Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : jurnal midwifery

Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Nifas Menggunakan Jasa Dukun di Wilayah Kerja Puskesmas Bontomarannu Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar 2017 Kurniati Kurniati; Nadyah Nadyah; Darmawansyih Darmawansyih
Jurnal Midwifery Vol 1 No 1 (2019): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v1i1.7535

Abstract

Pendahuluan persalinan adalah Salah satu kasus kesehatan yang masih banyak terjadi di Indonesia dengan pertolongan oleh dukun bayi. Banyak faktor yang memepengaruhi sebagian ibu menggunakan jasa dukun dalam menolong persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi ibu nifas menggunakan jasa dukun di Wilayah Kerja Puskesmas Bontomarannu Kec. Galesong Selatan Kab. Takalar. Dengan penelitian deskriptif pada bulan Oktober – November 2017. Populasi dalam penelitian ini semua ibu nifas yang berada di Puskesmas Bontomarannu. Teknik dalam penelitian yang diambil menggunakan purposivesampling sebanyak 36 responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik sebagian besar responden adalah sebagai berikut, ibu dengan pendidikan terakhir terbanyak SD yaitu sebanyak 18 responden (50,0%), pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga yaitu sebanyak 31 responden (86,1%). Beberapa alasan ibu menggunakan jasa dukun dalam proses persalinan antara lain : pengetahuan yang rendah sebanyak 30 responden (83,3%), tempat praktik dukun lebih dekat dengan tempat tinggal (69,4%), melahirkan di rumah sakit butuh banyak biaya (100%), semua keluarga melahirkan di dukun (77,8%), lebih percaya pada dukun dibandingkan petugas kesehatan (77,8%), sudah sering menggunakan jasa dukun (61,1%), banyak jasa dukun di lingkungan sekitar (69,4%), dan dukungan dari keluarga untuk menggunakan jasa dukun (88,9%)..Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini, sebaiknya petugas kesehatan terutama bidan bekerja sama dengan instansi kesehatan mengadakan kegiatan penyuluhan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi bagi ibu tentang pemilihan penolong persalinan yang tepat.pemantauan dan analisa data pada Ny “N” dengan Usia Kehamilan Preterm di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2018 yakni dari kala I sampai kala IV, tidak ditemukannya komplikasi pada ibu ditandai dengan tanda-tanda vital dalam batas normal, serta bayi mengalami asfiksia ringan disertai BBLR.
Manajemen Asuhan Kebidanan Gangguan Sistem Reproduksi pada Ny “S” dengan Mioma Submukosa di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tanggal 04 Februari – 25 Februari Tahun 2019 Astuti Astuti; Anieq Mumthi’ah Al Kautzar; Darmawansyih Darmawansyih
Jurnal Midwifery Vol 2 No 1 (2020): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v2i1.13150

Abstract

Pendahuluan Mioma uteri adalah tumor jinak uterus yang mengandung sel-sel otot polos dan jaringan ikat dengan ciri bulat, keras, berwarna merah muda pucat. Umumnya berlokasi pada korpus uteri.Metode Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan Manajemen Asuhan Kebidanan Gangguan Sistem Reroduksi pada Ny “S” dengan Mioma Submukosa di RSUD Syekh Yusuf  Gowa Tahun 2019 sesuai Manejemen Asuhan Kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP.Hasil Asuhan yang diberikan pada Ny “S” pada kasus mioma submukosa yaitu dilakukan dengan pemberian asuhan yang sesuai standar operasional serta melakukan upaya pencegahan komplikasi terjadinya torsi (putaran tungkai), infeksi, dan keganasan, serta dilakukan pemantauan dan asuhan manajemen kebidanan dilakukan pemantauan selama dua hari sebelum operasi dan tiga hari setelah operasi dan melakukan kunjungan rumah selama tiga kali.Kesimpulan dari kasus yaitu diantaranya pendokumentasian dalam bentuk SOAP yang digunakan untuk proses penyelesaian masalah kebidanan telah dilaksanakan pengkajian berupa pemantauan dari analisa data pada Ny “S” dengan Mioma Submukosa Di RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2019. Yakni dari pengkajian sebelum operasi dan setelah operasi tidak ditemukan komplikasi pada ibu di tandai dengan tanda-tanda vital normal, dan pengankatan tumor berjalan normal
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY ”M” DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM PADA TANGGAL 12 SEPTEMBER S.D. 25 OKTOBER DI RSUD SYEKH YUSUF GOWA TAHUN 2019 Riski Sahid; Darmawansyih Darmawansyih
Jurnal Midwifery Vol 2 No 2 (2020): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jm.v2i2a5

