Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Motivasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja (Studi Kasus: Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten) Sinta Ramadhita; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.108 KB)

Abstract

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten sebagai salah satu organisasi perangkat daerah, dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah. Dinas sebagai intansi pemerintahan dituntut untuk memiliki pegawai yang optimal dalam bekerja, namun demikian belum setiap pegawai pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten mampu menunjukan motivasi dan kepuasan kerja yang optimal. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat motivasi kerja, pegawai Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten. Untuk mengetahui faktor motivasi kerja apa yang paling berpengaruh terhadap kinerja, untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan kerja, pegawai, untuk mengetahui faktor kepuasan kerja apa yang paling berpengaruh terhadap kinerja, dan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja, pegawai Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten digunakan metode JDS sebagai alat ukur untuk motivasi kerja sedangkan metode MSQ untuk alat ukur kepuasan kerja. Dengan penyebaran kuisioner lalu data diolah menggunakan rgeresi linier berganda untuk mengetahui faktor motivasi dan faktor kepuasan kerja apa yang berpengaruh terhadap kinerja.
Pengukuran Kinerja Manajemen Keperawatan RSIA XYZ Dengan Menggunakan Parameter Kompetensi Manajemen Syahrul Fauzi; Shanti Kirana Anggraeni; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 1 Maret 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.586 KB)

Abstract

Rumah sakit ibu dan anak XYZ ialah salah satu rumah sakit ibu dan anak yang berlokasi di daerah cilegon yang sedang mencapai visi serta misi dan bersaing dengan kompetitor dibidangnya. untuk melakukan hal itu harus diketahui terlebih dahulu seberapa kompeten karyawan didalamnya  karena sumber daya manusia dalam industri Rumah Sakit harus selalu mengikuti perkembangan dalam mencapai target serta memajukan kinerja didalamnya, Sementara di sisi lain sistem dan prosedur yang diciptakan untuk mengelola sumber daya manusia harus sebaik-baiknya dikelola dan selaras dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan bersama sehingga  secara efektif dan efisien mampu berkontribusi positif untuk kemajuan organisasi. dalam dunia persaingan di bidang jasa dan untuk mewujudkan visi dan misi RSIA ini perlu diadakan penilaian kinerja kompetensi secara umum dengan menggunakan parameter kompetensi manajemen yang terdiri dari kompetensi profesionalisme, kompetensi insani dan kompetensi kepemimpinan. susunan pengukuran kinerja ini dilakukan terhadap 4 level pegawai dimulai dari perawat, kepala ruang, kepala seksi dan kepala keperawatan. pengukuran kerja terhadap semua level dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner dengan menilai diri sendiri, menilai bawahan dan menilai atasan. hasil dari pengukuran kinerja pegawai RSIA ini menunjukan bahwa kompetensi profesionalisme karyawan mempunyai skor 3.47 yang berarti dalam managerialnya karyawan ini bekerja dengan pola dan standar kualitas serta memotivasi berprestasi. kompetensi insani seluruh karyawan berada di skor 3.44 yang berarti bekerja dengan hanya pola serta kualitas standar. sedangkan kompetensi kepemimpinan seluruh karyawan ialah 3.58 yang berarti secara umum karyawan memerlukan sebuah sinergi yang mampu menciptakan pemimpin yang dapat dikuti dan diapresiasi. dari penilaian total didapat skor 3.49 yang berarti bekerja dengan pola kerja standar. dengan hasil ini hendaknya perlu dilakukan perbaikan kinerja agar apa yang menjadi visi misi serta pencapaian perusahaan terwujud. pihak RSIA harus memperbaiki standar kerja dimulai dari perawat hingga kepala keperawatan agar kinerja manajemen rumah sakit ini meningkat dan mampu bersaing dengan kompetitor dalam dunia jasa khususnya bidang rumah sakit.
Hubungan antara Corporate Social Responsibility dan Kredit Usaha Rakyat terhadap Kinerja Industri Kecil Menengah Menggunakan Metode Structural Equation Modelling Di Kota Cilegon Syaiful Amin; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.966 KB)

