Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH EKSENTRISITAS DUA SISI BRACING PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP MOMEN KAPASITAS STRUKTUR Rahmawati, Dian; Susanti, Lilya; Brahmana K, Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang berada di zona rawan gempa berdampak pada perencanaan suatu struktur bangunan. Untuk mencegah keruntuhan yang mungkin terjadi ini diperlukan suatu sistem perkuatan dengan prinsip menambah kekakuan struktur bangunan menggunakan pengaku (bracing) yang dipasang diagonal pada struktur portal. Penelitian ini menggunakan dua jenis benda uji yaitu benda uji silinder dan benda uji portal. Benda uji portal memiliki tinggi 70 cm dan panjang 100 cm dengan dimensi penampang sebesar 10 cm x 10 cm dengan tulangan utama Ø6 mm dan tulangan geser Ø4 mm. Pada benda uji portal A menggunakan bracing tanpa eksentrisitas sedangkan portal B dan C menggunakan eksentrisitas atas dan bawah dengan jarak yang bervariasi. Pengujian pada benda uji portal dilakukan dengan uji beban lateral menggunakan alat load cell untuk mengetahui nilai beban maksimum yang mampu ditahan oleh struktur portal untuk kemudian dikalkulasikan yaitu mengalikan nilai beban maksimum dengan tinggi benda uji portal. Dari pengujian beban lateral yang dilakukan terhadap benda uji portal didapatkan nilai beban maksimum yang mampu ditahan oleh struktur portal kode A sebesar 4410 Kg, portal kode B sebesar 3600 Kg, dan portal kode C sebesar 2330 Kg. Nilai beban maksimum yang didapat pada masing-masing benda uji portal digunakan untuk perhitungan nilai momen kapasitas struktur. Dari perhitungan yang dilakukan dengan mengalikan beban maksimum masing-masing benda uji portal dengan tinggi benda uji portal maka didapatkan nilai momen kapasitas struktur portal A sebesar 3087 Kgm, portal B sebesar 2520 Kgm, dan portal C sebesar 1631 Kgm. Berdasarkan nilai momen kapasitas yang diperoleh pada masing-masing benda uji portal, struktur portal A (non eksentrisitas) memiliki nilai momen kapasitas paling besar dibandingkan struktur portal B dan C yang memiliki eksentrisitas. Kata Kunci :Portal, Beban Lateral, Bracing, Eksentrisitas, Kuat Tekan, Momen Kapasitas
PENGUJIAN PASANGAN DINDING BATAKO INTERLOCK AKIBAT GAYA IN-PLANE Dini, Hanita Nurilina; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia sangat diperlukan bangunan rumah tinggal yang aman terhadap gempa. Salah satu cara menciptakan rumah tinggal yang aman dengan meningkatkan kinerja dinding agar tidak runtuh saat terjadi gempa. Untuk itu dibuat batako interlock yang memiliki lips pengunci pada sisi-sisinya untuk digunakan sebagai bahan penyusun dinding rumah tinggal. Pada penelitian ini dibuat dinding dengan tulangan dan tanpa tulangan menggunakan batako interlock yang memiliki tinggi 80 cm, panjang 75 cm dan tebal 12,5 cm.Pada dua lubang tepi dinding yang terisi tulangan ditutup dengan mortar.Sedangkan pada lubang yang tidak diisi tulangan ditutup menggunakan gabus.Selain itu juga dibuat benda uji batako interlock satuan dan batako interlock susun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mutu batako interlock, kuat tekan batako interlock susun, kuat tekan, kuat geser horizontal dan kuat geser diagonal pasangan dinding batako interlock. Hasil yang diperoleh nantinya akan dibandingkan dengan bahan penyusun dinding lain yang biasa digunakan.Pengujian dinding dilakukan dengan memberi beban dari arah vertikal, horizontal dan diagonal. Hasil pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan rata-rata pasangan dinding batako interlock sebesar 0,796 Mpa,kuat geser horizontal rata-rata pasangan dinding batako interlock sebesar 0,118 MPa dan kuat geser diagonal rata-rata pasangan dinding batako interlock sebesar 0,226 Mpa. Kata Kunci :batako interlock, pasangan dinding, kuat tekan, kuat geser horizontal, kuat geser diagonal
