Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Local Knowledge and Use of Plants In The Kenduri Sko Traditional Ceremony In The Community Of Hamparan Rawang District, Sungai Penuh City, Jambi Province, Indonesia Marsanda, Firda Dwi; Adriadi, Ade; Witono, Joko Ridho
Biospecies Vol. 17 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v17i2.36104

Abstract

The Kenduri Sko Traditional Ceremony is an ancestral tradition passed down by ancestors, characterized by the conferment of traditional titles and the cleansing of heirloom objects. In the Kenduri Sko ceremony, plants are used as symbols and for purifying heirloom objects. This study aims to identify the types of plants used in the Kenduri Sko ceremony, determine their Use Value and Plant Part Value. The research was conducted from February to July 2024. The findings reveal that there are 16 species of plants from 10 families used in the Kenduri Sko ceremony in the Hamparan Rawang district, with the highest Use Value being 1 and the most utilized plant part being leaves (38%).
Vegetation Analysis in the Freshwater Swamp Ecosystem of Tangkas Lake, Muaro Jambi Rahmilija, Femei; Nursanti, Nursanti; Adriadi, Ade; Sari, Novita; Anggraini, Riana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i2.8751

Abstract

Tangkas Lake, a freshwater swamp in Muaro Jambi and Batanghari, is dominated by Homalium sp., but its overall plant diversity remains undocumented. This study inventories plant species as a baseline for conservation. Plant sampling was conducted using transect and plot methods in two locations, Pulau Tepus and Rawa Liontin, over two months. A total of 37 species from 21 families were recorded, with higher diversity in Pulau Tepus (31 species, dominated by Myrtaceae, Elaeocarpaceae, and Euphorbiaceae) compared to Rawa Liontin (6 species, dominated by Homalium sp.). Species diversity indices were moderate in Pulau Tepus but lower in Rawa Liontin. Species richness was highest in Pulau Tepus for tree (4.6) and seedling (4.5) stages, while pole-stage richness was 3.7. Rawa Liontin had low species richness across all stages, with low evenness in both sites. Environmental factors varied, with Pulau Tepus experiencing wider temperature fluctuations (23–30°C), lower light intensity, and sandy loam soils, while Rawa Liontin had a narrower temperature range (25.5–27.3°C), higher light intensity, and similar soil texture. Soil pH ranged from 4.29 to 6.21. These findings highlight the need for conservation, particularly in Rawa Liontin. Further research is needed to support habitat restoration and long-term monitoring.
Potensi Dan Strategi Pengembangan Ekowisata Danau Tangkas Di Desa Tanjung Lanjut Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi: Potential and Strategy for the Development of Lake Tangkas Ecotourism in Tanjung Continue Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency Albayudi, Albayudi; Mekensi, Pedi; Adriadi, Ade; Napitupulu, Richard RP
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i1.35337

Abstract

ABSTRACT The background of this research is that one of the tourist destinations in Muaro Jambi Regency which offers a natural feel is Tangkas Lake Ecotorisme. This nature tour is located in Tanjung Lanjut Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. The natural tourism potential of Lake Tangkas itself is very diverse and there are still many that have not been identified, both the flora, fauna and the uniqueness of other natural resources. In the development of Lake Tangkas natural tourism, a good and appropriate strategy is needed. The purpose of this study is to analyze the potential and development strategies contained in Lake Tangkas, Tantung Lanjut Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency. This research was carried out in Muaro Jambi Regency which offers a natural feel, namely Tangkas Lake Nature Tourism. This nature tour is located in Tanjung Lanjut Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. The analytical method used in this research was descriptive qualitative and sampling for visitors was carried out using purposive sampling method, determining the number of respondents using the Slovin formula which obtained as many as 100 respondents. Data analysis techniques in this study are ADO-ODTWA analysis and SWOT analysis. The results showed that the natural tourism object of Lake Tangkas based on the results of ADO-ODTWA research had the potential to be developed because the scoring component scored very potential, namely tourist attraction (1100), accessibility (500), accommodation (45), facilities and infrastructure (180) and availability of clean water (630). The SWOT analysis is in quadrant 1 where this position is favorable for the development of the Lake Tangkas natural tourism object.   Keywords: potential, strategy, development, lake tangkas ecotourism   ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh salah satu destinasi wisata di Kabupaten   Muaro Jambi yang menawarkan nuansa alamnya adalah Ekowisata Danau Tangkas. Wisata alam ini berada di Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Potensi wisata alam Danau Tangkas sendiri sangat beragam dan masih banyak yang belum teridentifikasi, baik flora, faunanya serta keunikan sumber daya alam lainnya. Dalam pengembangan wisata alam danau tangkas diperlukan strategi yang baik dan tepat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dan strategi pengembangan yang terdapat di Danau Tangkas Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini dilaksanakan di di Kabupaten Muaro Jambi yang menawarkan nuansa alamnya adalah Wisata Alam Danau Tangkas. Wisata alam ini berada di Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dan pengambilan sampel untuk pengunjung dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, penentuan jumlah responden dengan menggunakan rumus Slovin yang diperoleh sebanyak 100 responden. Teknik analasis data dalam penelitian ini adalah analisis ADO-ODTWA dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan objek wisata alam Danau Tangkas berdasarkan hasil penelitian ADO-ODTWA sangat berpotensi untuk dikembangkan dikarenakan komponen penilaian scoring mendapatkan nilai sangat berpotensi yaitu daya tarik wisata (1100), aksebilitas (500), Akomodasi (45), sarana dan prasarana (180) serta ketersediaan air bersih (630). Analisi SWOT berada diposisi kuadran 1 dimana posisi ini menguntungkan bagi pengembangan objek wisata alam Danau Tangkas.   Katakunci: potensi, strategi, pengembangan, ekowisata danau tangkas
Pemanfaatan Tumbuhan Ritual: Eksplorasi Etnobotani Dalam Kegiatan Adat Masyarakat Melayu Jambi Seberang Kota Jambi Khoiriyah, Zhulfatul; Adriadi, Ade; Husnudin, Uni Baroroh
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/tx0enh53

