Claim Missing Document
Check
Articles

Pengoperasian Pintu Pembilas terhadap Efisiensi Penggelontoran Sedimen: Studi Kasus Bendung Alale Dermawan, Very; Cahya, Evi Nur; Hidayat, Muhammad Nurjati; Sholawatini, Nur
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1, JULI 2024
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.60651

Abstract

This study discuss about hydraulic physical model tests of Alale weir to ensure hydraulic flow behaviour of design flood, condition on downstream of weir, and sediment flushing. In this study, observation were made on a physical hydraulic model in the laboratory with a scale of 1 : 50. Flushing tests were carried out to determine effectivity of the flushing, condition of sedimentation or scouring that occurred at downstream. Alale Weir has 3 flushing gate on the right side of the weir. Flushing is carried out using discharge Q25yr with a flowing duration of 1 hour. Flushing gate has considered quite effective in flushing sediment from upstream of weir. The sediment carried is almost 50% in all flushing scenarios. 6th flushing scenario (gate 1 and 2 were closed and gate 3 was fully opened) has the highest efficiency, 53.81%.
Studi Perencanaan Normalisasi Sungai sebagai Upaya Manajemen Risiko Banjir Sungai Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Zulkanzi, Achmad Kamili; Dermawan, Very; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.143

Abstract

Sungai Batulicin adalah sungai utama pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Batulicin yang berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan dengan risiko banjir yang cukup tinggi. Upaya untuk mereduksi risiko banjir diperlukan agar tidak menimbulkan kerugian berlanjut. Pada studi ini dilakukan pemodelan Sungai Batulicin dengan menggunakan program HEC-RAS. Beberapa data yang dibutuhkan untuk pemodelan berupa data topografi, data curah hujan, dan data pasang surut air laut. Data kemudian diproses sehingga dapat digunakan sebagai data geometri dan boundary condition untuk pemodelan. Hasil pemodelan dalam kondisi eksisting menunjukkan bahwa Sungai Batulicin tidak dapat menampung debit banjir yang terjadi. Didapatkan limpasan pada debit Q25th mencapai 5,35 m dengan limpasan rata-rata sebesar 2,54 m. Oleh karena itu direncanakan normalisasi sungai batulicin untuk mereduksi banjir yang terjadi. Normalisasi direncanakan pada daerah hilir hingga tengah Sungai Batulicin. Perencanaan normalisasi dilakukan dengan menyesuaikan dimensi rencana dengan ruas sungai yang dinormalisasi. Hasil normalisasi menunjukkan penurunan tinggi limpasan rata-rata sebesar 0,88 m dengan penurunan muka air maksimum sebesar 3,46 m.
Upaya Mitigasi Bencana Banjir pada Sungai Welang di Kabupaten Pasuruan Kurniawan Hasan, Dimas Tri; Prasetyorini, Linda; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.151

Abstract

Faktor penyebab terjadinya banjir di DAS Welang diantaranya adalah akibat dari curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air, serta sedimentasi di muara sungai sehingga menghambat aliran sungai menuju laut. Banjir menggenangi lahan pertanian, pemukiman, serta sebagian Jembatan Jalan raya Nasional. Mengingat pentingnya Sungai Welang bagi penghidupan masyarakat, maka diperlukan upaya mitigasi banjir agar dapat mencegah kerugian dalam skala besar. Pada studi ini, dilakukan analisis hidrologi untuk memperoleh debit banjir rancangan kala ulang 25 dan 50 tahun dengan Hidrogaf Satuan Sintetik Nakayasu yaitu sebesar 897,27 m3/det dan 958,82 m3/det. Pemodelan hidraulik kondisi eksisting dilakukan dengan menggunakan analisis aliran 2D HEC-RAS dengan simulasi unsteady flow. Diperoleh luas wilayah banjir akibat usulan pengalihan banjir periode ulang 25 tahun dan 50 tahun masing-masing adalah sebesar 388,06 dan 430,22 ha. Sedangkan, pemodelan pengendalian banjir yang direncanakan dengan debit banjir probabilitas 50 tahun yaitu berupa tanggul dan normalisasi dilakukan dengan fitur channel modification pada RAS-Mapper. Untuk upaya non-struktural dilakukan dengan membuat jalur evakuasi menuju lokasi terdekat yang dianggap aman, seperti lahan kosong dengan elevasi yang relatif tinggi.
Perbandingan Efektifitas Model Vertical Flow Roughing Filter (VRF) Dan Horizontal Flow Roughing Filter (HRF) Dalam Peningkatan Kualitas Air Artha, Vevy May; Saputra, Anggara Wiyono Wit; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.161

