Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Historis Terbentuknya Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) di Lampung Yohanes Susilo; Wakidi Wakidi; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 6, No 1 (2018): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.763 KB)

Abstract

The purpose of this reseach was to find out the process of formation of Christian Church of Southern Sumatera in Lampung. The research used historical research method. The data collection technique was done through literature study, interviews and documentation. The data collected were processed using qualitative data analysis. Based on the results of the research, the conclusion of this research is the formation of Christian Church of Southern Sumatra in Lampung because of the desire of transmigrant Christian church in Lampung to have an independent church and able to serve as a regional church under the name Synod of Christian Church of South Sumatra.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terbentuknya Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan di Lampung. Metode yang digunakan adalah metode penelitian historis. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah menggunakan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan dalam penelitian ini adalah terbentuknya Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan di Lampung karena keinginan dari jemaat kristen transmigran di Lampung untuk memiliki gereja yang mandiri serta mampu melayani sebagai gereja daerah dengan nama Sinode Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan.Kata kunci : gereja daerah, gereja kristen sumatera bagian selatan (gksbs), transmigran kristen
TRADISI UPACARA NADRAN PADA MASYARAKAT NELAYAN CIREBON DI KELURAHAN KANGKUNG BANDAR LAMPUNG Nining Nurai'ni; Wakidi Wakidi; Muhammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 6 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.538 KB)

Abstract

The aim of this study is to determine how to implementation of process Nadran ceremony tradition in fishers community of Cirebon whose stay at Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar lampung? Metode descriptive is used in this study by observation, interviews and documentation. Nadran ceremony is tradition party in fishers community whose stay at lampung bay coast that goes from generation to generation yearly as thangks giving day to God who has give wealth to the fisherman. The process of this ceremony start from slaughter of buffalo and process of cutting Nasi Tumpeng which have been ready before and than put in meron. After that disappear in the sea and all of fisherman KelurahanKangkung Bandar Lampung struggle to obtain a goal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah proses pelaksanaan Upacara Nadran pada masyarakat nelayan Cirebon di Kelurahan Kangkung Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tradisi Upacara Nadran adalah pesta perayaan pada masyarakat nelayan (pesta rakyat) yang berada di pesisir Teluk Lampung yang berlangsung secara turun-temurun di setiap tahunnya, sebagai ucapan rasa syukur dan terima kasih terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rezeki berupa kekayaan laut yang melimpah kepada para nelayan. Tradisi Upacara Nadran di dalam proses pelaksanaanya, diawali dengan pemotongan kepala kerbau dan pemotongan nasi tumpeng yang sudah dipersiapkan sebelumnya kemudian di muat ke dalam meron yang akan dilarung dan ditenggelamkan serta diperebutkan oleh seluruh masyarakat Kampung Gudang Lelang Kelurahan Kangkung Kecamatan Bumi Waras Bandar Lampung.Kata Kunci : kepercayaan, nadran, tradisi upacara.
SRI KERTANAGARA DALAM USAHA MEWUJUDKAN WAWASAN DWIPANTARA TAHUN 1275-1292 Sobri Sobri; Tontowi Amsia; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 1 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.444 KB)

Abstract

The purpose of this research is to investigate what should Sri Kertanagara do to realize the dwipantara concept during 1275-1292. The researcher used technical literature and documentation as the data collection technique. The data analysis technique used by the researcher is the analysis of qualitative data . The results of this research is to show what should Sri Kertanagara do to realize dwipantara concept which through Pamalayu expedition that can beat down the Malayu Kingdom (Suwarnabhumi) since 1275-1292 and diplomacy way with Campa Kingdom by a political marriage. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah upaya Sri Kertanagara dalam mewujudkan wawasan dwipantara tahun 1275-1292.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kepustakaan dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya Sri Kertanagara dalam mewujudkan wawasan dwipantara tahun 1275-1292 yaitu melalui ekspedisi Pamalayu yang berhasil menundukkan Kerajaan Malayu (Suwarnabhumi) dan dengan cara diplomasi dilakukan dengan Kerajaan Campa dengan cara menjalankan politik perkawinan. Kata kunci: kerajaan singhasari, usaha, wawasan dwipantara
Penerapan Model Inquiry untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Pembelajaran IPA Wakidi Wakidi; Titi Mahayati; Binti Nashirotun; Susan Pramitasari; Hami Fadhilah; Wagiyem Wagiyem
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 5 (2025): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v3i5.1245