Abstract

Pertumbuhan industri skala kecil dan menengah berkembang mewarnai perekonomian di daerah. Mulai dari industri makanan, kerajinan, mebel, hingga konveksi atau tekstil, dimana keberadaannya menjadi salah satu solusi dalam mengatasi angka pengangguran sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. Salah satu program pemerintah yang diberikan bagi industri kecil menengah adalah program kredit usaha rakyat (KUR). Selain program KUR, para pelaku IKM juga mendapat bantuan permodalan dan pembinaan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi disekitarnya. Istilah yang biasa dikenal adalah Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan bantuan CSR, KUR terhadap kinerja IKM. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah Metode Structural Equation Modelling (SEM). Dalam penelitian dilakukan pengujian dan analisis hubungan kausal antara variabel independen dan dependen, sekaligus memeriksa validitas dan reliabilitas instrumen penelitian secara keseluruhan. Penggunaan SEM memungkinkan untuk menguji hubungan antar variabel yang komplek, untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai keseluruhan model. Menurut Yamin dan Kurniawan (2009), secara umum ada lima tahap dalam prosedur SEM, yaitu spesifikasi model, identifikasi model, estimasi model, uji kecocokan model, dan respesifikasi model. Sampel dalam penelitian ini adalah 120 IKM yang berada di Kota Cilegon dari 777 IKM dan tersebar di 8 kecamatan. Setelah dilakukan pengumpulan dan pengolahan data, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan kausal antara variabel CSR terhadap variabel kinerja IKM dengan nilai standarized loading factor sebesar 0,28. Adanya hubungan kausal antara variabel KUR terhadap kinerja IKM dengan nilai standarized loading factor sebesar 0,08.
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa Terhadap Kualitas Kinerja Pelayanan Terminal Terpadu Merak Imam Afifudin; Shanti Kirana Putri; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.91 KB)

Abstract

Terminal Terpadu Merak adalah salah satu fasilitas andalan dari Pelabuhan Merak yang sejak dahulu terbukti handal dan mampu mendukung perkembangan daerah. Dalam perkembangannya Terminal Terpadu Merak ditetapkan sebagai unit bisnis terpisah dari manajemen Pelabuhan Merak. Pemisahan ini salah satu pertimbangannya adalah sebagai langkah antisipasi terhadap pertumbuhan angkutan Peti kemas dimasa yang akan datang serta salah satu bentuk pelayanan yang lebih profesional dari manajemen Pelabuhan Merak. Pihak manajemen saat ini sedang meningkatkan kepuasan pelanggan agar setiap pengguna jasa transportasi di terminal terpadu merak selalu memilih terminal terpadu merak sebagai terminal yang sesuai dan layak terhadap kebutuhan konsumen di bidang jasa transportasi ini. Penelitian ini diawali dengan survei pendahuluan untuk menguji validitas dan realibilitas kuesioner,lalu pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner ke penumpang dan supir di dalam dan di luar terminal terpadu merak. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Indek (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Dimana metode ini bertujuan untuk menentukan nilai indeks kepuasan pelanggan terhadap mutu kualitas pelayanan dan menganalisa strategi pelayanan berdasaran tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan di terminal terpadu merak. Dari hasil penelitian didapat nilai persentase Customer Satisfaction Index Penumpang sebesar 72 %, dan nilai persentase Customer Satisfaction Index Supir sebesar 72,76 %. Atribut yang paling berpengaruh di Terminal Terpadu Merak yang menjadi proiritas utama untuk di tingkatkan kinerjanya yaitu keamanan dan kenyamanan pada saat berada di terminal. Adapun cara melakukan perbaikannya adalah dengan menambah personil petugas keamanan dan petugas yang bekerja di dalam dan di luar terminal. Dengan adanya petugas keamanan dan petugas yang bekerja di dalam dan di luar terminal ,semua pengguna jasa di terminal merasa nyaman jika berada di dalam Terminal Terpadu Merak.
Penilaian Perilaku Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Menggunakan Metode Analytical Network Process (ANP) dan Rating Scale Untuk Menentukan Pegawai Berprestasi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Serang Panji Negara; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.361 KB)

