Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR KOMPOSIT HOTEL NEO CONDOTEL KOTA BATU Cahyo, Fahrizal Dwi; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.805 KB)

Abstract

Perkembangan gedung bertingkat di Indonesia saat ini meningkat. Hal ini tentunya sangat positif terhadap masyarakat Indonesia dimana pertumbuhan penduduknya setiap tahunnya meningkat.Salah satu faktor dalam merencanakan bangunan bertingkat tinggi adalah kekuatan struktur bangunan. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam bangunan bertingkat tinggi, karena faktor tersebut berkaitan dengan keamanan dan ketahanan bangunan dalam menahan gaya gempa yang bekerja pada struktur tersebut. Bangunan Hotel Neo Condotel Kota Batu ini direncanakan denganimenggunakanistrukturibeton bertulang. iKonstruksi yangimenggunakanistrukturibetonibertulangimemilikiibeban matiiyang cukupibesar, hal tersebut sangat berpengaruh padaibeban gempaiyang harusiditahan oleh gedungitersebut.iOleh karenaiitu, perencanaanidengan menggunakan struktur komposit perlu untuk direncanakan. Perencanaan balok menggunakan komposit sedangkan kolom menggunakan baja. Balokidan kolomiyang diguanakaniadalah berupaibajaidengan profiliWF. iKonsepiiiperencanaaniiimenggunakaniiimetodeiiLRFD. iDimensiiiibalok.daniiikolom.menggunakan profilibajaiWF berdasarkanitabel profilikonstruksiibaja. iAgar terjadiiaksi.kompositiantara bajaidenganibeton, makaidigunakanipenghubungigeser. Sambunganibalok-kolom digunakanilas, sedangkanisambungan antaribalok danisambungan antarikolom digunakanibaut. Kelebihanipenggunanaan bajaiyaitu penguranganiberat baja, balok baja yang digunakan tidak terlalu tinggi, struktur bangunan menjadiilebih kakuiserta panjangibentang layaniuntuk balokisemakinibesar.   KataiKunci : ikomposit, igaya gempa, iLRFD
PENGARUH KETIDAKTERATURAN BUKAAN RUMAH TINGGAL SATU LANTAI TERHADAP KAPASITAS BEBAN GEMPA P., Naadiyah Widyadhana; Susanti, Lilya; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.55 KB)

Abstract

Pada Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Tahan Gempa Departemen Pekerjaan Umum telah menyatakan syarat penempatan serta persentase dari bukaan pintu, dan jendela yang teratur. Dengan analisis persentase bukaan pada rumah tinggal satu lantai dan menghitung beban gempa rencana, dapat diketahui apakah terdapat ketidakteraturan bukaan pada rumah tinggal serta hubungan antara  ketidakteraturan bukaan dengan kemampuan struktur dalam menahan gempa. Analisis dilakukan pada denah rumah tipe 46/90, 50/90, 54/105, dan 70/135 yang terletak di Kota Malang. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat ketidakteraturan persentase bukaan pada  sampel denah perencanaan bangunan rumah tinggal satu lantai, dengan Pedoman Teknis. Denah rumah tipe 46/90 memiliki persentase bukaan terbesar dan tidak memenuhi persyaratan, nilai tersebut mengakibatkan nilai simpangan pada denah rumah tipe 46/90 untuk dinding arah X tidak memenuhi peraturan SNI dengan rata- rata nilai 36,31 mm > 30 mm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rumah dengan ketidakteraturan lebar bukaan sesuai dengan persyaratan pedoman teknis, memiliki kemampuan struktur yang rendah dalam menahan beban gempa. Kata- kata kunci: bukaan dinding, dinding bata, kekakuan, simpangan.
EFEK BEBAN GEMPA DUA ARAH DAN TIGA ARAH TERHADAP KAPASITAS STRUKTUR JEMBATAN WARREN Syafirra, Sonnia; Susanti, Lilya; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1445.703 KB)

