Claim Missing Document
Check
Articles

The DISEMINASI PEMBUATAN BIBIT ALPUKAT UNGGUL DENGAN TEKNIK SAMBUNG PUCUK DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM II DESA RASAU KABUPATEN BATANGHARI wahyudhi, aditya; Herawani, Febrina; Rif'atunidaudina, Ria; Theodora; Mastura, Siti; Nasrudin; Erisha, Norra; Deviona
Journal of Empowerment Community Vol. 6 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v6i1.1611

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pendampingan dan pelatihan peningkatan keterampilan sambung pucuk dalam pembuatan bibit tanaman alpukat oleh santri Pondok Pesantren Darul   Ulum II. Diseminasi ini dilatar belakangi oleh pemanfaatkan waktu luang yang masih kurang optimal oleh santri dan penyediaan bibit alpukat unggul untuk ditanam di lahan pondok yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah  menambah  pengetahuan  dan  keterampilan  santri  mengenai  pembuatan  bibit  unggul dengan teknik sambung pucuk, serta menyediakan bibit alpukat unggul untuk optimalisasi penggunaan lahan di pondok pesantren. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pelatihan. Materi-materi terkait pelatihan disampaikan melalui ceramah dan diskusi. Kemudian dilanjutkan dengan praktik secara langsung. Hasil dari diseminasi ini adalah santri dan masyarakat pondok pesantren memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan bibit alpukat dengan teknik sambung pucuk dan tersedianya bibit alpukat unggul untuk ditanam oleh pondok pesantren. Kesimpulan  dari  kegiatan  ini  adalah  kegiatan  diseminasi  pembuatan  bibit  alpukat  unggul  ini menjadi wawasan dan keterampilan baru bagi santri dan masyarakat pondok pesantren untuk dapat membuat bibit tanaman buah unggul. Kata kunci: alpukat, bibit, pondok pesantren, sambung pucuk
PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN DENGAN INTEGRATED FARMING SYSTEM (IFS) PETERNAKAN SAPI – HORTIKULTURA DI KABUPATEN PANGANDARAN Isnaeni, Selvy; Nasrudin, Nasrudin; Malik Ramadhan, R Arif
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i1.2124

Abstract

Peningkatan Produksi Pangan dengan Sistem Pertanian Terpadu (SPT) Ternak Hortikultura di Kabupaten Pangandaran. Kelompok Tani Karya Gumilang dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum Saluyu mengelola banyak sektor seperti peternakan dan budidaya seperti budidaya padi, tanaman hortikultura, dan pakan ternak. Para petani dan KWT telah lama memiliki rumah kompos, namun belum dimanfaatkan karena belum ada yang mengelola rumah kompos tersebut secara optimal. Sehingga kotoran sapi yang ada dari peternak tidak dimanfaatkan dengan baik. Dari analisis awal yang telah dilakukan, sistem pertanian terpadu (SPT) sangat memungkinkan untuk dilakukan di KWT petani dan KWT. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu mengembangkan potensi budidaya hortikultura di Kabupaten Pangandaran khususnya pada petani dan KWT serta penerapan pertanian organik dan mengembangkan potensi budidaya hortikultura. Materi yang disampaikan adalah materi umum mengenai sistem pertanian terpadu (SPT) dan pembuatan kompos serta materi budidaya tanaman hortikultura. Praktik yang dilakukan adalah praktik pembuatan kompos dan penerapan kompos untuk budidaya tanaman hortikultura. Serta pendampingan panen tanaman hortikultura. Dengan adanya IFS ini, kelompok tani Karya Gumilang menjadi unggul dalam bidang pertanian. Dari hasil yang diperoleh, pemanfaatan kotoran ternak untuk kompos dan penerapan kompos pada tanaman hortikultura dapat menekan biaya produksi dan menghasilkan lebih banyak produk tanaman hortikultura. Kata kunci: Kompos, hortikultura, pertanian terpadu.
Analisis hubungan klorofil dan pembagian asimilat dari aplikasi biosaka dalam pertumbuhan vegetatif tanaman melon Huda, Muhammad; Nasrudin, Nasrudin; Rosmala, Arrin
Agrokompleks Vol 25 No 2 (2025): Vol 25 No 2 (2025): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v25i2.788

