing Yustika Rahayu Yustika Rahayu Zulkifli, Muhamad