PENGARUH EKSENTRISITAS PADA STRUKTUR PORTAL DENGAN BRACING TIPE V AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP TEGANGAN DAN REGANGAN STRUKTUR Dinatra, Iqbal Rizky; Susanti, Lilya; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan akan terjadinya gempa bumi. Hal ini disebabkan karena Indonesia dilewati oleh cincin api pasifik. Gempa bumi tentu dapat merusak struktur bangunan mulai dari retaknya struktur hingga kegagalan struktur yang mengakibatkan bangunan roboh. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk memenuhi kebutuhan berupa bangunan bertingkat tinggi yang tahan terhadap gempa. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan pengaku (bracing) pada struktur bangunan. Pada umumnya, bracing  ditempatkan menyilang dengan konfigurasi bervariatif pada bagian dalam portal struktur tersebut. Pada penilitian ini dibuat tiga buah benda uji portal. Benda uji portal tersebut dibuat menggunakan beton bertulang yang terdiri dari balok dengan panjang 100 cm, kolom dengan tinggi 70 cm serta bracing yang membentuk huruf V. Portal F tanpa jarak eksentristias, portal G memiliki eksentrisitas 15 cm dan portal H memiliki eksentrisitas 25 cm. Mutu beton yang digunakan adalah K-175. Tulangan utama yang digunakan adalah 4-Ø6 mm dan tulangan geser Ø4-150 mm. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat load cell untuk memberikan beban lateral, LVDT untuk memperoleh nilai defleksi, dan strain gauge untuk memperoleh nilai regangan.Benda uji portal G menghasilkan tegangan maksimum 82,54% dari benda uji F untuk baja dan 74,29% dari benda uji F untuk beton. Sedangkan untuk benda uji H menghasilkan tegangan maksimum 69,84% dari benda uji F untuk baja dan 62,86% dari benda uji F untuk beton. Sedangkan untuk nilai regangan, Benda uji portal G memiliki regangan maksimum 212,29% dari benda uji F untuk baja dan 177,39% dari benda uji F untuk beton. Sedangkan untuk benda uji H memiliki regangan maksimum 133,45% dari benda uji F untuk baja dan 617,68% dari benda uji F untuk beton. Kata Kunci : Portal, Bracing, Tegangan-Regangan, Beban Lateral
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR Taffareld, Muhammad Firhand; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur merupkan salah satu aspek penting dalam perkembangan suatu negara. Dunia konstruksi bangunan di Indonesia modern ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun dalam aspek teknologi, software dan bahan material. Dalam pembuatan beton dan mortar kita memperlukan beberapa bahan seperti agregat, semen portland dan air. Namun dalam produksi pasti ada dampak buruk terhadap lingkungan. Pada penelitian ini yang akan dibahas adalah semen portland. Bahan baku utama semen portland adalah kapur dan tanah liat yang merupakan bahan alam yang tidak dapat diperbaharui, Maka dari itu perlu penelitian lebih lanjut terhadap semen limbah ramah lingkungan yang disebut dengan semen slag. Semen slag adalah limbah yang dihasilkan dari hasil samping proses peleburan bijih logam. Kandungan komposisi kimia dominan dalam slag mengandung oksida besi dan kalsium silikat (CSH). Secara fisik dan komposisi kimia slag mirip dengan terak/clinker, sehingga slag dapat ditambahkan dalam penggilingan akhir semen di finish mill sebagai bahan subtitusi tambahan. Penambahan Blast Furnace Slag (BFS) memiliki sifat seperti terak yang mengandung oksida besi dan kalsium silikat (CSH) maka akan memberikan pengaruh terhadap kuat tekan suatu campuran dari semen portland dan bahan pembentuk mortar.Pada penelitian ini akan dianalisis pengaruh kombinasi komposisi  semen slag dan semen portland terhadap kuat tekan mortar. Tidak menutup kemungkinan nantinya semen slag dapat dijadikan alternatif subsitusi terhadap semen portland. Komposisi semen slag yang akan digunakanan adalah 0%, 10%, 40%, dan 70%. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa komposisi semen slag dan rasio agregat yang baik dalam menahan kuat tekan adalah benda uji dengan komposisi semen slag 40% dengan rata-rata kenaikan 74,81% (umur 28 hari) dan 30,62% (umur 56hari) yang dapat menahan kuat tekan compression test paling tinggi sebesar 39,94 Mpa menggunakan rasio semen agregat 1:3. Kata kunci: Semen Slag, Rasio Agregat, Beban, Kuat Tekan.
