Claim Missing Document
Check
Articles

DAYA SAING KARET ALAM INDONESIA DI PASAR DUNIA Radityo, Satriyo Ihsan; Dwiastuti, Rini; Muhaimin, Abdul Wahib
HABITAT Vol 25, No 3 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat daya saing karet alam Indonesia di pasar dunia dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing karet alam Indonesia berdasarkan model pangsa pasar. Penelitian menggunakan data sekunder dari berbagai sumber data pada periode tahun 1991 hingga tahun 2011. Analisis data menggunakan pendekatan model pangsa pasar, revealed comparative advantage (RCA), trade specialization ratio (TSR).  Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing karet alam Indonesia di pasar dunia terdiri dari aspek domestik; produktivitas, luas areal panen, konsumsi domestik, dan aspek internasional; pangsa pasar negara pesaing. Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda dengan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karet alam Indonesia memiliki daya saing dibandingkan negara lain dengan nilai pangsa pasar 32 persen, RCA 34.2, dan TSR 1.00 Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing karet alam Indonesia di pasar dunia berdasarkan model pangsa pasar menunjukkan bahwa faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi daya saing karet alam Indonesia adalah produktivitas, luas areal panen, pangsa pasar Thailand, pangsa pasar Malaysia, dan pangsa pasar Vietnam   Kata kunci: karet alam, market share, RCA, TSR, regresi berganda.
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Produksi Dan Rendemen Tebu di Kabupaten Malang Nadhi Rotur Rochimah; Soemarno Soemarno; Abdul Wahib Muhaimin
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.585 KB)

Abstract

Perubahan iklim disebut-sebut sebagai salah satu faktor penyebab kegagalan swasembada gula pada tahun 2014. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh unsur iklim : curah hujan, suhu, kelembaban dan radiasi matahari terhadap produksi dan rendemen tebu dan menganalisis pendapatan petani sesuai dengan perubahan iklim yang dialami. Metode penelitian menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh unsur iklim terhadap produksi dan rendemen tebu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan curah hujan 1 satuan akan menaikkan nilai produksi sebesar 0,206 %, peningkatan suhu sebesar 1 satuan akan menurunkan produksi sebesar 0,089 %, peningkatan kelembaban sebesar 1 satuan akan menurunkan produksi sebesar 0,375 % dan peningkatan radiasi matahari sebesar 1 satuan akan menurunkan produksi sebesar 0,316%. Peningkatan curah hujan 1 satuan akan menurunkan nilai rendemen sebesar 0,645 %, peningkatan suhu sebesar 1 satuan akan menaikkan rendemen sebesar 0,016 %, peningkatan kelembaban sebesar 1 satuan akan meningkatkan rendemen sebesar 0,659 % dan peningkatan radiasi matahari sebesar 1 satuan akan meningkatkan rendemen sebesar 0,102 %. Sedangkan untuk tujuan kedua diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tiap periode tanam tebu namun belum ada upaya adaptasi yang maksimal terhadap perubahan iklim. Kata kunci: perubahan iklim, produksi tebu, rendemen tebu
Analisis Usahatani Dan Efisiensi Pemasaran Bunga Melati (Jasminum Sambac L.) Di Kelurahan Dermo Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Budi Setiawan; Abdul Wahib Muhaimin; Dedy Afrengki
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.371 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan efisiensi usahatani bunga melati meliputi hasil produksi, biaya usahatani, penerimaan dan keuntungannya. Selain itu juga menganalisis efisiensi pemasaran yang meliputi saluran dan marjin pemasaran. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Dermo, Bangil, Pasuruan dengan dua skala, yaitu lahan sempit ≤ 0.5 dan lahan luas ≥ 0.51. Data yang dikumpulkan dari 30 responden petani melalui wawancara yaitu 9 petani dengan skala lahan luas dan 21 petani mengusahakan melati skala lahan sempit. Produksi melati lahan luas sebesar 5090,65 kg/ha/mt dan 4245,16 kg/ha/mt untuk lahan sempit. Dengan biaya Rp.36.353.820/ha/mt untuk lahan luas dan Rp.32.665.203/ha /mt untuk petani lahan sempit. Dengan penerimaan Rp.50.906.500/ha/mt lahan luas dan Rp. 42.451.600/ha/mt untuk lahan sempit. Berdasarkan uji t (uji beda rata-rata efisiensi) terdapat perbedaan yang nyata antara efisiensi usahatani melati lahan skala luas dibandingkan dengan efisiensi usahatani melati lahan skala sempit. Saluran pemasaran yang efisien berdasarkan perhitungan efisiensi marjin pemasaran adalah saluran pemasaran I dan II, berturut-turut sebesar 9,05 dan 1,89.   Kata kunci: efisiensi usahatani dan pemasaran, melati
Peningkatan Kinerja Agroindustri Pisang dengan Pendekatan Sustainable Livelihoods Dwi Retno Andriani; Budi Setiawan; Djoko Koestiono; Abdul Wahib Muhaimin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.405 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi kinerja agroindustri pisang dengan pendekatan faktor internal dan eksternal dalam kepemilikan sumberdaya. Permasalahan utama peningkatan agroindustri unggulan adalah ketidakmampuan dalam mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki pelaku agroindustri dan mengelola lingkungan bisnisnya, sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas, mutu, dan daya saing agroindustri. Kondisi tersebut memicu untuk melakukan kegiatan evaluasi kinerja dari faktor individu sebagai motor penggerak agroindustri unggulan. Upaya-upaya tersebut berhubungan dengan indikator akses sumber daya yang merupakan komponen dari livelihood Asset. Langkah-langkah untuk mengevaluasi kinerja agroindustri unggulan agar mampu mewujudkan suatu hasil yang sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran perusahaan melalui perumusan model evaluasi kinerja sebagai salah satu usaha memperbaiki produktivitas, mutu, dan daya saing usaha. Metode analisis data menggunakan desain Data Envelopment Analysis (DEA) untuk melihat tingkat efisiensi kepemilikian sumber daya dan kondisi kerentanan pelaku agroindustri terhadap kinerja agroindustri
Analisis Faktor - Faktor Produksi Dan Pendapatan Usahatani Kedelai Peserta Program Bantuan Kerjasama Bank Indonesia Kedelai Grobokan (Studi Kasus Di Desa Takeranklating, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan) Dhyaksa Anggara Nugraha; Abdul Wahib Muhaimin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.902 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.03.6

