Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGELOLAAN KELAS PEDULI AGRESI/BULLYING TERHADAP PRESTASI AKADEMIK DAN PERILAKU AGRESI/BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.322 KB)

Abstract

Karakter anak bangsa terbentuk melalui berbagai kualitas diri, seperti kemampuan bersosialisasi sesuai norma dan berprestasi. Salah satu perilaku yang tidak sesuai/menyimpang dari karakter positif bangsa adalah agresi/bullying, yang berpotensi membuat anak menjadi pelaku kriminal dan berprestasi rendah. Pendidikan dapat membentuk karakter dan watak anak bangsa; sehingga anak akan lebih bermoral, mudah beradaptasi dan mengembangkan diri secara optimal. Program pengelolaan kelas peduli agresi/bullying menciptakan situasi dan kondisi kelas yang bebas dari agresi/bullying melalui pemberian hadiah/token economy oleh guru untuk perilaku non agresi/bullying di kelas, meningkatkan empati terhadap korban, dan mendukung kelompok sebaya menentang agresivitas/bullying. Hipotesis penelitian ini adalah: ada peningkatan prestasi akademik dan penurunan perilaku agresi/bullying terhadap siswa Sekolah Dasar. Subjek penelitian sebanyak sepuluh siswa pelaku agresi/bullying dalam satu kelas. Perubahan prestasi akademik dilihat dari nilai tes harian dan pengumpulan tugas; perubahan perilaku agresi/bullying dilihat melalui observasi. Hasil analisis dengan uji Sign menunjukkan peningkatan prestasi akademik secara signifikans dengan p=0,004 (p0,05) dan penurunan perilaku agresi/bullying secara signifikans dengan p=0,002 (p0,05). Kendala penelitian ini adalah perlunya keterlibatan pihak sekolah secara keseluruhan dan orang tua; serta perlunya konseling pribadi agar hasilnya lebih optimal.Kata kunci: pengelolaan kelas peduli agresi/bullying, prestasi akademik, agresi/bullying.
Hubungan Antara Kegiatan Ekstrakulikuler Dengan Kesiapan Karir (Career Readness) Siswa Marise Fatimah; Ratna Widiastuti; Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.868 KB)

Abstract

The problem in this study is students career preparediness is low. The purpose of this study is to find out the connection between extracurricular activities and the student’s career readiness at the twelve grade students of Taman Siswa Teluk Betung High School. The method used in this study is a correlational method with population of 95 students and the sample is all students taken by simple random sampling technique. The results showed that there was a connection between extracurricular activities and students career readness. Based on the data analysts using product moment correlation obtained by rxy= 0.278 rtable= 0.202 and p= 0.006 p= 0.05 related positive and significant because rxy rtable and p0.05 Ho is refused and Ha is accepted. In conclusion, there is a significant connection between extracurricular activities and the student’s career reaness in class XI SMA Taman Teluk Betung . The more active students participate in extracurricular activities, the better the career readiness of students in the future.Masalah dalam penelitian ini adalah kesiapan karir yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kegiatan ekstrakurikuler dengan kesiapan karir (career readiness) siswa kelas XI SMA Taman Siswa Teluk Betung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode korelasional dengan sampel seluruh siswa yaitu 95 siswa yang diambil secara teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kegiatan ekstrakurikuler dengan kesiapan karir (career readiness) siswa hal ini ditunjukkan hasil analisis data menggunakan korelasi product moment yang diperoleh rhitung= 0,278 rtabel= 0,202 dan p = 0,006p= 0,05 Dikatakan berhubungan positif dan signifikan karena rhitungrtabel dan p 0,05. maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya ada hubungan yang signifikan antara kegiatan ekstrakurikuler dengan kesiapan karir (career readiness) kelas XI SMA Taman Siswa Teluk Betung. Semakin aktif siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maka semakin baik pula kesiapan karir siswa kedepan.Kata kunci: hubungan, kegiatan ekstrakurikuler, kesiapan karir (career readness)
Penggunaan Konseling Client Centered Dalam Meningkatkan Konsep Diri Positif Siswa Emma Lusiana; Muswardi Rosra; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 4 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.157 KB)

Abstract

The problem of this research was the self concept. The purpose of this research was to find out the use of client centered counseling in improving the students' positive self-concept at the class X of SMK Kesehatan YPIB Tumijajar in academic year 2016/2017. This research was a descriptive qualitative research by using a case study. The subjects of this research were three students who have a low self-concept. Questionnaire and interview were used to collected the data. The data were analyzed by using data reduction, data presentation, and data verification. The result showed that the use of Client Centered counseling could be used in improving the students' positive self concept. This was evidenced by the change of the three subjects after counseling. It could be concluded that Client Centered counseling could be used to improve the students positive self-concept.Masalah dalam penelitian ini adalah konsep diri. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan konseling client centered dalam meningkatkan konsep diri positif siswa kelas X SMK Kesehatan YPIB Tumijajar tahun pejaran 2016/2017. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Subjek penelitian ini tiga siswa yang memiliki konsep diri positif rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode skala dan wawancara. Teknik analisis data, yaitu: reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian konseling client centered dapat digunakan dalam meningkatkan konsep diri positif siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan ketiga subjek setelah pelaksanaan konseling. Simpulan penelitian ini adalah konseling client centered dapat digunakan dalam meningkatkan konsep diri positif siswa.Kata kunci: bimbingan dan konseling, client centered, konsep diri
Penggunaan Konseling Kelompok Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Tara Mela Anjastuti; Syarifuddin Dahlan; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.783 KB)