Abstract

Masyarakat suku Melayu Jambi memanfaatkan tumbuhan dalam berbagai kegiatan adat. Beberapa kegiatan adat yang masih dilestarikan yaitu dalam rangkaian acara pernikahan, kehamilan dan kelahiran. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan yang digunakan dalam kegiatan adat serta menentukan Indeks Cultural Significance (ICS), Use Value (UV), dan Plant Part Value (PPV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui proses wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Analisis data tumbuhan yang digunakan dalam kegiatan adat dilakukan secara kualitatif secara deskriptif dan kuantitatif dengan menghitung nilai Indeks Cultural Significance (ICS), Use Value (UV) dan Plant Part Value (PPV). Hasil penelitian menunjukkan, tumbuhan yang digunakan untuk kegiatan adat di Kelurahan Olak Kemang yaitu sebanyak 28 spesies dari 20 famili.  Nilai ICS paling tinggi yaitu 52 dari spesies Pandanus amaryllifolius. Nilai UV paling tinggi yaitu 0,037 dari spesies Cananga odorata, Cocos nucifera, Pogostemon cablin, Jasminum sambac, Pandanus amryllifolius, Rosa sp. dan Oryza sativa. Nilai PPV paling tinggi yaitu pada bagian daun sebesar 47%.
EKSPLORASI JENIS AMFIBI DI SEPANJANG PINGGIRAN DANAU SIPIN JAMBI, SUMATERA TENGAH Adriadi, Ade; Paiman, Asrizal; Indriani, Rini
Bioma Vol. 19 No. 2 (2023): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma19(2).3

Abstract

This study aimed to determine the diversity of amphibian species in different habitat types along shore of Lake Sipin. This study used a combination of path (Transect) and VES (Visual Encounter Survey) methods. Research area was determined using purposive sampling based on the function of the habitat and the number of prey animals. The population in this study was all amphibians in the Sipin Lake. The samples were all amphibians caught using fishing nets or bare hands. Identification of amphibian species found in the lake used field guidebooks and online-based guide. The results of research carried out along the edge of Lake Sipin showed 215 individuals, 8 species and 4 families were found to be amphibians. The diversity index for amphibian species generally shows an H' index with an H' value of 1.19, which is included in the medium diversity index value. The overall amphibian species evenness index value is classified as an unstable community (E=0.573) and the amphibian species richness index value generally shows a low species richness index (Dmg=1.303). Meanwhile, the value of the community similarity index or Index of Similarity (IS) generally shows that natural habitats and tourism are relatively high with an index value of 90%.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DESA TANGKIT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH ALAM LOKAL MENJADI PRODUK EKONOMI UNTUK MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA Riski Gusti, Diah; Lestari, Intan; Adriadi, Ade; Oktarise Dwina, Dila; Alfernando, Oki
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.556-561

