Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KEKERABATAN PISANG AMBON LOKAL DI KABUPATEN REJANG LEBONG BERDASARKAN KARAKTERISASI MORFOLOGI Suryani, Rini; Suliansyah, Irfan; Warnita; Zainal, Aprizal; Sukartini
Akta Agrosia Vol 26 No 1 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Fakultas Pertanian, Universitas Bengkkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/aa.26.1.41-49

Abstract

Morphological characterization is initial information in finding diversity and determining desired superior characters. The purpose of the research is to conduct morphological characterization and determine the relationship of local Ambon banana in Rejang Lebong District. Neko77 This study was conducted during September to October 2019, utilizing a field survey method with purposive sampling to investigate the morphological characterization and determine the relationship of local Ambon bananas in Rejang Lebong District. The kinship relationship of each type of local banana, Ambon เว็บสล็อต | R4shub Curup consists of 3 related groups, where 1st group belongs toAmbon Kuning (1), Ambon Curup (7), Ambon Hijau (2) and Ambon Lumut (6), 2nd group is Ambon Pendek (5), and the 3rd group belongs toAmbon Putih (3), and Ambon Dingin (4). The closest kinship is between Ambon Kuning (1) and Curup (7), with a similarity level of 93,67 %, while the Ambon Curup owns the farthest kinship level with Ambon Pendek (5), which is 48,37%. The high genetic diversity is caused by the frequent occurrence of random inter-species mating. Keywords: Identification, morphology, kinship relationship, local ambon banana, Rejang Lebong
PERAN ISOLAT RHIZOBAKTERIA DAN ZAT PENGHAMBAT TUMBUH DALAM PEMBENTUKAN DAN PERTUMBUHAN AKAR TANAMAN KENTANG Sari, Henny Puspita; Warnita; Indra Dwipa
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 1 (2020): (EJPP) Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2020 - April 2021)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v1i1.170

Abstract

PGPR adalah bakteri hidup bebas yang berada di tanah. Mereka baik secara langsung atau tidak langsung membantu perakaran (Kumar and Sharma 2017). Akar merupakan organ yang sangat penting bagi tanaman, peran akar yang paling utama yaitu dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan untuk mendapatkan interaksi isolat rizobakteria dengan konsentrasi zat penghambat tumbuh coumarin dalam meningkatkan pembentukan umbi dan pertumbuhan tanaman kentang, serta mendapatkan isolat rhizobakteria dan konsentrasi pemberian coumarin yang terbaik dalam pertumbuhan dan pembentukan umbi tanaman kentang. Penelitian ini mengunakan pola faktorial dalam rancangan acak lengkap dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah isolat rhizobakteria yaitu tanpa isolat, isolat BT.4.1, isolat BT.4.2, isolat BT.4.3 dan faktor kedua adalah konsentrasi zat penghambat tumbuh coumarin, yaitu konsentrasi coumarin 0, 50, 100 dan 150 mg/l. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi pemberian isolat rhizobakteria dan coumarin dapat menekan panjang akar tanaman kentang diperoleh pada isolat BT.4.1 dengan konsentrasi coumarin 50 mg l?¹, sehingga energi yang digunakan bisa untuk pembentukan biji. Sedangkan pemberian coumarin secara tunggal tidak mempengaruhi, tetapi coumarin dapat menekan panjangan akar dan bobot basah akar.
Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Cair Terhadap Kandungan Klorofil, Serat Kasar dan Vitamin C pada Tanaman Pakcoy secara Hidroponik Nasution, Rizki Nia Sukri; Warnita, Warnita; Zainal, Aprizal
Agroteknika Vol 8 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i1.450

