Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBANGUNAN IRIGASI WAY TEBU SEBAGAI KEBIJAKAN ETIS PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA DI PRINGSEWU TAHUN 1927 Karsiwan Karsiwan; Wakidi Wakidi; Muhammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 3 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.303 KB)

Abstract

The purpose of this research is to find out the construction of Way Tebu irrigation as an effort of the colonial Netherlands Government to improve the productivity of Food-crops in Lampung. The research method was the historical method with data collection technique through studies of librarianship technique, documentation, observation and interview. The data analysis technique was qualitative data analysis techniques. Based on the research, the construction in Way Tebu III in Pringsewu was started on 1927 to anticipate water deficiency in old colonial, Gedong Tataan. The process of its construction involved citizens who worked in working together. The purpose of its building was to increase agricultural production of rice-producing so that Lampung Regency became centre of food-producing especially rice-producing. Tujuan dari penelitian  ini  adalah untuk mengetahui pembangunan irigasi Way Tebu sebagai usaha pemerintah kolonial Belanda untuk meningkatkan produktifitas tanaman pangan di daerah Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dengan teknik pengumpulan data melalui teknik studi kepustakaan, dokumentasi, observasi dan wawancara.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pembangunan Way Tebu III di daerah Pringsewu dimulai pada tahun 1927 untuk mengantisipasi kekurangan air di daerah kolonisasi lama di Gedong Tataan. Proses pembangunan melibatkan warga secara bergotong royong. Pembangunannya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan dan untuk mendukung program kolonisasi pemerintah kolonial Belanda. Kata kunci: pringsewu, irigasi, way tebu, talang
Kebijakan Politik Luar Negeri Amerika Serikat Terhadap Program Nuklir Republik Islam Iran Dio TanBrani; Syaiful M; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 4 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.918 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the foriegn policy of the United States againts the Islamic Republic of Iran`s nuclear program from 2003 to 2008. This study used historical Methology with documentation and literature data collection techniques literature. Data analysis techniques used Qualitative descriptive. Based on the results, that development policy was an attempt USA Political confrontation with the Islamic Republic of Iran, with sanctios, embargos, including brought to the United National Security Council and the threat of a military strike against nuclear facilities of the Islamic Republik of Iran.Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat terhadap program nuklir Republik Islam Iran 2003-2008. Penelitian ini menggunakan metode Historis dengan tekhnik pengumpulan data dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kualitiatif. Berdasarkan hasil penelitian, Bahwa Kebijkan Politik Amerika Serikat merupakan upaya konfrontasi dengan Republik Islam Iran, dengan menerapkan sanksi, embargo, termasuk dibawa ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ancaman serangan militer terhadap fasilitas nuklir Republik Islam Iran.Kata kunci: kebijakan, konflik, nuklir, politik.
TINJAUAN HISTORIS HUBUNGAN BANTEN-LAMPUNG PADA TAHUN 1525-1619 Mulianti Mulianti; Ali Imron; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 3 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.91 KB)

Abstract

The collapses of Malacca to Portuguese, the centre of trades in Southeast Asia moved to the northen part of Indonesia (Aceh) and some of them moved to the southern part of Indonesia (Banten). One of the famous port in our archipelago, namely the Port of Banten. Since the development of the economic activities, Banten expands its territory to the  famous pepper producer, namely Lampung. The writer used the historical research method incorporated data collection techniques through technical literature and documentation, and the technique for this research is data analysis and qualitative research. The result shown that Banten-Lampung have a strong relationship and both of them are need edach other. It means that if there was no Lampung, there were no peppirs, and without peppirs there was no Banten. Therefore, Banten-Lampung have the economic system and social cultural relationship which is very important  to the development for their areas. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis, mengakibatkan pergeseran pusat perdagangan di Asia Tenggara yang sebagian ke arah utara (Aceh) dan sebagian ke arah selatan (Banten).Salah satu pelabuhan yang terkenal di Nusantara yaitu Pelabuhan Banten. Seiring dengan perkembangan kegiatan ekonominya,  Banten mengembangkan kegiatan ekonominya ke daerah  Lampung yang sudah lama terkenal dengan ladanya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian historis dengan teknik pengumpulan data melalui teknik kepustakaan dan dokumentasi.Teknik yang digunakan adalah teknik analisis dan kualitatif. Hasil dan pembahasan bahwasannya Banten-Lampung memiliki ikatan kekerabatan  yang sangat kuat dan hubungan saling membutuhkan satu sama lain, dengan istilah tanpa Lampung tak akan ada lada, tanpa lada tak akan ada Banten. Kesimpulannya bahwa Banten-Lampung memiliki hubungan sistem ekonomi, sosial dan budaya yang sangat penting untuk kemajuan daerah keduanya.Kata kunci: budaya,hubungan ekonomi,sosial
KREATIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN GROUP INVESTIGATION DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMAN 9 BANDAR LAMPUNG Ardyansyah Ardyansyah; Wakidi Wakidi; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 2 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.671 KB)