Abstract

Penilaian perilaku kerja merupakan salah satu hal yang penting pada suatu dinas atau instansi bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan pegawai negeri sipil (PNS) dalam hal penilaian untuk mengurangi faktor subjektifitas atau bias. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten merupakan sebuah dinas yang bergerak di bidang pekerjaan umum. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kriteria dan subkriteria untuk menilai hasil perilaku kerja pegawai negeri sipil di bidang bina program/teknik di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Serang. Metode yang digunakan untuk menilai kinerja karyawan adalah metode Metode Analytical Network Process (ANP) dan Rating Scale. Metode Analytical Network Process (ANP) digunakan untuk membobotkan setiap kriteria dan subkriteria sedangkan metode rating scale digunakan untuk menilai perilaku kerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan melalui ANP didapatkan bobot setiap kriteria yaitu orientasi pelayanan (0.0015), integritas (0.5264), komitmen (0.0357), disiplin (0.2289), kerjasama (0.0328) dan kepemimpinan (0.1748) bobot setiap subkriteria adalah tidak menyalahgunakan wewenang (0.3007), bersikap jujur dan ikhlas mengerjakan tugas (0.2257), mentaati peraturan kedinasan yang berlaku (0.1818), bertindak tegas dan tidak memihak (0.1501), mentaati ketentuan jam kerja (0.0453), bekerjasama baik dengan rekan kerja, atasan, maupun bawahan (0.0328), memberikan teladan yang baik (0.0237), tanggung jawab sebagai aparatur negara (0.021), mengutamakan kepentingan kedinasan maupun kepentingan pribadi (0.0147), mampu menjaga barang-barang milik negara (0.0018), memiliki sifat sopan untuk pelayanan internal maupun eksternal organisasi (0.0011), mampu menggerakan tim kerja dengan baik untuk mencapai kinerja yang tinggi (0.001), melakukan upaya perbaikan pelayanan secara terus menerus (0.0004). Pegawai negeri sipil yang dinilai perilaku kerja dengan menggunakan metode rating scale memiliki nilai yang berbeda, dari ke 4 pegawai nilai tertinggi yaitu Pegawai 4, (3.95246), pegawai 3, (3.56241), pegawai 1, (3.502463), dan yang nilai paling rendah yaitu pegawai 2 (3.3341).
Analisa Keputusan Pemilihan Supplier Pada PT. Mega Sakti Haq Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Mentari Indria Cahya; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.088 KB)

