Iskandar Syah
Unknown Affiliation

Published : 77 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Bedikekh pada Masyarakat Pekon Sukarame Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat Andri Wijaya; Iskandar Syah; Muhammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 6, No 3 (2018): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.868 KB)

Abstract

The purpose of this research is to find out the implementation of Bedikekh in pekon Sukarame community in Balik Bukit district, West Lampung district. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach. This study uses data collection techniques, interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using qualitative data analysis techniques wth interactive analysis model. The results showed in the implementation on Bedikekh began with the opening by the host and then taken over by a guide called Jenang. Starting from circulating the beranjiletters, then starting the Song without striking tkhe Kehicing and Tekhbangan, the Song of the Tukhun Syeh, the Early Tukhun Song, the Tukhun Kasakh Song and the last Tegak Melayu or cover.Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui Pelaksanaan Bedikekh Pada Masyarakat Pekon Sukarame Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pelaksanaan Bedikekh diawali dengan pembukaan oleh seorang pemandu yang disebut Jenang. Dimulai dari mengedarkan surat berzanji, kemudian memulai Lagu tanpa menabuh Kekhicing dan Tekhbangan, Lagu Tukhun Syeh, Lagu Tukhun Awal, Lagu Tukhun Kasakh, dan yang terahir Tegak Melayu atau penutup.Kata kunci: adat istiadat, bedikekh, kebudayaan
Pengaruh Strategi Pembelajaran Inquiry Terhadap Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Sejarah Rofik Hidayat; Yustina Sri Ekwandari; Iskandar Syah
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 4 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.702 KB)

Abstract

The purpose of this research was to determine whether or not the influence of Inquiry Learning Strategy to increase student learning motivation on History of Social Subject Class X / AP SMK PGRI 1 Punggur Academic Year 2016/2017. This research used Inquiry Learning Strategy. Data collection techniques such as observation, documentation, literature and test a questionnaire, which was previously held in the form of instrument test the validity of the test and reliability test. Based on data analysis count r ? table r 0.760 ? 0.497 that went into strong criteria. Therefore it could be concluded that the application of Inquiry Learning Strategy was influential to increase Student learning motivation on History of Social Subject.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh Strategi Pembelajaran Inquiry terhadap peningkatan motivasi belajar IPS Sejarah siswa Kelas X/AP SMK PGRI 1 Punggur Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan Strategi Pembelajaran Inquiry.Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, kepustakaan dan tes angket, yang sebelumnya diadakan uji instrument berupa validitas tes dan realibilitas tes. Berdasarkan analisis data rhitung?rtabelyaitu0,760? 0,497yang masuk ke dalam kriteria kuat.Oleh karena itu dapat simpulkan bahwa penerapan Strategi Pembelajaran Inquiryberpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar IPSSejarah bagisiswa.Kata kunci: inquiry,motivasi,pengaruh, siswa
HUBUNGAN KOMITE NASIONAL INDONESIA PUSAT (KNIP) DENGAN LEMBAGA KEPRESIDENAN PADA TAHUN 1945-1949 Dwi Indri Astuti; Iskandar Syah; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 4 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.792 KB)

Abstract

The objective of this research is to find out relation between national committe of central Indonesia and presidential institution in 1945-1949. This research used historic method. Literature technique and documentation were used in collecting data. Meanwhile in order to analyze the data. The researcher used qualitative data analysis in the research. The researcher found there is a relation between Nasional committee of central Indonesia and presidential institution in working their duties together with the president, therefore the relation between National committee of central Indonesia and presidential institution runs well, it is proved in every goverment work program which is done together.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kerjasama Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dengan Lembaga Kepresidenan pada tahun 1945-1949. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif. Dari penelitian yang telah dilakukan penulis diperoleh hasil bahwa hubungan kerjasama yang dilakukan Komite Nasional Indonesia Pusat dengan Lembaga Kepresidenan pada tahun 1945-1949 dilihat dari tugas yang dilakukan KNIP bersama Presiden, sehingga hubungan kerjasama yang terjalin antar KNIP dengan Lembaga Kepresidenan sangat baik dengan terbukti segala program kerja pemerintah dapat disepakati bersama.   Kata kunci : hubungan, knip, lembaga kepresidenan
TRADISI CUAK MENGAN PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN DI KAMPUNG GEDUNG NEGARA Dhanu Alessandro R; Iskandar Syah; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 5 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.137 KB)

