Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH EKSENTRISITAS SATU SISI BRACING DIAGONAL PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP MOMEN KAPASITAS STRUKTUR DAN POLA RETAK Cendekiawan Putra, Moch Aldin; Susanti, Lilya; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terletak pada tiga jalur gempa dunia (ring of fire) sehingga wilayah Indonesia memiliki banyak gunung berapi aktif dan rawan terjadi gempa bumi. Penduduk yang terus meningkat menjadi faktor dibangunnya infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Dengan kondisi tersebut bangunan yang dibangun pada daerah rawan gempa didesain kuat terhadap gempa. Salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan bangunan tahan gempa yaitu digunakan elemen pengaku (bracing) pada struktur bangunan gedung. Posisi bracing sering kali membatasi penempatan pintu dan jendela, sehingga diperlukan penelitian mengenai eksentrisitas pada bracing.   Hasil dari pengujian momen kapasitas struktur yaitu momen ultimate pada portal  eksentrisitas bracing 0 cm memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan portal dengan eksentrisitas bracing 15 cm dan 30 cm. Dengan nilai momen kapasitas untuk portal eksentrisitas bracing 0 cm sebesar 3087 Kg.m, Portal dengan eksentrisitas bracing 15 cm sebesar 2310 Kg.m, dan Portal dengan eksentrisitas bracing 30 cm sebesar 1120 Kg.m. Pola retak untuk portal  eksentrisitas bracing 0 cm lebih banyak dan menyebar dibandingkan dengan pola retak portal dengan eksentrisitas bracing 15 cm dan 30 cm. Pola retak pada semua jenis benda uji portal saat kondisi beban ultimate, pada struktur menunjukkan retak yang sangat lebar pada daerah bracing untuk portal eksentrisitas bracing 0 cm dan balok link untuk portal yang memiliki eksentrisitas bracing. Jenis retak yang dominan terjadi yaitu retak geser lentur (flexural shear crack), retak geser (shear crack), dan retak lentur (flexure crack). Kata Kunci : Portal, Beban Lateral, Pengaku, Momen Kapasitas.
PENGARUH JENIS SEMEN TERHADAP KARAKTERISTIK KUAT TEKAN MORTAR Mahendra, Muhammad Reza; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak lingkungan tidak dapat dipisahkan dalam produksi semen. Oleh karena itu muncul berbagai jenis semen campur yang dimaksudkan untuk mengurangi dampak tersebut. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat tekan dengan benda uji berupa mortar 5x5x5 cm yang dimaksudkan untuk melihat karakteristik perkembangan kuat tekan pada tiap jenis semen. Jenis semen yang digunakan yaitu PPC, Max Strength, PCC, OPC, dan Tipe-V dengan umur pengujian 3, 7, 14, 21, 28, dan 56 hari. Variasi lainya yaitu rasio campuran semen dengan pasir sebesar 1:3 dan 1:5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis semen, umur, dan rasio campuran semen pasir berpengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar. Rasio semen pasir dan umur yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu 1:3 dan 56 hari sebesar 31,87 Mpa pada jenis semen Tipe-V. Pada umur awal dan rasio semen pasir 1:3 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 16,00 Mpa dengan urutan Max Strength< PPC< PCC< OPC< Tipe-V. Pada umur 56 hari dan rasio semen pasir 1:3 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 31,87 Mpa dengan urutan PPC< Max Strength< OPC< PCC< Tipe-V. Pada umur 3 hari dan rasio semen pasir 1:5 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 7,68 Mpa dengan urutan PPC< Max Strength< PCC < OPC < Tipe-V. Pada umur 56 hari dan rasio semen pasir 1:5 jenis semen yang menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu Tipe-V sebesar 17,60 Mpa dengan urutan PPC < Max Strength< PCC < OPC< Tipe-V. Pada umur diatas 28 hari, bentuk kurva kuat tekan terhadap waktu pada semen OPC dan Tipe-V  sudah landai sedangkan pada semen PPC, Max Strength, dan PCC masih curam karena pada ketiga semen tersebut masih terjadi reaksi semen campur antara bahan campur dengan kalsium hidroksida. Kata kunci: Jenis Semen, Kuat Tekan ,Mortar
