Mochammad Dawam Maghfoer
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 113 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) TERHADAP APLIKASI EM DAN PGPR Oktafia, Tour Janah; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/866

Abstract

Pakcoy merupakan tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomis. Produksi tanaman pakcoy tergantung pada kondisi lingkungan serta kandungan hara dalam tanah. Pemberian pupuk organik selama budidaya dapat menambah ketersediaan unsur hara di dalam tanah dan memperbaiki kualitas tanah. Penggunaan pupuk hayati seperti mikroba efektif (EM) dan rhizobacteria pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR) yang mengandung berbagai macam mikroba menguntungkan bagi tanaman dapat menunjang penggunaan pupuk organik serta meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan EM dan PGPR dengan berbagai tingkat konsentrasi pada pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2017 di Desa Semanding, Kecamatan Pagu, Kediri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah sumber mikroba yang terdiri dari EM4 dan PGPR. Faktor kedua adalah tingkat konsentrasi yang terdiri dari 5, 10, 15 dan 20 ml/L. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 8 kombinasi perlakuan dan ditambah satu perlakuan kontrol sehingga terdapat 9 perlakuan termasuk kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan sumber mikroba dan tingkat konsentrasi pada komponen pertumbuhan dan hasil. Peningkatan konsentrasi sumber mikroba 10 ml/L pada EM4 dan PGPR menunjukkan hasil berat segar dan berat konsumsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi 5, 15 dan 20 ml/L. Perlakuan sumber mikroba dengan konsentrasi 10 ml/L meningkatkan berat segar konsumsi 45,62% dibandingkan tanaman kontrol.
Pengaruh Pupuk Kandang Ayam dalam Mengurangi Penggunaan Pupuk Nitrogen Anorganik pada Selada Daun (Lactuca sativa L. var. crispa) Utomo, Moh. David Ardianto; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/898

Abstract

Tingkat konsumsi yang tinggi menuntut produktivitas tanaman selada daun juga meningkat dan peningkatan produksi dipengaruhi oleh kesuburan tanah. Kesuburan tanah di dapat dari pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kandang ayam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dalam mengurangi penggunaan pupuk nitrogen anorganik pada tanaman selada daun (Lactuca sativa L. var. crispa). Percobaan dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2015 di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau, Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor 1 dosis nitrogen (N), yang terdiri dari: N1 = 50 kg N ha-1, N2 = 75 kg N ha-1, N3 = 100 kg N ha-1. Faktor 2 dosis pupuk kandang ayam (K), yang terdiri dari: K1 = 10 ton ha-1, K2 = 20 ton ha-1, K3 = 30 ton ha-1. Sebagai kontrol menggunakan pupuk N 100 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan tanaman dengan pemberian pupuk kandang ayam hingga 30 ton ha-1 dapat menurunkan kebutuhan pupuk nitrogen anorganik. Pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kandang ayam memberikan hasil dan pertumbuhan tanaman meningkat kecuali pada luas daun dan indeks luas daun. Aplikasi pupuk nitrogen 75 kg ha-1 tidak berbeda dengan 100 kg ha-1 pada pemberian pupuk kandang ayam 30 ton ha-1.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Berbagai Konsentrasi Nutrisi dan Media Tanam Sistem Hidroponik Afthansia, Monika; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/901

