Iskandar Syah
Unknown Affiliation

Published : 77 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Bumbang Aji dalam Upacara Perkawinan Masyarakat Lampung Pepadun Marga Buay Nyerupa di Kabupaten Lampung Tengah Yunika Tirawati; Iskandar Syah; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 7 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.068 KB)

Abstract

This research aimed to elaborate the implementation process of Bumbang Aji in marriage ceremony for Lampung Pepadun society of Marga Buay Nyerupa Central Lampung. The method used in this research was description by qualitative approach. The data collecting techniques used in this research were observation, interview, informant, documentation and literature. The data analysis technique was done using qualitative data analysis. The results obtained by the researcher that the Lampung Pepadun Marga Buay Nyerupa still performs the Bumbang Aji ceremony in accordance with the prevailing customs in the community.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pada pelaksanaan Bumbang Aji dalam upacara perkawinan masyarakat Lampung Pepadun Marga Buay Nyerupa Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, informan, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil yang didapat oleh peneliti yaitu masyarakat Lampun Pepadun Marga Buay Nyerupa masih melaksanakan upacara Bumbang Aji sesuai dengan adat yang berlaku di dalam masyrakat.Kata Kunci: bumbang aji, marga buay nyerupa, perkawinan
TRADISI NGUMBAI SABAH ULUN LAMPUNG SAIBATIN PEKON BIHA KABUPATEN PESISIR BARAT Nina Indayana; Iskandar Syah; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 1 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.746 KB)

Abstract

This study aimed to determine the procedures of Sabah Ngumbai Ulun Lampung Saibatin Pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat. The method of used in this research was descriptive method with qualitative approach. The results showed that procedure of Ngumbai Sabah has three phases the preparation phase consisted of: deliberation societies in the mosque, the result of deliberation, slaughtering sacrificial animals. The implementation phase consisted of mosque public gatherings, events penayuhan/ praying, eating foods, distribution of cendana water. Closing stages consisted of: the public come to the location of paddy, plugging palm shoots, cendana water flush around the location of the fields.Penelitian bertujuan untuk mengetahui Tata Cara Ngumbai Sabah Ulun Lampung Saibatin Pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata cara Ngumbai Sabah mempunyai 3 (tiga) tahap yaitu tahap persiapan terdiri dari: musyawarah masyarakat di masjid, hasil musyawarah, menyembelih hewan kurban. Tahap Pelaksanaan terdiri dari: kumpul masyarakat di masjid, acara penayuhan/pembacaan doa, menyantap hidangan, pembagian air cendana. Tahap penutupan terdiri dari: masyarakat menuju ke lokasi sawah, menancapkan pucuk aren, menyiram air cendana ke sekeliling sawah.Kata kunci: ngumbai sabah, tata cara, tradisi
Penerapan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Siswa Ulan Fitriani; Iskandar Syah; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 4 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.597 KB)