Abstract

The research objective to be achieved is to determine how much the achievement of non-aptitude creativity using group investigation model in teaching history X IIS 4 grade at SMAN 9 Bandar Lampung 2014/2015 school year. The method used in this study was the experimental method. Data collection technique was observation. Data analysis technique was using descriptive statistical data analysis. The results showed that, overall look of creativity non-aptitude students at the first meeting of the overall indicator was observed at 122 behavior of 28 students or 43.6% and in the second meeting of the overall indicator changes the behavior of 28 to 154 students or 59.2% , and at the third meeting of each indicator was also change the behavior that is 175 of 28 students or 62.5%. This study concluded that the creativity of non-aptitude students of X IIS 4 grade has increased significantly, it can be proven by from the data obtained.Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui seberapa besar capaian kreativitas non-aptitude menggunakan model group investigation dalam pembelajaran sejarah siswa kelas X IIS 4 di SMA Negeri 9 Bandar Lampung tahun pelajaran 2014/2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Teknik pengumpulan datanya observasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, secara keseluruhan terlihat kreativitas non-aptitude siswa pada pertemuan pertama keseluruhan indikator yang diamati sebesar 122 prilaku dari 28 siswa atau 43,6% dan pada pertemuan kedua keseluruhan indikator mengalami perubahan menjadi 154 perilaku dari 28 siswa atau 59,2%, dan pada pertemuan ke tiga tiap-tiap indikator juga mengalami perubahan yaitu ada 175 perilaku dari 28 siswa atau 62,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kreativitas non-aptitude siswa kelas X IIS 4 mengalami peningkatan yang signifikan.Kata kunci : group investigation, kreativitas, pembelajaran sejarah
METODE DAKWAH SUNAN KALIJAGA DALAM PROSES ISLAMISASI DI JAWA Solikin Solikin; Syaiful M; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 2 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.502 KB)

Abstract

The era of Wali Songo is the end of domination Hindu-Budhist Era in cultural heritage to be replaced with Islamic culture. But the Role of Wali Songo heavily in establishing the Islamic kingdom in java, as well as their influence on the culture of society largely and religious proselytizing directly, making the figures more widely known than any other characters Islamic missionaries. Among the members of the Wali Songo whose name is very popular by people in the java is Sunan Kalijaga or Raden Syahid. He was one of the most influential figures in the process of Islamization in Java. Tolerant to local culture and utilization of the world of art and culture became his charactristic in religious proselytizing of method. Puppets, gamelan, mysticism or any other traditional song and culture are part of the culture of Javanese society which succesfully utilized as means of religious proselytizing by sunan kalijaga. Based on the studying above, the research question in this research is how the method is applied Sunan Kalijaga mission through a cultural approach in the process of Islamization of Java.Keywords : metode dakwah, Islamisasi di Jawa
YAYASAN K.H GHOLIB DALAM MELESTARIKAN PENINGGALAN K.H GHOLIB SEBAGAI OBJEK WISATA Dimas Rahmat Rafendi; Wakidi Wakidi; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 3 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.288 KB)

Abstract

This research was aimed to investigate the effort of K.H Gholib Foundation in preserving K.H Gholibs legacies as a tourism object. The method used in this research study was qualitative method.Based the conducted research the result showed that K.H Gholibs legacies such as K.H Gholibs grave, K.H Gholib Jami mosque and museum that holds relics K.H Gholib are still in well preserve.K.H Gholib Foundation attemped to build and preserving grave area, introducing K.H Gholib as figures, distributes pamphlets, and planning the development of tourism with also cooperate with all parties to encourage the development of tourism infrastructure and supporting facilities around the complex of K.H Gholib.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui usaha Yayasan K.H Gholib dalam melestarikan peninggalan K.H Gholib sebagai objek wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa peninggalan K.H Gholib seperti makam, Masjid Jami K.H Gholib dan museum peninggalan K.H Gholib masih terawat dengan baik. Yayasan K.H Gholib melakukan usaha seperti membangun dan merawat areal makam, pengenalan K.H Gholib sebagai tokoh, menyebarkan pamflet, dan merencanakan pengembangan pariwisata dengan menjalin kerjasama dengan seluruh pihak untuk mendorong pembangunan sarana dan fasilitas penunjang pariwisata disekitar kompleks peninggalan K.H Gholib.Kata kunci :gholib, objek wisata, usaha
Kebijakan Landrent pada Masa Penjajahan Inggris di Jawa Tahun 1811-1816 Kiki Rizky Palmaya; Wakidi Wakidi; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 8 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.634 KB)