Abstract

Jembatan merupakan salah satu sarana dan prasarana infrastruktur. Dalam perencanaan struktur syarat yang harus dipenuhi adalah, kekakuan, kekuatan, dan daktilitas, struktur jembatan juga perlu memperhitungkan secara tepat total beban yang akan diterima oleh jembatan. Beban jembatan yang sukar diprediksi dan tidak terduga adalah beban gempa. Indonesia merupakan negara dengan tingkat resiko gempa yang cukup tinggi. Dalam menganalisis struktur jembatan akibat beban gempa terlebih dahulu memodelkan struktur jembatan pada software ABAQUS Student Edition dengan data jembatan menggunakan jembatan rangka eksisting di malang. Setelah struktur jembatan dimodelkan selanjutnya dilakukan analisis nilai eigen sehingga mendapatkan dua nilai mode shape terbesar. Selanjutnya setelah analisis nilai eigen dilakukan analisis dinamis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah time history analysis (analisis riwayat waktu). Hasil analisis menunjukkan bahwa akibat bertambahnya arah gempa dari dua arah menjadi tiga arah mengakibatkan meningkatnya tegangan pada batang dekat tumpuan sendi sebesar 5,9303%. Jembatan dari beban gempa dua arah di tingkatkan menjadi beban gempa tiga arah, mengakibatkan penurunan modulus elastisitas jembatan sebesar 2,5641 % dari modulus elastisitas pada kondisi struktur jembatan akibat beban gempa dua arah . Dari besarnya persentase kenaikan tegangan yang tidak begitu besar, dan persentase penurunan modulus elastisitas yang tidak begitu besar sehingga, analisis jembatan dengan menggunakan beban gempa tiga arah tidak begitu berpengaruh besar jika dibandingkan dengan beban gempa dua arah. Sehingga sudah cukup analisis jembatan menggunakan beban gempa dua arah.   Kata Kunci : jembatan, jembatan rangka tipe warren, analisis, kapasitas struktur, beban gempa, mode shape, time history analysis, ABAQUS Student Edition.
ANALISIS KAPASITAS STRUKTUR JEMBATAN RANGKA TIPE WARREN DENGAN MUTU BAJA TIDAK SERAGAM DALAM MENAHAN BEBAN GEMPA DUA ARAH DAN TIGA ARAH Iqbal, Muhammad; Susanti, Lilya; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.255 KB)

Abstract

Dalam merencanakan struktur jembatan harus memperhitungkan secara detail dan akurat total beban yang akan dipikul oleh struktur jembatan, salah satunya adalah beban gempa. Beban gempa merupakan pembebanan pada struktur jembatan yang sifatnya tak terduga dan dapat terjadi di segala arah. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan analisis jembatan rangka tipe warrenakibat beban gempa secara dua arah dan tiga arah. Analisis dilakukan dengan menggunakan software ABAQUS Student Edition. Selain itu, dalam penelitian ini digunakan mutuyang tidak seragam pada material baja. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil pengaruh diantara keduanya terhadap kapasitas struktur jembatan. Output yang dihasilkan dalam analisis ini berupa besarnya nilai tegangan dan regangan tiap batang pada struktur jembatan.Hasil analisis menunjukkan bahwa akibat beban gempa dua arah dan tiga arah tegangan maksimum berada pada batang segmen tengah bagian bawah. Nilai tegangan maksimum pada batang segmen tengah bagian bawah akibat beban gempa dua arah sebesar 332.39312 MPa, sedangkan akibat beban gempa tiga arah tegangan maksimum pada batang segmen tengah bagian bawah sebesar 312.705536 MPa. Penggunaan beban gempa dua arah dan tiga arah pada struktur jembatan rangka tipe warren dengan mutu baja tidak seragam mengakibatkan terjadinya penurunan kekakuan pada tiap-tiap batang yang berkisar antara 5%-10%. Selain itu, penggunaan mutu material baja yang tidak seragam pada struktur jembatan rangka tipe warren menyebabkan terjadinya penurunan kekakuan yang cukup signifikan dibandingkan dengan mutu material yang seragam. Sehingga dapat mempengaruhi kekuatan yang mampu ditampung oleh struktur jembatan tersebut. Kata kunci: jembatan rangka, tipe warren, metode riwayat waktu, beban gempa, dua arah, tiga arah, tegangan, regangan, kapasitas struktur, ABAQUS Student Edition.
EFEK BEBAN GEMPA DUA ARAH DAN TIGA ARAH TERHADAP KAPASITAS STRUKTUR JEMBATAN RANGKA K-TRUSS Puspitasari, Isnana; Setyowulan, Desy; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.916 KB)