PENGARUH EKSENTRISITAS SATU SISI BRACING DIAGONAL PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN Khamdani, Muhammad Ali; Susanti, Lilya; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk, urbanisasi, dan terbatasnya lahan untuk hunian menyebabkan Indonesia mengalami peningkatan dalam hal pembangunan perumahan massal vertikal.   Tulangan yang digunakan adalah berukuran Ø6 mm sebagai tulangan utama dan Ø4 mm sebagai tulangan geser, dengan jarak sengkang sebesar 15 cm dan selimut beton sebesar 2 cm. Penelitian ini membuat tiga benda uji portal, satu buah untuk portal tanpa eksentrisitas bracing (CBF) dan dengan eksentrisitas pada bracing (EBF). Variasi jarak eksentrisitas yang digunakan adalah 15 cm dan 30 cm. Untuk memudahkan penelitian maka setiap portal diberi kode yaitu portal A untuk jarak eksentrisitas 0 cm, portal B untuk jarak eksentrisitas 15 cm, dan portal C untuk jarak eksentrisitas 30 cm. Mutu beton rencana yang digunakan pada portal ini adalah K-175 (f’c= 14,5 Mpa). Pengujian siklik pada portal dilakukan sebanyak 4 fase, dan masing – masing fase terdapat 5 siklus. Hasil dari pengujian adalah Portal A (Eksentrisitas = 0) mengalami keruntuhan pada fase 4 siklus 1 dengan beban maksimum 4410 kg dan deformasi 16,70 mm. Portal B (Eksentrisitas = 15) mengalami keruntuhan pada fase 3 siklus 2 dengan beban maksimum 3300 kg dan deformasi 12,84 mm. Portal c (Eksentrisitas = 30) mengalami keruntuhan pada fase 2 siklus 1 dengan beban maksimum 1600 kg dan deformasi 7,97 mm. Nilai daktilitas untuk Portal A (E=0) sebesar 1,60, Portal B (E=15) sebesar 1,58, dan Portal C (E=30) sebesar 1,56. Untuk menentukan nilai kekakuan menggunakan dua metode yaitu metode tangensial dan secant. Nilai kekakuan dengan metode tangensial diperoleh nilai Portal A sebesar 264.07 kg/mm, Portal B sebesar 257.01 kg/mm, dan Portal C sebesar 203,43 kg/mm. Sedangkan dengan metode secant diperoleh nilai Portal A sebesar 316.50 kg/mm, Portal B sebesar 304.80 kg/mm, dan Portal C sebesar 240 kg/mm. Kata Kunci: Portal, Bracing, Eksentrisitas, Daktilitas, Kekakuan, Beban Siklik
PENGARUH EKSENTRISITAS BRACING TIPE V PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN SIKLIK TERHADAP MOMEN KAPASITAS STRUKTUR DAN POLA RETAK STRUKTUR Munadi, Muhammad Ekky; Wijaya, Ming Narto; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa Bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Tidak sedikit bangunan bertingkat di Indonesia yang hancur karena kegagalan struktur akibat bencana gempa bumi. Pada penelitian ini digunakan bracing tipe V pada portal beton bertulang berdimensi 110 cm x 10 cm x 80 cm. Terdapat dua jenis tulangan yang digunakan yaitu tulangan utama Ø6 mm, dan tulangan geser Ø4-150 mm. Jumlah benda uji portal sebanyak 3 buah dengan variasi eksentrisitas bracing adalah Kode D berseksentrisitas 0 cm, Kode E berseksentrisitas 15 cm, Kode F berseksentrisitas 25 cm. Load cell digunakan untuk benda uji portal dengan peletakan beban siklik pada join portal. Pengujian dengan beban siklik pada portal dilakukan sebanyak 4 fase, dan terdapat 5 siklus pada masing – masing fase. Dari hasil penelitian akan didapatkan momen kapasitas struktur dan pola retak struktur untuk masing-masing konfigurasi bracing. Dari hasil pengujian didapatkan momen kapasitas struktur pada portal D (eksentrisitas 0 cm) memiliki momen kapasitas 3675 Kg.m, pada portal E (eksentrisitas 15 cm) memiliki momen kapasitas 3675 Kg.m, dan pada portal F (eksentrisitas 25 cm) memiliki momen kapasitas 2450 Kg.m. Pola retak untuk portal D (eksentrisitas 0 cm) lebih banyak mengalami penyebaran dibandingkan dengan pola retak pada potal E dan F (dengan eksentrisitas bracing) . Pola retak terjadi pada semua benda uji portal pada saat portal menerima beban ultimate, terjadi retak yang melebar pada daerah bracing pada portal D (tidak memiliki eksentrisitas bracing) dan terjadi retak yang melebar pada daerah link beam pada portal E dan F (bereksentrisitas bracing). Jenis retak yang dominan terjadi yaitu, retak geser (shear crack), dan retak lentur (flexure crack), retak geser lentur (flexural shear crack).