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman pertanian yang turut berperan penting didalamnya. Salah satu provinsi di Indonesia yang menyumbang produksi kedelai terbesar di Indosesia yaitu Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor–faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi kedelai, menganalisis tingkat penggunaan faktor–faktor produksi terhadap produksi kedelai, menganalisis pendapatan petani kedelai yang mengikuti Program Bantuan Kerjasama Bank Indonesia Kedelai Grobokan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, serta dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis Coub Douglas dan analisis usaha tani. Hasil penelitian ini yaitu berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji F di atas adalah ke-5 variabbel independen yaitu luas lahan (X1), pupuk (X2), pestisida (X3), benih (X4), dan tenaga kerja (X5) mempunyai pengaruh yang signifikan (bermakna) secara simultan (bersama-sama) terhadap produksi kedelai. Namun secara parsial, hanya variabel luas lahan (X1), pupuk (X2), benih (X4), dan tenaga kerja (X5) yang berpengaruh signifikan terhadap produksi kedelai tersebut. Tingkat elastisitas keseluruhan variabel adalah 1,214. Total pendapatan usahatani kedelai yaitu sebesar Rp 140.696.875,00. Berdasarkan hasil kelayakan usahatani didapatlan R/C rasio sebesar 2,9. Hal ini berarti usahatani kedelai di Desa Takeranklating, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan layak untuk diusahakan.
Analisis Nilai Tambah Nira Kelapa Pada Agroindustri Gula Merah Kelapa (Kasus Pada Agroindustri Gula Merah Desa Karangrejo Kecamatan Garum, Blitar) Dafit Bayu Prasetiyo; Abdul Wahib Muhaimin; Silvana Maulidah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.071 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.01.5

