Iskandar Syah
Unknown Affiliation

Published : 77 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Sagita Markawira; Iskandar Syah; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 2 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.913 KB)

Abstract

The problems of the study was the effect of the application of the Problem Based Learning (PBL) model in improving students' critical thinking skills in class XI IPS YP Unila Bandar Lampung Academic Year 2013-2014. The purpose of this research based on the research problem is to find out the effect of the application of the Problem Based Learning (PBL) model in history lesson in improving students' critical thinking skills in class XI IPS YP Unila Bandar Lampung Academic Year 2013-2014. The research uses an experimental research methods. The population in this study were all class XI IPS 1-4 which consist of 155 students, Samples were taken by using Purvosif sampling technique. Based on the research that has been done shows that the data sheet value of the students final project are normally distributed. So that, we can conclude that the learning model of Problem Based Learning (PBL) give positive effect or advantage in improving students' critical thinking skills.Rumusaan masalah dalam penelitian adalah Bagaimana efek penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS SMA YP Unila Bandar Lampung Tahun Ajaran 2013-2014. Tujuan penelitian Berdasarkan rumusan masalah tersebut adalah untuk mengetahui efek dari penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran sejarah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS SMA YP Unila Bandar Lampung Tahun Ajaran 2013-2014. Penelitian menggunakan metode penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPS 1 – 4 sebanyak 155 siswa, teknik pengambilan sampel dengan Purvosif sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa data nilai lembar tugas akhir siswa  berdistribusi normal. Sehingga,  dapat kita simpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberikan efek atau manfaat dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.Kata kunci : berpikir kritis, penerapan, problem based learning
MAKNA MOTIF KAIN SONGKET PALEMBANG PADA MASYARAKAT PALEMBANG DI KECAMATAN SAKO PALEMBANG Anita Resianty; Iskandar Syah; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 5 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.047 KB)

Abstract

Meaning motif songket cloth Palembang of public Palembang in district Sako Palembang; The aim of this research was to find out the meaning philosophical motif of Palembang Songket cloth. The method which was used in this research was Hermeneutika method. Based on the research result, it could be concluded that motives of Songket cloth which had philosophical value for Palembang society were Songket Nago Bersaung motif, Nampan Perak. Pucuk Rebung, Jando Baraes, Bungo Jatuh, Bungo Melati, Bungo Mawar, and Bungo Matahari motif, for instance. Those motives had philosophical value, but nowdays Songket cloth was no longer be worn by certain circle like in the past, but Songket cloth had already been wearing by public people.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna filosofis motif Kain Songket Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Hermeneutika. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa motif Kain Songket yang memiliki nilai filosofis bagi masyarakat Palembang diantaranya adalah motif Songket Nago Besaung, Nampan Perak, Pucuk Rebung, Jando Beraes, Bungo Jatuh, Bungo Melati, Bungo Mawar, dan Motif Bungo Matahari. Motif-motif tersebut memiliki makna filosofis yang terkandung, namun kini Kain Songket tidak lagi digunakan oleh kalangan tertentu seperti dahulu melainkan kini Kain Songket sudah digunakan bagi masyarakat luas.Kata kunci: kain songket, motif, palembang
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Redi Almuzaki; Iskandar Syah; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 4 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.798 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) learning model towards learning outcomes in teaching history. The research applied eksperimental method; the data collection technique  was done through test, observation, documentation, and literary reviews. The researcher used quantitative data as data analysis techniques. Based on the results it showed that the value of Farithmetic (6,135) Ftable (0.05;1;65) that is 3,988. Therefore it can be concluded  that the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) learning model effected the teaching of history at class X of SMA Negeri 13 Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengaruh penggunaan model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik pengumpulan data melalui teknik tes, observasi, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif. Berdasarkan hasil hitung uji statistik diperoleh bahwa nilai Fhitung (6,135) Ftabel (0,05;1;65) yaitu 3,988. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) berpengaruh pada pembelajaran sejarah kelas X SMA Negeri 13 Bandar Lampung. Kata kunci : hasil belajar, model pembelajaran thinking aloud pair problem solving, pembelajaran sejarah.
PERANAN DENG XIAOPING DALAM REFORMASI CINA TAHUN 1978 Rico Sanjaya; Iskandar Syah; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 1 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.233 KB)