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK-KOLOM DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PRACETAKPADA GEDUNG UBUD HOTEL BATU 7 LANTAI Pratama, Firman Yudi; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa timur, kota terbesar kedua setelah Kota Surabaya.Kota Malang dikenal juga sebagai kota pendidikan. Banyak berbagai perguruan tinggi di kota malang yang berdekatan dengan kota batu yaitu salah satunya, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Politeknik Negeri Malang karena banyaknya, Banyak juga tempat wisata yang berada pada kota batu hal ini menjadikan kota batu sebagai tempat pariwisata dari berbagai wilayah yang berada di sekitarnya seperti : Sidoarjo, Surabaya dan sekitarmya. Hal ini membuat lahan di kota Batu semakin sempit dan di perlukanya pembangunan yang cepat seperti hotel dan tempat rekreasi. Pembangunan dengan konvensional akan memerlukan lahan yang cukup luas dan waktu yang lama, maka di perlukan sebuah alternatif yaitu salah satunya dengan menggunakan metode pracetak yang di buat di pabrik atau di lokasi kemudian di rakit. Pada perencanaan pracetak di indonesia mengacu pada SNI 2847 tahun 2013 tentang perencanaan beton struktural untuk bangunan dan untuk gempa mengacu pada SNI 03- 1726- 2012 untuk gempa struktur bangunan gedung. Dari kedua peraturan di harapkan struktur dapat tahan gempa karena kota batu berada dizona gempa 4 yang berarti rawan gempa, dan bangunan dapat efisien dan efektif. Bangunan yang di rencanakan akan menggunakan metode pracetak. Kata Kunci : Beton Pracetak, Beban Gempa, Ubud Hotel Batu  
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK-KOLOM DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PRACETAKPADA GEDUNG UBUD HOTEL BATU 7 LANTAI Pratama, Firman Yudi; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa timur, kota terbesar kedua setelah Kota Surabaya.Kota Malang dikenal juga sebagai kota pendidikan. Banyak berbagai perguruan tinggi di kota malang yang berdekatan dengan kota batu yaitu salah satunya, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Politeknik Negeri Malang karena banyaknya, Banyak juga tempat wisata yang berada pada kota batu hal ini menjadikan kota batu sebagai tempat pariwisata dari berbagai wilayah yang berada di sekitarnya seperti : Sidoarjo, Surabaya dan sekitarmya. Hal ini membuat lahan di kota Batu semakin sempit dan di perlukanya pembangunan yang cepat seperti hotel dan tempat rekreasi. Pembangunan dengan konvensional akan memerlukan lahan yang cukup luas dan waktu yang lama, maka di perlukan sebuah alternatif yaitu salah satunya dengan menggunakan metode pracetak yang di buat di pabrik atau di lokasi kemudian di rakit. Pada perencanaan pracetak di indonesia mengacu pada SNI 2847 tahun 2013 tentang perencanaan beton struktural untuk bangunan dan untuk gempa mengacu pada SNI 03- 1726- 2012 untuk gempa struktur bangunan gedung. Dari kedua peraturan di harapkan struktur dapat tahan gempa karena kota batu berada dizona gempa 4 yang berarti rawan gempa, dan bangunan dapat efisien dan efektif. Bangunan yang di rencanakan akan menggunakan metode pracetak. Kata Kunci : Beton Pracetak, Beban Gempa, Ubud Hotel Batu  