Abstract

Pakcoy merupakan tanaman sayuran yang memiliki permintaan konsumsi tinggi. Hidroponik merupakan budidaya tanpa tanah yang terdiri dari hidroponik kultur air dan substrat. Penelitian bertujuan mendapatkan konsentrasi nutrisi dan media tanam yang sesuai pada pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy sistem hidroponik. Penelitian dilakasanakan di Balai Besar Latihan Masyarakat Sleman, D.I.Y mulai bulan Januari hingga Maret 2017. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama konsentrasi nutrisi yang terdiri 4 taraf, yaitu 2.0, 2.5, 3.0 dan 3.5 mS/cm. Faktor kedua media tanam terdiri 4 taraf, yaitu arang sekam 100%, arang sekam 75% + cocopeat 25%, arang sekam 50% + cocopeat 50% dan arang sekam 25% + cocopeat 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan media tanam dan konsentrasi nutrisi pada parameter tinggi tanaman pada umur 14 hst. Media arang sekam 50% + cocopeat 50% yang diikuti dengan peningkatan konsentrasi nutrisi 2.0 mS/cm sampai dengan 3.0 mS/cm menunjukkan peningkatan tinggi tanaman dan media arang sekam 25% + cocopeat 75% yang diikuti peningkatan konsentrasi nutrisi 2.0 mS/cm sampai dengan 3.0 mS/cm menunjukkan penurunan tinggi tanaman. Perlakuan konsentrasi nutrisi 3.0 mS/cm menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot segar total tanaman dan bobot segar yang dikonsumsi. Perlakuan media tanam arang sekam 25% + cocopeat 75% menunjukkan hasil yang terbaik pada parameter jumlah daun, diameter batang, tinggi tanaman, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot segar yang dikonsumsi dan indeks panen.
Aplikasi PGPR dan Pupuk Kandang Sapi pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Prasetya, Reviyan Dwi; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1530

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pemberian PGPR dan dosis pupuk kandang sapi optimum pada tanaman bawang merah yang telah dilakukan di lahan penelitian BPTP Jatim, Karangploso - Malang bulan Maret – Mei 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor 1 adalah konsentrasi PGPR (0; 10; 15 dan 20 ml L-1 air). Faktor 2 adalah dosis pupuk kandang sapi (0; 10 dan 20 ton ha-1). Pengamatan pertumbuhan meliputi peubah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan jumlah anakan. Sedangkan pengamatan hasil dan komponen hasil meliputi bobot umbi segar; bobot umbi kering matahari, jumlah umbi per rumpun dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan PGPR dengan dosis pupuk kandang pada semua variabel yang diamati. Perlakuan PGPR konsentrasi 15 ml L-1 menunjukkan hasil yang tidak berbeda dengan konsentrasi 20 ml L-1, akantetapi menunjukkan hasil lebih besar dan berbeda dengan perlakuan konsentrasi lebih rendah. Perlakuan dosis pupuk kandang sapi 10 ton ha-1 menunjukkan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang tidak berbeda dengan dosis 20 ton ha-1, namun menunjukkan pertumbuhan dan hasil lebih tinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan tanpa pupuk kandang sapi.
Potensi Produksi 8 Aksesi Tanaman Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) pada Lahan Percobaan Jatikerto Rabbani, Muhammad Taufiq; Roviq, Mochammad; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 10 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1592

Abstract

Tanaman kecipir merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis, dikenal masyarakat karena buah mudanya sering dimanfaatkan sebagai sayur. Keistimewaan kecipir dibanding sayuran lainnya adalah seluruh bagian tanaman dapat dikonsumsi dan kaya akan protein. Potensi hasil kecipir diperlukan untuk mendukung pengembangan kecipir untuk masa depan.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mempelajari potensi hasil 8 aksesi kecipir yang diambil dari beberapa daerah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 hingga bulan Desember 2018. Lokasi Penelitian bertempat di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Baris Tunggal, yakni seluruh aksesi kecipir ditanam bersamaan dalam satu lokasi  tanpa ulangan dan ditanam dalam baris tunggal. Analisis Data menggunakan uji F pada taraf 5% menggunakan tabel analisis ragam (ANOVA) untuk mengetahui ada tidaknya interaksi maupun pengaruh nyata dari perlakuan. Jika terdapat interaksi atau pengaruh nyata maka diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf  5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 aksesi kecipir yang ditanam memiliki potensi hasil yang beragam, dimana potensi hasil tertinggi ditunjukkan oleh aksesi Malang (KC1), sedangkan potensi hasil terendah ditunjukkan oleh aksesi Sidoarjo (KC7). Sementara itu, aksesi Malang (KC1) merupakan aksesi terbaik yang dapat dikembangkan pada lahan percobaan Jatikerto.
Pengaruh Polyethylene Glycol (PEG) terhadap Hardening Planlet Apel (Malus sp.) Akibat Hiperhidrisitas Secara In Vitro Ruwiyatul Maslukah; Farida Yulianti; Mochammad Roviq; Mochammad Dawam Maghfoer
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.494 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.1.4