Abstract

Pada Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu awalnya menggunakan air dari Sumber Rejoso untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, karena kebutuhan air di Sumber Rejoso semakin meningkat menyebabkan pemecahan air dan berdampak pada berkurangnya air bersih yang dialirkan ke Dusun Ngandat. Oleh sebab itu, dibuatlah sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Namun, air sumur bor tidak layak untuk digunakan secara langsung oleh masyarakat. Perlu dilakukan pengolahan air sumur bor terlebih dahulu sebelum dapat digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Vertical-flow Roughing Filter (VRF) dan Horizontal-flow Roughing Filter (HRF) untuk menurunkan Daya Hantar Listrik (DHL), Dissolved Oxygen (DO), dan pH Dalam penelitian ini dikaji penurunan Daya Hantar Listrik (DHL), Dissolved Oxygen (DO), dan pH. Penelitian ini menggunakan roughing filter aliran vertikal dan horisontal, dengan media ijuk, pasir silika, karbon aktif, zeolit, dan batu apung, dengan ketinggian media VRF: 4 cm dan HRF: 13 cm. Hasilnya pada VRF prosentase penurunan nilai pH: 7,15%, DHL: 13,83%, dan 43,46%. Sedangkan pada HRF prosentase penurunan nilai pH: 8,34%, DHL: 13,04%, dan DO: 36,76%.
Analisis Perubahan Peredaman Energi Akibat Penurunan Dasar Peredam Energi Menggunakan Uji Model Fisik Hidraulik Anam, Syaiful; Dermawan, Very; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.123

Abstract

Bangunan utama (Headworks) pada bangunan jaringan irigasi didefinisikan sebagai kompleks bangunan di sepanjang sungai yang dapat membelokkan air menuju saluran irigasi. Bangunan utama terdiri dari bangunan pengelak, peredam energi, kantong lumpur, bangunan pembilas. Apabila sebuah bendung dibangun maka bagian hilir bendung akan terjadi loncat air. Kecepatan pada daerah tersebut masih tinggi sehingga dibuat suatu konstruksi peredam energi. Peredam energi adalah bangunan hidraulik yang berfungsi meredam energi dari aliran air hasil limpasan dari atas mercu bendung. Dampak buruk yang dihasilkan oleh aliran energi yang tidak dapat diredam oleh bangunan adalah terjadinya penurunan muka tanah dasar sungai. Gerusan menyebabkan kerusakan pada struktur tanah yang berpotensi menyebabkan kerusakan bangunan hingga keruntuhan bangunan. Tipe peredam energi USBR biasanya dipakai untuk head drop yang lebih tinggi dari 10 meter. Peredam energi USBR memiliki 4 tipe yaitu USBR I, USBR II, USBR III dan USBR IV. Pada penelitian ini digunakan peredam energi Tipe USBR II, merupakan peredam energi yang memiliki blok-blok saluran tajam (gigi pemencar) di ujung hulu dan didekat ujung hilir (end sill). Tujuan penelitian adalah untuk menentukan geometri bangunan peredam energi dengan membuat persamaan tinggi jatuh (Z1) pada model penurunan lantai dasar saluran keseluruhan dan penurunan lantai dasar peredam energi (kombinasi negatif slope) pada peredam energi tipe datar dan tipe USBR II, sehingga mengetahui model peredaman yang paling efektif dan efisien.
Assessment of the Pelangwot-Sedayu Lawas Floodway Capacity for Managing Floods in the Lower Bengawan Solo River Amalia, Dewi; Sumiadi, Sumiadi; Dermawan, Very; Ivan, Hans
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.02.7