PENGARUH EKSENTRISITAS PADA STRUKTUR PORTAL DENGAN BRACING TIPE INVERTED V AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP TEGANGAN DAN REGANGAN STRUKTUR Putra, Yogatama Sujatmiko; Susanti, Lilya; F, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sering terjadi gempa, sepanjang tahun 2018 sedikitnya terjadi 3 gempa yang cukup besar yaitu di Lombok, Jawa Timur dan Palu. Akibat dari gempa adalah rusaknya struktur bangunan gedung. Salah satu cara untuk mengurangi dampak yang terjadiadalah dengan menambahkan bracing pada struktur portalnya. PDalam penelitian ini dibuat tiga benda uji portal tipe inverted V yang dibagi menjadi dua jenis yaitu satu portal konsentris (CBF) dan dua portal eksentris (EBF) dengan jarak eksentrisitas 15 cm dan 25 cm.Portal yang memiliki eksentrisitas 15 cm diberi kode “I”, eksentrisitas 25 cm diberi kode “J”, dan tanpa eksentrisitas diberi kode “K”. Benda uji portal memiliki dimensi 110 x 10 x 80 cm. Benda uji terbuat dari beton bertulang dengan mutu rencana K-175 (14,5 Mpa), tulangan utama menggunakan baja polos berukuran Ø6 mm dan tulangan sengkang menggunakan baja polos berukuran Ø4 mm. Pengujian menggunakan alat load cell untuk memberikan beban lateral, LVDT untuk memperoleh nilai defleksi, dan strain gauge untuk memperoleh nilai regangan.Hasil penelitian menunjukan bahwa benda uji K (tanpa eksentrisitas) memiliki nilai tegangan pada kolom tarik sebesar 280,14 N/mm2, nilai tersebut lebih besar 38,24% dari benda uji I dan 60,28% dari benda uji J, pada kolom tekan benda uji K memiliki nilai tegangan sebesar 280,2 N/mm2, nilai tersebutlebih besar 38,23% dari benda uji I dan 60,31% dari benda uji J. Hasil penelitian regangan pada kolom tarik menunjukan benda uji J (eksentrisitas 25 cm) memiliki nilai regangan 9,1x10-4, nilai tersebut lebih besar 44,39% dari benda uji I dan 86,70% dari benda uji K, untuk regangan pada kolom tekan menunjukan benda uji I (eksentrisitas 15 cm) memiliki nilai regangan 3,62x10-4, nilai tersebut lebih besar 2,49% dari benda uji K dan 12,43% dari benda uji J. Kata Kunci : Portal, Bracing, Tegangan-Regangan, Beban Lateral
PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR NONKOMPOSIT GEDUNG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG SembiringMaha, Syella Audina; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep.perhitungan.bangunan tinggi dengan asumsi.model strukturnya menjadi portalruang atau 3D dengan pembebanan arah vertikal.akibat berat sendiiri dan arah horizontal akibatgempa dengan mengacu pada SNI 03-1726-2012 tentang tata cara perencanaan.Ketahanangempa untuk struktur bangunan gedung dan non.gedung serta SNI 03-1729-2002 tentang tatacara perencanaan.struktur baja untuk bangunan gedung. Berdasarkan  perhitungan  analisis  dan  desain  menggunakan  SAP  2000  v19  makadidapatkan  dimensi  balok dan kolom.  Balok menggunakan  profil  WF200.200.5,5.8 , dan kolom menggunakanprofil WF 400.400.13.21, WF 350.350.12.19, WF 300.300.10.15, dengan melalui kontrol profil secara keseluruhan dengan syarat Mu ≤ Φb . Mn dan Vu ≤ Φb .Vn sedangkan kontrol profil secara per bagian yaitu dengan kontrol bagian.sayap dan badan dengan syarat penampang kompak yaitu sayap  ≤ dan bagian badan ≤  serta  =   Kata Kunci : bangunan.tinggi, gaya gempa, LRFD
