Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Karyawan Dengan Metode Structural Equation Modeling (SEM) Nanik Nurhayati; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.589 KB)

Abstract

PT X Cilegon adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan pelabuhan, pelayanan yang diberikan PT X meliputi penyediaan jasa penundaan kapal, bongkar muat barang baik yang curah kering, cairan maupun break bulk, transshipment, alat berat, pergudangan, pengepakan, konsolidasi dan distribusi barang, jasa logistik, serta pelayanan jasa kawasan industri. Para pimpinan PT X Cilegon memiliki ciri-ciri gaya kepemimpinan transformasional yaitu tidak otoriter, mudah diajak komunikasi membahas masalah-masalah dalam pekerjaan. Permasalahan yang dihadapi PT X Cilegon akhir – akhir ini adalah kinerja karyawan menurun, ini dilihat dari target penyelesaian pekerjaan yang tidak tepat waktu. Jam masuk kerja para karyawan PT X adalah pukul 08.00 dan jam pulang kerjanya adalah pukul 17.00, namun karyawan yang hadir melebihi pukul 08.15 (batas toleransi) cukup tinggi. Dan menurut Ostroff (1996) dalam darwito (2008) menyatakan bahwa tinggi rendahnya kepuasan, dan kinerja tergantung baik tidaknya gaya dan sikap para atasan, jika gaya kepemimpinan atasan baik dalam melaksanakan tugas maka, karyawan akan memiliki kepuasan, dan kinerja yang baik pula, demikian juga sebaliknya. Sedangkan di PT X Cilegon masih terdapat masalah yaitu kinerja yang rendah padahal sikap atasan mereka baik, tidak otoriter dengan tidak membuat bawahan bekerja di bawah tekanan, dan mudah komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformaional terhadap kepuasan kerja karyawan serta untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT X Cilegon. Metode Structural Equation Modeling (SEM) merupakan salah satu metode yang bertujuan menguji dan menganalisis hubungan kausal antara variabel independen dan dependen, sekaligus memeriksa validitas dan reliabilitas instrumen penelitian secara keseluruhan. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan hasil yaitu Gaya kepemimpinan transformsional berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja sebesar 1, gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh negative terhadap kinerja karyawan sebesar -0,74 dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan sebesar 0,87.
Pengaruh Quality Of Work Life (QWL) Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) (Studi Kasus: PT. Krakatau Tirta Industri) Frediyan Satya Muda; Nurul Ummi; Nuraida Wahyuni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.543 KB)

Abstract

PT Krakatau Tirta Industri sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyaluran air bersih ke kawasan industri cilegondan sebagian untuk kebutuhan penduduk kota cilegon.Permasalahan yang dihadapi PT Krakatau Tirta Industri adalah akhir – akhir ini ini motivasi kerja karyawan menurun, dilihat dari tingkat kedisiplinan mengenai kehadiran karyawan dari seluruh karyawan yang ada sebanyak 15% karyawan yang tidak masuk kerja pada bulan Januari sampai Juli 2014, tidak ada sangsi tegas dari atasan terdapat karyawan yang tidak masuk kerja, 10% karyawan yang bekerja hanya seadanya dan perusahaan 1 kali memberi program pelatihan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh Quality of Work Life (QWL) terhadap produktivitas kerja karyawan dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan hasil yaitu employee participation berpengaruh negatif terhadap produktivtas kerja karyawan sebesar -0.18, career development berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 0.07, conflict resolution berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 0.08, communication berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 0.32, wellness berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 0.44, job security & a safe environment berpengruh negatif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar -0.01, dan equitable compensation & pride berpengaruh negatif terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar -0.18. Untuk mencapai produktivitas yang baik maka Quality of Work Life (QWL) harus mempunyai carerr development, conflict resolution, communication, dan wellness yang baik.
Pengukuran Kinerja Manajemen Keperawatan Dengan Parameter Kompetensi Manajemen Syahrul Fauzi; Shanti kirana Anggraeni; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 3 September 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.135 KB)