Abstract

The Pelangwot-Sedayu Lawas floodway is the main infrastructure for a flood control system in the Lower Bengawan Solo. However, frequent flooding still occurs in the Turi and Kali Tengah subdistricts of Lamongan Regency. Therefore, the number of emergency gates in the floodway has been increased. An important aspect of this flood control is ensuring that, despite the increase in capacity of the Pelangwot-Sedayu Lawas floodway gates, the water surface elevation at Pelangwot does not lead to overflow and that the floodway channel from Pelangwot to Sedayu Lawas effectively conveys the maximum discharge. This study aims to assess the capacity of the emergency gates to convey a flood discharge of 1000 m³/s and the capability of the floodway channel to accommodate flows from both the emergency gates and outlet of Jabung Retarding Basin, which amounts to 1140 m³/s. The analysis of floodway capacity involves calculating the discharge through five floodway gates and simulating the floodway channel to manage flood discharge using the HEC-RAS 5.0.7 software. Results indicate that with a gate opening of 5 m, the five gates can discharge 1000 m³/s at a water surface elevation of +7.03 masl, reducing floods by 32.09%. To improve capacity, the embankment must be elevated by 1.0 meters, with a crest width of 4.00 meters along the left bank for 4.4 km and the right bank for 4.35 km. These modifications are essential to enhance flood management and protect downstream areas.
Pendugaan Laju Erosi Lahan Menggunakan Metode USLE di DAS Pekalen Kabupaten Probolinggo Darmawan, Sevila Maulidina; Mohammad Bisri; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.002

Abstract

Populasi masyarakat di setiap negara meningkat setiap tahunnya termasuk Indonesia. Berdasarkan data dari BPS yang diambil pada tahun 2023, terjadi peningkatan 1,06% masyarakat Indonesia. Semakin banyak masyarakat yang melakukan perubahan hutan menjadi Kawasan pertanian karena keterbatasan lahan yang tersedia. Apabila alih fungsi lahan dilakukan dengan tidak memperhatikan konservasi tanah dan air dapat berindikasi pada terjadinya erosi. Perubahan Kawasan hutan menjadi Kawasan pertanian di hulu DAS Pekalen berdampak pada laju erosi yang terus meningkat dan pada gilirannya akan menimbulkan banjir karena sedimen hasil erosi akan mengendap dan menyebabkan pendangkalan pada sungai. Zonasi potensi erosi dilakukan berdasarkan Teknik identifikasi daerah resapan dikarenakan limpasan permukaan menjadi penyebab utama terjadinya erosi di Indonnesia. Metode USLE digunakan untuk pendugaan laju erosi sehingga didapatkan laju erosi rata-rata sebesar 7,88 mm/Tahun dan nilai tersebut telah melebihi batas erosi yang diperbolehkan yaitu sebesar 2,5 mm/Tahun. Tingkat bahaya Erosi didapatkan 5 klasifikasi dari sangat ringan hingga sangat berat dan didominasi kelas sedang dengan luas 7.896,24 Ha.
Penerapan Metode Rainfall Anomaly Index Sebagai Analisis Kekeringan Meteorologi Pada Daerah Aliran Sungai Sampean Kabupaten Bondowoso Rifnawati, Vina; Harisuseno, Donny; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.019