Abstract

Agroindustri gula merah di Dusun Karangrejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar merupakan usaha turun temurun dan sudah bertahan lebih dari 40 tahun. Melihat fakta tersebut, menarik untuk diteliti berapa besar nilai tambah dan keuntungan yang dihasilkannya. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis nilai tambah nira kelapa yang diolah menjadi gula merah, (2) menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan dari pengolahan nira kelapa menjadi gula merah, dan (3) menganalisis kelayakan finansial dari usaha ini. Penelitian ini dilakukan secara sensus terhadap seluruh unit usaha yang ada di lokasi penelitian sebanyak 38 unit. Hasil perhitungan dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai tambah pengolahan nira menjadi gula merah dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp705,90 per liter nira kelapa atau 76,01% dari nilai produknya. Rata-rata biaya yang harus dikeluarkan oleh agroindustri gula merah setiap bulannya adalah Rp2.797.699,76, dengan jumlah produksi gula merah rata-rata sebanyak 420 kg per bulan dan mampu memberikan penerimaan bulanan rata-rata sebesar Rp3.357.789,47 sehingga keuntungan rata-rata sebesar Rp560.089,71. Nilai R/C Ratio pada agroindustri gula merah ini sebesar 1,2 sehingga agroindustri ini layak untuk dikembangkan.
Analysis, behavior, and market performance of sweet corn (Zea mays L. sacharata) certified structure in Leban Hamlet, Tawangargo Village, Karangploso Sub-District, Malang District Novita Kartika Kusuma Wardani; Budi Setiawan; Abdul Wahib Muhaimin; Fitria Dina Riana; Dina Novia Priminingtyas

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.116 KB) | DOI: 10.35891/agx.v13i1.2905

Abstract

Introduction: Tawangargo Village, Karangploso District, Malang Regency is the largest sweet corn producing region in Karangploso District with a business base on developing vegetables that lead to special environmentally friendly products in Leban Hamlet. Quality assurance for fresh food with excellent certification requirements. The resulting product is safe for consumption or safe for pesticides. Sweet corn marketing system helps marketing institutions related to farmers in accessing consumers, making the price of sweet corn at the farm level with the price of corn accessed by different consumers. This research tries to analyze the market structure, study the market and improve the sweet corn market in Leban Hamlet, Tawangargo Village. Method: The basic method of research is analytical descriptive. Determining the location of research carried out intentionally or intentionally. Farmer sampling method using census method, with a total sample of 9 respondents. The sampling method used by traders uses the snowball sampling method with the number of broker 1 respondent and 1 respondent village collector. Data were analyzed by SCP (Structure, conduct, and performance) methods. Results: The results showed the structure of the sweet corn market in Leban Hamlet, Tawangargo Village has a tendency in imperfectly competitive markets namely the oligopsonistic market. This structure is completed inefficient markets. Market behavior discusses the marketing activities of sweet corn in Leban Hamlet. While the market performance (market performance) is 50%. Conclusion: This shows that the marketing of sweet corn in Leban Hamlet is included in the efficient category.
Analisis Kualitas Produk Wisata Terhadap Program Wisata Petik Buah Strawberry: Studi Kasus Desa Wisata Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Batu Dwi Nirnia Ari Cahyani; Abdul Wahib Muhaimin; Budi Setiawan
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 6 No 1 (2022): G-Tech, Vol. 6, No. 1, April 2022
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.068 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v6i1.1257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produk wisata apa yang mempengaruhi efektivitas program wisata petik buah strawberry. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan metode survey dan explanatory research. Sampel yang diambil dengan metode non-probability sampling dengan saturasi atau sensus. Sampel dalam penelitian ini adalah petani strawberry yang bergabung dengan program wisata petik. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode  Structural Equation Modeling (SEM)-Generalized Structured Component Analysis (GSCA). Penelitian ini dilakukan di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada bulan Juni 2019 sampai Juli 2019. Analisis data  menggunakan SEM-GSCA menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan pada variabel efektivitas teknis, efektivitas sosial dan efektivitas ekonomi terhadap kualitas produk wisata, kualitas produk pariwisata dapat dikatakan berkontribusi positif terhadap maksud dan tujuan  program wisata petik buah
The Influence of Purchase Behavior on Purchase Intentions and Purchase Decisions for Processed Apple Products Through E-Commerce Hasna Luthfiyyan Febriandani; Abdul Wahib Muhaimin; Dwi Retno Andriani
HABITAT Vol. 32 No. 3 (2021): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2021.032.3.19