Abstract

PT. Mega Sakti Haq merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kontruksi dan penyediaan tenaga kerja. PT. Mega Sakti Haq berpengalaman dalam bidang kontruksi seperti proyek perbaikan jalan maupun pembuatan gedung, akan tetapi untuk proyek maintenance pipa PT. Mega Sakti Haq baru pertama kali mendapatkannya. PT.Mega Sakti Haq membutuhkan bahan baku berupa pipa dalam proyek maintenace pipa, oleh karena itu diperlukannya pemilihan supplier pipa.Memilih supplier yang efisien sebagai rekan kerja PT. Mega Sakti Haq dengan pendekatan DEA (Data Envelopment Analysis) dengan model CCR Output Oriented. Perusahaan supplier pipa dalam DEA disebut DMU (Decision Making Unit), DMU dalam penelitian ini ada 4. Prinsip kerja DEA adalah membandingkan data input dan output dari suatu DMU dengan data input dan output lainnya pada DMU yang sejenis sehingga akan menghasilkan nilai efisiensi relatif tiap DMU. Setelah DMU diketahui kemudian ditentukan kriteria input dan outputnya, adapun input dalam penelitian ini adalah harga dan order fullfitment sedangkan kriteria output adalah pelayanan, pembayaran, garansi, dan pengiriman. Kemudian dilakukan pembobotan untuk masing-masing kriteria dengan menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process), dan bobot untuk kriteria pembayaran 0,529, kriteria pengiriman 0,138, kriteria garansi 12,1 dan kriteria pembayaran 0,212. Setelah bobot diketahui barulah melakukan perhitungan DEA, perhitungan dilakukan dengan software DEAP ver 2.1. Dari hasil perhitungan supplier yang memiliki nilai efisiensi relatif 100% adalah PT. B dan PT. D sedangkan dengan PT. A mendapatkan nilai efisiensi relatif 0,796, PT. C mendapatkan nilai efisiensi relatif 0,886. Dikarenakan terdapat 2 supplier yang memiliki nilai efisien 100% maka dilihat peers yaitu PT. A, PT. B, dan PT. D mengacu pada PT. D, sedangkan PT. B mengacu pada PT. B, maka didapatkan DMU terpilih adalah PT. D.
Pengaruh Budaya Perusahaan, Kedisiplinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan dengan Metode Structural Equation Modeling Nisa Afina; Faula Arina; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.653 KB)

Abstract

PT. X adalah salah satu perusahaan yang membuat pipa baja las. Pipa baja las yang dihasilkan berupa pipa baja las spiral dan longitudinal. Pipa yang dihasilkan berupa pipa minyak, pipa gas, pipa air, dan pipa pancang. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan diketahui bahwa munculnya permasalahan-permasalahan yang dapat menghambat produktivitas kerja karyawan tidak jarang terjadi karena kelalaian karyawan sendiri dalam menggunakan jam kerjanya untuk ngobrol, duduk-duduk, atau izin keluar kantor untuk urusan yang tidak ada kaitannya dengan tugas pekerjaannya. Dari permasalahan-permasalahan tersebut secara tidak langsung dapat menurunkan tingkat produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang berpengaruh terhadap produktivitas pada PT. X. Variabel pendukung untuk pengukuran produktivitas adalah variabel nilai budaya perusahaan, sikap kedisiplinan kerja, dan kepuasan kerja karyawan terhadap produktivitas. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai budaya perusahaan berpengaruh positif terhadap produktivitas, sikap kedisiplinan berpengaruh positif terhadap produktivitas dan kepuasan kerja pun berpengaruh positif terhadap produktivitas. Adapun yang menjadi pengaruh dominan dalam penelitian ini adalah  sikap kedisiplinan. 
Penerapan Good Manufacturing Practices untuk Pemenuhan Manajemen Mutu pada Produksi Air Minum Dalam Kemasan (Studi Kasus di PT.XYZ) Feni Akbar Rini; Putiri Bhuana Katili; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.294 KB)