Abstract

The research objective to be achieved was to determine how process of cuak mengan tradition carried out by indigenous people of Lampung Pepadun at Gedung Negara village Hulu Sungkai districts North Lampung regency. The method used in this research was descriptive method. Data collection techniques used in this research was observation, interview, literature and documentation. Data were analyzed by using qualitative data analysis. Results from this research were cuak mengan event held after the ceremony and was opened by the head of customs and then ended with the surrender of sesan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi cuak mengan yang dilakukan oleh masyarakat adat Lampung Pepadun di Kampung Gedung Negara kecamatan Hulu Sungkai kabupaten Lampung Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah acara cuak mengan dilaksanakan setelah akad nikah dan dibuka oleh kepala adat kemudian diakhiri dengan penyerahan sesan.Kata kunci : masyarakat lampung pepadun, perkawinan, tradisi cuak mengan
TRADISI PENGADANGAN DALAM ADAT PERKAWINAN SUKU OGAN DESA LUNGGAIAN Reza Andesta; Iskandar Syah; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 4 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.203 KB)

Abstract

The purpose is for knowing how the process of the tradition of pengadangan in marriage custom of ogan ethnic lunggaian village. This research used descriptive method, interview observation, literature technique and analysis technique to chair person of ogan ethic lunggaian village. The result of the research is the preparation of pengadangan tradition which are conference , data collecting, and the preparation of pengadangan demand, the process of pengadangan consists of procession ambush and consent granted. And the closing is in the from of sedekah namely event that  invited guests enjoyed a meal and entertainment.Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan tradisi pengadangan dalam adat perkawinan suku Ogan Desa Lunggaian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, teknik wawancara, teknik observasi, literatur teknis dan teknik analisis data terhadap tokoh adat suku Ogan desa Lunggaian. Hasil dari penelitian ini adalah persiapan pengadangan : berasan yaitu bermusyawarah, pendataan dan mempersiapkan permintaan dari pengadangan, proses pengadangan arak-arakan, pengadangan dan ijab kabul. Penutup dalam bentuk sedekah yaitu semua tamu undangan berkumpul menikmati makanan dan hiburan.Kata kunci: pengadangan, suku ogan, tata cara
TINJAUAN HISTORIS GERAKAN SERIKAT BURUH DI SEMARANG MASA KOLONIAL BELANDA 1917-1923 Kabiransyah Kabiransyah; Iskandar Syah; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 1 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.365 KB)

Abstract

The movement of labour association in Indonesia is part of the struggle of nationality, The movement of labour association always being the target of an ideology that come with the beginning of the 20th century, in this case, the movement and the struggle of labour association in Indonesia starting to look when the influence of socialist-communist to in the railway of labour association in Semarang VSTP (Vereeniging van Spoor-en Tramweg Pesoneel) and then able to do the movement of a more organized. The benefit of this research is a knowing from the effect of socialist-communist on the movement of labour association VTSP in Semarang on the Dutch colonial years 1917 to 1923. The method use in this study is a historically method with data collecting technique was literature, and documentation, techniques used is a qualitative analysis.Gerakan serikat buruh di Indonesia merupakan bagian dari perjuangan kebangsaan yang mana gerakan-gerakan serikat buruh tersebut senantiasa menjadi sasaran ideologi-ideologi yang muncul diawal abad ke 20, dalam hal ini pergerakan dan perjuangan serikat buruh di Indonesia mulai lebih terlihat ketika masuknya pengaruh dari sosialis-komunis ke dalam organisasi serikat buruh kereta api di Semarang VSTP (Vereeniging van Spoor-en Tramweg Pesoneel) yang kemudian mampu melakukan pergerakan yang lebih terorganisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sosialis-komunis terhadap pergerakan Serikat Buruh VSTP di Semarang pada masa Kolonial Belanda tahun 1917-1923. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif.Kata kunci : pergerakan, serikat buruh, sosialis
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NO. 7 TAHUN 1967 TENTANG VETERAN REPUBLIK INDONESIA DI BANDAR LAMPUNG Ina Novianti; Iskandar Syah; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 1 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.556 KB)