Abstract

Rumah sakit ibu dan anak XYZ ialah salah satu rumah sakit ibu dan anak yang berlokasi di daerah cilegon yang sedang mencapai visi serta misi dan bersaing dengan kompetitor dibidangnya. untuk melakukan hal itu harus diketahui terlebih dahulu seberapa kompeten karyawan didalamnya  karena sumber daya manusia dalam industri Rumah Sakit harus selalu mengikuti perkembangan dalam mencapai target serta memajukan kinerja didalamnya, Sementara di sisi lain sistem dan prosedur yang diciptakan untuk mengelola sumber daya manusia harus sebaik-baiknya dikelola dan selaras dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan bersama sehingga  secara efektif dan efisien mampu berkontribusi positif untuk kemajuan organisasi. dalam dunia persaingan di bidang jasa dan untuk mewujudkan visi dan misi RSIA ini perlu diadakan penilaian kinerja kompetensi secara umum dengan menggunakan parameter kompetensi manajemen yang terdiri dari kompetensi profesionalisme, kompetensi insani dan kompetensi kepemimpinan. susunan pengukuran kinerja ini dilakukan terhadap 4 level pegawai dimulai dari perawat, kepala ruang, kepala seksi dan kepala keperawatan. pengukuran kerja terhadap semua level dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner dengan menilai diri sendiri, menilai bawahan dan menilai atasan. hasil dari pengukuran kinerja pegawai RSIA ini menunjukan bahwa kompetensi profesionalisme karyawan mempunyai skor 3.47 yang berarti dalam managerialnya karyawan ini bekerja dengan pola dan standar kualitas serta memotivasi berprestasi. kompetensi insani seluruh karyawan berada di skor 3.44 yang berarti bekerja dengan hanya pola serta kualitas standar. sedangkan kompetensi kepemimpinan seluruh karyawan ialah 3.58 yang berarti secara umum karyawan memerlukan sebuah sinergi yang mampu menciptakan pemimpin yang dapat dikuti dan diapresiasi. dari penilaian total didapat skor 3.49 yang berarti bekerja dengan pola kerja standar. dengan hasil ini hendaknya perlu dilakukan perbaikan kinerja agar apa yang menjadi visi misi serta pencapaian perusahaan terwujud. pihak RSIA harus memperbaiki standar kerja dimulai dari perawat hingga kepala keperawatan agar kinerja manajemen rumah sakit ini meningkat dan mampu bersaing dengan kompetitor dalam dunia jasa khususnya bidang rumah sakit.
Perancangan Sistem Informasi Jadwal Perawatan Mesin Untuk Meminimasi Troubleshooting Mesin Produksi PT.XYZ Muhamad Saeful Anwar; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.164 KB)

Abstract

Ketersediaan dan kesiapan mesin merupakan hal yang penting untuk membantu kelancaran proses produksi, sehingga dibutuhkan pemeliharaan yang teratur dan terencana. Hal yang sangat penting dalam manajemen perawatan adalah untuk meminimasi kerusakan dengan melakukan preventive maintenance pada mesin produksi. Untuk mencapai hal itu maka mesin penunjang proses produksi ini harus selalu dilakukan perawatan yang teratur dan terencana. PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan bergerak dalam bidang industri, terdapat beberapa masalah yang ada pada PT.XYZ antara lain perawatan yang dilakukan masih dilakukan berdasarkan kerusakan mesin sehingga sering terjadi kerusakan mesin pada saat proses produksi berlangsung. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah Merancang sistem informasi kegiatan perawatan yang terintegrasi dengan baik. Pada penelitian ini, dibuat sebuah aplikasi sistem informasi yang akan mempermudah divisi maintenance dalam aktivitas perawatan mesin. Perancangan sistem informasi dilakukan sampai pada tahap pengembangan sistem berupa aplikasi program sistem informasi. Aplikasi sistem informasi tersebut terdiri dari suatu program berbasis data menggunakan microsoft access dan perhitungan reliabilitas mesin menggunakan microsoft excel berdasarkan nilai Mean Time Between Failure (MTBF) sebagai pedoman dalam menentukan interval waktu perawatan Adapun Jadwal perawatan mesin pond adalah setiap 16 hari, Mesin turret adalah setiap 29 hari, Mesin grinding adalah setiap 20 hari, dan mesin cutting adalah setiap 12 hari. Sistem informasi perawatan mesin ini diharapkan mampu menunjang proses perencanaan kegiatan perawatan dan menjadikan proses perbaikan lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan produktivitas mesin.
Perancangan Sistem Informasi Berbasis Website Dengan Menerapkan Metode FAST (Framework For The Applications Of System Thinking) (Studi kasus: Golf Course PT. KIEC) Achmad Syarif A.; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 3 November 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.237 KB)