Abstract

The problem of this research was the lowness of social interaction. The aim of this research was to identify if  the social interaction could be optimized by using group counseling service  with role  playing techniques. The method used was quasi experimental method with one group pretest and posttest design. The subjects were 8 students who had low social interaction skill. Data collection techniques used observation. The results of data analysis used Wilcoxon test, showed that zoutput = - 2,521   ztabel = 1, 645.  then Ha was accepted and H0 was rejected. The conclusion of this result was social interaction can be increased by using group counseling service with role playing techniques to XI grade students of SMA Negeri 2 Gedongtataan  period 2016/2017.Masalah dalam penelitian ini adalah interaksi sosial rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa interaksi sosial dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok teknik role playing. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest and posttest design. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa yang memiliki kemampuan interaksi sosial rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis data dengan uji wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest  interaksi sosial menunjukkan bahwa zhitung = -2,521 dan ztabel = 1,645, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulannya adalah interaksi sosial dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok teknik role playing ada kelas XI SMA Negeri 2 Gedongtataan tahun ajaran 2016/2017.Kata kunci: konseling kelompok, teknik role playing, interaksi sosial
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK Yuda Pratama; Giyono Giyono; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.729 KB)

Abstract

The purpose of this research was to improve students' motivation using group guidance services. The method used was pre-experimental with one-group pretest-posttest design. Subjects were eight students who had low learning motivation. Data collection techniques use Motivation Scale Learning. The results showed that students' motivation could be enhanced by using group guidance services. The analysis of the data using different Wilcoxon test, from the pretest and posttest results obtained z output z tabel (-2.530 1,960) Ha was accepted, and Ho was rejected. The conclusion of this research is the motivation to learn could be improved by using group guidance services for students of  eleventh grade SMK Waskita Bekri Academic  Year 2012/2013. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pre-eksperimental dengan one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian sebanyak delapan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Motivasi Belajar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh z output z tabel (-2,530 1,960) maka Ha diterima, dan Ho ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas XI SMK Waskita Bekri Tahun Ajaran 2012/2013. Kata kunci : bimbingan kelompok, bimbingan konseling, motivasi belajar.
Meningkatkatkan Rasa Percaya Diri Dalam Pembelajaran Dengan Menggunakan Teknik Assertive Training Pada Siswa Erika Yulianti Safitri; Ratna Widiastuti; Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 4 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.958 KB)

Abstract

The topic of this research was the low level of self-confidence of students in learning. The problem in this study was "Could assertive training technique increase self-confidence in student learning?". The purpose of research was to increase students' self-confidence in student learning using assertive training techniques. The method used in this study was Quasi Experimental with One-Group Pretest-Posttest design. The subjects of this study were 6 students who had low confidence in learning. The data collection technique in this study was using a scale. The results showed self-confidence that the students had in learning could be improved through assertive training using the Wilcoxon test, from the results of the analysis of post-test data obtained by Zhitung = -2,201Ztabel  0,05 = 1,645. Thus, Ha was accepted, it can be concluded that students' self-confidence in the learning of class X students can be improved using assertive training techniques at SMK Negeri 4 Bandar Lampung in the academic year 2018/2019.Masalah penelitian ini adalah kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran rendah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “ Apakah teknik assertive training dapat meningkatkan percaya diri dalam pembelajaran siswa?”. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran siswa dengan menggunakan teknik assertive training. Metode yang digunakan yaitu quasi eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini sebanyak 6 siswa yang memiliki kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran dapat ditingkatkan melalui teknik assertive training menggunakan uji Wilcoxon, dari hasil analisis data post-test diperoleh  Zhitung = -2,201 Ztabel  0,05 = 1,645. Dengan demikian, Ha diterima, artinya bahwa kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran siswa kelas XI dapat ditingkatkan menggunakan teknik assertive training di SMK Negeri 4 Bandar Lampung tahun pelajaran 2018/2019.Kata kunci: bimbingan dan konseling, konseling kelompok, assertive training, dan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran
Hubungan Antara Self Control Dengan Perilaku Agresif Pada Siswa Kelas XI IPS Vetriana Kusuma Ramadani; Yusmansyah Yusmansyah; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 3 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.958 KB)

