Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pembangunan Basis Data Produksi Bawang Putih Sembalun Bumbung Husnan Hadi; Kurniawan Yuniarto; Mi’raj Fuadi; Joko Sumarsono
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 2 (2023): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i2.4195

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) dan basis data digital komoditas pertanian sangat diperlukan untuk mendukung era sosial 5.0. Basis data (database) merupakan sekumpulan data-data yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain yang disimpan dalam perangkat keras komputer dan akan diolah dengan perangkat lunak. Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah sebuah sistem yang menyajikan informasi dalam bentuk grafis dengan menggunakan peta sebagai antar muka dengan fungsi untuk menyimpan dan memanipulasi data geografis. Pembuatan basis data pertanian untuk bawang putih di Desa Sembalun Bumbung, dapat mendukung perkembangan dan keberlanjutan aktivitas usaha tani. Pendampingan pembangunan basis data ini bertujuan untuk menyediakan basis data digital dan membangun sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG) berupa pemetaan produksi komoditas bawang putih yang bersifat akurat, informatif dan online melalui WebGIS. Kegiatan pendampingan petani bawang putih menggunakan metode deskriptif, dengan data yang diambil berupa luasan lahan bawang putih, data pemilik lahan, data nama penggarap, data jenis pupuk, data jumlah pupuk, data jenis hama dan pengepul. Produk kegiatan adalah basis data dan peta berisi informasi terkait potensi produksi bawang putih di daerah tersebut yang dapat diakses melalui internet. Terdapat 359 petak lahan bawang putih dengan luas 56,674 ha dengan jumlah potensi produksi sebesar 1.134 ton bawang putih per musim.
Pembuatan Block Sampah Sebagai Pengendali Erosi di Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Endang Purnama Dewi; Joko Sumarsono; Gagassage Nana Luih De Side; Sirajuddin H Abdullah; Asih Priyati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 3 (2023): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i3.5883

Abstract

Desa kekait merupakan salah satu desa terluas dari 16 desa dan kelurahan di Kecamatan Gunung Sari dengan luas wilayah 10 km2 dengan jumlah penduduk 7.980 jiwa (Gunung Sari Dalam Angka 2021). Sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani aren dan berdagang hasil kebunnya sendiri. Desa Kekait juga merupakan salah satu desa agrowisata. Pengembangan agrowisata aren di desa Kekait ini salah satunya ditujukan untuk mengoptimalkan potensi pohon aren sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani pohon aren. Para pengunjung agrowisata dapat melihat langsung panen air nira dan proses pembuatannya menjadi gula merah dan gula semut di rumah-rumah penduduk. Namun realitanya di lapangan , pengembangan Desa Kekait menjadi Desa Agrowisata memiliki kendala pada permasalahan sampah. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran kolektif masyarakat pada kebersihan lingkungan terutama mengenai pengelolaan sampah plastik. Salah satu alternatif solusi yang dapat ditawarkan untuk penangan sampah yang ada di Desa Kekait yaitu dengan cara mengolah sampah menjadi sampah block yang dapat diaplikasikan sebagai pengendali erosi untuk konservasi tanah. Dalam kegiatan pengabdian ini akan dilakukan sosialisasi pada masyarakat Desa Kekait tentang teknologi pengolahan sampah plastik baik dengan alat pencetak sederhana ataupun dengan alat pencetak modern. Masyarakat diberikan sosialisasi bagaimana mengolah limbah dan proses pembuatan hingga aplikasi pemanfaatan sampah block yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pengendali erosi. Dengan adanya alternatif sampah block ini, diharapkan dapat mengurangi penimbunan sampah yang dihasilkan masyarakat sehingga kebersihan dan keindahan Desa Kekait sebagai desa agrowisata dapat dicapai secara maksimal. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat mengolah limbah sampah plastiknya sendiri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat
Performance test of the gripper control system on a robot arm for picking tomatoes Saputra, Oki; Wahyudi, Wahyudi; Sumarsono, Joko; Setiawati, Diah Ajeng; Dewi, Endang Purnama
Jurnal Agrotek Ummat Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v11i1.20868