PENGARUH PEMASANGAN BATU ALAM PADA STRUKTUR BATA RINGAN TERHADAP PERILAKU UJI TEKAN Rivaldo, Wahyu; N., Christin Remayanti; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern,1kemajuan infrastruktur terus berkembang, dengan semakin bertambahnya kebutuhan manusia akan infrastruktur maka banyak infrakstruktur baru yang dibangun. Dalam pembangunan infrasturktur selain merencanakan perhitungan, pemilihan alternatif bahan material juga sangat berpengaruh.Seorang perencana tidak hanya fokus kepada kekuatan struktur, akan tetapi juga mempertimbangkan estitika dari bangunan yang akan di bangun, salah satunya dengan memasang batu alam pada dinding pasangan bata ringan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentiifikasi penyebab dari lepasnya batu alam pada dinding pasangan bata ringan,1mengevaluasi hasil uji tekan bata ringan yang dipasang batu alam dan mengevaluasi perilaku uji tekan pada bata ringan, dengan bata ringan yang dipasang batu alam. Penelitian ini menggunakan metode uji tekan pada bata ringan yang kemudian dilakukan pengumpulan dan pengolahan data. Adapun sumber data-data primer dan sekunder dari hasil uji lab. Data akan diolah dengan metode analisis. Landasan teori yang digunakan adalah teori tentang bata ringan, mortar, dan batu alam. Berdasarkan analisa yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa Kuat tekan bata ringan tanpa mortar adalah 1,4910 MPa.Sedangkan kuat tekan bata ringan + mortar (1,5mm), bata ringan + mortar (3mm) dan bata ringan + mortar (6mm)  hasilnya adalah 1.5337 MPa; 1.8808 MPa; dan 2,0102 MPa. Dari ketiga variasi tersebut  dapat dilihat bahwa  kuat tekan bata ringan + mortar (6mm) menghasilkan kuat tekan paling tinggi dari yang lainnya .Sedangkan kuat tekan bata ringan + mortar (1.5mm) + batu alam , bata ringan + mortar (3mm) + batu alam, dan bata ringan + mortar (6mm) + batu alam adalah 1,5535 MPa; 1,7332 MPa; dan 1,9832 MPa. Dari1ketiga variasi dapat dilihat bahwa variasi yang terbesar  adalah bata ringan + mortar (6mm) + batu alam  sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemasangan mortar dan batu alam pada1bata ringan berpengaruh pada peningkattan kuat tekan pada bata ringan. Kata kunci : bata ringan, mortar, batu alam, kuat tekan.
PENGARUH EKSENTRISITAS BRACING TIPE V PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN Hidayat, Muhammad Farras; Wijaya, Ming Narto; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sering terjadi gempa. Salah satu solusi untuk meminimalisir simpangan horizontal yang terjadi adalah dengan menggunakan bracing. Selain fakor kekuatan struktur, estetika dan kegunaan pada bangunan gedung juga perlu diperhatikan, maka seringkali dibuat link beam pada bracing yang nantinya akan digunakan untuk meletakkan pintu, jendela, atau semacamnya. Pada penelitian ini menggunakan bracing tipe V pada portal beton bertulang yang memiliki dimensi 110 cm x 10 cm x 80 cm. Tulangan yang digunakan yaitu tulagan Ø6 mm sebagai tulangan utama, dan tulangan Ø4 mm sebagai tulangan sengkang dengan jarak antar sengkang 15 cm. Penelitian ini membuat satu portal tanpa eksentrisitas bracing (CBF) dan dua portal dengan eksentrisitas pada bracing (EBF). Variasi jarak eksentrisitas yang digunakan adalah 15 cm dan 25 cm. Untuk memudahkan penelitian maka setiap portal diberi kode yaitu Portal D untuk jarak eksentrisitas 0 cm, Portal E untuk jarak eksentrisitas 15 cm, dan Portal F untuk jarak eksentrisitas 25 cm. Mutu beton rencana yang digunakan pada portal ini adalah K-175 (f’c= 14,5 Mpa). Pengujian siklik pada portal dilakukan sebanyak 4 fase, dan masing – masing fase terdapat 5 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji Portal F (Eksentrisitas = 25 cm) memiliki tingkat daktilitas struktur lebih besar yaitu sebesar 2,31 dibandingkan dengan benda uji Portal E ( Eksentrisitas = 15 cm) sebesar 1,96, dan benda uji Portal D (Eksentrisitas = 0 cm) sebesar 1,37. Sedangkan untuk nilai kekakuan menunjukkan bahwa semakin kecil jarak eksentrisitas membuat nilai kekakuan semakin besar dibuktikan dengan nilai kekakuan pada Portal D (Eksentrisitas = 0 cm) sebesar 219,76 kg/mm, Portal E (Eksentrisitas = 15 cm) sebesar 176,95 kg/mm, dan Portal F (Eksentrisitas = 25 cm) sebesar 112,68 kg/mm. Kata Kunci: Portal, Bracing, Eksentrisitas, Daktilitas, Kekakuan, Beban Siklik