Abstract

Abstract: The implementation of government regulation No. 7, 1967 about Veteran ofRepublic of Indonesia in Bandar Lampung. Independence of the Republic of Indonesia is theresult of the struggle of the hero. Heroes, those who are still alive called Veterans. Award givenby the government in the form of benefits to Veterans. Allowances is set out in Article 9 of LawNo. 7, 1967 on the right of Veteran Republic of Indonesia set out in government regulations andregulatory president. So that the implementation of the provision of benefits based on thegovernment rules and regulations president. Is intended to determine how the implementation ofGovernment Regulation No. 7 1967 about the right of Veteran of Republic of Indonesia inBandar Lampung chapter 9. Based on data obtained in the field and interviews with seveninformants about Veterans benefits contained in the regulations in accordance with the fundsreceived by the Veterans, honor funds contained in the presidential decree in accordance withthe funds received by Veterans, health benefits provided by the goverment in accordance withthe received by Veterans, provision of transport provided by the Veterans as received byVeterans and received tax relief given by the goverment in accordance with the received byVeteran. So it can be concluded that the implementation of Government Regulation No. 7 1967about the right of Veteran of Republic of Indonesia in Bandar Lampung chapter 9 is realized inthe form of allowances set out in goverment rules and regulations Veteran received the presidenwith the Republik of Indonesia in Bandar Lampung is appropriate.Keywords : The Veteran of Republic IndonesiaABSTRAKAbstrak: Implementasi Undang-Undang No. 7 Tahun 1967 tentang Veteran RepublikIndonesia di Bandar Lampung. Kemerdekaan Negara Republik Indonesia adalah hasilperjuangan dari pahlawan. Pahlawan ini, bagi yang masih hidup disebut Veteran. Penghargaanyang diberikan oleh pemerintah kepada Veteran yaitu berupa tunjangan yang tertera dalampasal 9 Undang-Undang No. 7 tahun 1967 tentang hak Veteran Republik Indonesia. Besarnyatunjangan tertuang pada Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden. Sehingga pelaksanaanpemberian tunjangan Veteran berpedoman pada Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden.Maka, penelitian ini ditujukan untuk mencari tahu bagaimanakah pelaksanaan Undang-UndangNo. 7 tahun 1967 tentang hak Veteran Republik Indonesia Pasal 9 di Bandar Lampung.Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan dan hasil wawancara dengan 7 informan tentangtunjangan veteran yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah sesuai dengan dana yang diterimaVeteran, dana kehormatan yang tertuang dalam Peraturan Presiden sesuai dengan dana yangditerima Veteran, tunjangan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah sesuai dengan yangditerima Veteran, penyediaan transportasi yang diberikan oleh pemerintah sesuai dengan yangditerima Veteran dan keringanan pajak yang diberikan pemerintah sesuai dengan yang diterimaVeteran. Jadi dapat disimpulkan bahwa Implementasi dari Undang-Undang No. 7 Tahun 1967tentang hak Veteran Republik Indonesia Pasal 9 di Bandar Lampung direalisasikan dalambentuk tunjangan-tunjangan dan tunjangan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah danPeraturan Presiden dengan yang diterima Veteran Republik Indonesia di Bandar Lampungadalah sesuai.Kata Kunci : Veteran Republik Indonesia
Kayu Ara Pada Acara Begawi Adat Lampung Pepadun Buay Nyerupa Lampung Tengah Farisa Syarifah; Iskandar Syah; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 5 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.387 KB)

Abstract

This research aims to elaborate the symbolic meaning of Kayu Ara in Begawi for Lampung Pepadun society of Marga Buay Nyerupa Central Lampung. The method used in this research was Hermeneutic by qualitative approach. The data collecting techniques used in this research were observation, interview, informant, documentation and literature. The results obtained by the researcher that the purpose of Kayu Ara was to preserve the Lampung cultural heritage so that it would not be vanished from the instruments of Cakak Pepadun ritual. The symbolic meaning of Kayu Ara symbolized the door of life.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna simbolis Kayu Ara pada acara begawi masyarakat adat Lampung Pepadun Marga Buay Nyerupa Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Hermeneutika dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, informan, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil yang didapat oleh peneliti yaitu tujuan dilaksanakan Kayu Ara untuk melestarikan budaya Lampung supaya tidak hilang dari peralatan adat dalam upacara adat cakak pepadun. Makna Simbolis Kayu Ara melambangkan pintu kehidupan. Kata Kunci : begawi, kayu ara, pepadun
TRADISI SEBAMBANGAN (LARIAN) PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN Siti Sopiah Arafah; Iskandar Syah; Suparman Arif; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 1 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.813 KB)