Abstract

As the demand for precision agriculture intensifies, the integration of robotics into crop harvesting processes becomes imperative. This study addresses the design and evaluation of a gripper specifically tailored for a robotic arm, aiming to enhance the efficiency of tomato harvesting. The gripper is meticulously crafted, employing a 3 mm plywood material and subjected to rigorous testing at variable angles of 40°, 45°, and 50°. The design process initiates with a meticulous blueprint and laser printing, utilizing 3 mm plywood to create a robust gripper structure.  Experimental trials are conducted to assess the gripper's performance under different angle configurations. The results reveal an exemplary success rate, with a 100% achievement in the successful transfer of tomatoes without incurring any damage. The gripper's adaptability to variable angles proves crucial in maintaining. the integrity of tomatoes during the harvesting process. Furthermore, data analysis encompasses crucial parameters such as gripping time, torque exerted by the gripper, and the percentage of tomatoes successfully transferred Testing results reveal a gripping time of 0.14 seconds, indicating an efficient gripper with the highest torque at a 40° angle. The detailed design and adaptive nature of the gripper hold promise as precision technology for tomato harvesting, contributing to discussions on the integration of robotics in agriculture, particularly in optimizing harvests. Future recommendations include enhancing the gripper's structural materials for increased durability and incorporating pressure sensors to further refine its capabilities
Development of data acquisition biogas monitoring system based on IoT Dewi, Endang Purnama; Sumarsono, Joko; Amuddin, Amuddin; Kompyang, I Gusti Made
Jurnal Agrotek Ummat Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v11i1.20574

Abstract

The development of microcontroller and semiconductor technology continues to increase in line with demands for system control and monitoring, including in the context of renewable energy. This control and monitoring process is also applied in biogas production. Conventional biogas plants in the field are not monitored so that communities face various challenges including a lack of organic material (low organic loading rate) and overload (excessive organic loading rate). Overloading slows or stops the anaerobic digestion process and can cause total system damage. Furthermore, another challenge that arises from inadequate or nonexistent monitoring of biogas plants is poor production due to excessive temperature fluctuations or inappropriate temperature ranges for various types of methanogenic bacteria. this research introduces an innovative monitoring system capable of accurately tracking several key parameters, including air temperature and humidity (DHT22), organic material temperature (DS18B20), and biogas pressure (MPX5700DP). This solution is built on the Internet of Things (IoT) concept, utilizing Arduino as the sensor data processor and Wemos D1 Mini as the wifi module connecting the system to the IoT platform, Cayenne. These findings provide valuable insights into the performance of the biogas installation during that specific time period. With the implementation of this monitoring system, it is anticipated that the efficiency and stability of biogas production can be improved through accurate and real-time monitoring of key variables in the biogas production process. Analysis of monitoring data reveals that the highest air temperature generally occurs during the daytime, particularly between 13:00 and 14:00, while the lowest air temperature is recorded in the morning around 05:00 to 06:00 on rainless days. Additionally, organic material temperature exhibits fluctuations, with the lowest point typically occurring between 06:00 and 09:00, and the highest point between 15:00 and 20:00. Biogas pressure reaches its peak on the sixth day, namely on January 10, 2022, at around 13:00, with pressure reaching 3.9 kPa.
Pelatihan Hidroponik Bagi Petani Milenial di Daerah Kayangan, Kabupaten Lombok Utara Putra, Guyup Mahardhian Dwi; Sumarsono, Joko; Priyati, Asih; Abdullah, Sirajuddin Haji; Setiawati, Diah Ajeng; Side, Gagassage Nanaluih De; Amaliah, Wenny; Dewi, Endang Purnama
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v6i1.409