PENGARUH VARIASI BENTUK PELAT SAMBUNG TERHADAP BEBAN LATERAL PUNCAK DAN KEKAKUAN AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL CANAI DINGIN 2D Saputri, Meirheyma Denfia; Firdausy, Ananda Insan; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material canai dingin pada konstruksi sudah banyak digunakan pada konstruksi atap, tetapi belum banyak digunakan pada bangunan tingkat sederhana tahan gempa, sehingga perlu penelitian dalam hal tersebut. Di Negara Indonesia, gaya gempa tidak dapat diabaikan pada perencanaan konstruksi karena Indonesia berada di antara 3 lempeng bumi, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo -Australia, dan Lempeng Pasifik. Pada penelitian ini, gaya gempa direpresentasikan oleh beban siklik berupa beban lateral pada struktur portal yang terbuat dari material canai dingin yang sudah dilakukan uji kuat tarik dengan profil ukuran 40.40.0,4 mm untuk kolom dan 20.40.0,4 mm untuk balok. Portal tersebut memiliki dua lantai dengan tinggi total 106 cm dan lebar 50 cm dengan lantai dua berada di jarak 50 cm dari bawah. Sambungan pada setiap pertemuan balok dan kolom menggunakan sekrup dan menggunakan pelat sambung dari material canai dingin dengan variasi bentuk siku (Kode SK) dan segitiga (Kode SG) masing-masing 3 buah benda uji. Pada penelitian ini digunakan metode displacement control untuk menentukan beban yang dapat bekerja pada setiap kenaikan drift. Alat yang digunakan pada saat pengujian berupa loading frame, load cell, LVDT, dan  hydraulic jack. Hasil akhir dari penelitian ini merupakan beban lateral puncak, nilai kekakuan struktur, dan penurunan kekakuan struktur dari masing-masing variasi benda uji. Hasil pengujian menyatakan bahwa nilai rata – rata beban lateral dari kedua variasi benda uji tersebut adalah 5,25 kg untuk benda uji portal dengan kode SK dan 3,92 kg untuk benda uji portal dengan kode SG. Perhitungan dengan metode tangensial dan secant, benda uji kode SK memiliki nilai rata - rata kekakuan sebesar 1,009 kg/cm untuk metode tangensial dan 0,753 kg/cm untuk metode secant. Kata Kunci: Canai Dingin, Portal, Pembebanan Siklik, Beban Lateral, Kekakuan, Penurunan Kekakuan
PENGARUH EKSENTRISITAS SATU SISI BRACING DIAGONAL PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN - REGANGAN STRUKTUR Agraprana, Andhika; Susanti, Lilya; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki probabilitas terjadinya gempa bumi yang sangat tinggi. Banyak bangunan di Indonesia runtuh akibat gempa karena strukturnya tidak tahan terhadap gempa. Oleh karena itu terdapat inovasi yaitu penambahan bracing pada suatu struktur, penambahan bracing ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan struktur dalam menahan gempa. Terdapat bracing yang disebut dengan bracing tanpa eksentrisitas (CBF) yaitu bracing yang terletak di titik pertemuan antara kolom dan balok. Namun, karena faktor arsitektur maka sistem bracing CBF ini terkadang sulit diterapkan pada sebuah struktur. Maka, pemasangan bracing dengan eksentrisitas (EBF) perlu diterapkan. Dalam penelitian ini terdapat tiga buah benda uji portal. Benda uji portal terdiri dari balok, kolom, dan bracing diagonal. Benda uji portal memiliki panjang 100 cm dan tinggi 70 cm. Untuk portal CBF dibuat satu buah benda uji. Sedangkan untuk portal EBF dibuat dua buah benda uji dengan eksentrisitas