Abstract

The problem in this study was students’ aggressive behavior  . This study aimed to determine the relationship between self-control and aggressive behavior of  XI grade students of SMA Negeri 6 Metro in academic year 2018/2019. Research method used in this study was quantitative research . The populationsof this research were 250 students and the samples were 64 students taken by simple purposive sampling technique. The data were collected from self-control scale and aggressive behavior scale. The data were analyzed using Product Moment Correlation. The results showed that there was a negative and significant relationship between self-control and aggressive behavior with a correlation coefficient of r count = -0,696 r table = -0.246 and significance level of 0.05; therefore, Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of this study was there was a negative meant significant relationship between self-control and students' aggressive behavior which means the higher self-control, the lower the aggressive behavior.Permasalahan dalam penelitian ini adalah perilaku agresif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self control dengan perilaku agresif pada siswa kelas XI SMA Negeri 6 Metro tahun ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 250 siswa dan sampel penelitian berjumlah 64 siswa diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self control dan skala perilaku agresif. Teknik  analisis data menggunakan korelasi Product Moment.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara self control dengan perilaku agresif dengan nilai korelasi rhitung= -0,696   rtabel=-0,246  taraf signifikasi 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif dan signifikan antara self control dengan perilaku agresivitas siswa. Artinya semakin  tinggi self control yang dimiliki siswa maka akan semakin rendah perilaku agresif yang dilakukan.Kata kunci: agresivitas, bimbingan dan konseling, self control
PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII Galuh Mulyani; Giyono Giyono; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.917 KB)

Abstract

The purpose of this research was to know the increasing of students study motivaton using group guidance service. The research problem was students who have low study motivation. The research method was pre-experimental by using one group pretest and posttest design. The research subjects were 10 students who have low learning motivation. The data collection technique was using learning motivation scale. The data was analyzed by using wilcoxon test. It showed that students learning motivation increased 40% and ZoutputZtable (-2,8181,645 So, Ho was rejected and Ha was received, it means that group guidance services could improve low study motivation .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan layanan konseling kelompok. Masalah penelitian ini adalah motivasi belajar rendah. Metode penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan menggunakan one group pretest and postest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar. Analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 40% dan ZoutputZtabel (-2,8181,645), maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya bahwa layanan konseling kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar yang rendah. .Kata kunci : bimbingan , konseling kelompok, motivasi belajar.
Peningkatan Motivasi Belajar dengan Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Mala Sari; Muswardi Rosra; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.368 KB)

Abstract

The purpose of this research was aimed to find out the improvement of students learning motivation through group guidance. The research used quasi experiment, one-group pretest-posttest design. The subjects of this research were six students. The data collection technique used was learning motivation scale. The results showed the students learning motivation at school could be improved through group guidance, by the result of Wilcoxon test. Statistical analysis result showed that Zhitung= -2,207 Ztabel=  1,645, then Ho was denied, Ha was accepted, it meant that students learning motivation could be improved through group guidance.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen desain One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian sebanyak 6 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa di sekolah dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok,  hal ini ditunjukkan hasil  uji Wilcoxon. Hasil analisis statistik menunjukkan Zhitung= -2,207 Ztabel=  1,645, maka Ho ditolak Ha diterima, artinya bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok.Kata kunci: bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, motivasi belajar
HUBUNGAN ANTARA EMOSI POSITIF YANG DIALAMI MAHASISWA DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FKIP UNILA TAHUN AKADEMIK 2011/2012 Era Hidayah; Giyono Giyono; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 1 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.757 KB)

Abstract

The purpose of the research objective is the author wanted to determine therelationship between positive emotions that experienced by students with theacademic achievement of students FKIP Lampung University academic year2011/2012. The problem in this research is the low student academic achievement.The main problem in this research is "is the low academic achievement of students iscaused by positive emotional factors that experienced positive student?" . Themethod that used is the method of correlation. The population in this research werestudents of FKIP Lampung University with academic year of 2007, 2008, and 2009,which have a low GPA. While the study sample as many as 144 students. Datacollection techniques in this study using a questionnaire emotion PANAS-X (Positiveand Negative Affect Scale-X), which includes 35 kinds of emotions revealed that theresults was correlated with students' academic achievement such as IPK.The results obtained in this study there is a positive correlation between positiveemotions such as happy, joy, awe, excitement, gratitude. attentive, trying, amazed,relaxed, happy, inspired, passionate, courageous, interested, confident, full ofenergy, concentration, enthusiasm experienced by students toward academicachievement with a positive correlation coefficient of 0.272 and significant at thelevel 0.001 (0.001 is less than α: 0.005, Ha was accepted and Ho was rejected),which means that there is a relationship between positive emotions that experiencedby students with the students' academic achievement. The conclusion of this researchis there is a positive relationship between positive emotions experienced by studentswith the students' academic achievement. Suggestions in this study were collegestudent should try to regulate negative emotions with positive and constructiveattitude in order to obtain the process of maximum learning in study.Keywords: The relation of positive emotions, academic  achievement.