Abstract

Biosaka contains elicitor compounds that stimulate the physiological activity of plants, including increased chlorophyll content and enhanced efficiency of assimilate distribution. This study aims to examine the effect of elixitors in biosaka on leaf chlorophyll content and its relationship with the distribution of assimilates in the vegetative growth phase of melon plants. The research was conducted using an experimental method with a non-factorial Complete Random Design (CRD). The single factor in the form of biosaka concentration consists of six levels: B0 = 0 mL L⁻¹, B1 = 10 mL L⁻¹, B2 = 20 mL L⁻¹, B3 = 30 mL L⁻¹, B4 = 40 mL L⁻¹, and B5 = 50 mL L⁻¹. Each treatment was repeated four times, with each repetition consisting of three plants. The results showed that the application of biosaka at various concentrations had no significant effect on all observed parameters. Nevertheless, there is a substantial increase in plant length by up to 93% towards the end of the vegetative phase. A positive correlation was found between plant length and assimilate distribution to the crown (r = 35–47), as well as between leaf area and plant length and assimilate distribution to the crown (r = 36–77). This indicates that the application of biosaka contributes to the increase in physiological activity of plants, through an increase in leaf area that supports the process of photosynthesis and assimilation in the upper part of the plant.
Keragaman Sifat Fisik Padi Lokal di Desa Ture, Jambi Wahyudhi, Aditya; Herawani, Febrina; Tirto, Muhammad; Rif'atunidaudina, Ria; Theodora, Theodora; Mastura, Siti; Mora, Andita Minda; Rahmawati, Noni; Aidiah, Aidiah; Nasrudin, Nasrudin
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 23 No. 2 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 2, Oktober 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i2.8734

Abstract

Local rice is a very important germplasm in the plant breeding program of superior rice. Jambi is one of the provinces in Indonesia which has a high diversity of local rice. This high diversity includes the diversity of physical characters of the shape and size of grain. This study aims to look at the physical diversity of lokal Jambi rice grains found in Ture Village. Research on the diversity of physical characters of Jambi local rice was conducted in Ture Village, Pemayung District, Batanghari Regency, Jambi Province. The local rice observed were Putih, Layap, Sereh wangi, Sekempol, Putih Kuning, Jarum Mas, Nak Daro and Ketan Hitam. The physical characters of grain that were observed were grain length, grain width, grain shape, rice color. The results showed that Sekepol was a short type of rice, Ketan Hitam and Jarum  Mas were a long rice and the other cultivars were a medium type. Based on the shape of the rice, the Sereh wangi, Jarum  Mas and  Ketan hitam  have a slender shape while the other cultivars are oval. The color of Ketan hitam is red and the other cultivars are white. Keywords : germplasm; local rice; physical characters; grain shape
The DISEMINASI PEMBUATAN BIBIT ALPUKAT UNGGUL DENGAN TEKNIK SAMBUNG PUCUK DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM II DESA RASAU KABUPATEN BATANGHARI wahyudhi, aditya; Herawani, Febrina; Rif'atunidaudina, Ria; Theodora; Mastura, Siti; Nasrudin; Erisha, Norra; Deviona
Journal of Empowerment Community Vol. 6 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v6i1.1611