Abstract

Salah satu kabupaten yang mengalamikekeringan akibat kemarau yang panjang dalambeberapa tahun terakhir adalah KabupatenBondowoso. Kekeringan merupakan suatu kondisijumlah air yang tersedia tidak dapat memenuhikebutuhan hidup. Menyikapi hal tersebut, maka dibutuhkan adanya studi mengenai analisis indekskekeringan meteoroligis sebagai bentuk antisipasiterhadap peristiwa kekeringan yang akan terjadipada DAS Sampean Kabupaten Bondowoso. Analisis indeks dari kekeringan meteorologismenggunakan metode Rainfall Anomaly Index(RAI) dan penggambaran peta sebaran kekeringandengan metode Kriging pada Aplikasi ArcGis10.8. Adapun yang dibutuhkan sebagai analisisyaitu data hujan yang diperoleh dari pos hujan yang ada pada DAS Sampean dengan rentangwaktu 20 tahun (2003-2022). Dari hasil analisisdidapatkan nilai indeks kekeringan menggunakanperiode 1 bulanan sebesar -3.15 terjadi ditahun2006, 2011, 2012, dan 2015 pada bulan Mei, Agustus, dan Sepetember.
Studi Efektivitas Pembangunan Kolam Retensi pada Sungai Bremi untuk Mengatasi Banjir Menggunakan HEC-RAS 6.5 Salsabila, Sekar; Dermawan, Very; Nur Cahya, Evi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.011

Abstract

Sungai Bremi sebagai salah satu sungai di Kota dan Kabupaten Pekalongan tercatat mengalami banjir di setiap tahunnya. Kondisi topografi yang cenderung datar menghambat aliran sungai menuju ke laut. Tujuan dari studi ini yaitu mengetahui kondisi eksisting banjir serta penambahan kolam retensi sebagai upaya untuk mengatasi banjir. Kondisi eksisting dilakukan dengan pemodelan hidraulik memakai analisis aliran 2D HEC-RAS 6.5 dengan simulasi unsteady flow berupa debit banjir rancangan dengan HSS Nakayasu Q5, Q10, dan Q20. Dari hasil itu, ditambahkan kolam retensi sebagai upaya mengatasi banjir yang direncanakan di hulu sebesar 456.764,1 m3 dan hilir sebesar 220.926,7 m3. Kolam retensi direncanakan terdapat bendung samping sebagai inlet dan pintu klep otomatis sebagai outlet. Penambahan kolam retensi dapat mereduksi banjir sebeasar 79,83%.
Studi Model Jaringan Saraf Tiruan untuk Penilaian Kerapatan Jaringan Stasiun Hujan di DAS Ciliwung Hulu Putri, Aradila Tiara; Dermawan, Very; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.057

