Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

REVITALISASI USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG DI DESA BULUDE KECAMATAN KABARUAN KABUPATEN TALAUD Anggela Aine Adam; Norma Komalig; Aprildy Randy Andrew Ferdinandus; I Parsaroan Tamba; Moh. Fikri Pomalingo; Livana Dethris Rawung; Revolson Alexius Mege; Nindy Gaby Sepang
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7826

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dipedesaan adalah sangat penting dalam rangka meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Ketahanan pangan merupakan salah satu solusi dalam mencapai kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berlokasi di daerah 3T (Tertinggal-Terdepan-Terluar). Kegiatan ternak ayam kampung di Desa Bulude merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan demi meraih capaian tujuan ketahanan pangan. Merujuk pada hasil survei lapangan serta pembahasan bersama anggota kelompok peternak ayam kampung dan aparatur setempat, dapat ditetapkan sejumlah persoalan utama yang mendesak untuk ditangani, yakni pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan terkait pembangunan kandang, perumusan ransum pakan, serta pelaksanaan vaksinasi. Selain itu juga dalam rangka mencapai tujuan ketahanan pangan di Desa Bulede maka tim pelaksana juga memperkenalkan system integrasi peternakan dan Pertananian. Melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat ini telah meningkatkan pengetahuan beserta keterampilan mitra sasaran dalam melaksanakan kegiatan ternak ayam kampung.
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA MESIN PEMIPIL JAGUNG PORTABLE Agus Susanto Ginting; Moh Fikri Pomalingo; Sjahril Botutihe
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal JTPG (Oktober)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v3i2.245

Abstract

Budidaya jagung di Gorontalo sebesar 60% dilakukan pada lahan miring. Sistem pertanaman pada lahan miring biasanya menerpakan sistem tanpa oleh tanah. Permasalahan yang dihadapai adalah saat panen dimana dibutuhkan biaya yang besar untuk mengangkut buah jagung dari lahan ke areal pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin pemipil jagung portable yang digandengkan dengan sepeda motor dan memanfaatakn putaran mesin sepeda motor tersebut sebagai sumber tenaga mesin pemipil. Dengan menggunakan mesin yang dirancang diharapkan pemipilan dapat dilakukan dilahan pertanian sehingga beban yang ditransportasikan semakin ringan. Hasil pengujian menunjukkan mesin pemipil mampu berkeja secara fungsional dan struktural. Kinerja mesin terbaik terdapat pada perlakuan dengan kecepatan tinggi dengan kisaran kecepatan putar poros pemipil 5001 rpm – 6500 rpm. Pada perlakuan ini diperoleh waktu operasi, effisiensi pemipil, dan kapasitas pemipil berturut-turut sebesar 12,67 detik, 80,10% dan 282,84 kg/jam.
DESAIN KOMPONEN PEMIPIL JAGUNG PADA MESIN PERONTOK PAJAKA (Padi, Jagung, Kacang) Max Kurniawan; Moh Fikri Pomalingo; Agus Susanto Ginting
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal JTPG (Oktober)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v3i2.250

Abstract

Jagung merupakan komoditas tanaman pangan yang banyak dibudidayakan petani. Jagung juga merupakan bahan pangan pokok kedua setelah beras bagi masyarakat Gorontalo. Hampir semua bagian tanaman jagung mempunyai kegunaan. Batang dan daun jagung dapat digunakan untuk kertas dan papan dinding. Tongkol dapat digunakan untuk bahan bakar, silosa dan furfural. Tujuan dari penelitian ini adalah Merancang komponen pemipil berbentuk poros bergerigi dan menguji kinerja poros pemipil dengan memanfaatkan putaran mesin penggerak. Mesin ini memiliki manfaat antara lain: Dapat mempercepat proses pemipilan dari yang dilakukan secara manual dan mempermudah petani dalam memipil jagung serta meningkatkan pendapatan mereka. Prinsip kerja mesin pemipil ini digerakkan oleh motor penggerak, daya dari penggerak ditransmisikan oleh puli dan v-belt keporos pemipil. Untuk melakukan pemipilan, dengan memanfaatkan putaran jagung diletakkan pada poros pemipil sehingga jagung tesebut akan terpipil dengan sendirinya karena ban karet yang ada pada poros berfungsi sebagai perontok. Hasil uji coba menggunakan sampel 1kg jagung pada tiap putaran. Percobaan pertama yaitu pada putaran 1200 Rpm mendapatkan 308.46 g/menit, percobaan kedua yaitu pada putaran 1400 Rpm mendapatkan 302.35 g/menit dan percobaan ketiga yaitu pada putaran 1600 Rpm mendapatkan 212.12 g/menit
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA TUGAL JAGUNG UNTUK LAHAN MIRING Moh Fikri Pomalingo
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v5i1.565