Abstract

Setiap jenis tumbuhan ataupun tanaman memiliki bagian morfologi yaitu daun, batang, buah, bunga dan akar. Tidak banyak dari kita yang tahu bahwa beberapa jenis daun ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan seni atau kerajinan yang bernilai tinggi. Misalnya daun sirsak, daun nangka, daun jeruk, daun rambutan, daun pterydophyta dan lain-lain. Banyak kita jumpai jenis-jenis tanaman tersebut dibudidayakan oleh masyarakat karena buah dari jenis tanaman tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Akan tetapi banyak dari masyarakat tidak memanfaatkan daun dari jenis tanaman tersebut, padahal daun dari jenis tanaman tersebut bisa berpotensi sebagai obat-obatan, selain itu bisa juga digunakan untuk produk kerajinan tangan yaitu dibuat menjadi souvenir. Sekitar desa tangkit banyak terdapat berbagai jenis tanaman yang umumnya tumbuh liar yang tidak terlalu dimanfaatkan dan hanya menjadi sampah. Hal ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi seperti souvenir. Produk dapat dihasilkan dengan memberdayakan ibu rumah tangga untuk dapat membantu perekonomian keluarga yang semakin sulit akibat semakin menipisnya stock bahan baku batu bata yang menjadi sumber utama perkenonomian warga. Kegiatan pembuatan souvenir ini sangat penting dilakukan karena bahan dan alatnya sangat mudah didapatkan serta prosedur kerjanya yang tidak susah sehingga ibu-ibu rumah tangga bisa membuat souvenir. Mitra yang akan bekerjasama dengan kami adalah masyarakat khususnya ibu rumah tangga RT. 26 Desa Tangkit Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan akan memberikan pengetahuan, keterampilan dan bakat berwirausaha kepada mitra yaitu masyarakat terutama Ibu-Ibu Rumah Tangga RT. 26 Desa Tangkit melalui pelatihan pengolahan limbah alam lokal menjadi produk bernilai ekonomi untuk membantu perekonomian keluarga. Dalam melakukan pengabdian pelatihan pembuatan souvenir dari limbah alam lokal, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bahwa limbah alam lokal memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan bisa dijadikan sebagai pendapatan. Kegitan ini juga diharapakan dapat meningkatkan softskill mitra dalam bidang kewirausahaan sehingga mitra dapat membuat atau mendirikan sendiri tempat penjualan dari souvenir gantungan kunci dari limbah alam lokal tersebut sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain. Kegiatan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 23 September 2023 di Desa Tangkit Kecamatan Sungai Gelam, dimana ibu-ibu sangat antusias dalam mengikuti pelatihan, diakhir kegiatan terbuatnya produk souvenir gantungan kunci yang bisa membantu menambah penghasilan ibu-ibu dalam kehidupan sehari-hari.
Community Service: Training on Creating Dry Herbarium As A Learning Media For Senior High School Students : Pengabdian kepada Masyarakat: Pelatihan Membuat Herbarium Kering Sebagai Media Pembelajaran Untuk Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Kota Jambi Asra*, Revis; Adriadi, Ade; Suprayogi, Dawam; Ul Maritsa, Hasna; Wahyuni, Fitra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i6.23755

Abstract

This community service program aimed to enhance the competencies of senior high school teachers and students in creating a simple herbarium as an environmentally based biology learning medium. The program employed tutorials and group mentoring, receiving positive feedback from all participants. During the training, five plant species were successfully identified and converted into herbarium specimens, thereby improving practical knowledge and skills. The findings indicate that the use of herbarium effectively deepens students’ understanding of biological concepts through interactive activities both in the classroom and in the laboratory. Additionally, the program fostered the utilization of local biodiversity within the school environment, raising awareness of ecosystem conservation. Overall, the development of a simple herbarium contributed significantly to achieving biology learning objectives in senior high schools and can continue to serve as a sustainable educational resource.
The Utilization of Organic Waste at State Senior High School 3 Muaro Jambi as an Environmentally Friendly Multipurpose Liquid: Pemanfaatan Limbah Organik Di Sma N 3 Muaro Jambi Sebagai Cairan Serbaguna Yang Ramah Lingkungan Ihsan, Mahya; Adriadi, Ade; Wulandari, Tia; Sazali, Ahmad; Wahyuni, Fitra; Vermita Bestari, Andini; Suprayogi, Dawam
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i6.24449