Abstract

Hyperhydricity is a change of morphology and physiology that occurs in tissue of plant which found in micropropagation. Failure to overcome this problem has been an effect on the success of acclimatization, because of the planlet produced had stress while acclimatization. The purpose of this study was to determine the effect of PEG to fast hardening of apple plantlet by the effect of hyperhydricity and to get the optimal concentration of PEG. The research was conducted at BALITJESTRO, Batu City, from April-July 2018. The research used a completely randomized design with the treatment of PEG (0, 1, 3, 5 dan 9 g l-1). The variable observation were percentage of surviving planlet, change of morfologhy and leaf colour. The result showed the concentration of PEG 5 g l-1 influenced to the percentage of surviving planlet as the indicator tolerance of planlet on drought stress. Concentration of PEG gave the effect to morfologhy change as the indicator the faster of hardening by the effect of hyperhydricity. The concentration of PEG also influenced to changes of leaf colour from moderate green to dark green which is the indicator of chlorophyll on planlet leaf.
Pengaruh Komposisi Nutrisi dan Pupuk Daun pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.var. chinensis) Sistem Hidroponik Rakit Apung Gitta Malinda Sembiring; Mochammad Dawam Maghfoer
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.92 KB)

Abstract

Peningkatan hasil tanaman pakcoy perlu dilakukan dengan  pemberian biourin dan pupuk daun. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh penambahan pupuk daun dan aplikasi komposisi nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada sistem rakit apung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - April 2018 bertempat di Green House Lanud Abdulrachman Saleh di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah komposisi nutrisi (B) yaitu: B1: AB Mix 100%, B2: AB Mix 50% + Biourin 50%, B3: AB Mix 75% + Biourin  25%. Faktor kedua adalah penambahan pupuk daun (P) yaitu: P1: Tanpa penambahan pupuk daun,  P2: Penambahan pupuk daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pada panjang tanaman terdapat interaksi antara komposisi nutrisi AB mix 100% yang diberi pupuk daun pada umur 37 hst  dan menghasilkan panjang tanaman pakcoy yang lebih panjang. Pada jumlah daun interaksi terjadi antara komposisi nutrisi AB mix 75% + biourin 25% yang diberi pupuk daun pada umur 42 hst  dan menghasilkan jumlah daun terbanyak. Komposisi nutrisi AB mix 100%  menghasilkan nilai indeks klorofil paling tinggi pada umur 37 hst  dan pupuk daun meningkatkan jumlah daun dan diameter batang pada umur 42 hst  dibandingkan tanpa pupuk daun.  Komposisi nutrisi AB Mix 50%+ 50% menghasilkan bobot konsumsi lebih besar dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta biaya produksi yang lebih sedikit dibandingkan perlakuan lainnya.
Effect of plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) on growth and yield of shallots on saline soils Rahmandhias, Deris Trian; Karyawati, Anna Satyana; Hariyono, Didik; Maghfoer, Mochammad Dawam
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 4 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.114.6461