Abstract

Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan kabupaten termuda dari 8 kabupaten yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat. KLU sendiri terus berbenah untuk terus dapat meningkatkan kesejahteraan penduduknya, hal ini dapat dilihat dari data BPS, terjadi penurunan kemiskinan yang signifikan dari tahun 2019 berada pada angka 29% dan pada tahun 2023 sudah turun menjadi 25,8%. Capaian ini akan terus ditingkatkan agar penduduk miskin dapat ditekan serendah-rendahnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan peran serta petani milenial yang berada di KLU untuk menggarap lahan pertanian dengan konsep modern. Pengabdian ini berfokus pada budidaya tanaman dengan metode hidroponik sebagai salah satu bentuk pertanian modern. Hal pertama yang dilakukan dalam pelatihan adalah melakukan observasi tingkat pemahaman atau pengetahuan mengenai pertanian modern dengan sistem hidroponik, setelah itu penyampaian materi oleh beberapa narasumber dari akademisi, praktisi dan koperasi, dilanjutkan dengan pelatihan bertanam sayuran hidroponik, dan yang terakhir adalah evaluasi hasil. Hasil dari kegiatan pengabdian di Kayangan, KLU berjalan dengan lancar, masyarakat petani milenial dengan sangat antusias. Hal ini dapat dilihat dari peran serta dan keaktifan mereka selama mengikuti kegiatan pelatihan hidroponik. Pada sesi terakhir banyak peserta yang mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan nara sumber. Masyarakat petani milenial berharap kegiatan ini terus berkesinambungan dan terus dapat berjalan melalui bimbingan selama melakukan budidaya hidroponik hingga mereka mampu memproduksi sayuran sendiri minimal untuk konsumsi rumah tangga sehari hari
MODIFIKASI IKLIM MIKRO DENGAN OTOMATISASI SISTEM IRIGASI TETES PADA TANAMAN SELEDRI (Apium Graveolens A) Endang Purnama Dewi; Joko Sumarsono; Sirajuddin Haji Abdullah; Asih Priyati; Wenny Amaliah; Guyup Mahardhian Dwi Putra; Gagassage Nanaluih De Side
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 28, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.28.2.162-172.2024

Abstract

Seledri atau Apium graveolens sudah sangat dikenal pemanfaatannya oleh masyarakat luas. Daun tanaman tersebut dikonsumsi sebagai lalapan dan penghias hidangan. Bijinya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyedap. Selain itu, ekstrak minyak seledri juga dapat digunakan sebagai obat.Penanaman seledri di areal lahan terbuka mengalami beberapa kendala diantaranya seledri merupakan varietas tanaman semusim yang sensitif terhadap kebutuhan air yang memiliki kondisi jenuh air dan kurang air. Pemberian air yang berlebihan atau kekurangan dapat membuat pertumbuhan tanaman seledri tidak optimal. Penerapan mikrokontroler pada sistem irigasi dapat memungkinkan dalam mengontrol pemberian air secara otomatis berdasarkan perintah yang diberikan. Selain masalah pemberian air, Perubahan iklim, suhu ekstrem, atau cuaca tidak stabil juga menjadi kendala tanaman seledri di lahan. Seledri lebih baik tumbuh pada suhu yang lebih sejuk, dan suhu ekstrem dapat mempengaruhi produksi tanaman. Pada lahan terbuka modifikasi iklim mikro dilakukan dengan memberikan mulsa sebagai penutup permukaan lahan sehingga mampu memberikan karakteristik yang berbeda terhadap unsur-unsur iklim mikro, yang meliputi, kelengasan tanah, suhu tanah, serta suhu dan kelembapan udara. Penelitian ini menunjukkan bahwa otomatisasi irigasi tetes dapat berfungsi dengan baik. Alat ini mampu membaca suhu udara (°C), kelembapan udara (%), dan suhu tanah (°C) menggunakan sensor SHT10 dan DS18b20. Data hasil pembacaan sensor dan kondisi servo berhasil disimpan secara real time oleh data logger RTC DS3231 dalam format file .csv. Semua data dan aktivitas alat dapat dimonitor melalui MQTT Dashboard. Kelengasan tanah tertinggi terdapat pada tanah dengan menggunakan mulsa jerami yaitu sebesar 32% pada pukul 18:4:9 sore hari, Suhu tanah tertinggi terjadi pada perlakuan tanpa mulsa pada pukul 12:00 di siang hari sebesar 33.5 oC, diikuti suhu tanah pada perlakuan mulsa plastik sebesar 32 oC dan suhu tanah pada perlakuan dengan mulsa jerami sebesar 29,6 oC. Suhu udara yang diperoleh pada penelitian adalah  25,93 ˚C dengan kelembapan 79,72 %. Dari hasil yang diperoleh di lapangan, seledri bisa tumbuh dengan optimal pada rentang suhu dan kelembapan tersebut.
Pelatihan Pembuatan Tepung Pisang sebagai Alternatif untuk Meningkatkan Nilai Jual Buah Pisang Mas di Desa Lantan Afriani, Irma; Adawiyah, Rabiatul; Marcelina, Lesti; Yusuf, Ahmad Rahman; Ayudia, Dina Yustika; Hidayati, Rizka; Herliana, Umi; Anugerah, M Titan; Rahim, Yogi Akbar Azizir; Junyarbhi, Widhi Tri; Sumarsono, Joko
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v4i2.476