Abstract

The purposeof this researchis to find outwhat are therole of theChineseReformDeng Xiaopingin1978. Data collection techniques using literature techniques and engineering documentation, while for analyzing the data using qualitative data analysis. Based on the resultsof research, The economicreform programDeng Xiaoping launchedChineseconsists of threemain elements: Mao Zedong's policy change by removing the monopoly of the State, Chinese Government reaffirmed the country's rulers to eliminate the system of agriculture with the monopoly by the State, changingownershipandincentive system swhereprivately ownedbecamemore dominantthan in Stateandout of Statetrade liberalization,foreign investment, anddomestic.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Deng Xiaoping dalam kebijakanEkonomi-politikCina Tahun 1978. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Program Reformasi Ekonomi Cina yang diluncurkan Deng Xiaoping terdiri dari tiga unsur utama yaitu: Merubah kebijakan Mao Zedong dengan menghapus monopoli negara, Pemerintahan Cina menegaskan kembali untuk menghilangkan penguasa negara dalam sistem pertanian dengan monopoli oleh negara, mengubah sistem insentif dan kepemilikan dimana milik pribadi menjadi lebih dominan daripada milik negara dan liberalisasi perdagangan luar negara, investasi asing, dan domestik.Kata kunci: deng xiaoping, ekonomi-politik, reformasi
PERLAWANAN SUTAWIJAYA TERHADAP SULTAN HADIWIJAYA DARI PAJANG TAHUN 1578 Lusiana Lusiana; Iskandar Syah; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 2 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.901 KB)

Abstract

The aim of this study was to determine the form of resistance against the Sultan Hadiwijaya Sutawijaya 1578.The method used in this research was the historical method. The data collection technique using the techniques of literature and technical documentation, while to analyze data was using qualitative data analysis. The result of this study showed the main factors behind Sutawijaya take the fight because of the desire to be recognized as a great king so that it can expand and make Mataram became the great, empire with the resistance that causes anger of the Sultan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perlawanan Sutawijaya terhadap Sultan Hadiwijaya tahun 1578. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor utama yang melatarbelakangi Sutawijaya melakukan perlawanan karena keinginan untuk diakui sebagai raja yang besar sehingga dapat memperluas wilayah Mataram dan menjadikan Mataram menjadi kerajaan yang besar dengan melakukan perlawanan yang menimbulkan kemarahan Sultan.Kata kunci: kekuasaan, perlawanan, wilayah
PERISTIWA TALANGSARI DI WAY JEPARA LAMPUNG TIMUR TAHUN 1989 Faradia Indratni; Iskandar Syah; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 4 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.6 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the causes of the events in Way Jepara Talangsari eastern Lampung 1989. The method used in this research was descriptive method. Data collection techniques were using observation, interviews, documentation and literature. Data analysis techniques were using qualitative data analysis. From this study it showed that the factors that cause Talangsari events in Way Jepara East Lampung in 1989 was a factor of SARA (ethnic, religious, racial, sectarian) which is exclusive attitude of Warsidi congregation have an impact on their attitudes to society in Talangsari by making the relationship between them becomes not harmonious and political situation factor of Orde Baru has felt undermined the purity of Islam and failed in prospenas the people.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab Peristiwa Talangsari di Way Jepara Lampung Timur tahun 1989. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis datanya menggunakan analisis data kualitatif. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa faktor penyebab peristiwa Talangsari di Way Jepara Lampung Timur tahun 1989 adalah faktor SARA (suku, agama, ras, antar golongan) yaitu sikap eksklusif jemaah Warsidi telah berdampak terhadap sikap mereka kepada masyarakat Dusun Talangsari sehingga membuat hubungan diantara keduanya menjadi tidak harmonis dan faktor situasi politik Orde Baru yang dirasa telah merusak kemurnian agama Islam serta gagal menyejahterakan rakyat.Kata kunci : jemaah warsidi, peristiwa, talangsari
PENGARUH MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA PELAJARAN SEJARAH SISWA Nur Apriadi; Iskandar Syah; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 1 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.576 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the influence of visual media to the result of cognitive study on history subject of 10th grade students of SMA N 1 Sumberejo Tanggamus district, year 2014/2015. While descriptive qualitative was the method used for analyzing the data. Indeed based on the data, It can be concluded that using visual media give a significant development to ward the result of cognitive study on history subject of 10th grade students in SMA N 1 Sumberejo Tanggamus district, year 2014/2015 with 6,62%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media visual terhadap hasil belajar kognitif pada mata pelajaran sejarah siswa kelas X di SMA N I Sumberejo Kabupaten Tanggamus Tahun Ajaran 2014/2015. Metode yang penelitian gunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media visual terhadap peningkatan hasil belajar kognitif pada Mata Pelajaran Sejarah siswa kelas X SMA N 1 Sumberejo Kabupaten Tanggamus Tahun Ajaran 2014/2015 besarnya pengaruh yang signifikan berikan sebesar 6,62.Kata kunci: hasil belajar kognitif, media visual, siswa
PERJUANGAN RAKYAT PADA MASA AGRESI MILITER BELANDA II 1949 DI KAWEDANAN KALIANDA Selly Anggraini; Iskandar Syah; Yustina Sri Ekwandari
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 3 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.313 KB)