Abstract

Pakcoy menjadi salah satu tanaman yang banyak disukai oleh masyarakat_khususnya di Indonesia karna mengandung banyak manfaat dan vitamin yang tinggi. Nutrisi merupakan kunci utama dalam budidaya hidroponik. Pemupukan dapat dilakukan melalui daun. pemupukan harus diimbangi dengan dosis yang tepat agar memberikan hasil yang maksimal, kandungan nutrisi yang terkandung pada pupuk cair dapat memengaruhi kandungan klorofil yang dapat memengaruhi kandungan serat kasar tanaman dan juga vitamin C pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi serta jenis dan dosis terbaik pada klorofil total, kandungan serat kasar serta vitamin C pada tanaman pakcoy Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2024 di Green House Arif Hydrofarm Kota Padang, Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil tTanaman Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Petak Terbagi (RPT) factorial. Faktor pertama yaitu atas 5 jenis pupuk (Good Grow, Gandasil, Ferti Grow, Yield More dan NPK Vertine) dan faktor kedua yaitu 4 dosis pupuk (0 ml/L, 5 ml/L, 10 ml/L dan 15 ml/L.). Data dianalisis dengan uji F pada taraf 5%, jika F hitung lebih besar dari pada F table, maka dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range’s Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil yang didapatkan terdapat interaksi pemberian jenis pupuk dan dosis pupuk cair pada klorofil total daun tanaman pakcoy. Pemberian pupuk cair Good Grow memberikan terbaik terhadap klorofil daun dan peningkatan serat kasar serta Vitamin C yang dibudidayakan pada sistem NFT dengan AB Mix 700 ppm. Dosis 15 ml/L memberikan pengaruh terbaik terhadap klorofil total daun dan peningkatan serat kasar serta vitamin C tanaman Pakcoy yang dibudidayakan pada sistem NFT dengan AB Mix 700 ppm. terdapat interakasi pada kandungan klorofil total, dan adanya peningkatan kandungan serat kasar dan kandungan Vitamin C pada pemberian pupuk Grow Good dengan dosis 15 ml/L.
APLIKASI DOSIS KOMPOS TITHONIA DAN KONSENTRASI PGPR FLORAONE® TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG Resti Hayati; Elara Resigia; Warnita
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 26 No 2 (2024)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.26.2.134-142

Abstract

[APPLICATION OF TITHONIA COMPOST DOSAGE AND PGPR FLORAONE® CONCENTRATION ON THE GROWTH PERFORMANCE AND YIELD OF EGGPLANT].  Eggplant is an important horticultural crop with high nutritional value, essential for maintaining health. Increasing eggplant production can be achieved through the use of superior varieties and optimized cultivation techniques. However, much of Indonesia's agricultural land consists of marginal soils, such as Ultisol, which pose challenges to cultivation. These challenges can be mitigated by incorporating organic materials, such as Tithonia compost, and utilizing Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR).This study aimed to evaluate the interaction effects of different doses of Tithonia compost and concentrations of PGPR FloraOne® on the growth and yield of eggplant. The experiment was conducted from February to May 2023, using a completely randomized design (CRD) with two factors and three replications. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with an F-test at a 5% significance level, followed by HSD for mean separation. The results indicated that the combination of Tithonia compost at a dose of 15 tons/ha and PGPR concentration of 45 mL/L yielded the earliest flowering time. Tithonia compost significantly influenced plant height, leaf number, flowering time, number of flowers, fruit length, fruit diameter, fruit number, and fruit weight per plant. Meanwhile, PGPR application significantly affected leaf number, flowering time, and fruit length. These findings highlight the potential of integrating Tithonia compost and PGPR to enhance eggplant growth and productivity, particularly on marginal soils.  
Keragaan Morfologi dan Fisiologi Seledri pada Pemberian Naungan dan Ekstrak Taoge Trizayuni, Riskia; Warnita; Ardi; Zafitra; Via Permata Sari
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.v10i1.26978

Abstract

Celery offers a distinctive flavor to culinary dishes and has biopharmaceutical potential in addressing various health issues. Efforts to obtain high-quality celery in terms of appearance and content continue to be made to meet human needs. The objective of the study is to determine the morphological and physiological responses of celery plants to shade treatment and mung bean sprout extract. The experimental design used a completely randomized design with 2 factors, namely the provision of shade (without shade, 65% shade, 75% shade, and 85% shade) and the provision of bean sprout extract (without bean sprout extract, 10% bean sprout extract, and 30% bean sprout extract). Each treatment was repeated 3 times. Data were analyzed by analysis of variance and Duncan's New Multiple Range Test (5%). Results indicated that 85% shading combined with 30% mung bean sprout extract yielded the highest stomatal density. The same extract concentration also produced the highest chlorophyll a and total content. In contrast, 65% shading resulted in the largest leaf area of celery plants.
Penampilan Morfologi dan Sitologi Tanaman Semangka (Citrullus lanatus Thunb.) Hasil Induksi Senyawa Kolkisin Aswat, Amarilla; Hayati, PK Dewi; Sutoyo; Warnita; Kuswandi
JURNAL AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS ANDALAS Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jagur.7.1.11-17.2025