Abstract

Soil salinity is a limiting factor in agricultural productivity. One of the biological approaches to mitigate the impact of salt stress on plants is inoculating plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) to the plant roots. This study aimed to investigate the eff of PGPR dosage on the growth and yield of shallots at various salinity levels. This study was carried out in the experimental field of Poncokusumo, Malang. The treatments tested consisted of two factors. The first factor was soil salinity level, consisting of four levels: no salinity, NaCl 50 mM, NaCl 100 mM, and NaCl 150 mM. The second factor was PGPR concentration, consisting of four levels: no PGPR, PGPR 10 mL/L, PGPR 20 mL/L, and PGPR 30 mL/L. The sixteen treatment combinations were arranged in a randomized block design with three replications. The data obtained were subjected to the analysis of variance (ANOVA) at a significance level limit of 5%, followed by the Honestly Significant Difference (HSD) test at a 5% significance level for any significant differences. The results showed that the application of 30 mL/L of PGPR reduced EC of the soil and improved plant height, plant dry weight, leaf area, bulb diameter, bulb weight, and the number of bulbs per plant by 33%, 47.3%, 81%, 13%, 34.2%, 98.5%, and 31%, respectively, compared to the treatment without PGPR application under NaCl 150 mM salinity. The application of PGPR at 20 and 30 mL/L dosages significantly increased chlorophyll, flavonoid, and proline indices at NaCl at 100 mM and 150 mM salinity levels compared to the treatment without PGPR.
Potential Beneficial Effect of Granule Organic Fertilizer (GOF) to Enhance the Growth and Productivities of Sweet Corn (Zea Mays L.) Kurniawan, Andi; Maghfoer, Mochammad Dawam
AGRITROPICA : Journal of Agricultural Sciences Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inorganic fertilizers have played a vital role in increasing crop production. However, its application in high doses caused adverse impacts on soil and plant production, as well as human health. The study aims to evaluate the beneficial effects of organic fertilizer in supporting sustainable plant growth and production and increasing economic value. The study was conducted from July to October 2022 in Poncokusumo, Kabupaten Malang. This study used a randomized block design (RBD) consisting of ten combination treatments with three times replication. The fertilizer combination includes GOF (250, 500, 750, and 1000 kg ha-1), Phonska (250 and 300 kg ha-1), and Urea 300 kg ha-1. Our results showed that application of GOF at a dose of 750-1000 kg ha-1 GOF + 250/300 kg ha-1 Phonska + 300 kg ha-1 Urea plays a role in increasing growth (height, number of leaves and stem diameter) and yields ha-1 sweet corn. The treatment of 1000 kg ha-1 GOF + 300 kg ha-1 Phonska + 300 kg ha-1 Urea (T8) gave the highest yield reaching 21.70 tons ha-1. The combination of GOF treatment with inorganic fertilizer (T2-T9) produces RAE values that meet the criteria for cultivation effectiveness, ranging from 128-163%. Meanwhile, the combination of 1000 kg ha-1 GOF with 300 kg ha-1 Phonska fertilizer and 300 kg ha-1 Urea (T8) fertilizer showed the highest R/C and B/C ratio values, 1.65 and 0.65. Reducing the Phonska dose by 50 kg ha-1, followed by increasing the GOF dose, can increase income. Overall, the GOF application can help increase productivity and economic benefits in sweet corn cultivation.
