Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Edutech

PERAN GURU PUSTAKAWAN DALAM PENINGKATAN MINAT BACA SISWA PADA PROGRAM LITERASI INFORMASI Silvana, Hana; Setiani, Selly
EDUTECH Vol 17, No 2 (2018): DINAMIKA DALAM KERANGKA ADAPTASI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v17i2.14101

Abstract

Abstract. School learning activities related to the school literacy movement include activities in the habituation stage, development and learning are activities that must be carried out by stu-dents, teachers, and education personnel who aim to foster good habits and form positive charac-ter generation. This study intends to describe the role of teacher librarians in schools in the Infor-mation Literacy program, especially those related to students' reading interests. The research method used in advanced research on information literacy uses a qualitative approach to the case study method. This method is used to find out how information literacy training programs can pro-vide education for students at elementary school. The results of this study indicate that Librarian Teachers provide a significant role in the reading interest of students. The information literacy program conducted in the elementary school is aimed at increasing students' interest in reading. These activities include reading, writing, book reviewing or story telling and so on programs to attract students to be more happy to come to the library. The activities carried out in the library by the teachers of librarians were carried out well, in accordance with the school literacy movement that was proclaimed by the government. Teacher Librarian have a role as a transfer of infor-mation in the classroom of course also has a very important role in the school environment, one of which is the information literacy program conducted at the Elementary School of Hikmah Teladan. Abstrak. Kegiatan pembelajaran di sekolah yang terkait dengan gerakan literasi sekolah meliputi kegiatan dalam tahapan pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran adalah aktivitas yang harus dilakukan oleh siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan yang baik dan membentuk generasi berkarakter positif. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan peran teacher librarian (guru pustakawan) di sekolah pada pro-gram Literasi Informasi terutama yang terkait dengan minat baca siswa. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian lanjutan tentang literasi media ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode ini, studi kasus (case study).Metode ini digunakan untuk mengetahui bagaimana program pelatihan literasi informasi dapat memberikan pendidikan ter-hadap siswa di SD Hikmah Teladan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Guru Pustakawan memberikan peranan yang cukup signifikan terhadap minat baca siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil penelitian bahwa memberikan Guru Pustakawan mempunyai peran sangat besar pada program literasi di sekolah. Program literasi informasi yang dilaksanakan di perpustakaan sekolah adalah bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Kegiatan tersebut meliputi program lomba membaca, menulis, meresensi buku ataupun story telling dan sebagainya untuk menarik siswa agar lebih senang untuk datang keperpustakaan. Kegiatan yang dilaksanakan di perpustakaan sekoleh yang dikalukan oleh guru pustakawan telah berjalan dengan baik, sesuai dengan gerakan literasi sekolah yang telah dicanangkan oleh penmerintah. Guru pustakawan mempunyai peranan sebagai pentransfer informasi di dalam kelas tentu juga mempunyai peran yang sangat penting di ling-kungan sekolah salah satunya adalah program literasi informasi yang dilaksanakan di SD Hikmah Teladan.
USER ANALYSIS OF MASSIVE OPEN ONLINE COURSES (MOOCS) BASED E-LEARNING SYSTEM TO ENSURE EQUAL ACCESS TO EDUCATION AT HIGHER EDUCATION Silvana, Hana; Fajar, Yuniar
EDUTECH Vol 15, No 2 (2016): METODE DAN PROGRAM PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i2.4067

Abstract

Abstract, E-learning has advantages in flexibility that allows learning to take place without the constraintsof distance and time. Massive Open Online Courses (MOOCS) allows massive access to open education thattensd to be more efficient. This research aims to find out how the analysis massive open online course (MOOCS)based e-learning system as an effort to equitable access to college level in Indonesia and how is the user profilebased on age (range from 18-30 years old). This research descriptive method and the sample consists of 30MOOCs users. MOOCS users profile indicates that this system has the potential to improve equitable access tohigher education by several indicators, namely gender equality, the majority of users have the latest educationaland vocational high school equivalent, and most have been working as an employee. As for the geographicalaspects, the results of the analysis indicate that the user is still concentrated in Java.Keywords: E-Learning, Massive Open Online Courses (MOOCS), educational equityAbstrak, E-learning memiliki kelebihan dalam fleksibilitas yang memungkinkan pembelajaran dapatberlangsung tanpa kendala jarak dan waktu. Massive open online courses (MOOCS) memungkinkan aksespendidikan terbuka yang masif dengan biaya yang cenderung lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui bagaimana analisis penguna sistem e-learning berbasis massive open online course (MOOCS)sebagai upaya dalam pemerataan akses jenjang perguruan tinggi di Indonesia, bagaimana profil penggunasistem e-learning berbasis massive open online course (MOOCs) berdasarkan usia peserta perguruan tinggi(rentang usia 18-30 tahun. Profil pengguna MOOCs ini menunjukkan bahwa sistem ini berpotensi untukmeningkatkan pemerataan akses pendidikan tinggi dengan beberapa indikator, yakni kesetaraan gender,mayoritas pengguna memiliki pendidikan terakhir SMK dan SMA/sederajat dan sebagian besar sudah bekerjasebagai karyawan. Adapun untuk aspek geografis, hasil analisis terhadap pengguna masih menunjukkan bahwapengguna terkonsentrasi di Pulau Jawa.Kata Kunci : E-Learning, Massive Open Online Courses (MOOCs), pemerataan pendidikan
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP TINDAKAN PLAGIARISME DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR Silvana, Hana; Rullyana, Gema; Hadiapurwa, Angga
EDUTECH Vol 16, No 3 (2017): PERGESERAN DAN PERAN MEDIA DIGITAL
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i3.8508