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK– KOLOM PADA GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF VOKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS DIENG MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST) Prasetyo, Andi; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu daerah yang berada di propinsi Jawa Timur, daerah ini sangat dikenal sebagai kota pendidikan. Sehingga dalam kurun waktu terakhir, kota Malang tampil sebagai kota pendidikan yang terkenal di Indonesia. Dengan bertambahnya jumlah pendatang yaitu mahasiswa baru, membuat kebutuhan akan tempat sarana belajar menjadi kurang. Yang dimana pada tahun 2019, Universitas Brawijaya menambahkan jumlah mahasiswa baru. Ditambah lagi dengan ketersediaan lahan yang semakin menyempit. Sehingga membuat berbagai Universitas yang berada di Malang memilih untuk mengatasi permasalahan dengan dibangunnya gedung bertingkat. Sehingga diperlukan metode untuk mempercepat pembangunan gedung bertingkat, yakni sitem beton pracetak. Sistem beton pracetak yang dimaksud mencetak beton pada lahan tertentu atau pabrik yang nantinya dipasang dilapangan. Yang mengacu pada SNI 7883:2012 tentang tata cara perancangan beton pracetak dan beton prategang untuk bangunan gedung; SNI 03- 1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Bangunan gedung yang akan direncanakan menggunakan sistem beton pracetak. Kata Kunci : Sistem Beton Pracetak, Beton Pracetak
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG BARU SMA PETRA SURABAYA MENGGUNAKAN STRUKTUR KOMPOSIT Faisal, Imam Bagus; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya zaman, mengakibatkan permasalahan pada sektor pembangunan semakin kompleks. Hal ini harus diiringi dengan kemajuan pendidikan dan teknologi yang diharapkan dapat membantu manusia dalam menyelesaikan semua masalah. Salah satunya ada pada sektor pembangunan, yakni keterbatasan lahan. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah tersebut ialah membuat bangunan vertikal . Masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan material utama struktur beton untuk membangun sebuah gedung bertingkat. Sebenarnya, tidak hanya beton yang dapat digunakan sebagai bahan utama struktur bangunan. Baja merupakan salah satunya. Perencanaan pada skripsi ini menggunakan struktur baja sebagai material utama, yang akan dikompositkan dengan beton diatasnya. Pada saat mendesain menggunakan “kolom lebih kuat daripada balok” dengan mengacu pada peraturan SNI 1729 – 2015. Serta persyaratan bangunan tahan gempa yang digunakan ialah SNI 1726 – 2012 sebagai acuan mendesain. Objek penelitian kali ini menggunakan denah Gedung Baru SMA Petra Surabaya. Proses analisis struktur pada skripsi ini menggunakan alat bantu perangkat lunak. Pada proses perencanaan dilakukan beberapa kali percobaan untuk menentukan dimensi balok dan kolom yang dapat menahan gaya – gaya dalam yang terjadi dengan seefektif mungkin. Sehingga digunakan profil WF – Shapes dengan mutu BJ – 37 pada desain balok dan kolomnya. Setelah menentukan dimensi, profil baja WF untuk balok dimodifikasi untuk dapat menjadi sebuah sistem balok komposit. Profil baja untuk kolom menggunakan profil baja WF – Shapes normal. Sambungan yang digunakan pada skripsi ini adalah sambungan las dan baut.