RESPONS TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK DAUN YANG BERBEDA Styaningrum, Lilis; Koesriharti, Koesriharti; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk kandang kambing dan pupuk daun pada pertumbuhan dan hasil tanaman buncis dan mendapatkan dosis pupuk kandang kambing dan jenis pupuk daun dengan unsur P dan K tinggi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil telah dilaksanakan pada Mei sampai Agustus 2012 di Desa Wonomulyo, Kec. Poncokusumo, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I yaitu dosis pupuk kandang kambing: 10 ton ha-1 (M1), 20 ton ha-1 (M2), 30 ton ha-1 (M3) dan 40 ton ha-1 (M4); Faktor II yaitu macam pupuk daun: Growmore (6-30-30) (F1), Hyponex (10-40-15) (F2), Spesial K+ZPT (15-20-60) (F3). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang dan pupuk daun. Secara terpisah, perlakuan pupuk kandang kambing dan pupuk daun mempengaruhi panjang tanaman, jumlah daun, umur berbunga, umur panen pertama dan bobot polong per hektar. Pemberian pupuk kandang kambing 10 ton ha-1 sampai 30 ton ha-1 meningkatkan bobot polong per hektar sebesar 6,76 ton, sedangkan dari 30 ton ha-1 menjadi 40 ton ha-1 meningkat 2,24 ton. Bobot polong per hektar pada pemberian pupuk daun Hyponex menunjukkan hasil tertinggi, diikuti dengan pupuk daun Growmore dan pupuk daun Spesial K+ZPT sebesar 28,76 ton    ha-1, 25,43 ton ha-1 dan 21,77 ton ha-1.
Co-Authors A’yun, Lutfi Qurrotun A’yun, Lutfi Qurrotun Achmad, Miftah Faridl Achmad, Miftah Faridl Afthansia, Monika Afthansia, Monika Agni Dhewangga Agus Sugiyatno Agus Suryanto Agus Suryanto Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Aini Nurul Aini, Nurul Ainun Fithriyandini Akbar Prima Utomo Andi Kurniawan Anna Satyana Karyawati Armita, Deffi Armita, Deffi Aruan, Dosmauli Banaty, Oka Ardiana Barunawati, Nunun Bimantara, Dhimas Sigit Bimantara, Dhimas Sigit Burham, Dedi Burham, Dedi Dewi Indah Srirejeki, Dewi Indah Dhewangga, Agni Didik Hariyono Dosmauli Aruan, Dosmauli Dwi Jayanti, Maria Agustina Dwi Putra, Muhammad Fadli Dwi Putra, Muhammad Fadli Eko Widaryanto Farid, Muhammad Farida Yulianti Fithriyandini, Ainun Fitri, Dian Aida Fitri, Dian Aida Gitta Malinda Sembiring Hafizh, Lutfi Taufiqul Hafizh, Lutfi Taufiqul Heddy, Y. B. Suwasono Heddy, Y.B.Suwasono Hermawan, Rifqi Hetik Hetik Hetik, Hetik Iswara, Henrikus Rico Adhi Iswara, Henrikus Rico Adhi Kania, Sheila Rezta Kania, Sheila Rezta Kholifah, Siti Kholivia, Anita Kholivia, Anita Koesriharti Koesriharti Kurniawan, Berry Kurniawan, Berry Latifa, Rio Yanuar Lestari, Nunung Dian Lestari, Nunung Dian Lilis Styaningrum Listyaningtyas, Afifah Endri Listyaningtyas, Afifah Endri Ludihargi, Rachma Jati Ludihargi, Rachma Jati M. Hanafi Eka Prasetya Maskur, A’an Maskur, A’an Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Moctava, Mohammad Aries Mohammad Aries Moctava Mudji Santoso Muhammad Farid Muhammad Putra Ramadhan Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Nawawi, Mochammad Ninuk Herlina Novinda Pratiwi Nugrahani, Ratih Nugrahani, Ratih Nugroho, Dhenys Bagus Nugroho, Dhenys Bagus Nugrohowati, Betty Meiariani Nugrohowati, Betty Meiariani Nunun Barunawati, Nunun Oka Ardiana Banaty, Oka Ardiana Oktafia, Tour Janah Oktafia, Tour Janah Palupi, Hananin Dyah Pandanari, Dika Sri Pandanari, Dika Sri Prasetya, M. Hanafi Eka Prasetya, Reviyan Dwi Prasetyo, Sigit Budi Prasetyo, Sigit Budi Pratiwi, Novinda Pratiwi, Stevani Pratiwi, Stevani Prayoga, Kharisma Marta Prayoga, Kharisma Marta Puspita Sari, Rifa Meri Puspita Sari, Rifa Meri Putri, Mentari Ghatika Rabbani, Muhammad Taufiq Rahmandhias, Deris Trian Ramadhani, Resqi Hapsari Ramadhani, Resqi Hapsari Rifqi Hermawan Rihanna, Sartika Rio Yanuar Latifa, Rio Yanuar Ruwiyatul Maslukah Salsabila, Ghina Zahra Salsabila, Ghina Zahra Santoso, Mudji Sari, Adis Permata Sari, Adis Permata Sartika Rihanna Serawai, Ides Fadhillah Tunjang Sinaga, Fadlan Ansyari Sinaga, Fadlan Ansyari Siregar, Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Siswati, Jiana Budi Siswati, Jiana Budi SITI KHOLIFAH Sri Lestari Purnamaningsih Srirejeki, Dewi Indah Styaningrum, Lilis Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tatik Wardiyati Titiek Islami Uma Khumairoh Uma Khumairoh Utami, Mardianti Utami, Mardianti Utomo, Akbar Prima Utomo, Moh. David Ardianto Utomo, Moh. David Ardianto Widayanti, Risky Widayanti, Risky Y. B. Suwasono Heddy Y.B.Suwasono Heddy Yenni Yenni Yenni, Yenni Yenni, Yenni