Abstract

Dalam analisis suatu jembatan, salah satu beban yang perlu diperhatikan adalah beban gempa, mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan terjadinya gempa bumi. Pada umumnya, beban gempa dianalisis hanya melalui dua arah saja. Pada penelitian ini, peneliti menganalisis jembatan akibat beban gempa tiga arah juga lalu peneliti membandingankan pengaruh diantara keduanya. Output yang dihasilkan dalam analisis ini berupa tegangan dan regangan.Tahap pertama dimulai dengan melakukan pemodelan pada ABAQUS Student Edition dengan spesifikasi dimensi dan material yang telah disesuaikan dengan jembatan rangka K-Truss K.H. Fattah Malang. Jembatan dianalisis terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai eigen dari struktur jembatan itu sendiri. Kemudian, jembatan kembali dianalisis dengan memasukkan nilai eigen dan beban gempa. Pada awalnya, jembatan dianalisis menggunakan beban gempa dua arah terlebih dahulu. Setelah keluar hasil, jembatan kembali dianalisis dengan beban gempa tiga arah. Kemudian keduanya dibandingkan sehingga mendapatkan presentase pengaruh beban dua arah dan tiga arah terhadap kapasitas struktur jembatan.Hasil analisis menunjukkan bahwa beban gempa tiga arah tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap kapasitas struktur jembatan K-Truss. Tegangan maksimum akibat beban gempa tiga arah hanya 5.55% lebih besar dari tegangan maksimum akibat beban gempa dua arah. Katakunci : jembatan, jembatan rangka K-Truss, tegangan, regangan, time history analysis, kapasitas struktur
PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR NONKOMPOSIT GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA W., Dicky Wirasatya; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.754 KB)

