Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Biosense

ANALISIS KONTAMINASI COLIFORM PADA AIR LIMBAH DOMESTIK Imamah, Nur
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 4 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i4.5266

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia hal tersebut dikarenakan manusia sangat bergantung pada air baik untuk minum maupun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh manusia terdiri dari air dan tidak seorang pun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan keperluan sehari-hari lainnya. Sangat penting bagi kita untuk menjaga sumber air dari pencemaran. Salah satu bentuk pencemaran yang sering ditemukan adalah kontaminasi air limbah domestik. Air limbah domestik dapat menjadi sumber pencemaran mikrobiologis yang berdampak pada kesehatan masyarakat apabila tidak diolah dengan baik. Sampel air limbah diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah Banyuwangi dengan prosedur inokulasi pada media Lactose Broth (LB) dan Brilliant Green Lactose Broth (BGLB), diikuti inkubasi dan pembacaan hasil berdasarkan pembentukan gas dan kekeruhan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi total bakteri Coliform dalam sampel mencapai 1.100 APM/100 ml, masih berada di bawah ambang batas baku mutu sebesar 3.000 APM/100 ml sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016. Dengan demikian, air limbah domestik yang diuji dinyatakan memenuhi standar yang berlaku. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan berkala terhadap air limbah domestik untuk mencegah pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan masyarakat.
POTENSI KONTAMINASI KAPANG PADA ASINAN KUBIS (SAUERKROUT) Novitasari, Amanda; Arini, Vhita Syukrya; Maula, Inayatul; Imamah, Nur; As'ari, Hasyim; Nazilah, Lailatun; Mukarromah, Maqiyatul; Utami, Putri; Agustin, Erina
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3444

Abstract

Kubis atau sawi putih (Brassica oleracea) merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin, karbohidrat, protein dan mineral. Kubis memiliki masa simpan yang terbatas karena memiliki kadar air yang tinggi dan mudah membusuk. Kubis yang diawetkan menjadi sauerkraut (asian kubis Jerman) melalui proses fermentasi, menghasilkan produk dengan sifat inderawi yang khas, terutama pada aroma dan rasa. Tujuan penelitian adalah menganalisis karakteristik sauerkraut dari kubis atau sawi putih melalui proses fermentasi dengan variasi konsentrasi garam yang berbeda. Konsentrasi garam dalam asinan kubis sangat penting terhadap kandungan total padatan terlarut (TPT) seperti kadar air, tekstur, warna, serta aroma pada asinan kubis. Berdasarkan hasil uji organoleptik pada setiap asinan kubis pada 4 perlakuan dengan variasi konsentrasi garam yang berbeda diantaranya; 1.7%, 2.3%, 3%, 3,7% namun dengan bobot kubis yang sama yakni 300gr. Hasil perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan ke-1 yakni menggunakan kadar garam 1.7% dengan berat garam 5gr terdapat jumlah koloni bakteri yang paling sedikit serta aroma yang netral.