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pendampingan dan pelatihan peningkatan keterampilan sambung pucuk dalam pembuatan bibit tanaman alpukat oleh santri Pondok Pesantren Darul   Ulum II. Diseminasi ini dilatar belakangi oleh pemanfaatkan waktu luang yang masih kurang optimal oleh santri dan penyediaan bibit alpukat unggul untuk ditanam di lahan pondok yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah  menambah  pengetahuan  dan  keterampilan  santri  mengenai  pembuatan  bibit  unggul dengan teknik sambung pucuk, serta menyediakan bibit alpukat unggul untuk optimalisasi penggunaan lahan di pondok pesantren. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pelatihan. Materi-materi terkait pelatihan disampaikan melalui ceramah dan diskusi. Kemudian dilanjutkan dengan praktik secara langsung. Hasil dari diseminasi ini adalah santri dan masyarakat pondok pesantren memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan bibit alpukat dengan teknik sambung pucuk dan tersedianya bibit alpukat unggul untuk ditanam oleh pondok pesantren. Kesimpulan  dari  kegiatan  ini  adalah  kegiatan  diseminasi  pembuatan  bibit  alpukat  unggul  ini menjadi wawasan dan keterampilan baru bagi santri dan masyarakat pondok pesantren untuk dapat membuat bibit tanaman buah unggul. Kata kunci: alpukat, bibit, pondok pesantren, sambung pucuk
PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN DENGAN INTEGRATED FARMING SYSTEM (IFS) PETERNAKAN SAPI – HORTIKULTURA DI KABUPATEN PANGANDARAN Isnaeni, Selvy; Nasrudin, Nasrudin; Malik Ramadhan, R Arif
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i1.2124

Abstract

Peningkatan Produksi Pangan dengan Sistem Pertanian Terpadu (SPT) Ternak Hortikultura di Kabupaten Pangandaran. Kelompok Tani Karya Gumilang dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum Saluyu mengelola banyak sektor seperti peternakan dan budidaya seperti budidaya padi, tanaman hortikultura, dan pakan ternak. Para petani dan KWT telah lama memiliki rumah kompos, namun belum dimanfaatkan karena belum ada yang mengelola rumah kompos tersebut secara optimal. Sehingga kotoran sapi yang ada dari peternak tidak dimanfaatkan dengan baik. Dari analisis awal yang telah dilakukan, sistem pertanian terpadu (SPT) sangat memungkinkan untuk dilakukan di KWT petani dan KWT. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu mengembangkan potensi budidaya hortikultura di Kabupaten Pangandaran khususnya pada petani dan KWT serta penerapan pertanian organik dan mengembangkan potensi budidaya hortikultura. Materi yang disampaikan adalah materi umum mengenai sistem pertanian terpadu (SPT) dan pembuatan kompos serta materi budidaya tanaman hortikultura. Praktik yang dilakukan adalah praktik pembuatan kompos dan penerapan kompos untuk budidaya tanaman hortikultura. Serta pendampingan panen tanaman hortikultura. Dengan adanya IFS ini, kelompok tani Karya Gumilang menjadi unggul dalam bidang pertanian. Dari hasil yang diperoleh, pemanfaatan kotoran ternak untuk kompos dan penerapan kompos pada tanaman hortikultura dapat menekan biaya produksi dan menghasilkan lebih banyak produk tanaman hortikultura. Kata kunci: Kompos, hortikultura, pertanian terpadu.
Respons karakteristik agronomi, fisiologi, dan biokimia padi (Oryza sativaL.) tercekam salinitas dengan umur bibit berbeda: The agronomic, physiology, and biochemical characteristics responses of paddy (Oryza sativa L.) stressed by salinity with the different seed ages Nasrudin, Nasrudin; Isnaeni, Selvy
AGROMIX Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v13i1.2859

Abstract

Introduction: Salinity is a major constraint in rice crop production through inhibiting the absorption of water and minerals. The seedling age optimally can increase the adaptability of plants under saline conditions. The objective of this study was to examine the agronomic, physiological, and biochemical responses of rice under saline conditions using the different seed age to determine their adaptability to the abiotic stress. Methods: The study used a CRD non-factorial, there is seedling age with three levels including 21, 28, and 35 days after sowing (DAS). The study used rice cv. Banyuasin and salinity stress given is NaCl with the concentration 8 dS m-1. The addition of NaCl when the plants were 12 and 54 days after planting (DAP). Results: The different seed age planted under saline conditions significantly affects to agronomic and physiological characteristics as indicated by shoot dry weight, plant biomass, and chlorophyll content. The different seed age planted under saline conditions significantly affects biochemical characteristics as indicated by proline content and nitrate reductase activity. The rice seedling age of 21 DAS produced the highest biomass and shoot dry weight, the rice seedling age of 28 DAS produced the highest chlorophyll content and nitrate reductase activity, and the rice seedling age of 35 DAS produced the highest proline content. Conclusion: The older rice seedling (35 DAS) increased the higher proline content, while the younger rice seedling (21 DAS) increased the shoot dry weight and plant biomass. In addition, rice seedlings (28 DAS) produced the highest chlorophyll content and nitrate reductase activity.
Gerakan Satu Santri Satu Tanaman di PPAT Hamalatul Qur’an Tasikmalaya untuk Meningkatkan Regenerasi Petani Alma'sum, Mochamad Lurie; Juliani, Sukma Eka; Nurul Az Zahra , Intan; Akbar Hakim, Ali; Maulana , Ergi Syarif; Nasrudin, Nasrudin
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v8i3.4117