Abstract

The purpose of this study is to find out how was  the process of people fight during Netherland second military aggression year 1949 in Kawedanan Kalianda. Data collection techniques are using interview techniques, literature and technical documentation, where as to analyze the data is using qualitative data analysis.Based on the results of the study indicate that the process of people fight in Kawedanan Kalianda year 1949 was including intial stage with activities to form 1st January Movement Battle Council, and made change in defense and goverment. In the execution phase, wars broke in Sukatinggi, Way Urang, and Pematang area. The effect which surfaced from the run-up and battle was an agreement for a ceasefire and negotiation which was represented by TNI and Netherland side. Finally, 18th December 1949, Netherland gave its sovereignty to Kalianda people.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses perjuangan rakyat pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1949 di Kawedanan Kalianda.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan dalam penelitian ini adalah proses perjuangan rakyat di Kawedanan Kalianda tahun 1949 meliputi tahapan persiapan dengan  kegiatan membentuk Badan Perjuangan Gerakan 1 Januari dan melakukan perubahan dibidang pertahanan dan pemerintahan. Pada tahap pelaksanaan terjadi pertempuran di Daerah Sukatinggi, Daerah Way Urang, dan Daerah Pematang. Dampak yang ditimbulkan dari adanya persiapan dan pertempuran adalah kesepakatan melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan yang diwakili oleh TNI dan pihak Belanda. Akhirnya tanggal 18 Desember 1949 Belanda menyerahkan kedaulatannya kepada rakyat di Kawedanan Kalianda.Kata kunci : agresi militer belanda II, kawedanan kalianda, perjuangan rakyat
PERTEMPURAN DI WILAYAH METRO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PADA AGRESI BELANDA ll TAHUN 1949 Vredy Saputra; Iskandar Syah; Syaiful M
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 5 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.15 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know how the process of central Lampung at Dutch military aggression II on 1949. The method that used is historical method. The technique used in datacollection are interview, literature and Documentation, While to analyze the data used qualitative data analysis. Based on the result of this research showed that the Dutch military aggression II in metro there is fighting in the three place there are Bedeng 14,1 Metro, Beden 12a Tempuran, and Trimurjo. Dutch landed at the port length on the morning of January 1, 1949 around 06.00 pm. The arrival of the Dutch to get resistanceat various places in Lampung like,Tamjung Karang-Teluk Betung, North Lampung, Central Lampung,and South Lampung.After the Dutch had occupied Tanjung Karang-Teluk Betung, Dutch expand his territory at various places and expansion came in the Centtral Lampung. And on January 3,1949 Dutch troops entered in Metro area. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah proses pertempuran di wilayah Metro Kabuaten Lampung Tengah pada Agresi Belanda II tahun 1949. Metode yang digunakan adalah metode historis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa pada Agresi Belanda II di wilayah Metro terjadi pertempuran di tiga tempat, yaitu di Bedeng 14,1 Metro, Bedeng 12a Tempuran dan di Desa Trimurjo. Belanda mendarat di Pelabuhan Panjang pada tanggal 1 Januari 1949 pagi sekitar puskul 06.00. Kedatangan Belanda di lampung mendapat perlawanan di berbagai tempat di Lampung baik di Tanjung Karang-Teluk Betung, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Selatan. Setelah Belanda mampu menduduki Tanjung Karang-Teluk Betung, Belanda memperluas daerah kekuasaannya di berbagai tempat dan sampailah perluasannya di Lampung Tengah, Dan pada tanggal 3 Januari 1949 Pasukan belanda memasuki wilayah Metro. Kata Kunci: agresi belanda II, militer, pertempuran
DESKRIPSI PASAR TRADISIONAL DI KELURAHAN MENGGALA KOTA KECAMATAN MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG Mirna Octayani; Ali Imron; Iskandar Syah
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 1, No 2 (2013): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.686 KB)

Abstract

The traditional market is a meeting place for sellers and buyers and on the mark with the building usually consists of stalls, stalls, and benthic nurseries open in the open by the seller as well as a market manager. The method used in this research is descriptive method. Data collection techniques, namely observation, and interviews. Data analysis techniques used are qualitative data analysis techniques. Based on the discussion results we concluded that Menggala Traditional markets have major commodities in the trade that fishermen catch fish around the river Menggala and Terasi Menggala already known by virtually the entire population of Lampung, besides the main commodity market transactions Menggala some are done in the boat as a means of in marketing merchandise. Differences with other traditional markets are looked at fish stalls that are found in the market as the main los.Kata kunci : pasar tradisional, menggala, tulang bawang