pada sisi atasnya masing-masing sebesar 15 cm, dan 30 cm. Tulangan yang digunakan pada benda uji portal ini  yaitu Ø6 untuk tulangan utama dan Ø4-150 untuk sengkang. Hasil penelitian ini diketahui bahwa portal CBF memiliki nilai tegangan maksimum yang paling besar diantara dua portal yang lainnya, dengan nilai tegangan beton dan baja masing-masing 181,72 N/mm2 dan 181,67 N/mm2. Nilai regangan maksimum pada benda uji portal CBF untuk beton dan baja masing-masing sebesar 172 x 10-6 dan 1160 x 10-6. Sedangkan untuk benda uji portal yang memiliki eksentrisitas 15 cm masing-masing 149 x 10-6 dan 1099 x 10-6. Beban maksimum yang dapat diterima dari benda uji portal non-eksentris sebesar 4410 kg, benda uji dengan eksentrisitas 15 cm sebesar 3300 kg, sedangkan untuk benda uji dengan eksentrisitas 30 cm memilki beban maksimum sebesar 1600 kg. Kata Kunci : Portal, Bracing Diagonal, Tegangan-Regangan, Beban Siklik Lateral
Co-Authors ., Kholilurrohman ., Nabila A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achfas Zacoeb Adinda Maharani, Ghea Nabila Agraprana, Andhika Alriyandi, Ariq Amjad, Firhan Rezi Anggara Putra, Dyorizky Imaduddin Ari Wibowo Arista, Talitha Asmara Dana, Aldi Jaka Athhtaariq, M. Falah Brahmana K, Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana Bria Seran, Rey David Budi Santoso, Farouk Angga Cahyo, Fahrizal Dwi Cendekiawan Putra, Moch Aldin Christin Remayanti N. Desy Setyowulan Devi Nuralinah Dinatra, Iqbal Rizky Dini, Hanita Nurilina F, Ananda Insan Fahrudin, Rizqi Faisal, Imam Bagus Farhani, Muhammad Rizqi Febrian, Dicky Hamdani Firdausy, Ananda Insan Firdausy, Ananda Insan Franandha, Septriana Bella G. P., Julius Nanda Hafiizh, Yusril Heryanto, Sri Hidayat, Muhammad Farras Hylga Rohman I Gde Eka Wiranatha Ikhsan, Erika Ainun Zakinah Indra Cahya Indra Waluyohadi, Indra Iqbal, Muhammad Irfandi, Rofif Alfiros Jarwo Saputra, Muhammad Aldo Kamal, Wan Muhammad Kanugrahan Dawam, Muhammad Irfan Khamdani, Muhammad Ali Kurniawan, Fajri Kusumatantri, Agnes Laksono, Rizal Adhit M. Taufik Hidayat Mahendra, Muhammad Reza Marami S. A., Fat-Hanna Maulana, Dicky Akbar Ming Narto Wijaya Mohammad Taufik Hidayat Muhammad Yusuf, Fathullah Munadi, Abu Qasim, Muhammad Yusuf, N., Faiq Putra Nainggolan, Christin Remayanti Narto Wijaya, Ming Nugroho, Bagus Prasetyo Nurfidiani Putri, Qisthina Tamimi Nuriani Virgianti, Febbi Ayu Nursamhuda, Wahyu P, Erlangga Adang P., Naadiyah Widyadhana Pangestu, Rizki Ayu Pinontoan, Frisca Presley Pramesthi, Shifa Ardhelia Pramitari W.D, Sagung Istri Pramono, Jafar Aji Prasetyo, Andi Pratama, Firman Yudi Pratama, Firman Yudi Prayoga, M. Fajar Purwaningsih, Anis Puspitasari, Isnana Putra, Yogatama Sujatmiko Putri Aji, Gumelar Asrining Putri, Desy Trikurnia Putri, Herawati Dewi Putri, Mangesti Carissa Rahma, Aisha Hawina Rahmawati, Dian Ramadhan, Firmansyah Ramadhani, Muhammad Alfian Ramayadi, Muhammad Faisal Refandi, Ricky Rivaldo, Wahyu Ruslin Anwar Sabrina, Raissa Saifoe El Unas Salim, Ahmad Agus Sani, Firzi Maulana Saputri, Meirheyma Denfia Satriopratomo, Dhimas F. Satriopratomo, Dhimas F. Satrya, Rahmat Budi Saulina Situmorang, Gracesella Novita Sembiring, Aldi Efrata SembiringMaha, Syella Audina Setiadi, Alan Dharmasaputra Setiawan, Fadilah Shavira, Alexandra Shana Silalahi, Jogi Sitanggang, Gilbert Siti Nurlina Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi, Sri Syafirra, Sonnia Taffareld, Muhammad Firhand Tuanany, Syafiqah Rizky V P, Andreas Brian W., Dicky Wirasatya W., Ramadhan Budhi Waluyo, Ajit Rachmatsyah Wicaksono, Armanda Wisnu Wijaya, Ming Wisnumurti . Yatnanta Padma Devia Yohanes Ola Sira Lamawato Yulianto, Angga Restu