Abstract

Peningkatan minat pemuda terhadap sektor pertanian dibutuhakan sebagai strategi untuk meningkatkan regenerasi petani. Gerakan satu santri satu tanaman dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat dan kecintaan para santri terhadap sektor pertanian. Tujuan PKM yakni untuk mengenalkan, membekali, mengedukasi, dan membentuk pribadi unggul pada santri PPAT Hamalatul Qur’an terhadap sektor pertanian untuk menunjang regenerasi petani. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini meliputi sosialisasi, focus group discussion, praktik langsung di lapangan, serta evaluasi kegiatan secara berkala. Kegiatan PKM dilaksanakan di lingkungan PPAT Hamalatul Qur’an Tasikmalaya pada bulan April hingga Juni 2024. Pelaksanaan kegiatan PKM dengan melibatkan sebanyak 130 orang santri. Hasil PKM menunjukkan bahwa gerakan satu santri satu tanaman yang telah diterapkan yakni secara konvensional dan hidroponik mampu meningkatkan keterampilan, keingintahuan, dan kecintaan santri terhadap pertanian. Terjadi peningkatan sebesar 60% terhadap keingintahuan santri terhadap aktivitas pertanian secara holistik. Selanjutnya, terjadi peningkatan sebesar 75,66% santri berkeinginan untuk menjadi petani milenial yang mampu menerapkan sistem pertanian modern dan sistem pertanian berkelanjutan. Hasil ini membuktikan bahwa gerakan satu santri satu tanaman yang dilaksanakan pada PPAT Hamalatul Qur’an berdampak positif untuk menghasilkan SDM unggul dan mempercepat proses regenerasi petani sekaligus mendukung implementasi SDGs.
Implementasi Teknologi Rorak dalam Memitigasi Kekeringan pada Lahan Pertanian Terbatas di Masyarakat Gunung Roay Tasikmalaya Alim , Rofi Syaepul; Zulkifli, Muhamad; Taufik , Riad; Ratnasari, Ade; Huda , Muhammad; Nasrudin, Nasrudin
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v8i3.4403

Abstract

Perubahan iklim menyebabkan kelangkaan air sehingga menghambat aktivitas pada sektor pertanian. Gunung Roay Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu wilayah yang seringkali menghadapi keterbatasan air saat musim kemarau tiba. Teknologi rorak dapat menjadi strategi untuk menampung air yang dapat digunakan saat musim kemarau. Kegiatan PkM bertujuan untuk mengedukasi dan mendampingi masyarakat Gunung Roay dalam mengatasi permasalahan kekeringan melalui konservasi air dan tanah menggunakan teknologi rorak. Program dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2024 menggunakan metode observasi, sosialisasi, dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan PkM diketahui bahwa pendampingan dan edukasi masyarakat Gunung Roay terhadap implementasi rorak mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan di antaranya manfaat, cara kerja, pembuatan, dan penerapan teknologi rorak. Peningkatan tersebut diperoleh berdasarkan hasil evaluasi menggunakan metode kuesioner yakni sebelum pelaksanaan program, masyarakat belum mengetahui teknologi rorak dan sering menghadapi permasalahan keterbatasan air. Adapun setelah dilaksanakan program, terjadi peningkatan pengetahuan, kemauan, dan keterampilan masyarakat dalam melakukan konservasi tanah dan air. Lebih lanjut, mayoritas masyarakat berkeinginan untuk mengetahui, memahami, dan menerapkan secara mandiri. Teknologi rorak diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penampungan air untuk suplai air berkelanjutan
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AQUEOUS DAUN PEPAYA TERHADAP PEMBENTUKAN IMAGO, FEKUNDITAS DAN FERTILITAS Spodoptera frugiperda J. E. SMITH Rahmatilah, Cecep; Ramadhan, R. Arif Malik; Nasrudin, Nasrudin
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10126