Abstract

Konsep
Analisis Perilaku Abutment tanpa Wing Wall Pada Jembatan dalam Menahan Beban Tumbukan (Collision) akibat Gempa Ikhsan, Erika Ainun Zakinah; Setyowulan, Desy; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abutment merupakan struktur bawah jembatan yang mempunyai peranan penting dari suatu jembatan karena beban-beban dari  struktur atas jembatan langsung ditumpu oleh abutment.  Saat terjadi gempa, beban yang ditahan abutment menjadi semakin besar. Salah satu keruntuhan abutment disebabkan karena adanya beban tumbukan dari gelagar atas jembatan akibat gempa. Untuk menghindari kejadian tersebut, dibutuhkannya studi analisis dengan adanya beban gempa yang akan terjadi. Studi analisis ini menggunakan program software ABAQUS CAE 6.14student edition. Perilaku abutment yang akan dilihat dari hasil analisis ini berupa, tegangan-regangan, defleksi horizontal, pola retak dan momen lentur yang terjadi akibat beban gempa. Selain itu, hasil dari studi analisis ini akan dibandingkan dengan studi analisis abutment tanpa wing wall dan hasil studi eksperimental. Data material yang digunakan pada studi analisis ini merupakan data pendekatan terhadap hasil uji tekan beton yangdilakukan di labolatorium dengan kurva hognestad serta parameter damage lainnya dan true stress – true strainuntuk uji tarik baja dari labolatorium. Tegangan yang terjadi pada dinding parapet dengan lebih besar dibandingkan nilai tegangan yang dilakukan di labolatorium. Keretakan terbesar pada saat mencapai kapasistas maksimum parapet wall yaitu pada beban 3,5 ton dengan defleksi 8 cm. Kata Kunci :Abutment, Parapet, Gempa, Tegangan, Regangan, Pola retak, Defleksi, Momen Lentur
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU ABUTMENT TANPA WING WALL DAN DENGAN WING WALL TERHADAP DEFLEKSI HORIZONTAL DAN MOMEN LENTUR PADA JEMBATAN DALAM MENAHAN BEBAN TUMBUKAN (COLLISION)AKIBAT GEMPA N., Faiq Putra; Wijaya, Ming Narto; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abutment merupakan salah satu struktur utama dari suatu jembatan. Abutment menjadi salah satu struktur dalam jembatan yang menopang seluruh beban lantai, serta beban lain yang diatasnya. Oleh karena itu, dalam suatu jembatan pembuatan abutment menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena jika abutment dari suatu jembatan lemah maka semua sistem struktur yang ada di atasnya pun berisiko untuk mengalami kegagalan. Seiring perkembangan konstruksi kebutuhan akan pembangunan jembatan baru pun semakin meningkat. Pada penelitian ini dibuat 2 jenis benda uji abutment yaitu abutment tanpa wing wall dan abutment dengan wing wall, dimana masing-masing dibuat 3 benda uji. Benda uji abutment tanpa wing wall dibuat dengan ukuran parapet wall 600 x 100 x 500 mm, sedangkan untuk abutment dengan wing wall  mempunyai ukuran sama dengan abutment tanpa wing wall akan tetapi ditambahkan wing dengan ukuran 100 x 200 x 500 mm pada masing-masing ujung parapet wall. Abutment tanpa wing wall dan abutment dengan wing wall dibuat dengan tulangan utama baja Ø8 mm dan sengkang Ø6 mm. Pengujian abutment dilakukan dengan menggunakan alat load cell dan LVDT untuk memperoleh  nilai defleksi.Hasil penelitian ini diperoleh nilai defleksi maksimum pada benda uji abutment tanpa wing wall 2 sebesar 42,14 mm dengan beban maksimum sebesar 2350 kg dan abutment tanpa wing wall 3 sebesar 41,53 mm dengan beban maksimum sebesar 2350 kg. Sedangkan nilai defleksi pada benda uji abutment dengan wing wall 2 sebesar 27,705 mm dengan beban maksimum sebesar 2950 kg dan abutment dengan wing wall 3 sebesar 23,87 mm dengan beban maksimum sebesar 3100 kg. Namun pada benda uji abutment dengan wing wall sendiri pada pengujian ini tidak mencapai beban atau gaya tekan maksimum dikarenakan alat pengujian yang tidak memenuhi. Kata Kunci : Defleksi, Momen Lentur, Abutment, Beban Gempa.