Abstract

The problem of this research is, what caused Landrents failure in Java in 1811 to 1816 ?. The research aims to know of landrent failures at England colonialism period in 1811 to 1816. This research used historical method.The data collection technique using the techniques of documentation and literature. Data analysis techniques using qualitative data analysis.The Result of this research that landrents failure caused by the persistence of the feudal system prevailing in Java that making it difficult for British Government to applicated the Tax Instructions, the second there was lowest grade which both lack a European supervisor tax which cause disruptions landrents aplication, and the last there was latter infringement the Tax Instructions in 1814 which causing the landrent to run is not in line with the expectations of the British government as it applies in the Instruction.Rumusan Masalah dalam penelitian ini ialah apakah penyebab gagalnya landrent di Jawa Tahun 1811-1816 ?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab gagalnya landrent di Jawa pada masa penjajahan Inggris tahun 1811-1816. Metode penelitian ini menggunakan metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gagalnya landrent disebabkan oleh masih adanya sistem feodalisme yang berlaku di Jawa sehingga menyulitkan pemerintah Inggris untuk menerapkan landrent sampai pada kelas terendah, yang kedua kurangnya tenaga pengawas pajak Eropa yang menyebabkan kacaunya pelaksaanaan landrent, dan yang terakhir adanya pelanggaran Instruksi Pajak Tahun 1814 yang menyebabkan landrent dijalankan tidak sesuai dengan harapan pemerintah Inggris seperti yang berlaku di dalam Instruksi tersebut.Kata kunci: kegagalan, landrent, pemerintah inggris
DESKRIPSI KEHIDUPAN MASYARAKAT PENGRAJIN BATU BATA DI PEKON SUKOHARJO II Rian Dwi Purnomo; Ali Imron; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 4 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.682 KB)

Abstract

The formulation of the problem in this research is ' how did the impact of industrial bricks against the social and economic life of the society in Sukoharjo 2? This research aims to know clearly how the life of bricks handicraftsman in Sukoharjo 2. The methods used in this research is descriptive method, with the techniques of data collection through the techniques of observation, questionnaires, participants’ interview and documentation. Data analysis is the analysis of qualitative data. The results of this research by the rise of the bricks industry in Sukoharjo 2, it brought a big influence to the life of the society in this area. The influence is marked by changes in terms of  social stratification,  social interaction , livelihood and income levels.Rumusan masalah ini adalah bagaimanakah dampak industri batu bata terhadap  kehidupan  sosial  dan  ekonomi  masyarakat Pekon Sukoharjo 2? Tujuan penelitian untuk mengetahui  kehidupan masyarakat pengrajin industri batu bata di Pekon Sukoharjo 2. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui: teknik observasi partisipan, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan analisis data kualitatif. Hasil dalam skripsi ini menunjukkan bahwa  munculnya industri batu bata di wilayah Pekon Sukoharjo 2 ini membawa pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat Sukoharjo II. Pengaruhnya ditandai dengan perubahan dari segi kehidupan sosial dan ekonomi mereka pada stratifikasi, interaksi sosial, mata pencaharian dan tingkat pendapatan.Kata kunci: kehidupan, masyarakat, pengrajin batu bata 
MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MA DARUL AMAL METRO Pramudia Prastika; Maskun Maskun; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 6 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.387 KB)

Abstract

The purpose of this research was to determine the effectiveness of cooperative learning model Group Investigation in learning history at class XI IPA 2 MA Darul A'mal Metro academic year 2014/2015. The method used is descriptive with data collection through questionnaires, observation and documentation. Data analysis used the quantitative descriptive data analysis techniques.The results showed that the effectiviness of using cooperative learning model Group Investigation in history teaching is based on the percentage of questionnaires reached 78.8%, which is interpreted into the strong category, and the data acquisition observation sheet reached the percentage of 77.8% which is interpreted into the strong category. The meaning of strong efficacy in this study is the exact learning model which is used in the process of history teaching.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Group Investigation dalam pembelajaran sejarah siswa kelas XI IPA 2 MA Darul Amal Metro Tahun Pelajaran 2014/2015. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan model pembelajaran Group Investigation dalam pembelajaran sejarah berdasarkan kuesioner mencapai persentase 78,8% yang diinterpretasikan masuk dalam kategori kuat, dan perolehan data lembar observasi mencapai persentase 77,8% yang diinterpretasikan masuk dalam kategori kuat. Makna efektivitas kuat dalam penelitian ini yakni model pembelajaran ini tepat digunakan dalam proses pembelajaran sejarah.Kata kunci : efektivitas, group investigation, model pembelajaran
MAKNA TRADISI SELAPANAN PADA MASYARAKAT JAWA DI DESA GEDUNG AGUNG Windri Hartika; Iskandar Syah; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 2 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.774 KB)