Abstract

Waste management has become a central issue due to the growing population and the increasing amount of unmanaged waste. This management should be implemented across all aspects of life, from small to large scales. At the smaller scale, waste management is introduced starting from schools, where values are instilled in students that they will carry into adulthood. The habit of managing waste from an early age is expected to become a positive practice in the future. State Senior High School (SMA N) 3 Muaro Jambi is a well-regarded Senior High School in Jambi Province, holding an A accreditation. Currently, SMA N 3 Muaro Jambi does not have an effective waste management system, particularly for organic waste. Additionally, the school is planning to implement the Adiwiyata program, which includes waste management as one of its key points. This community service activity is carried out in three stages: a survey and analysis of the waste problems, socialization of organic waste management into liquid organic fertilizer as an environmentally friendly solution, and practical training in organic waste management. It is hoped that this activity will provide students with knowledge that can lead to business development, serve as a benchmark for other schools in Jambi Province, and help fulfill the requirements for the Adiwiyata program.
KAJIAN SISTEM POLINASI BEBERAPA GENUS ARECACEAE BERDASARKAN MORFOLOGI PERBUNGAAN: Study of Polination Systems of Several Arecaceae Genus Based on Flower Morphology Yulianto, Dwi Cahyo; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.14662

Abstract

Famili Arecaceae (Palem-paleman) merupakan famili tertua di antara tumbuhan berbunga, yang memiliki lebih dari 200 genus dan 3.000 spesies yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis di dunia. Ciri morfologi perbungaan setiap spesies tumbuhan mengakibatkan perbedaan proses polinasi, sehingga pengetahuan tentang morfologi perbungaan Arecaceae akan mempermudah menentukan sistem polinasi serta metode pemuliaan yang dapat diterapkan. Tujuan dari kajian studi literatur ini untuk mengetahui sistem polinasi berdasarkan morfologi perbungaaan pada famili Arecaceae dan korelasi antara morfologi perbungaan dengan agen polinasi pada famili Arecaceae.Metode yang digunakan dalam kajian studi literatur ini yaitu pengoleksian artikel, penyeleksian artikel dan pengolahan data secara deskriptif kualitatif. Pengoleksian dan penilaian artikel dilakukan melalui data base google scholar, Garuda dan scimagojr. Hasil analisis artikel yang diperoleh yaitu morfologi perbungaan pada 7 genus famili Arecaceae yang ditelusuri memiliki bunga berwarna kuning dan merah. Karakteristik infloresen yaitu terletak di ketiak daun, tipe infloresen tidak terbatas, bentuk infloresen tongkol majemuk (kecuali genus Nypa dan Elaeis berbentuk bongkol majemuk), dan panjang infloresen berkisar 8 cm – 440 cm. Struktur perbungaan adalah monoecious, dioecious, dan androdioecious. Agen polinasi potensial pada 7 genus tersebut adalah serangga dari famili Apidae (lebah), Curculionidae (kumbang), dan Formicidae (semut. Jenis-jenis lebah dan kumbang mendominasi penyerbukan pada bunga berbentuk bongkol majemuk, sedangkan pada bunga tongkol majemuk ketiga agen polinasi potensial dapat ditemukan dengan jumlah jenis yang beragam. Agen-agen polinasi tersebut berinteraksi secara mutualisme sesuai dengan ketertarikan mereka dengan morfologi perbungaan genus-genus tersebut dan secara tidak langsung mempengaruhi adaptasi morfologi perbungaan 7 genus tersebut dalam proses reproduksinya.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN PERIFITON PADA VEGETASI TUMBUHAN DI RAWA BENTO SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR: Diversity And Abundance of Perifitonon Plant Vegetation in Bento Swampas A Water Quality Bioindicator Thiara, Thiara Sri Utami; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.14924

Abstract

Perifiton merupakan salah satu organisme yang dapat digunakan sebagai indikator biologi suatu perairan yang hidupnya menetap atau menempel pada makhluk hidup maupun benda mati. Rawa bento meruapakan salah satu rawa tertinggi yang berada di Sumatera, yang memiliki perairan yang jernih sehingga dapat menunjang kehidupan masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Keanekaragaman dan Kelimpahan perifiton pada substrat alami vegetasi tumbuhan, serta faktor fisik dan kimia di rawa bento, lalu menganalisis hubungan keduanya terhadap kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-juni 2021 berdasarkan metode purposive sampling. Hasil yang didapatkan ialah kelimpahan perifiton memperoleh nilai yang tinggi pada substrat tumbuhan Krokot (Portulaca sp), yang diikuti oleh substrat Eceng gondok (Echornia crassipes), dan Kiambang (Salvinia sp.) Keanekaragaman perifiton terdapatnya 35 jenis perifiton yang termasuk kedalam 7 kelas. Hubungan Kelimpahan Perifiton dengan kualitas air di Rawa Bento memiliki hubungan yang positif pada parameter oksigen terlarut dan nitrat. Kualitas air di Rawa Bento termasuk kedalam kategori tidak tercemar berdasarkan kelimpahan dan keanekaragaman perifiton pada vegetasi tumbuhan dan berdasarkan pengukuran faktor fisik dan kimia perairan di Rawa Bento yang diperoleh pada penelitian ini.