Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Pengembangan Instrumen Soal Berbasis Literasi Sains dan Kearifan Lokal pada Siswa Sekolah Menengah Atas Mutahharah Hasyim; M A Martawijaya; Helmi Helmi; Muhammad Taqwin; Nurul Muthmainnah Herman; Syamsul Wahid
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.994 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk  menghasilkan instrumen fisika berbasis  literasi sains dan kearifan lokal yang valid dan reliable. Topik yang menjadi kajian literasi sains adalah kalor dan perpindahan kalor. Fokus kearifan lokal yang dipilih berupa makanan khas Makassar yaitu coto Makassar, Konro, dan Pallubasa. Desain Pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subjek ujicoba sebanyak 30 orang peserta didik yang memiliki literasi sains yang rendah dengan menggunakan instrumen PISA. Instrumen soal sebelum di ujicoba, dapat dianalisis validitas dan reliabilitasnya.Hasil validitas dengan menggunakan validitas butir soal dan reliabilitas dihitung menggunakan rumus Kuder Richardson 20 (KR-20). Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas instrumen soal fisika berbasis literasi sains dan kearifan lokal diperoleh 20 butir soal yang valid dengan tingkat reliabilitas 0,820 (reliabilitas tinggi). Kemampuan literasi sains peserta didik kelas XI SMA Negeri 10 Makassar berada pada kategori cukup. Kata Kunci: Desain ADDIE , Instrumen Tes, Kearifan Lokal, Literasi Sains
Model Hipotetik Kegiatan Laboratorium Fisika Untuk Menguatkan Keingintahuan Mahasiswa M. A. Martawijaya; Eko Hadi Sujiono; Abdul Haris
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.31 KB)

Abstract

The hypothetic model is a temporary produced product of a model development process. The hypothetic model in this study is in the form of a model book of physics Laboratory activities to strengthen curiosity with the quality of products assessed using the valuation criteria according to Nieeven which cover the validity of the products developed . The instruments used in this study include a model book assessment of a physics laboratory activity to strengthen curiosity. The students subject to the development target of this hypothetic model are those with the lowest curiosity of each of 1 (one) person based on the public university entrance. The results of this study showed that the hypothetic model of physics laboratory activities to reinforce the curiosity was stated to be very valid by expert assessment after through the process of validation, revision, and focus group Disscussion (FGD joint Validator). So that the hypothetic model of physical laboratory activities is considered valid to strengthen student curiosity
Studi Deskriptif Profil Pelajar Pancasila untuk Efektivitas Kegiatan Kokurikuler Fisika Berbasis Kearifan Lokal Martawijaya, M. A.; Palloan, Pariabti; Zharvan, Vicran; Mahir, Mahir
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Profil Pelajar Pancasila (P3) sebagai acuan dalam efektivitas kegiatan kokurikuler fisika berbasis kearifan lokal. P3 adalah konsep yang menekankan pengembangan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, seperti beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, gotong royong, kebhinnekaan global, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Kearifan lokal berperan penting dalam pembelajaran fisika untuk menjembatani ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai budaya setempat, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan tes tertulis yang diberikan kepada 31 orang peserta didik kelas X Menengah Atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 67,74% peserta didik memiliki P3 yang berada pada kategori belum berkembang pada setiap dimensi kecuali dimensi mandiri. Penelitian ini merekomendasikan adanya kegiatan kokurikuler fisika yang lebih sistematis dan terencana, dengan memperhatikan P3 dan kearifan lokal setempat sebagai pedoman. Dengan demikian, diharapkan kegiatan kokurikuler fisika berbasis kearifan lokal dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kata kunci: Profil Pelajar Pancasila, Kokurikuler Fisika, Kearifan Lokal