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU ABUTMENT DENGAN WING WALL DAN TANPAWING WALL TERHADAP POLA RETAK DAN TEGANGAN REGANGAN PADA JEMBATAN DALAM MENAHAN BEBAN TUMBUKAN (COLLISION) AKIBAT GEMPA Laksono, Rizal Adhit; Susanti, Lilya; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abutment adalahbagiandaristrukturbangunanbawahjembatan yang mempengaruhistrukturjembatanitusendiri, Pada strukturbangunandiatasnya.Penelitian ini dibuat dua jenis benda uji abutment, yaitu abutment dengan wing wall (W) dan abutment tanpa wing wall (TW). Jumlah benda uji untuk penelitian ini adalah sebanyak enam benda uji, Benda uji abutment dilakukan pengujian pembebanan secara horizontal dengan beban merata pada parapet wall abutment dengan menggunakan alat hydraulic jack, load cell 10 ton, dan strain gauge pada tulangan baja dan beton pada titik yang sudah ditentukan kemudian dihubungkan pada alat strain meter untuk memperoleh nilai tegangan regangan dan penyebaran daerah pola retak dari benda uji abutment.Hasil penelitian ini, dapat menunjukkan bahwa benda uji abutment dengan wing wall  (W) mempunyai nilai tegangan yang tinggi dan regangan yang lebih kecil dibandingkan dengan benda uji abutment tanpa wing wall baik baja maupun beton, dengan beban maksimum pada abutment dengan wing wall 2 (W2) sebesar 2950 Kg sedangkan pada abutment tanpa wing wall 2 (TW2) sebesar 2350 Kg. Penyebaran daerah retak benda uji abutment dengan wing wall terlihat lebih sedikit yaitu sampai retak ke 9 (R9), sedangkan benda uji tanpa wing wall sampai retak ke 19 (R19) dengan beban maksimum . Selain itu retak ke 1 (R1) yang terjadi pada benda uji abutment dengan wing wall membutuhkan beban yang lebih besar yaitu pada beban 1200 Kg sampai dengan 1900 Kg, sedangkan benda uji abutment tanpa wing wall pada beban 700 Kg sampai dengan 850 Kg. Namun pada penelitian ini, benda uji abutment dengan wing wall 1 (W1) dan abutment tanpa wing wall 1 (TW1) tidak dilakukan analisis, karena benda uji yang terlalu kuat dengan keterbatasan alat pengujian yang tersedia menyebabkan terjadinya penyimpangan data. Kata Kunci : abutment, jembatan, beban gempa, tegangan regangan, pola retak.
PENGARUH PEMASANGAN BATU ALAM PADA STRUKTUR BATA RINGAN TERHADAP PERILAKU UJI LENTUR Ramadhan, Firmansyah; Susanti, Lilya; Wisnumurti, Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengansemakinmajunyaperkembanganpembangunan  saatini, banyakinfrastruktur yang barudibangunseperti mall, hotel, gedungperusahaanbesar dan gedungbertingkatlainnya. Sehingga, dalampembangunaninfrastrukturperluperencanaan dan perhitungan yang tepat yang melibatkanberbagaidisiplinilmu.  Seorangperencanatidakhanyafokuskepadakekuatansuatustruktur, akantetapi juga mempertimbangkan keamanan dinding pada suatu bangunan dengan memainkan ukuran mortar dalam pemasangan dinding dannilaikeindahan maupun estitika dari bangunan yang akan di bangun, salah satunyadenganmemasangbatualam pada pasanganbataringan. Penelitiandenganjudul “PengaruhPemasanganBatuAlam Pada Struktur Bata RinganTerhadapPrilaku Uji Lentur”, memilikirumusanmasalahbagaimanahasilbending testterhadapbataringan yang dipasangbatualam, bagaimanaperbedaanhasilbending testpada bataringan dan bataringan yang dipasangbatualam, dan apapenyebabdarilepasnyabatualam pada dindingpasanganbataringan. Tujuanpenelitianiniadalah