Abstract

Abstract, This research is based on the issue of plagiArism in the academic world especially in Higher Education. The main issue studied in this study is the perception of students on the act of plagiarism in writing final assignment. This study was conducted with the aim to describe the act of plagiarism in preparing the final assignment of students. The method used in this research is descriptive analytical method. The informants are students of UPI Education Sciences Faculty . The research was conducted in 2017 at odd semester. The research results showed that there were lack of knowledge about styles of writing, limited time availability in the preparation of the final task of students, the development of information technology facilitates and opens opportunities to cheat. Moreover, many lecturers have not addressed plagiarism issue, use of anti plagiarism ap-plication is minimum, and socialization of plagiarism issue is still not sufficient. This research also found that training on final assignment writing has not been done as needed.Abstrak, Penelitian ini dilatar belakangi dengan isu plagiarisme dalan dunia akademik khususnya di Perguruan Tinggi. Permasalahan pokok yang dikaji pada penelitian ini persepsi ma-hasiswa terhadap tindak plagiarisme di dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang tindak plagiarisme di dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Informan penelitian ini adalah mahasiswa di ling-kungan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah minimnya pengetahuan mengenai gaya selingkung penulisan, ketersediaan waktu yang terbatas dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa, perkembangan teknologi informasi (khususnya internet) yang memudahkan dan membuka peluang berbuat curang, sebagian dosen belum protektif pada isu pla-giarisme, penggunaan aplikasi anti plagiarisme masih minim, juga sosialisasi mengenai isu plagia-risme yang masih belum mencukupi kebutuhan informasi yang perlu diketahui oleh mahasiswa. Kegiatan Workshop atau pelatihan penulisan tugas akhir yang belum dilaksanakan sesuai kebu-tuhan.
URGENSI PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM LAYANAN INFORMASI PUBLIK PADA MASA PANDEMI Dadang Sukirman; Hana Silvana
EDUTECH Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i1.53596

Abstract

The Covid 19 pandemic began to occur in early 2020 in Indonesia. This incident was the beginning of the imposition of activity restrictions and direct interaction to maintain distance and reduce activities outside the house. This led to adjustments so that activities could run as they should. Services provided face-to-face are subject to restrictions. One of the solutions to overcome this problem is online services based on information technology. One of them is to develop services by utilizing internet-based technology. The Integrated Service Unit at UPI is an institution that has duties and functions in service to users, both the academic community and the general public. In carrying out its duties, ULT UPI needs to develop and innovate so that it can satisfy users. In carrying out its main task, it needs to be supported by facilities or instruments that assist in the effort to provide excellent service to stakeholders. The purpose of this research is to determine the extent to which ULT services can provide excellent service for users by developing using information technology. The population of this study was 7000 users and using the Yamane formula obtained 380 respondents. The results showed that the description of the information services needed by the public through ULT services in a summary graph of the distribution of information services needed by the public through ULT services with a response value of Very Satisfied in the good category, Satisfied was in the very good category, the rest were in the moderate category. The results showed that the ULT service gave the highest user satisfaction in the satisfied category. Thus, ULT services have provided services that provide satisfaction to users in the good category. While the dissatisfaction response for ULT services is the lowest value.Pandemi Covid 19 mulai terjadi pada awal tahun 2020 di Indonesia. Peristiwa ini menjadi awal diberlakukannya pembatasan aktivitas dan interaksi langsung menjadi menjaga jarak dan mengurangi aktivitas keluar rumah. Hal ini menyebabkan penyesuaian agar aktivitas dapat berjalan sebagai mana mestinya. Pelayanan yang dilakukan melalui tatap muka dilakukan pembatasan. Salah satu solusi yang dilakukan dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah pelayanan online berbasis teknologi informasi. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan layanan dengan memanfaatkan teknologi berbasis internet. Unit Layanan Terpadu di UPI merupakan lembaga yang mempunyai tugas dan fungsi dalam pelayanan kepada pengguna baik civitas akademika maupun masyarakat umum. Dalam melaksanakan tugas utamanya, perlu didukung dengan fasilitas atau instrumen yang membantu dalam upaya memberikan pelayanan prima kepada stakeholder. Tujuan Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui sejauhmana layanan ULT dapat memberikan layanan prima bagi pengguna dengan pengembangan menggunakan teknologi informasi. Populasi penelitian ini sebanyak 7000 pengguna, dengan menggunakan rumus Yamane diperoleh 380 orang responden. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa didapatkan gambaran layanan Informasi yang dibutuhkan publik melalui layanan ULT dalam grafik ringkasan sebaran layanan Informasi yang dibutuhkan publik melalui layanan ULT dengan nilai respon Sangat Puas dalam kategori baik, Puas berada pada kategori sangat baik, sisanya adalah kategori cukup. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa layanan ULT memberikan kepuasan pada pengguna tertinggi terdapat pada kategori puas. Dengan demikian layanan ULT telah memberikan layanan yang memberikan kepuasan pada pengguna/user pada kategori baik. Sedangkan respon ketidakpuasan untuk layanan ULT berada dengan nilai terendah.