Abstract

Seiring dengan banyaknya perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan, belum diikuti dengan kualitas air minum yang aman dan bermutu baik, sedangkan masyarakat atau konsumen air minum dalam kemasan memiliki hak untuk memperoleh air dengan kualitas dan mutu baik serta aman. Good  Manufacturing  Practice merupakan  suatu  pedoman  bagi industri terutama  industri  yang  terkait  dengan  pangan untuk  meningkatkan  mutu  hasil produksinya  terutama keamanan  dan  keselamatan konsumen  yang  mengkonsumsi  atau  menggunakan  produk-produknya. PT.XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek OPQ dan memiliki jaringan pemasaran di area Banten. PT.XYZ berkewajiban memenuhi hak konsumen untuk menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan bermutu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai penerapan GMP pada mutu produksi AMDK di PT.XYZ, sehingga hasil AMDK bermutu, berkualitas, dan aman. Penelitian ini dilakukan dengan penilaian kesesuaian penerapan GMP antara kondisi nyata perusahaan dengan persyaratan pedoman GMP sesuai dengan peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 75/M-IND/PER/7/2010. Persyaratan GMP terdiri dari 18 ruang lingkup mencakup 207 item persyaratan. Hasil penilaian kesesuaian menunjukkan 144 item atau 69.57% sesuai, dan 63 item atau 30.43% tidak sesuai
Penentuan Grade Jabatan setingkat Staf menggunakan Hay Job Evaluation Methods (Studi Kasus Divisi Keuangan dan Administrasi PT.XYZ) Amirul Mu'minin; Putiri Bhuana Katili; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.428 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa inspeksi dan audit. Unit usaha yang dijalani adalah jasa pengujian dan analisa, jasa layanan sertifikasi, jasa layanan pelatihan, jasa layanan konsultasi. Dalam rangka meningkatkan mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan suatu organisasi, maka faktor SDM (sumber daya manusia) atau karyawan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Kontribusi karyawan memiliki andil besar dalam mencapai tujuan organisasi. Proses restrukturisasi organisasi dilakukan dengan tahap analisis jabatan, wawancara dengan atasan pemegang jabatan dan konsensus dengan pihak terkait, hal ini bertujuan agar kegiatan tepat sasaran. Kriteria pembobotan Hay Sistem yaitu Know-How, Problem Solving dan Accountability. Pada jabatan setingkat Staf di Divisi Keuangan dan Administrasi PT.XYZ. Hasil pembobotan kriteria Hay System yaitu, bobot tertinggi ada pada kriteria Tingkat Pengetahuan (Know-How) sebesar 42,2%, selanjutnya kriteria Penyelesaian Masalah (Problem Solving) 35,2%,  dan kriteria Tanggung jawab (Accountability) sebesar 22,6%. Sedangkan Hasil penentuan bobot subkriteria Hay System pada masing-masing kriteria adalah untuk subkriteria Technical Know-How sebesar 21,2%, subkriteria Thinking Environment sebesar 19,8%, subkriteria Management Breadth sebesar 15,7%, subkriteria Thinking Challenge sebesar 15,4%, subkriteria Magnitude sebesar 8,1%, subkriteria Impact sebesar 7,5%, subkriteria Freedome to Act sebesar 6,9%, dan untuk subkriteria Human Relation Skill sebesar 5,5%. Hasil dari penentuan Grade jabatan menggunakan metode Hay System, diperoleh Grade jabatan Staf Akutansi dan Staf Verifikasi berada di Grade 7, Staf HR & D (SDM), Staf Legal dan Staf Keuangan berada di Grade 8, Staf IT berada di Grade 10, Staf Administrasi Umum berada di Grade 11, Staf Gudang, Staf Data Entry/Maintanance berada di Grade 12 dan Staf Inventarisasi berada di Grade 13.
Pemilihan Supplier Material Berdasarkan Multi Attribute Decision Making (MADM) Menggunakan Metode SAW, WP dan TOPSIS Arlius Hamberto; Putiri Bhuana Katili; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 3 September 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.647 KB)