Abstract

Sebambangan (Larian) is a way of escape marriage with the girl who would marry with the consent of the girl to avoid customs procedures are considered too protracted.The aims of the research to know how Sebambangan(Larian) implementation process on indigenous peoples Pepadun in Lampung Regency Village Srimenanti Waykanan.The method in this research is deskriptif method.Data analysis technique used is qualitative data.The results of this research is implamantation proces Sebambangan is Preparation Sebambangan first man and girl have a relationship(dating),Meranai give something to Muli (Bekadu) and expressed his intention to Muli(Meset) to married.If want Sebambangan before Sebambangan Muli Meranai should determine the timing of the previous Sebambangan and make Tengepik(money and mandate) made by Meranai which will be submitted to the Muli and placed in room.Process Sebambangan.Sebambangan Settlement the settlement parties Muli Meranai coming home party for Pemandai or ngatak salah(rope relaxants). Sebambangan(Larian) merupakan perkawinan dengan cara melarikan gadis yang akan dinikahi dengan persetujuan gadis tersebut untuk menghindarkan diri dari tata cara adat yang dianggap terlalu berlarut-larut.Penelitian ini bertujuan mengetahui Bagaimanakah Proses pelaksanaan Sebambangan(Larian) pada masyarakat adat Lampung Pepadun di Kampung Srimenanti Kabupaten Waykanan.Metode yang digunakan metode deskriptif.Teknik analisis data yang digunakan analisis data kualitatif.Hasil penelitian ini proses pelakasanaan Sebambangan terdiri Persiapan Sebambangan  terlebih dahulu bujang gadis memiliki hubungan(pacaran),Meranai memberikan sesuatu kepada Muli Bekadu) dan menyampaikan niatnya pada Muli(Meset) untuk meminang nya.Jika ingin sebambangan sebelum Sebambangan Muli Meranai tersebut harus menentukan waktu dilakukannya Sebambangan dan harus membuat Tengepik(uang dan surat) yang dibuat oleh Meranai yang akan diserahkan kepada Muli dan diletakan dikamar Muli.Proses Sebambangan. Penyelesaian Sebambangan,dalam penyelesaian ini pihak Meranai datang kerumah pihak Muli untuk Pemandai atau ngatak salah(tali pengendur). Kata kunci : meranai, muli, tradisi sebambangan
PERTEMPURAN DI WILAYAH METRO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PADA AGRESI BELANDA ll Vredy Saputra; Iskandar Syah; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 5 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.231 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know how the process of central Lampung at Dutch military aggression II on 1949. The method that used is historical method. The technique used in datacollection are interview, literature and Documentation, While to analyze the data used qualitative data analysis. Based on the result of this research showed that the Dutch military aggression II in metro there is fighting in the three place there are Bedeng 14,1 Metro, Beden 12a Tempuran, and Trimurjo. Dutch landed at the port length on the morning of January 1, 1949 around 06.00 pm. The arrival of the Dutch to get resistanceat various places in Lampung like,Tamjung Karang-Teluk Betung, North Lampung, Central Lampung,and South Lampung.After the Dutch had occupied Tanjung Karang-Teluk Betung, Dutch expand his territory at various places and expansion came in the Centtral Lampung. And on January 3,1949 Dutch troops entered in Metro area. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah proses pertempuran di wilayah Metro Kabuaten Lampung Tengah pada Agresi Belanda II tahun 1949. Metode yang digunakan adalah metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa pada Agresi Belanda II di wilayah Metro terjadi pertempuran di tiga tempat, yaitu di Bedeng 14,1 Metro, Bedeng 12a Tempuran dan di Desa Trimurjo. Belanda mendarat di Pelabuhan Panjang pada tanggal 1 Januari 1949 pagi sekitar puskul 06.00. Kedatangan Belanda di lampung mendapat perlawanan di berbagai tempat di Lampung baik di Tanjung Karang-Teluk Betung, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Selatan. Setelah Belanda mampu menduduki Tanjung Karang-Teluk Betung, Belanda memperluas daerah kekuasaannya di berbagai tempat dan sampailah perluasannya di Lampung Tengah, Dan pada tanggal 3 Januari 1949 Pasukan belanda memasuki wilayah Metro. Kata kunci : agresi belanda II, militer, pertempuran