Abstract

The purpose of this study is to find out "whether there is an improvement or no improvement on cognitive learning outcome in History subject for students of class XI Social Sciences 3 at Senior High School Al-Azhar 3 academic year of 2016/2017 after taught using Reciprocal Teaching model". The method used in this research was experimental research method with The One-Shot Case Study design. The data collection was done through testings. The data was calculated manually using the percentage formula. The results of the data analysis showed that there was an improvement in students' learning outcome after taught using Reciprocal Teaching model. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Ada atau tidak ada peningkatan hasil belajar kognitif pada mata pelajaran sejarah siswa kelas XI IPS 3 di SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017 setelah menggunakan model Reciprocal Teaching. Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan desain The One-Shot Case Study. Pengumpulan data dilakukan dengan test. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah secara manual menggunakan rumus persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar sejarah siswa setelah menggunakan model Reciprocal Teaching.Kata kunci: hasil belajar, penerapan, reciprocal teaching
Pengaruh Model Pembelajaran Portofolio terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa SMAN 1 Gedong Tataan Ning Ayu Saraswita; Iskandar Syah; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 6, No 3 (2018): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.266 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the influence of Portfolio Learning Model on student learning outcomes in History Subject of class XI IPS SMAN 1 Gedong Tataan Year Teaching 2016/2017. This research uses True Experimental Design method with Pretest-Posttest Control Group Design Design. Data analysis technique in this research is quantitative data analysis technique by using t test. Based on data analysis conducted using t test, the result of hypothesis test that thitung = 3.45 ttable = 2.40, so H0 is rejected and H1 accepted. Results of quantitative data analysis Portfolio Learning Model affect the student learning outcomes in the Subject History of students class XI IPS SMAN 1 Gedong Tataan.Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Portofolio terhadap hasil belajar siswa Mata Pelajaran Sejarah kelas XI IPS SMAN 1 Gedong Tataan Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode True Experimental Design dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif dengan menggunakan uji t. Berdasarkan analisis data yang dilakukan menggunakan uji t diperoleh hasil uji hipotesis bahwa thitung = 3,45 ttabel = 2,40, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil analisis data secara kuantitatif Model Pembelajaran Portofolio berpengaruh terhadap hasil belajar siswa Mata Pelajaran Sejarah siswa Kelas XI IPS SMAN 1 Gedong Tataan.Kata kunci: hasil belajar, model pembelajaran portofolio, pengaruh
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL LC7E TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA DALAM MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH Sylvia Farantika; Iskandar Syah; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 4 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.765 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine whether the use of learning models learning cycle 7e has a significant effect in improving students' understanding of history learning materials in Trisukses Natar high school class X. The study design was a pretest-posttest control group design. The study population was students of class X 2013/2014 school year, amounting to 205 people. Samples were taken by using purposive sampling technique. Based on the research, it was concluded that there is a significant effect of the use of models of learning cycle 7e on students' understanding of history learning materials in class X SMA Trisukses Natar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 7E berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam materi pembelajaran sejarah kelas X di SMA Trisukses Natar. Desain penelitian adalah pretest-postest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X tahun ajaran 2013/2014 berjumlah 205 orang. Sampel diambil menggunakan teknik sampling purposive. Berdasarkan penelitian disimpulkan ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan model learning cycle 7e terhadap pemahaman siswa dalam materi Pembelajaran Sejarah kelas X SMA Trisukses Natar.Kata kunci : learning cycle 7e, pemahaman materi, pembelajaran sejarah.
Tradisi Balimau pada Masayarakat Minang di Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung Gina Novia Utami; Iskandar Syah; Muhammad Basri
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 6, No 2 (2018): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.796 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the process of Balimau Tradition implementation in Minang society in Rajabasa Subdistrict Bandar Lampung City. This research uses descriptive method, with data collection technique using interview, observation, documentation and analyze data with qualitative technique. From the result of the research, it is found that Balimau is done through three stages: Preparation Phase, which is preparing equipments and equipments used in Balimau process, stage Implementation, ie mixing all equipments, and concluding Stages, keep in touch with each other.Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan Tradisi Balimau pada masyarakat Minang di Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan menganalisis data dengan teknik kualitatif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Balimau dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu tahap persiapan, yaitu mempersiapkan peralatan maupun peralatan yang digunakan dalam proses Balimau, tahap pelaksanan, yaitu mencampurkan semua peralatan, dan tahap penutup, bermaaf-maafan dan saling bersilaturahmi.Kata kunci: balimau, minangkabau, pelaksanaan
MAKNA TRADISI SELAPANAN PADA MASYARAKAT JAWA DI DESA GEDUNG AGUNG Windri Hartika; Iskandar Syah; Wakidi Wakidi
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 2 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.774 KB)

Abstract

The aim of the this study was to know the meaning of Selapanans tradition of Javanese Community in Gedung Agung village. Method that used in this research was descriptive method. The data collecting technique used observation, documentation, libraries study, and interviews technique, meanwhile the data technique analysis used qualitative data analysis technique. The result of the resarch indicated that the meaning of Selapanans tradition is to look for the safety and form the socialization. The conclusion is, Selapanans tradition is the ritual that is in synergy with the balance of the relationship between human with the God, nature, and the environment. Through the Selapanans tradition, the Javanese culture remain stable.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tradisi Selapanan pada masyarakat Desa Gedung Agung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, dokumentasi, studi pustaka, dan wawancara, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna tradisi Selapanan ialah untuk mencari keselamatan,dan sebagai wadah sosialisasi. Kesimpulannya, tradisi Selapanan merupakan ritual yang bersinergi dengan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, alam dan lingkungan. Melalui tradisi Selapanan, budaya Jawa tetap lestari.Kata kunci : makna, masyarakat jawa, tradisi selapanan