Abstract

Perancangan sistem informasi merupakan cara untuk membangun atau merancang ulang sebuah sistem transfer informasi pada sebuah bidang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan performance dari perusahaan. krakatau Permata Golf yang merupakan bagian dari unit usaha sport center PT. KIEC selama ini belum memaksimalkan dalam hal sistem informasi. Sistem yang dilakukan masih bersifat konvensional artinya belum adanya pendataan yang tertata baik dikarenakan penyimpanannya masih dalam bentuk hardcopy atau berkas serta penyampaian informasi yang juga dalam bentuk hardcopy. Oleh karena itu penelitian ini akan menganalisa dan merancang sistem informasi berbasis golf course PT. KIEC. Perancangan sistem informasi berbasis website menggunakan metode pengembangan sistem yaitu FAST (Framework for the Application System Thinking) terdiri dari fase-fase Scope Definition, Problem Analysis, Requirements Analysis, Logical Design dan Physical Design. Sebagai dasar analisis digunakan siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improvement, Control) yang merupakan sebuah metode untuk mengetahui permasalahan serta melakukan perbaikan yang terus menerus sehingga didapat hasil yang lebih baik. Dalam tahap Define dilakukan tool diagram fishbone untuk penentuan masalah. Dalam tahap Measure dilakukan dengan metode FAST. Dalam tahap Analyze dilakukan dengan analisa SWOT. Sedangakan pada tahap Improvement dilakukan dengan strategi matriks SWOT. Terdapat satu halaman utama pada rancangan sistem informasi golf course yang terbagi menjadi menu utama, menu golf, menu sport club, menu family club, menu birdie cafe dan menu contact us. Dalam rancangan ini juga terdapat form registrasi member online untuk para konsumen yang ingin mendaftarkan diri sebagai member golf melalui media internet.
Pemilihan Supplier Batu Split ke Perusahaan PT. XYZ Dengan Pendekatan Metode AHP Heri Guntar; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1993.192 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam baching plant memproduksi berbagai batu pecah atau batu split untuk pembuatan jalan, selain memproduksi batu split perusahaan ini juga meyewakan berbagai jenis-jenis alat berat. PT. XYZ mengalami permintaan yang lebih dari biasanya, dimana permintaan tersebut mencapai 1000 ton/hari sedangkan kapasitas produksi perusahaan maksimalnya adalah 500 ton/hari, maka diadakan pemilihan supplier. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan supplier batu split terbaik dengan cara merangking beberapa alternatif supplier batu split berdasarkan kriteria-kriteria pemilihan supplier yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu kriteria harga (price), pengiriman (delivery), dan jarak (distance). Pada metode AHP menggunakan pengolahan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan nilai bobot tingkat kepentingan relatif tiap kriteria (Wj) dengan nilai 0,112 (11,2%) untuk kriteria harga, 0,573 (57,3%) untuk kriteria pengiriman, dan 0,315 (31,5%) untuk kriteria jarak. Berdasarkan hasil pengolahan data akan dilakukan pembobotan global dari semua alternatif. Bila diurutkan dari yang terbesar sampai yang terkecil hasil penilaian vektor eigen global tersebut yaitu 0,624 (62,4%) untuk CV. Bumi Raja Persada, 0,618 (61,8%) untuk CV. Batu Alam Sentosa, dan 0,554 (55,4%) untuk CV. Guna Alam Sentosa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa supplier yang terpilih yaitu CV. Bumi Raja Persada.
IDENTIFIKASI RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT ( HIRA ) DI AREA BATCHING PLANT PT XYZ Rudy Darmawan; Nurul Ummi; Ani Umiyati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.305 KB)