Abstract

Pendahuluan Perdarahan Postpartum merupakan penyebab kematian terbesar pada ibu yang ditandai dengan kehilangan darah lebih dari 500 ml. Salah satu penyebab Perdarahan yaitu Retensio Plasenta. Retensio Plasenta adalah tertinggalnya Plasenta di dalam uterus 30 menit setelah bayi lahir yang menyebabkan Perdarahan dan perlu dilakukan tindakan segera seperti Manual Plasenta. Metode Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk melaksanakan Manajemen Asuhan Kebidanan pada Ibu dengan Perdarahan Postpartum di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun 2019 sesuai dengan 7 langkah Varney dan SOAP. Hasil Penanganan yang diberikan kepada Ibu dengan Retensio Plasenta yakni dengan melakukan tindakan pemasangan infus RL + drips Oxytosin 2 ampl, kolaborasi dengan dokter untuk melakukan Manual plasenta, pemberian antibiotik, melakukan Pemeriksaan USG serta memantau Kala IV di RSUD Syekh Yusuf Kab. Gowa Tahun 2019 Kesimpulan dari studi kasus dengan Manajemen Asuhan Kebidanan 7 Langkah Varney dan SOAP yakni dari hari pertama sampai hari ketiga berlangsung normal yang ditandai dengan Plasenta dapat lahir tanpa ada sisa Plasenta, anemia teratasi, syok tidak terjadi, tanda-tanda infeksi tidak tampak serta tanda-tanda vital dalam batas normal. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada kesenjangan antara tinjauan kasus dan tinjauan teori.    
Relationship between Parity Status and Hyperemesis Gravidarum for Pregnant Women in Tinambung District in 2020: Hubungan Status Paritas Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Ibu Hamil di Kecamatan Tinambung Tahun 2020 Husnul Khatimah Sanusi; Darmawansyih; Nadyah; Jelita Inayah Sari
Jurnal Midwifery Vol 5 No 2 (2023): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v5i2.37348

Abstract

Introduction. Nausea and vomiting are common in early pregnancy, and they are considered to be physiologically nature. The nausea and vomiting could be severe if they continue to occur which could cause a pregnancy disorder called as hyperemesis gravidarum. The major symptom of hyperemesis gravidarum in pregnant women is the excessive nausea and vomiting. This condition could even worsen the condition of a pregnant woman in which a dehydration could occur. Based on the data from Tinambung Health Center, the numbers of pregnant women to suffer from hyperemesis gravidarum complications in Tinambung amounted to 47 women in 2018 and 58 women in 2019. From the data, it could be seen that the there was an increase of hyperemesis gravidarum cases among the community in the working area of Tinambung Health Center. Furthermore, it was also apparent that most of the pregnant women have experienced the hyperemesis gravidarum. Therefore, with the high rate of hyperemesis gravidarum cases, the researcher was interested to conduct research related to the risks of hyperemesis gravidarum on pregnant women, particularly on the mothers’ parity status.Method. The methodological approach taken in this research was analytical survey by using cross sectional study design. The sampling method used was purposive random sampling where 78 patients were selected as the samples of this study. The research was conducted through Chi-Square tests where the data was processed and analysed by using SPSS computer application program.Findings. The results of univariate test of this study indicated that the majority of respondents (46 respondents or 59.0% of total samples) were evident to experience a parity status during their pregnany. In addition, the results of the chi square test showed that the p-value = 0.000* (<0.05). Therefore, the parity status variable had been considered to have a significant influence on hyperemesis gravidarum.Conclusion. This research concluded that there are significant relationships between the parity status of pregnant women and the high cases of hyperemesis gravidarum in Tinambung disctrict.