mengevaluasihasilbending testbataringan yang dipasangbatualam, mengevaluasiperilaku uji lentur pada bataringandenganbataringan yang dipasangbatualam, dan mengidentifikasi penyebabdarilepasnyabatualam pada dindingpasanganbataringan. Penelitianinimenggunakanmetodepengumpulan dan pengolahan data. Adapunsumber data-data primer dan sekunderdarihasil uji lab. Data akandiolahdenganmetodeanalisis. Landasanteori yang digunakanadalahteoritentangbataringan, mortar, dan batualam. Berdasarkan Analisa yang dilakukandiperolehkesimpulanbahwakekuatanlentur pada bataringan yang dipasangbatualamdengan mortar 1,5mm ; 3mm ; 6mm menurunsebesardibawah 2% ; 0,3% ; 2% darikekuatanbataringansaja. Dapatdisimpulkanbahwabatualamtidakberpengaruhbesarakantetapibatualamdapatmenyatukanbataringanketikabataringantersebutditekan dan mengalamipecah. Kata kunci :bataringan, mortar, batualam, dan bending test
Co-Authors ., Kholilurrohman ., Nabila A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achfas Zacoeb Adinda Maharani, Ghea Nabila Agraprana, Andhika Alriyandi, Ariq Amjad, Firhan Rezi Anggara Putra, Dyorizky Imaduddin Ari Wibowo Arista, Talitha Asmara Dana, Aldi Jaka Athhtaariq, M. Falah Brahmana K, Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana Bria Seran, Rey David Budi Santoso, Farouk Angga Cahyo, Fahrizal Dwi Cendekiawan Putra, Moch Aldin Christin Remayanti N. Desy Setyowulan Devi Nuralinah Dinatra, Iqbal Rizky Dini, Hanita Nurilina F, Ananda Insan Fahrudin, Rizqi Faisal, Imam Bagus Farhani, Muhammad Rizqi Febrian, Dicky Hamdani Firdausy, Ananda Insan Firdausy, Ananda Insan Franandha, Septriana Bella G. P., Julius Nanda Hafiizh, Yusril Heryanto, Sri Hidayat, Muhammad Farras Hylga Rohman I Gde Eka Wiranatha Ikhsan, Erika Ainun Zakinah Indra Cahya Indra Waluyohadi, Indra Iqbal, Muhammad Irfandi, Rofif Alfiros Jarwo Saputra, Muhammad Aldo Kamal, Wan Muhammad Kanugrahan Dawam, Muhammad Irfan Khamdani, Muhammad Ali Kurniawan, Fajri Kusumatantri, Agnes Laksono, Rizal Adhit M. Taufik Hidayat Mahendra, Muhammad Reza Marami S. A., Fat-Hanna Maulana, Dicky Akbar Ming Narto Wijaya Mohammad Taufik Hidayat Muhammad Yusuf, Fathullah Munadi, Abu Qasim, Muhammad Yusuf, N., Faiq Putra Nainggolan, Christin Remayanti Narto Wijaya, Ming Nugroho, Bagus Prasetyo Nurfidiani Putri, Qisthina Tamimi Nuriani Virgianti, Febbi Ayu Nursamhuda, Wahyu P, Erlangga Adang P., Naadiyah Widyadhana Pangestu, Rizki Ayu Pinontoan, Frisca Presley Pramesthi, Shifa Ardhelia Pramitari W.D, Sagung Istri Pramono, Jafar Aji Prasetyo, Andi Pratama, Firman Yudi Pratama, Firman Yudi Prayoga, M. Fajar Purwaningsih, Anis Puspitasari, Isnana Putra, Yogatama Sujatmiko Putri Aji, Gumelar Asrining Putri, Desy Trikurnia Putri, Herawati Dewi Putri, Mangesti Carissa Rahma, Aisha Hawina Rahmawati, Dian Ramadhan, Firmansyah Ramadhani, Muhammad Alfian Ramayadi, Muhammad Faisal Refandi, Ricky Rivaldo, Wahyu Ruslin Anwar Sabrina, Raissa Saifoe El Unas Salim, Ahmad Agus Sani, Firzi Maulana Saputri, Meirheyma Denfia Satriopratomo, Dhimas F. Satriopratomo, Dhimas F. Satrya, Rahmat Budi Saulina Situmorang, Gracesella Novita Sembiring, Aldi Efrata SembiringMaha, Syella Audina Setiadi, Alan Dharmasaputra Setiawan, Fadilah Shavira, Alexandra Shana Silalahi, Jogi Sitanggang, Gilbert Siti Nurlina Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi, Sri Syafirra, Sonnia Taffareld, Muhammad Firhand Tuanany, Syafiqah Rizky V P, Andreas Brian W., Dicky Wirasatya W., Ramadhan Budhi Waluyo, Ajit Rachmatsyah Wicaksono, Armanda Wisnu Wijaya, Ming Wisnumurti . Yatnanta Padma Devia Yohanes Ola Sira Lamawato Yulianto, Angga Restu