Abstract

Penggunaan pestisida sintetik mempunyai dampak negatif terhadap permasalahan resistensi dan resurgensi hama. Tanaman pepaya berpotensi sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan hama serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak aqueous daun pepaya terhadap aktivitas biologis Spodoptera. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni hingga September 2022 di Laboratorium Fakultas Pertanian dan laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 taraf perlakuan di antaranya 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% ekstrak daun pepaya. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Ekstrak aqueous daun pepaya dengan konsentrasi 1% merupakan perlakuan paling efisien untuk menurunkan tingkat fekunditas imago betina S. frugiperda akan tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter kemampuan pembentukan imago dan fertilitas telur S. frugiperda.
Co-Authors Noni Rahmawati , Deviona, , Abdu Muhammad Rijalul Haq Ade Ratnasari, Ade Aditya Wahyudhi Ai Fitria Aidiah, Aidiah Akbar Hakim, Ali Alim , Rofi Syaepul Alim, Rofi Syaepul Alma'sum, Mochamad Lurie Ari Gian Ari Nursyamsi Aripin, Nazril Ilham Arrin Rosmala Asti Aprilia Susanti Atep Rendi Hidayat Budiastuti Kurniasih Cuneng Nurjanah Danar Dono Dewi Mirantika Dhea Nurul Amalia Dhea Nurul Amalia Didan Ramdani Diki Abdul Halim Diki Nurul Rivai Eka Tarwaca Susila Putra Eko Hanudin Elizani, Prahesti Fahmi, Paozi Fahrul Oktaviana Rahman Faridz Nasyarudin Latif Fikri, Firas Fadhielah Firgian Ardigurnita Firgian Ardigurnita Firmansyah, Efrin Halim, Diki Abdul Halwani, Beisya Afkha Al Herawani, Febrina Hidayat, Atep Rendi Hikmatyar, Missi Hilal Hamdah Hilal Hamdah Hilal Hamdah Hilmi Dzikri Rahman Huda , Muhammad Iqbal, Fauzan Muhammad ISMAIL SALEH Ismail Saleh Jihad Muhammad Juliani, Sukma Eka Krisman Muhammad Priyadi Kurniasih, Budiastuti Kusuma Agdhi Rahwana Malik Ramadhan, R Arif Marsela Arsya Sakinah Mastura, Siti Maulana , Ergi Syarif Mora, Andita Minda Muhammad Huda Muhammad Huda Muhammad Wasal Falah Muhammad, Jihad Norra Erisha, Norra Nurcahya, Rama Nurjanah, Cuneng Nurtika, Tuti Nurul Aini Nurul Az Zahra , Intan Pandu Permana Paozi Fahmi Permana, Pandu Prahesti Elizani Putri, Ghifa Alghifaira Putri, Meirin Dwiningtyas R. Arif Malik Ramadhan Rachmanto Bambang Wijoyo Rahayu, Yustika Rahmatilah, Cecep Ramadhan, R. Arif Malik Ria Rif’atunidaudina Rian wildan Saeful Iman Selvy Isnaeni Selvy Isnaeni Sherly Rahayu Siti Nurhidayah Sukma Eka Juliani Sutri Utami Taufik , Riad Taufik, Riad Theodora Theodora Theodora Tiara Septirosya Tirto, Muhammad Yeni Jayanti Yoseph Pratama Lumban Tobing Yulisan, Amalia Azzahra Yustika Rahayu Yustika Rahayu Zulkifli, Muhamad