Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Al-MUNZIR

DAKWAH BERBASIS BUDAYA LOKAL Telaah atas Nilai-Nilai Dakwah dalam Folksong Orang Wakatobi Muhammad Alifuddin
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.447 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i1.234

Abstract

Abstrak: Dalam konteks masyarakat Buton kepulauan Wakatobi diketahui banyak terdapat syair kabanti yang merupakan tradisi lisan. Salah satu di antaranya adalah kabanti berupa nyanyian rakyat (folksong). Folksong masyarakat setempat adalah nyanyian rakyat yang biasanya dilantunkan oleh seorang ibu atau ayah yang sedang, menimang bayinya, dan dalam sebuah acara dan permainan rakyat. Nyanyian rakyat tersebut antara lain berisi ungkapan hati atau nasihat tentang; suasana kehidupan, keadaan keluarga, kerinduan pada kampung halaman dan keluarga, dorongan bekerja keras maupun untuk berperilaku yang baik. Sebagai salah satu tradisi lisan yang hidup dalam budaya masyarakat Wakatobi, folksong kabanti mempunyai peran sebagai penanda identitas masyarakat Wakatobi. Kabanti dalam bentuk nyanyian rakyat (folksong) mengandung nilai-nilai paedagogik dan berfungsi sebagai media dalam mentransfer nilai. Tulisan ini akan menganalisis nilai-nilai dakwah yang tertuang dalam lagu-lagu folksong orang Wakatobi yang biasa dilantunkan oleh masyarakat setempat.Kata kunci: Dakwah, kabanti, budaya lokal
JEJAK KARYA DAN PEMIKIRAN ABDUL DJABBAR ABU (TH. 1935-2000) MUHAMMAD ALIFUDDIN
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.356 KB) | DOI: 10.31332/am.v10i1.799

Abstract

Uraian deskriptif tentang: Jejak Karya dan Pemikiran H.Abdul Djabbar Abu bertujuan untuk membekukan pandangan-pandangan keagamaan beliau dalam sebuah tulisan sehingga pemikiran tokoh tersebut dapat diakses oleh masyarakat muslim secara luas. Berangkat dari data yang diperoleh baik  melalui serangkaian wawancara dan studi dokumen dapat disimpulkan bahwa, Abdul Djabbar Abu adalah tokoh yang penuh inovatif, hal ini dapat dilihat dari buah tangan beliau yang diwariskan kepada masyarakat Muslim yaitu sebuah pesantren Al-Munawwarah Konawe. Selain karya fisik Abdul Djabbar Abu juga memberikan sumbangan pemikiran tentang berbagai hal diantaranya tentang agama, adminsitrasi dan lingkungan hidup.Kata-kata kunci : Jejak, Karya, Pemikiran, Abdul Djabbar Abu 
Dakwah Muhammadiyah dalam Membangun Kesadaran Nasional di Kendari Masa Pra Kemerdekaan: Perspektif Gerakan Sosial Muhammad Alifuddin
Al-MUNZIR Vol 13, No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v13i2.1968

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran analitik tentang Dakwah Muhammadiyah dalam Membangun Kesadaran Nasional di Kendari  Masa Pra Kemerdekaan di Tinjau dari Perspektif Gerakan Sosial.  Data penelitian ini umumnya bersumber data kepustakaan dan wawancara. Seluruh data yang diperoleh dikaji secara berjenjang dengan menggunakan model analisis sejarah. Data sejarah yang ditemukan menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah bereksistensi di Kendari pada tahun 1930. Keterlibatan aktif elemen Muhammadiyah dalam membangkitkan semangat nasionalisme pada masa pra kemerdekaan, selain sebagai tanggungjawab sosial warga Muhammadiyah selaku bagian tak terpisahkan dari rakyat Indonesia, juga disebabkan kuatnya doktrin persyarikatan yang mengejawantah dalam visi anggota Muhammadiyah, yaitu sebagai subyek penggerak dakwah amar makruf nahi mungkar.  Doktrin inilah yang menjadi fondasi dalam mentransmisikan gagasan kebangkitan nasional di Kendari melalui gerakan dakwah dan tabligh yang terorgansir. Giat mengalirkan semangat Islam dan  nasionalisme oleh aktor-aktor Muhammadiyah pada mulanya dilakukan secara terang-terangan. Namun tokoh utama penggerak Muhammadiyah diberi status persona non grata oleh pihak colonial, maka gerakan dakwah Muhammadiyah selanjutnnya dilakukan secara klendestin (gerakan bawah tanah). Pendekatan terakhir ini ditempuh mengingat ruang struktur politik pada masa pra kemerdekaan  bersifat tertutup dan hegemonik, sehingga kurang kondusif untuk “menularkan” ide-ide nasionalisme kepada masyarakat atau subyek dakwah secara terbuka. Pengakuan atas peran signifikan gerak dakwah Muhammadiyah dalam menanamkan kesadaran Nasionalisme di Kendari secara obyektif tercatat dalam dokumen Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi-Tenggara.
Dakwah Sosial Muhammadiyah pada Penyintas Gempa Sulawesi Barat: Studi Kasus di Dusun Ahu Muhammad Alifuddin; Rosmini Rosmini
Al-MUNZIR Vol 15, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v15i2.4241

Abstract

Research on: Muhammadiyah Social Da'wah for Earthquake Survivors in Ahu Hamlet, besides aiming to find out the patterns and approaches of Muhammadiyah social da'wah to related communities, also critically analyzes the orientation and goals of the da'wah movement in question. The research data were obtained through participatory observation, in-depth interviews and document review. The data obtained were analyzed using the Miles and Huberman paradigm combined with the Von Eckarberg hermeneutic phenomenological analysis model. Referring to the description and analysis of the research data, it is concluded that MDMC's active mitigation efforts for earthquake survivors in Ahu were not only full of social activities, but also filled with preaching. The transmission of values and morals as one of the goals of da'wah, is implemented with an integral comprehensive pattern and approach. That is a pattern that combines verbal appeals (dakwah bi al-lisan) with real action on the ground (dakwah bi al-hal/amal). It is in this context that Muhammadiyah preaching for the survivors of Dusun Ahu is not just an appeal but at the same time running an institutional capacity strengthening program, with the aim that the survivors are able to face the reality of natural disasters that befall them with a positive attitude. MDMC's social da'wah movements and activities are oriented towards strengthening and dynamic social change, taking sides with weak and marginal groups and strengthening civil society for universal human progress and welfare, regardless of ethnic background, religion and organizational affiliation. Thus MDMC's active social preaching in the mitigation space is inclusive.Keywords: Da'wah, Muhammadiyah, Earthquake Survivors.