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG BARU SMP PETRA 6 SURABAYA MENGGUNAKAN STRUKTUR KOMPOSIT G. P., Julius Nanda; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan zaman dan teknologi di masa sekarang mengakibatkan masalah kebutuhan yang beraneka ragam, salah satunya dalam pendidikan, oleh karena itu harus diikuti dengan kemajuan fasilitas struktur dan infrastruktur yang diharapkan dapat membantu perkembangan Pendidikan. Struktur beton bertulang digunakan karena dianggap proses dalam pengerjaannya yang relative mudah dalam pengerjaan dan sudah banyak digunakan. Kekurangan struktur beton bertulang adalah beban yang relatif lebih besar dari struktur lainnya, yang mengakibatkan pengaruh terhadap beban gempa yang akan semakin besar juga. Analisis struktur Baja Komposit disini digunakan sebagai alternative permasalahan dari struktur beton bertulang. Kelebihan struktur Baja Komposit dari struktur beton bertulang adalah bila menyesuaikan sifat material sesuai fungsinya serta kebutuhan dalam struktur gedung seperti beton memiliki kuat tekan yang besar dan baja memilik kuat tarik yang cukup besar. Persyaratan untuk mendesain menggunakan prinsip lebih kuat kolom daripada balok dengan mengacu pada peraturan SNI 1729 – 2015. Untuk persyaratan bangunan terhadap gempa digunakan SNI 1726 – 2012 sebagai acuan mendesain. Penelitian ini menggunakan denah Gedung Baru SMP Petra 6 Surabaya. Proses analisis struktur dilaksanakan dengan menggunakan alat bantu berupa perangkat lunak SAP2000 volume 20. Perencanaan Iini maka struktur rangka yang menggunakan struktur komposit padaKgedung ini dapatjdijadikan desainkalternatif dengan menggunakan profil WF 250 x 125 untuk balok induk dan profil WF 175 x 125 untuk balok anak. Hasil perhitungan balok sebelum komposit dan sesudah komposit ditemukan perbedaan pada momen nominal. Pada Balok induk menghasilkan pembesaran momen sebelum dan sesudah komposit yakni sebesar 116%, sedangkan pada balok anak menghasilkan pembesaran momen sebesar 197%. Kata Kunci : Struktur Komposit, Bangunan Tahan Gempa, Balok – kolom, Baja Komposit
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BALOK-KOLOM lDENGAN MENGGUNAKAN SISTEMlPRACETAK PADAlGEDUNG KULIAH BERSAMA UNIVERSITASlNEGERI MALANG Alriyandi, Ariq; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salahisatu kota besar yang ada diiProvinsi Jawa Timur adalah Kota Malang. KotalMalang dikenal sebagai kota wisata dan juga kota pendidikan. Disebut sebagai kota pendidikanlkarena di Kota Malangbanyakterdapat perguruan tinggi negri maupun swasta. Tentunya hal tersebut menjadikan pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Malang terus bertambah. Salah satunya adalah jumlah pelajar yang ada di KotaiMalang setiap tahunnya terus bertambah. Dengan bertambahnya jumlah pelajar yang ada di Kota Malang, maka kebutuhan akan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan juga bertambah. Oleh karena itu banyak terjadi pembangunan yang dilakukan oleh berbagai instansi pendidikan di Kota Malang. Salah satunya adalah pembangunan Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang. Pembangunan Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang masih menggunakanimetode betonbertulang konvensionaldengan menggunakanbekisting yangdicoridi tmpat. Dalam pembangunan gedung bertingkat selain menggunakan metode beton bertulangan konvensional, terdapat metode lain yang biasa digunakan yaitu metode beton bertulang pracetak yang dibuat di pabrik atau di lokasi proyek kemudian di rakit. Untuk perencanaan pracetakidi