Abstract

Dalam aspek K3, kerugian berasal dari kejadian yang tidak diinginkan yang timbul dari aktivitas perusahaan. Tanpa menerapkan manajemen risiko perusahaan dihadapkan dengan ketidakpastian. Manajemen risiko K3 adalah suatu upaya mengelola risiko K3 untuk mencegah terjadinya kecelakaan, salah satu sumber daya yang terpenting dalam perusahan adalah sumber daya manusia. Dimana setiap proses di area batching plant berpotensi menimbulkan suatu risiko, pada saat pengoperasian alat menimbulkan risiko, Maka dari itu sesuai dengan dilakukannya penelitian ini yaitu identifikasi risiko menggunakan metode HIRA untuk melakukan penilaian risiko potensi bahaya kerja teridentifikasi potensi bahaya sebayak 51 potensi bahaya kerja di Area Batching Plant yang terdiri dari 8 area sebagai area identifikasi. Potensi bahaya kerja yang teridentifikasi. dilakukan penilaian di setiap potensi yang extreme dari potensi bahaya kerja yang teridentifikasi di lingkungan kerja Area Batching plant. Potensi bahaya dengan kategori extreme terdapat pada tempat ruang operator, tempat mixer truck, tempat Remix Truck Undeground, dan tempat Shotcreter Undeground. Untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja di area batching plant perlu dilakukan inspeksi rutin terhadap peralatan operator, dipakai peredam arus listrik di setiap peralatan listrik, membuat tempat penyimpanan air untuk proses pembuatan adukan socrete, dan mematuhi SOP yang ada.
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI Putiri B Katili; Dinar Maulida; Nurul Ummi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intellectual capital merupakan pengetahuan dan informasi yang menciptakan efesiensi value added untuk menghasilkan kekayaan perusahaan. Data kinerja pegawai tingkat kabupaten di Provinsi Banten pada tahun 2015 menunjukan bahwa Kabupaten Lebak berada pada posisi terbawah dengan rangking 244 secara nasional. Salah  satu pendekatan yang digunakan  dalam    penelitian ini adalah menganalisa pengaruh    intellectual capital    terhadap kinerja pegawai yang dijabarkan dalam human capital, social capital dan organizational capital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ketiga aspek  intellectual capital yaitu human capital, social capital dan organizational capital memiliki pengaruh positif kepada kinerja pegawai. Metode yang digunakan untuk mengukur ketiga aspek tersebut adalah SEM (Structural Equation Modelling),  suatu  teknik analisis data    untuk menjelaskan secara menyeluruh hubungan antar variabel yang ada pada penelitian. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ketiga variabel  intellectual capital berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dengan nilai sebesar 0.33 untuk variabel human capital, 0.46 untuk variabel  social capital, dan 0.44 untuk variabel organizational capital.  Kata kunci:  Human  Capital, Intellectual Capital, Organizational Capital, Social Capital,  SEM (Structural Equation Modeling)
Pengembangan Proses Produksi Opak Singkong di Kabupaten Pandeglang melalui Implementasi Mesin Pencetak Akbar Gunawan; Nurul Ummi; Putro Ferro Ferdinant; Ade Irman
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.37 KB) | DOI: 10.30653/002.201832.67

Abstract

IMPROVEMENT OF CASSAVA OPAK PRODUCTION PROCESS IN PANDEGLANG DISTRICT THROUGH THE IMPLEMENTATION OF FORMING MACHINES. Pasirawi Village Banjar District Pandeglang Regency is one of the poorest villages in Pandeglang District, where in this village there is productive land of cassava plantation area of ​​approximately 50 hectares. This village is one of the producers of Cassava Prawns one of them is the largest cassava opak in Banten area. the production process of cassava opak cassava is still very conventional so that in the process of processing there are some obstacles, among others: production and technology constraints and still simple. Realizing the processed industry of Cassava in Pandeglang Regency qualified and competitive through Implementation of Cassava Printing Machine Technology. Which is manifested in the activities Designing and development of production machine Opak Cassava Chips Maker with Engine Speed ​​100 pcs / minute and other processed cassava printing machine which result more efficient.
Analisis Pengendalian Persediaan Aluminium Sulfat dengan Metode Continuous Review Model Pada Proses Penjernihan Air di PT XYZ Yusraini Muharni; Ade Irman S. Mutaqin; Fauzan Isnan Rosep; Maria Ulfah; Hartono Hartono; Muhammad Adha Ilhami; Ade Sri Mariawati; Nurul Ummi; Bobby Kurniawan
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i2.22306