Abstract

Penanaman jagung di provinsi Gorontalo di lakukan pada lahan datar dan lahan miring. Dari survei yang dilakukan, lebih dari 60% penanaman jagung dilakukan pada lahan miring. Kemiringan lahan yaitu 20-60o. Penanaman jagung di lahan datar biasa dilakukan dengan mengolah tanah terlebih dahulu menggunakan bajak sapi dan traktor roda empat. Penanaman jagung di lahan miring dilakukan dengan sistem TOT (Tanpa Olah Tanah). Sistem TOT dilakukan karena sulitnya mengolah tanah pada lahan miring. Penanaman jagung dilakukan dengan sistem tugal. Pada saat melakukan penanaman para petani biasanya membutuhkan tenaga kerja 2 orang atau lebih dengan upah kerja perhari Rp 70.000/orang/ha. Tugal yang digunakan terbuat dari kayu yang ujungnya ditajamkan dengan diameter 4-7 cm, dan panjang berkisar antara 120 – 150 cm disesuaikan dengan tinggi petani. Penelitian ini bertujuan merancang GAULMI (Tugal Jagung Lahan Miring) 3 in 1, untuk mempermudah petani dalam membudidayakan tanaman jagung. Keunggulan alat ini adalah dapat melakukan proses 3T (Tancap, Taruh, dan Timbun) dengan cepat dan membutuhkan tenaga kerja lebih sedikit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini dapat beroperasi dengan baik pada lahan. Jumlah benih yang dikeluarkan untuk sekali penugalan mencapai 2-3 biji dengan kedalaman 2-3 cm.
Co-Authors Agung Rai Putri Alfonds Andrew Maramis Alfredo, Jannifer Alif, Alfiah Alvin Sthiefandy Amos Axel Sinaga Anatje Lihiang Anggela Aine Adam Anthonov Marandof Aprildy Randy Andrew Ferdinandus Bandu, Rahmat Bastian Rikardo Parhusip Briand Steven Kaligis Damai Juliaman Zega Desi Rinnawati Sinaga Djami Olii Dosi, Paulus Pius Pora Efriwandy Simbolon Efriwandy Simbolon Elfransius Sinaga Fadly Steven Jefry Rumondor Feti Fatimah Friska Mery Montolalu Ginting, Agus Susanto Grace Jenny Soputan Hendro Maxwell Sumual Hutasoit, Xui Ching Angelika I Dewa Made Subrata I Parsaroan Tamba I Putu Nuharta Yasa I Wayan Gede Suarjana Ichiro Davidson Piri Indonesia, Indonesia Ingka Rizkyani Akolo Ingka Rizkyani Akolo Iqrima Staddal Jane Sulinda Tambas Jannifer Alfredo Jimmy Charlos Panjaitan Julfran Devit Damanik Kapli Dama Kapli Dama Barana Livana Dethris Rawung Max Kurniawan Mokosuli Yermia Samuel Moningka, Gregorius Viktor mubarak, azhar aras Muhammmad Muhdi Attaufiq Mustofa Nerni Potolangi Nindy Gaby Sepang Norma Komalig Pabubung, Kurnia Pakanna, Adi Aprians Palilingan, Richard Andreas Panjaitan, Jimmy Charlos Paulus Pius Pora Dosy Potalangi, Nerni O Purba, Fiderman Boniaga Radite Praeko Agus Setiawan Rahmawati Djunuda ratang, Lenie Revolson Mege Robert Munaiseche Rosdiani, Azis Saerang, Syefiorita Angela Samaluddin, Samaluddin Samuel, Mokosuli Yeremia Sanjaya, Ricardo Sanusi Gugule Sarubang, Gabriel Vieri Sarubang Sidik, Dilan Richardo Silalahi, Rike Firda Simbolon, Efriwandy sinaga, Amos Axcel Sinaga, Elfransius Sinaga, Ramesintia Siti Vahira Cantika Kawuwung Situmorang, Ayu Triana Sjahril Botutihe Somba, Junri Stepani Mangguali Sthiefandy, Alvin Trina E. Tallei Urbanus, Ricardo Sanjaya Yuvita Satriani Djuli Zega, Cici Chrisdayanti Zuldesmi