Abstract

During the current pandemic, almost everything we need, both primary and secondary, we can fulfill from online services. In the era of globalization and the ease of online shopping transactions can lead toconsumptive behavior, especially considering the current situation in the corona virus crisis, whereconsumer behavior has begun to change drastically. This study used Structural Equation Modeling-PartialLeast Square (SEM-PLS) analysis with the WarpPLS approach, to predict the magnitude of the relationshipamong latent variables and between latent variable and its indicator. The dominant variables in the researchon the effect of purchase intention of processed apple products at Shopee are trust, online shoppingattitudes, subjective norms and purchase intentions. Trust in product purchase intention produces a pathcoefficient of 0.320 with a confidence interval value [0.160;0.481]. The test results showed that the pathcoefficient was positive with a high significance level. Online shopping attitude on product purchaseintention produces a path coefficient of 0.422 with a confidence interval value [0.261; 0.627], the pathcoefficient was positive with a high significance level so that this sub hypothesis can be accepted.Subjective norm on product purchase intention produces a path coefficient of 0.250 with a confidenceinterval value [0.104;0.397], the path coefficient was positive with a high significance level. Purchaseintention on purchasing decisions produces a path coefficient of 0.509 with a confidence interval value[0.370; 0.648], the path coefficient was positive with a high significance level.
Minat Berwisata Generasi Milenial ke Ekowisata Pesisir Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna di Kabupaten Malang, Jawa Timur Abidin, Zainal; Harahab, Nuddin; Muhaimin, Abdul Wahib; Prabowo, Meydo Omar Zyahrizal
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marina.v9i2.11907

Abstract

Perpaduan antara konsep pariwisata dan konservasi menjadi tren pengelolaan wisata masa depan. Ekowisata Clungup Mangrove Conservation (CMC) di Kabupaten Malang, Indonesia merupakan salah satu community based ecotourism yang konsisten menerapkan prinsip ekowisata. Adanya perbedaan kepedulian lingkungan di antara pengunjung ataupun masyarakat, termasuk generasi milenial, menyebabkan minat berkunjung ke destinasi ekowisata CMC yang telah menerapkan prinsip ekowisata pun belum seberapa pulih. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis peran kepedulian lingkungan generasi milenial dalam menentukan minat berkunjung dan (2) menganalisis peran konstruk TPB (theory of planned behavior) dalam memediasi pengaruh kepedulian lingkungan terhadap minat berkunjung. Penelitian eksplanatori ini menggunakan metode survei terhadap pengunjung milenial domestik ekowisata pesisir CMC Tiga Warna pada bulan Mei—Juni 2022. Responden penelitian ini sebanyak 628 pengunjung. Metode analisis data menggunakan SEM-WarpPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kepedulian lingkungan generasi milenial dapat menentukan minat berkunjung ke ekowisata pesisir karena efektifnya peran mediasi konstruk TPB (sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku). Temuan riset ini memperluas penerapan TPB karena menempatkan konstruk TPB sebagai mediating variable peran kepedulian lingkungan terhadap minat kunjungan wisatawan milenial ke ekowisata pesisir. Perlu peningkatan persepsi kontrol perilaku sebagai prediktor utama minat berwisata, disusul dengan peningkatan norma subjektif ataupun sikap. Pemerintah daerah perlu terus menjaga situasi perekonomian agar kondusif sehingga memampukan ekonomi masyarakat termasuk untuk pengeluaran berwisata, membuat pengunjung yakin, mau, dan mampu, serta memiliki sumber daya yang cukup mendukung pengeluaran untuk berwisata. Title : Millennial Visit Intention to the Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna Coastal Ecotourism in Malang Regency, East JavaThe integration of tourism with conservation principles is a future tourist management trend. Clungup Mangrove Conservation (CMC) ecotourism in Malang Regency, Indonesia, is a community-based ecotourism that adheres to the ecotourism idea. The CMC ecotourism destination, which has applied the philosophy of ecotourism that has not yet recovered, attracts visitors, including millennials, because of their environmental concerns. For this reason, this study aims to (1) analyze the role of the millennial generation’s environmental concern in determining the visit intention, (2) analyze the role of the TPB construct (Theory of Planned Behavior) in mediating the influence of environmental concern on the visit intention. This explanatory research uses a survey method for domestic visitors to the “CMC Tiga Warna” coastal ecotourism in May-June 2022. These research respondents were 628 domestic visitors. The data analysis method uses SEM-WarpPLS. Due to the successful involvement of TPB construct mediation (attitudes, subjective norms, and perceptions of behaviour control), millennials’ environmental concerns may impact their interest in coastal ecotourism. TPB’s construct position as a mediator variable between environmental concern and millennial visitors’ visit intention in coastal ecotourism boosted its utilisation. As the main predictor of visit intention, behavioural control must be increased, followed by subjective norms and attitudes. Local governments must keep the economy healthy to keep travel expenses rising. They also require enough money for trip.