Abstract

Ketersediaan bahan baku yang tepat menjadi suatu keharusan demi menjamin kelancaran proses produksi. Industri pengolahan air  memiliki pengendalian persediaan yang kurang baik sehingga dapat mengakibatkan kekurangan ataupun kelebihan persediaan dimana hal itu dapat mengakibatkan penumpukan persediaan yang berisiko merugikan perusahaan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif hasil perhitungan statistik. Pendekatan kuantitatif pada penelitian ini menghasilkan pengendalian bahan baku optimal menggunakan Continuous Review Model. Model pengendalian persediaan yang dikembangkan melalui Continuous Review Model memiliki tiga variabel keputusan dan satu fungsi tujuan. Variabel keputusan model diantaranya ukuran lot pemesanan, titik pemesanan ulang (r) dan persediaan pengaman (Ss). Fungsi tujuan model adalah ongkos total persediaan. Hasil pengembangan model pengendalian persediaan Continuous Review Model memberikan solusi yang optimal bagi perusahaan karena mampu meminimalkan ongkos total persediaan bahan baku aluminium sulfat sebesar Rp.67.782.020.. Dengan jumlah persediaan bahan baku aluminium sulfat sebesar 211.156Kg dan. Titik pemesanan kembali (r) bahan baku aluminium sulfat sebesar 15.207Kg. Untuk persediaan pengaman (Ss) bahan baku ethylene sebesar 2.838Kg.
Co-Authors . Sirajuddin, . ., erwin Achmad Bahauddin Achmad Syarif A. Achmad Syarif Abdullah Ade Irman Ade Irman S. Mutaqin Aditya Rahadian Fachrur Akbar Gunawan Al Aziz, Muhammad Daffa Amirul Mu'minin Ananta, Surya Atmadilaga Anatoly, Marcelino Anggraeni, Shanti Kirana Ani Umiyati Ani Umyati Anis Nur Kholidah Anugrah, Edwin Fajar Arief Rahman Arlius Hamberto Arlius Hamberto Atia Sonda Aviantara, Dwindrata B Bobby Kurniawan Chyntia Devi Octaviany Desiana Rahmawati Dewantari, Nustin Merdiana Dhena ria Barleany Dinar Maulida Evi Febianti Evi Febianti Faula Arina Fauzan Isnan Rosep Fauzul, Ahmad Mulka Febiati, Evi Feni Akbar Rini Frediyan Satya Muda Gunawan, Akbar Hadi Setiawan Hadi Setiawan Hadi Setiawan Hadi Setiawan Heri Guntar Herlina, Lely Ikrima, Qonitati Imam Afifudin Indiani Inge Dwisvimiar Iqbhal Apriadi Irman Saeful Mutaqin S, Ade Kesuma Adi Jaya Lufianawati, Dina Estining Tyas Mariawati, Ade Sri Marta Pramudita, Marta Martyara, Dara Mentari Indria Cahya Meutia Meutia Muhamad Ridwan Muhamad Saeful Anwar Muhammad Adha Ilhami Muhammad Haerus Salam Muhammad Nurhasan Assidiq Mutaqin, Ade Irman Saeful Nanik Nurhayati Nisa Afina Nuraida Wahyuni Nuraida Wahyuni Octaviany, Chyntia Devi Panji Negara Priyatna, Aufa Irsyad Putiri B Katili Putiri Bhuana Katili Putiri Bhuana Katili Putiri Buana Katili Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Ramadhan, Tubagus Raihan Ratna Ekawati Rika Rahmawati Rizal Rizal Rizky Maulana, Rizky Rudy Darmawan Shanti Kirana Anggraeni Shanti Kirana Anggraeni Shanti Kirana Putri Shofwata Ichsan Triwijonarko Sinta Ramadhita Sirajuddin Sirajuddin Sonda, Atia Sri Agustina, Sri Surya Atmadilaga Ananta Syahrul Fauzi Syahrul Fauzi Syaiful Amin Tri Suci Febrianingsih Tubagus Ismail ulfah, Maria Ulfah, Maria Ulya Shofiyyah S Yusman Saputra Yusraini Muharni