Abstract

The aim of the this study was to know the meaning of Selapanans tradition of Javanese Community in Gedung Agung village. Method that used in this research was descriptive method. The data collecting technique used observation, documentation, libraries study, and interviews technique, meanwhile the data technique analysis used qualitative data analysis technique. The result of the resarch indicated that the meaning of Selapanans tradition is to look for the safety and form the socialization. The conclusion is, Selapanans tradition is the ritual that is in synergy with the balance of the relationship between human with the God, nature, and the environment. Through the Selapanans tradition, the Javanese culture remain stable.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tradisi Selapanan pada masyarakat Desa Gedung Agung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, dokumentasi, studi pustaka, dan wawancara, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna tradisi Selapanan ialah untuk mencari keselamatan,dan sebagai wadah sosialisasi. Kesimpulannya, tradisi Selapanan merupakan ritual yang bersinergi dengan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, alam dan lingkungan. Melalui tradisi Selapanan, budaya Jawa tetap lestari.Kata kunci : makna, masyarakat jawa, tradisi selapanan
Co-Authors Afip Firmansyah Agnes Titis Endarliani Ahmad Munthohar Ali Imron Andi Novrianto Andi Rahman Andi Usman Andrian Rifa'i Ardi Susanto Ardyansyah Ardyansyah Aurora Nandia Febrianti Ayoe Diah Sukmawati Ayu Lukita Tiana BINTI NASHIROTUN Clarry Sada Dani Frengki Simanjuntak Deden Usmaya Dhanu Alessandro R Dimas Rahmat Rafendi Dio TanBrani Edwina Rusvita Nur Eko Susanto Eni Samiasih Erma Febriyanti Febri Febri Galih Saputra Giananjar Saputro Halidin Halidin Hami Fadhilah Hendra Muliyadi Herwin Muryantoro I Ketut Suada Ikhsan Danu Imawati Imawati Indah Nur Komala Dewi Indah Wahyu Nurani Ira Andestia Iskandar Syah Iyar Windi Yanti Jayawarsa, A.A. Ketut Kabiransyah Kabiransyah Kadek Ayu Radastami Kahayun Kahayun Karsa Dupri Karsini Karsini Karsiwan Karsiwan Kasirun Kasirun Khairiah Khairiah Kiki Rizky Palmaya Krisna Widyaningrum Lesi Yusna Meda Lilih Rahmawati Luh Putu Ratna Sundari Marliyana Marliyana Maskun Maskun Maya Putri Melisa Rifaie Minanti Lilitanti Mita Astria Mohammad Rif'at Mudinillah, Adam Muhammad Basri MUHAMMAD ILHAM Muhammad Nur Rohim Mulianti Muslimah M Ni Made Marinasari Nining Nurai'ni Nova Bela Paramitha Nunik Syamsyiah Nur Sulistyo Mutaqin Pipin Susilawati Pramudia Prastika Purmawita Purmawita Rachmat Agung Nugroho Rachmat Sahputra Ratna Kristian Tari Regiano Setyo Priamantono Relian Arsa Eka Paksi Rena Prasesti Restra Hutama Reti Widia Anggraini Ria Setiawati Rian Dwi Purnomo Risma M. Sinaga Risma Magaretha Sinaga Risma Margareta Sinaga Risma Margaretha Sinaga Sariah Harahap Septi Yufiani Setiawan, Johan Siti Marfuatun Sobri Sobri Solikin Solikin Sri Umiyati Suparman Arif Susan Pramitasari Syaiful M Syaiful M Syaiful M Syaiful M. Syamsul Setiyawan Tahrir Musthofa Taufik Siswoyo Titi Mahayati Tontowi Amsia Tontowi Tontowi Tri Tunggal Dewi Ucep Saifulloh Virio Ilham Wagiyem Wagiyem Windri Hartika Yeni Andriyani Yohanes Susilo Yudi Putra Ardiansyah Yuli Arwati Yuliana Ana Yustina Sri Ekwandari Yustina Sri Ekwandari Zafran Febriadi Zuhermandi Zuhermandi