Abstract

Seedless watermelons, both seeds and fruits, possess a significantly higher economic value than their seeded counterparts. Serif Saga Agrihorti, a variety developed by the Tropical Fruit Research Institute, offers several advantages, including a sweet taste, high fruit yield, bright red flesh, and large fruit size. However, it is characterized by a relatively high number of seeds. The development of a new seedless variety from Serif Saga Agrihorti is crucial. Polyploid induction using mutagenic agents like colchicine is an effective method to obtain tetraploid female parents. This study aimed to identify the optimal method and colchicine concentration for inducing polyploidy in watermelons and to produce putative tetraploid plants. Polyploid induction was conducted using two methods: directly applying colchicine solution to plant shoots and soaking seeds in colchicine solution for 24 and 48 hours at concentrations of 0.2% and 0.4%. The observed traits included stem diameter, leaf length and width, stomatal length and width, pollen diameter, pollen viability, male and female flowering periods, harvesting time, fruit weight, fruit diameter, seed count, and seed dimensions (length and width). Data were analyzed using an unpaired t-test using the Statistical Tools for Agricultural Research (STAR) software. The results identified four putative tetraploid genotypes based on morphological observations of pollen diameter, stomatal size, and seed dimensions. In conclusion, seed soaking in colchicine solution effectively induces polyploidy in watermelons compared to shoot application.
Pengaruh Pemberian Beberapa Konsentrasi Elisitor Cu2+ Terhadap Kandungan Katekin pada Kalus Tanaman Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) Secara In Vitro Putri, Yenni Anisah; Zainal, Aprizal; Warnita, Warnita
Agroteknika Vol 8 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i3.497

Abstract

Tanaman gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) merupakan komoditi unggulan Sumatera Barat penghasil senyawa polifenol terutama katekin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan sehingga digunakan dalam berbagai bahan baku industri seperti farmasi, kosmetik, dan pangan. Prospek pasar ekspor yang tinggi namun mutu gambir yang diekspor masih rendah. Penggunaan kultur suspensi sel dengan penambahan elisitor seperti ion tembaga Cu²⁺ dapat menjadi solusi efektif dengan meningkatkan produksi metabolit sekunder dalam jumlah banyak dan waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi elisitor Cu2+ terbaik dalam peningkatan kandungan katekin kalus gambir. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemberian elisitor Cu2+ (0, 2, 4, dan 6 mg/l) sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian elisitor Cu2+ belum mampu untuk meningkatkan kandungan senyawa katekin pada kalus gambir karena hanya ditemukan pada perlakuan 0 ppm 7 HSS dan terdapat beberapa senyawa bioaktif yang muncul pada kromatogram pengujian HPLC yang tidak dapat teridentifikasi oleh standar katekin yang digunakan.
Multiplikasi Planlet Kentang (Solanum tuberosum L.) Kultivar Cingkariang Rahma Salvina Hirza; Irfan Suliansyah; Warnita
JURNAL AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS ANDALAS Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jagur.7.2.67-73.2025

Abstract

Potato (Solanum tuberosum L.) is an important crop for food diversification, yet the productivity of the local Cingkariang variety from West Sumatra remains limited due to poor seed quality and viral infection. Tissue culture provides a reliable approach to produce pathogen-free planting material. This study evaluated the interaction of NAA and BAP concentrations on the in vitro growth of Cingkariang potato plantlets. Results revealed significant interactions between the two growth regulators on most growth parameters. The application of 0.3 ppm NAA enhanced node number, shoot formation, and plantlet height without suppressing root growth, while 2 ppm BAP was most effective for stimulating shoot development. These findings highlight the importance of optimizing plant growth regulator combinations to improve micropropagation efficiency of Cingkariang potato.
PENGARUH PEMBERIAN NAUNGAN DAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN APIGENIN TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) Trizayuni, Riskia; AArdi, A.; Warnita, W.
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2029