Abstract

Buah pisang menjadi komoditas andalan di Desa Lantan Batukliang Utara, Kecamatan Lombok Tengah (Loteng). Pisang merupakan produk hortikultura yang cepat mengalami penurunan mutu akibat proses fisiologis buah. Sebagai komoditi hasil pertanian buah pisang merupakan produk yang bersifat mudah rusak, sedangkan umur simpannya juga sangat terbatas, sehingga diperlukan penggunaan teknologi yang tepat guna untuk mengolah buah pisang menjadi produk makanan yang lebih meningkatkan nilai tambah dan daya tahannya. Produk olahan yang diproses dengan menggunakan teknologi sederhana adalah pembuatan tepung pisang. Tepung pisang adalah hasil penggilingan buah pisang kering (gaple pisang). Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memperkenalkan bagaimana pengolahan buah pisang menjadi tepung guna meningkatkan nilai jual serta memperpanjang masa simpan buah pisang, khususnya pisang mas di desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah pada hari Kamis, 9 November 2023 yang dihadiri oleh 45 peserta. Pada saat kegiatan berlangsung para peserta sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Sejauh ini telah dibuat sebanyak 5 kg tepung pisang dari 65 sisir pisang mas. Harga untuk 500g tepung pisang yakni Rp. 25.000 sedangkan harga pisang mentah sebelum diolah sekitar Rp. 1.500 per sisirnya. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa selisih harga tepung pisang dan pisang mentah yang belum diolah yaitu Rp. 15.000,00, maka dapat dilihat bahwa harga perbandingan ini jelas sangat tinggi jika tidak dimanfaatkan dengan baik.
SCHEDULED FOG IRIGATION SYSTEM USING ARDUINO UNO AND RTC (REAL-TIME CLOCK) ON FERTILIZATION OF MUSTARD PLANT (Brassica juncea L.) De Side, Gagassage Nanaluih; Sumarsono, Joko; Abdullah, Sirajuddin Haji; Priyati, Asih; Dewi, Endang Purnama; Wenny Amaliah
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.03.7