Indonesia sendiri mengacu pada dua peraturan, yaitu SNI03-1726-2012untuk gempa strukturibangunan gedung dan SNI 2847 2013 tentangiperencanaan beton strukturalutukbangunan untuk bangunan. Karena kota Malang berada pada di zona 4 gempa yang berarti rawan gempa, jadiidiharapkan struktur dapat tahan gempa dan efektif jika perencanaan mengacu pada 2 peraturan tersebut. Untuk perencanaan bangunan menggunakan metodeipracetak. Kataikunci: Betonipracetak,iBeban gempa, Gedung Kuliah Bersama UniversitasNeger Malng  
Co-Authors ., Kholilurrohman ., Nabila A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achfas Zacoeb Adinda Maharani, Ghea Nabila Agraprana, Andhika Alriyandi, Ariq Amjad, Firhan Rezi Anggara Putra, Dyorizky Imaduddin Ari Wibowo Aris Subagiyo Arista, Talitha Asmara Dana, Aldi Jaka Athhtaariq, M. Falah Brahmana K, Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana Bria Seran, Rey David Budi Santoso, Farouk Angga Cahyo, Fahrizal Dwi Cendekiawan Putra, Moch Aldin Christin Remayanti N. Desy Setyowulan Devi Nuralinah Dinatra, Iqbal Rizky Dini, Hanita Nurilina F, Ananda Insan Fahrudin, Rizqi Faisal, Imam Bagus Farhani, Muhammad Rizqi Febrian, Dicky Hamdani Firdausy, Ananda Insan Firdausy, Ananda Insan Franandha, Septriana Bella G. P., Julius Nanda Gunawan Prayitno Hafiizh, Yusril Heryanto, Sri Hidayat, Muhammad Farras Hylga Rohman I Gde Eka Wiranatha Ikhsan, Erika Ainun Zakinah Indra Cahya Indra Waluyohadi, Indra Iqbal, Muhammad Irfandi, Rofif Alfiros Jarwo Saputra, Muhammad Aldo Kamal, Wan Muhammad Kanugrahan Dawam, Muhammad Irfan Khamdani, Muhammad Ali Kurniawan, Fajri Kusumatantri, Agnes Laksono, Rizal Adhit M. Taufik Hidayat Mahendra, Muhammad Reza Marami S. A., Fat-Hanna Maulana, Dicky Akbar Ming Narto Wijaya Mohammad Taufik Hidayat Muhammad Yusuf, Fathullah Munadi, Abu Qasim, Muhammad Yusuf, N., Faiq Putra Nainggolan, Christin Remayanti Najid, Salsa Alifia Narto Wijaya, Ming Nisak, Fajar Fadhilatun Nugroho, Bagus Prasetyo Nurfidiani Putri, Qisthina Tamimi Nuriani Virgianti, Febbi Ayu Nursamhuda, Wahyu P, Erlangga Adang P., Naadiyah Widyadhana Pangestu, Rizki Ayu Pinontoan, Frisca Presley Pramesthi, Shifa Ardhelia Pramitari W.D, Sagung Istri Pramono, Jafar Aji Prasetyo, Andi Pratama, Firman Yudi Pratama, Firman Yudi Prayoga, M. Fajar Purwaningsih, Anis Puspitasari, Isnana Putra, Yogatama Sujatmiko Putri Aji, Gumelar Asrining Putri, Desy Trikurnia Putri, Herawati Dewi Putri, Mangesti Carissa Rahma, Aisha Hawina Rahmawati, Dian Ramadhan, Firmansyah Ramadhani, Muhammad Alfian Ramayadi, Muhammad Faisal Refandi, Ricky Rivaldo, Wahyu Ruslin Anwar Sabrina, Raissa Saifoe El Unas Salim, Ahmad Agus Sani, Firzi Maulana Saputri, Meirheyma Denfia Satriopratomo, Dhimas F. Satriopratomo, Dhimas F. Satrya, Rahmat Budi Saulina Situmorang, Gracesella Novita Sembiring, Aldi Efrata SembiringMaha, Syella Audina Setiadi, Alan Dharmasaputra Setiawan, Fadilah Shavira, Alexandra Shana Silalahi, Jogi Sitanggang, Gilbert Siti Nurlina Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi, Sri Sri Wahyuni Syafirra, Sonnia Taffareld, Muhammad Firhand Tuanany, Syafiqah Rizky V P, Andreas Brian W., Dicky Wirasatya W., Ramadhan Budhi Waluyo, Ajit Rachmatsyah Wasiska Iyati Wicaksono, Armanda Wisnu Wijaya, I Nyoman Suluh Wijaya, Ming Wisnumurti . Yatnanta Padma Devia Yohanes Ola Sira Lamawato Yulianto, Angga Restu