Abstract

Kuantitas kandungan metabolit sekunder menjadi perhatian dalam kelompok tanaman biofarmaka. Berbagai penelitian terkait perbaikan mutu tanaman ini sudah dilakukan, namun kondisi lingkungan yang fluktuatif menyebabkan kegiatan tersebut belum cukup memastikan kandungan metabolit sekunder diproduksi lebih baik pada tanaman. Pemberian naungan dan aplikasi zat pengatur tumbuh alami (ZPT) merupakan hal umum yang dilakukan dalam kegiatan budidaya, namun pembahasan mengenai sejauh mana kedua perlakuan ini mempengaruhi produksi metabolit sekunder tanaman belum terlalu diperhitungkan khususnya dalam penelitian-penelitian di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan intensitas naungan dan jenis ZPT alami terbaik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan serta kandungan metabolit sekunder (apigenin) pada tanaman seledri. Penelitian dilakukan menggunakan RAL secara faktorial dengan dua faktor, yaitu naungan dan jenis ZPT alami.  Naungan terdiri dari 3 taraf berupa penanaman tanpa naungan, naungan 65%, naungan 75%, dan naungan 85%. Sedangkan jenis ZPT alami terdiri dari penanaman tanpa ZPT,  ZPT dari ekstrak bawang merah, dan ZPT dari ekstrak tauge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian naungan dan aplikasi ZPT alami mempengaruhi kadar apigenin tanaman seledri. Nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian naungan 65% dan aplikasi ZPT dari ekstrak tauge. Pemberian naungan memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman. Nilai terbaik diperoleh pada pemberian naungan 75%. Aplikasi zpt alami tidak memberikan pengaruh pada semua variabel pengamatan
PEMANFAATAN PUPUK DAN ZPT ALAMI PADA PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Yuliana, Ledi; Satria, Benni; Warnita, Warnita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4602

Abstract

Fertilization is one of the efforts to increase shallot yields in cultivation techniques. One of the organic materials that can improve soil fertility and support the growth of shallot plants is cow manure and natural ZPT from coconut water. Several studies have been conducted regarding the effect of giving doses of cow manure or coconut water concentration on shallot plants. However, there is no appropriate dose or concentration to increase the growth of shallot plants. This research was carried out using an experimental method with 2 treatment factors, the first was the dose of cow manure with 3 treatment levels, namely 10, 20 and 30 tonnes/ha. The second is the concentration of ZPT in coconut water with 3 treatment levels, namely 25%, 50% and 75%. The observational variables measured in this study are plant height, total chlotophyll, number of leaves, and number of saplings. Key-words: chlorophyll, coconut water, cow manure, cytokinins INTISARIPemupukan merupakan salah satu upaya dalam peningkatan hasil bawang merah dalam teknik budidaya. Salah satu bahan organik yang dapat memperbaiki kesuburan tanah serta menyokong pertumbuhan tanaman bawang merah adalah pupuk kandang sapi dan ZPT alami dari air kelapa. Beberapa penelitian telah dilakukan mengenai pengaruh pemberian dosis pupuk kandang sapi atau konsentrasi air kelapa pada tanaman bawang merah. Namun, belum ada dosis maupun konsentrasi yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan 2 faktor perlakuan, faktor pertama dosis pupuk kandang sapi dengan 3 taraf perlakuan yaitu 10,20, dan 30 ton/ha. Faktor kedua konsentrasi ZPT air kelapa dengan 3 taraf perlakuan yaitu 25%, 50%, dan 75%. Variabel pengamatan yang diukur pada penelitian ini ialah tinggi tanaman, klorofil total, jumlah daun dan jumlah anakan. Kata kunci: klorofil, air kelapa, pupuk kandang sapi, sitokinin