Abstract

The watering of seedings can be done automatically by leveraging the development and advancement of technology, one of which is by utilizing a microcontroller that can be programmed to do watering according to the preferred time. This research aims to design and implement a scheduled fog irrigation system using the Arduino UNO microcontroller and utilizing the RTC (real-time clock) component in the mustard green seeding. In this research, the fog irrigation system is applied to green cabbage by optimizing the Arduino Uno microcontroller, which is used to design electronic circuits to automate the control of watering fog irrigation. Through this system, it is expected that plant watering can be done on time and the plant's water needs can be fulfilled. This research uses the experimental method or experiments with direct observation in the field through several stages, including preparing, designing, and making irrigation installations, constructing a series of scheduled fog irrigation systems, making scheduled irrigation program languages, calibrating RTCs, and working on scheduled fog irrigation systems. The research parameters include water use efficiency and the operation of the scheduled fog irrigation system. The observation parameters were water discharge (mL/min), water use efficiency (%), plant height (cm), number of leaves (strands), and performance of the scheduled fog irrigation system. Three treatments were applied in this study: first-time watering, second times watering, and third times watering. The scheduled fog irrigation system ran well during the research and aligned with the plan. In testing, the fog irrigation system has a water use efficiency of 75.86%, and in the treatment of fog irrigation, three times a day has the highest value of height and number of leaves with an average height of 3.72 cm and an average number of leaves 2.77 strands.
Pelatihan Pembuatan Komposter untuk Penanganan Limbah Hasil Perkebunan di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah Priyati, Asih; De Side, Gagassage Nanaluih; Sumarsono, Joko; Abdullah, Sirajuddin Haji; Dewi, Endang Purnama; Amaliah, Wenny; Putra, Guyup Mahardhian Dwi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8817

Abstract

Karang Sidemen Village is one of the villages in North Batukliang Subdistrict, Central Lombok Regency which is adjacent to the forest area and the foot of Mount Rinjani causing adequate water sources with the majority of the population as farmers and planters. The natural conditions and life in Karang Sidemen village which is dominated by agriculture is very supportive of the fulfillment of the needs of cultivation production facilities in the form of compost will be very profitable if it can be provided from the processing of agricultural organic waste. The existence of abundant agricultural waste from various agricultural products has a very good potential to meet the needs of compost that will support the cultivation process, namely to support plant growth. Therefore, one of the alternative solutions that can be offered for handling organic waste in Karang Sidemen Village is by processing waste into compost which can be applied as a soil fertilizer. In this community service activity, training will be conducted on making composter tools for handling organic waste in the Karang Sidemen Village community. The community is given socialization and training on how to make an organic composting device or composter with tools and materials that are easily obtained so that the community is able to make their own composter easily, and can utilize organic waste as soil fertilizer. With this composter making training, it is hoped that the community will find it easier to compost organic materials that are easily obtained in their environment, so as to reduce the hoarding of organic waste generated by the community, and can support the Agrotourism village program to the fullest. In addition, by being able to provide compost independently, the community can further reduce their agricultural production costs so as to increase community welfare and income.
Internet of Things and LoRa-based monitoring system on solar dryer dome for coffee drying Amuddin, Amuddin; Sumarsono, Joko; Salman, Salman
Jurnal Agrotek Ummat Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v12i1.28751

Abstract

Coffee drying is a critical stage in post-harvest processing to enhance product quality and market value. Karang Sidemen Village, Central Lombok, has significant potential to adopt renewable energy-based technology to support agricultural processing. This study aims to develop an Internet of Things (IoT) and LoRa-based monitoring system for solar dryer domes in the coffee drying process in Karang Sidemen Village, Central Lombok. The system integrates hardware and software to monitor temperature and humidity in real-time using SHT10 sensors, LoRa ESP32 modules, and the ThingSpeak platform. The method used is experimental to test the application of a temperature and humidity monitoring system on a solar dryer dome using IoT technology. The findings indicate that optimal drying occurs at temperatures between 50°C–55°C with low humidity, enhancing coffee product quality. The implementation of this technology reduces operational costs and supports sustainable agriculture through the utilization of renewable energy. The success in remote monitoring and power efficiency positions this system as an innovative solution for agricultural processing.