Abstract

Dalam pengelolaan sumber daya air, analisis hidrologi sangat penting dilakukan untuk perencanaan, pengembangan, dan pengendalian infrastruktur keairan. Ketepatan analisis hidrologi bergantung pada kualitas data dari tiap stasiun hujan dan pos duga air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas jaringan stasiun pengamatan hujan di wilayah DAS Ciliwung Hulu dan mengidentifikasi stasiun hujan yang dapat memberikan akurasi maksimum dalam merepresentasikan daerah studi. Analisis data hujan dan debit dilakukan dengan uji statistik ketiadaan trend, stasioner, persistensi, dan outlier. Penilaian terhadap kerapatan jaringan stasiun hujan mengacu pada standar yang ditetapkan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). Pola sebaran stasiun hujan dianalisis dengan metode Jaringan Saraf Tiruan (JST), yang mengidentifikasi pola dan karakteristik data hujan dan data debit di DAS Ciliwung Hulu. JST mengidentifikasi sebaran stasiun hujan yang signifikan terhadap akurasi prediksi debit. Evaluasi dilakukan dengan mengurangi satu per satu stasiun hujan hingga diperoleh kombinasi paling efektif. Hasil menunjukkan DAS Ciliwung Hulu memenuhi standar WMO dengan kerapatan 37,981 km² per stasiun hujan. Pola sebaran terbaik dengan komposisi data 50-30-20 menunjukkan kesalahan relatif terkecil 10,857%, dan NSE kategori sangat baik sebesar 0,981 dengan 500 epoch, pada kombinasi Stasiun Hujan Gadog, dan Stasiun Hujan Gunung Mas.
Co-Authors Abdul Azis Hoesein Achmad Marzuqi, Achmad Adihaningrum, Anita Andriyani Adilah, Ahmad Daffa Aditiya, Achmad Rizkiawan Aji, Yahya Muchaimin Alam Semesta, Aji Rahmanda Alpikarigo, Jano Andre Primantyo H., Andre Primantyo Andre Primantyo Hendrawan Anggara Cahyo Wibowo Anggara Wiyono Wit Saputra, Anggara Wiyono Wit Aniek Masrevaniah Ardiyansah, Ilham Artha, Vevy May Augustiman, Yoggie Azhary Aulia, Nanda Bahreisy, Arzil Abdillah Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Budi, Susilo Budiarto, Fajar Dwi Danudoro, Muhammad Darmawan, Sevila Maulidina Dewi Amalia Dhitaisma, Elsya Dian Chandrasasi Dian Sisinggih Dian Sisingih, Dian Donny Harisuseno DRIANTAMA, AL GHIFARY Emma Yuliani Endah Supriyani Endang Purwati RN Eri Prawati Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fathinun Najib Fikhruddin, Ahmad Fitrina, Halita Hadi Kusuma, Fajar Sadewa Handoko, Shubhananda Aulia hari siswoyo Hidayah, Susi Hidayat, Muhammad Nurjati Ikhsanti, Lanthika Dwi Ilmiawan, Ahlun Nazar Indrajayatama, Ridho Satria Ivan, Hans Kurniawan Hasan, Dimas Tri Kurniawati, Oktavia Triana Kusuma, Roorkeindia Paramita Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Listyana, Kurnia Ulfi M. Amar Sajali M. Bisri M. Janu Ismoyo Martius, Alifa Fajriani mas'udi, oldvika nurma Maulana, Muhammad Adnan Mochammad Ibrahim Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Solichin, Mohammad Muhamad Rodhita Muhammad Taufiqurrohman, Muhammad Nimas Ayu Anggraini, Nimas Ayu Nisa, Anggie Aqidahtun Nur Cahya, Evi Nurhayati, Ima Nurwijayanti Oktaviariyadi, Nabila Paksi, R. Susenatama Jatayu Pitojo Tri Juwono Prima Hadi Wicaksono Putra Ramadhani, Adhinda Dwi Putri, Aradila Tiara Rachmadani, Lucia Putri Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahawarin, Ridho Fahreza Reynaldo Jeffry Polie, Reynaldo Jeffry Rifai, A Rifnawati, Vina Rinaldy, Alif - Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizal Arifuddin K. Rizaldi, Odhi Rosamike, Mega Okvita Karinda Runi Asmaranto Rusardi, Olda Fadhilah Aprilia Salsabila, Sekar Saputra , Anggara Wiyono Wit Sholawatini, Nur Siregar, Jeremi Ishak Siswanti, Yuvika Rega Sri Wahyuni Suhardjono, - Suhartanto, Ery Sumanto, Hari Sumiadi, Sumiadi Suwanto Marsudi Swandani, Monique Adriana Syaiful Anam Syarief Fathoni, Syarief Tandisau, Deandy Gilang Tandju, Indah Nur Alifa Tri Budi Prayogo, Tri Budi Ussy Andawayanti Utami, Diah Tri Utomo, Gloria Dihan Vareza, Ervisto Thama WAHYU FIRMANSYAH Wahyudi, Aqsha Prahitna Wayan Andi Frederich Gunawan Widandi Soetopo Wirawan Putra, Rizky Almiraldi Wiryamanta, Dhimas Raditya Yanuar Hendra Pramana, Yanuar Hendra Yudha, Nevandria Satrya Zulkanzi, Achmad Kamili