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan konstruksi harus memperhatikan manajemen setiap divisi untuk menjadi perusahaan yang unggul, dalam hal ini khsususnya divisi penangananan material, oleh karena itu perusahaan harus memiliki kemampuan bekerjasama dengan supplier, yang diharapkan dapat melakukan pengelolaan manajemen material secara efektif dan efisien, sehingga perusahaan konstruksi dapat memenuhi kualitas dan jangka waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan konsumen tersebut. PT XYZ bekerjasama dengan supplier- supplier untuk peralatan dan material seperti kawat las, oksigen, cat, masker, thiner, selang, kaca, oli, material proyek dan sebagainya. Banyaknya supplier ini seharusnya menjadi pertimbangan khusus oleh tim pengadaan supplier untuk lebih selektif dan melakukan pemilihan berdasarkan kriteria yang sesuai dengan perusahaan, dengan memperhatikan aspek cost, quality, quantity dan time. Dari hasil pengamatan bahwa kurangnya evaluasi terhadap kinerja supplier membuat sulit dalam pengambilan keputusan yang bersifat objektif, sehingga hanya mengedapankan unsur subjektif dan sedikit kriteria seperti harga dan cara pembayaran, padahal menurut Dickson terdapat 22 kriteria untuk mengevaluasi atau memilih supplier.Oleh karena itu pemilihan supplier menjadi salah satu faktor penting untuk menjadikan perusahaan yang unggul.Multi Atribute Decision Making (MADM).Multi Atribute Decision Making (MADM) adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternative optimal dari sejumlah alternatif dengan atribut atau kriteria tertentu, metode MADM yang digunakan dalam penelitian ini adalah SAW, WP dan TOPSIS.Untuk pemilihan supplier dengan metode SAW diperoleh skor tertinggi untuk material plate pl  adalah PT CJP sebesar 0.883, material chp skor tertinggi diperoleh PT CJP sebesar 0.894, material plate fb diperoleh PT SKM sebesar 0.864, material angle l diperoleh PT CJP sebesar 0.888, material H beam h diperoleh PT CJP sebesar 0.906, material pipe dia diperoleh PT CJP sebesar 0.906 dan material rb dia diperoleh PT CJP sebesar 0.906. Untuk metode WP dan TOPSIS untuk semua material skor tertinggi diperoleh PT CJP.
Co-Authors . Sirajuddin, . ., erwin Achmad Bahauddin Achmad Syarif A. Achmad Syarif Abdullah Ade Irman Ade Irman S. Mutaqin Aditya Rahadian Fachrur Akbar Gunawan Al Aziz, Muhammad Daffa Amirul Mu'minin Ananta, Surya Atmadilaga Anatoly, Marcelino Anggraeni, Shanti Kirana Ani Umiyati Ani Umyati Anis Nur Kholidah Anugrah, Edwin Fajar Arief Rahman Arlius Hamberto Arlius Hamberto Atia Sonda Aviantara, Dwindrata B Bobby Kurniawan Chyntia Devi Octaviany Desiana Rahmawati Dewantari, Nustin Merdiana Dhena ria Barleany Dinar Maulida Evi Febianti Evi Febianti Faula Arina Fauzan Isnan Rosep Fauzul, Ahmad Mulka Febiati, Evi Feni Akbar Rini Frediyan Satya Muda Gunawan, Akbar Hadi Setiawan Hadi Setiawan Hadi Setiawan Hadi Setiawan Heri Guntar Herlina, Lely Ikrima, Qonitati Imam Afifudin Indiani Inge Dwisvimiar Iqbhal Apriadi Irman Saeful Mutaqin S, Ade Kesuma Adi Jaya Lufianawati, Dina Estining Tyas Mariawati, Ade Sri Marta Pramudita, Marta Martyara, Dara Mentari Indria Cahya Meutia Meutia Muhamad Ridwan Muhamad Saeful Anwar Muhammad Adha Ilhami Muhammad Haerus Salam Muhammad Nurhasan Assidiq Mutaqin, Ade Irman Saeful Nanik Nurhayati Nisa Afina Nuraida Wahyuni Nuraida Wahyuni Octaviany, Chyntia Devi Panji Negara Priyatna, Aufa Irsyad Putiri B Katili Putiri Bhuana Katili Putiri Bhuana Katili Putiri Buana Katili Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Ramadhan, Tubagus Raihan Ratna Ekawati Rika Rahmawati Rizal Rizal Rizky Maulana, Rizky Rudy Darmawan Shanti Kirana Anggraeni Shanti Kirana Anggraeni Shanti Kirana Putri Shofwata Ichsan Triwijonarko Sinta Ramadhita Sirajuddin Sirajuddin Sonda, Atia Sri Agustina, Sri Surya Atmadilaga Ananta Syahrul Fauzi Syahrul Fauzi Syaiful Amin Tri Suci Febrianingsih Tubagus Ismail Ulfah, Maria ulfah, Maria Ulya Shofiyyah S Yusman Saputra Yusraini Muharni