Abstract

The purpose of this research is to describe the steps, advantages, and disadvantages of implementing the Inquiry-based learning model in Science Education (IPA) at Madrasah Tsanawiyah Negeri 4, Klaten Regency and Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Klaten. This research uses a qualitative approach. The subjects of this study are the teachers. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The results of this study are: 1) The steps of the Inquiry model include orientation, formulating the problem, formulating hypotheses, collecting data, testing hypotheses, and formulating conclusions; 2) The advantages of the Inquiry model include being a learning model that emphasizes the development of cognitive, affective, and psychomotor aspects in a balanced way, making learning through this model considered more meaningful. The Inquiry model provides space for students to learn according to their learning styles, and it is considered suitable for modern learning psychology, which views learning as a process of behavioral change through experience. This learning model can cater to students with above-average abilities; 3) The disadvantages of the Inquiry model include difficulty in controlling students' activities and success, challenges in planning lessons due to students' learning habits, requiring a long period of time, which makes it difficult for teachers to align it with the predetermined schedule, and the success of learning is determined by students' ability to master the subject matter. The conclusion of this study is that the Inquiry model can be applied in the learning process as an effort to enhance student understanding during the learning process at the Madrasah Tsanawiyah or Junior High School level."
Co-Authors Afip Firmansyah Agnes Titis Endarliani Ahmad Munthohar Ali Imron Andi Novrianto Andi Rahman Andi Usman Andrian Rifa'i Ardi Susanto Ardyansyah Ardyansyah Aurora Nandia Febrianti Ayoe Diah Sukmawati Ayu Lukita Tiana BINTI NASHIROTUN Clarry Sada Dani Frengki Simanjuntak Deden Usmaya Dhanu Alessandro R Dimas Rahmat Rafendi Dio TanBrani Edwina Rusvita Nur Eko Susanto Eni Samiasih Erma Febriyanti Febri Febri Galih Saputra Giananjar Saputro Halidin Halidin Hami Fadhilah Hendra Muliyadi Herwin Muryantoro I Ketut Suada Ikhsan Danu Imawati Imawati Indah Nur Komala Dewi Indah Wahyu Nurani Ira Andestia Iskandar Syah Iyar Windi Yanti Jayawarsa, A.A. Ketut Kabiransyah Kabiransyah Kadek Ayu Radastami Kahayun Kahayun Karsa Dupri Karsini Karsini Karsiwan Karsiwan Kasirun Kasirun Khairiah Khairiah Kiki Rizky Palmaya Krisna Widyaningrum Lesi Yusna Meda Lilih Rahmawati Luh Putu Ratna Sundari Marliyana Marliyana Maskun Maskun Maya Putri Melisa Rifaie Minanti Lilitanti Mita Astria Mohammad Rif'at Mudinillah, Adam Muhammad Basri MUHAMMAD ILHAM Muhammad Nur Rohim Mulianti Muslimah M Ni Made Marinasari Nining Nurai'ni Nova Bela Paramitha Nunik Syamsyiah Nur Sulistyo Mutaqin Pipin Susilawati Pramudia Prastika Purmawita Purmawita Rachmat Agung Nugroho Rachmat Sahputra Ratna Kristian Tari Regiano Setyo Priamantono Relian Arsa Eka Paksi Rena Prasesti Restra Hutama Reti Widia Anggraini Ria Setiawati Rian Dwi Purnomo Risma M. Sinaga Risma Magaretha Sinaga Risma Margareta Sinaga Risma Margaretha Sinaga Sariah Harahap Septi Yufiani Setiawan, Johan Siti Marfuatun Sobri Sobri Solikin Solikin Sri Umiyati Suparman Arif Susan Pramitasari Syaiful M Syaiful M Syaiful M Syaiful M. Syamsul Setiyawan Tahrir Musthofa Taufik Siswoyo Titi Mahayati Tontowi Amsia Tontowi Tontowi Tri Tunggal Dewi Ucep Saifulloh Virio Ilham Wagiyem Wagiyem Windri Hartika Yeni Andriyani Yohanes Susilo Yudi Putra Ardiansyah Yuli Arwati Yuliana Ana Yustina Sri Ekwandari Yustina Sri Ekwandari Zafran Febriadi Zuhermandi Zuhermandi