Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PERMUKIMAN SEHAT DAN HIJAU DI RW 01, KELURAHAN MOJO, KOTA SURAKARTA Widodo, Candraningratri Ekaputri; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria; Astuti, Winny; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul; Rahayu, Paramita; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18470

Abstract

Setiap individu pasti menginginkan tinggal di lingkungan yang bersih dan alami. Memiliki lingkungan tempat tinggal yang sehat memiliki banyak manfaat positif, seperti mendukung kesehatan fisik dan mental penghuni, mengurangi risiko kecelakaan dan bencana, mendorong produktivitas, dan membuat lingkungan terlihat indah secara visual. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat beberapa syarat untuk memiliki lingkungan sehat, seperti udara bersih, iklim yang stabil, pasokan air yang memadai, sanitasi yang baik, penggunaan bahan kimia yang aman, perlindungan dari radiasi, lingkungan kerja yang aman, pertanian yang berkelanjutan, kota yang mendukung kesehatan, dan pelestarian alam. Mewujudkan permukiman sehat dan alami di kawasan perkotaan memiliki tantangan tersendiri karena kepadatan penduduk, pembangunan yang sudah ada, dan dampak urbanisasi. Tantangan yang sama dihadapi oleh RW 01 Kelurahan Mojo, di Kota Surakarta, yang yang merupakan kawasan yang ditata dengan konsep peremajaan dan konsoldasi lahan. Dalam upaya untuk menciptakan kesadaran dan inisiatif masyarakat di RW 01 Kelurahan Mojo untuk menciptakan lingkungan sehat dan alamiah, dilakukan kegiatan sosialisasi permukiman sehat dan kegiatan penanaman pohon bersama. Harapannya, upaya ini dapat menjadi contoh baik bagi permukiman perkotaan lain di Indonesia.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERUBAHAN LIVELIHOOD ASSETS DI AREA RELOKASI PADA RUMAH SUSUN JATINEGARA BARAT Rohman, Fatchur; Astuti, Winny; Rahayu, Paramita
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v13i2.45186

Abstract

Settlement relocation is a program initiated by the Provincial Government of DKI Jakarta aimed at providing decent housing for the community. Kampung Melayu Village was one of the locations where relocation to the Jatinegara Barat Flats was implemented in 2015. Settlement relocation has varied impacts due to differing community perceptions. Therefore, this study aims to determine the community's perception of changes in livelihood assets resulting from the relocation of settlements along the Ciliwung River, focusing on human capital, social capital, physical capital, environmental capital, and financial capital. The method used was scoring analysis and descriptive quantitative approaches, utilizing questionnaires and open interviews with the Jatinegara Barat Flats community affected by the relocation. The results of this study indicate that the relocated residents of Jatinegara Barat Flats experienced positive changes in their livelihood assets, with an overall score of 70.99%.
Peran Organisasi Berbasis Masyarakat dalam Inovasi Keberlanjutan Komunitas UMKM Menuju Kota Cerdas Astuti, Winny; Permana, Chrisna Tri Hadi; Mukaromah, Hakimatul
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 4 (2024): JPWK Volume 20 No. 4 December 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i4.59301

Abstract

Perwujudan Kota Cerdas di Indonesia sangat bergantung pada partisipasi aktif dari masyarakat. Kota Cerdas merupakan sebuah konsep yang mendorong pada penerapan berbagai teknologi dalam memudahkan dan mendukung aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh stakeholder terutama yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi, sosial, lingkungan dan tata kelola. Organisasi Berbasis Masyarakat (OBM) memiliki peran penting dalam memfasilitasi program dan kegiatan Kota Cerdas yang melibatkan partisipasi, tindakan kolektif, dan pemberdayaan masyarakat. OBM berfungsi membangun komunitas yang meningkatkan kekuatan negosiasi dalam pengambilan keputusan dan memperluas akses informasi dan jaringan. OBM dalam konteks ini termasuk organisasi profesi, pedagang, kelompok usaha, kelompok budayawan, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kajian empiris tentang peran OBM dalam mendorong perwujudan Kota Cerdas berbasis masyarakat, dengan fokus pada pengembangan Komunitas UMKM di 4 Kampung Kreatif di Kota Surakarta: Laweyan, Sondakan, Potrojayan, dan Kauman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan focus group discussion (FGD) melibatkan perwakilan OBM, perwakilan pemerintah daerah, dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di keempat lokasi studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran OBM dominan dalam menginisiasi inovasi dan teknologi sekaligus sebagai wadah pertukaran pengetahuan, mediator transfer teknologi dan inovasi ramah lingkungan. Namun, tingkat dominasi OBM berbeda-beda di setiap lokasi, dipengaruhi oleh dukungan dan kepercayaan dari lembaga formal di atasnya.
Developing Causal Loop Diagram for Urban Development and Land Carrying Capacity in Surakarta Arsianti, Ari; Astuti, Winny; Suryanto, Suryanto; Candraningtyas, Callista Fabiola; Primabudi, Eko
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i3.879-893

Abstract

Surakarta has an area of 46.72 km2 with a population of 583,961 people. The land use in Surakarta for housing is 62% and for open space is only 9.82% of the area. Meanwhile, economic growth in this city has always experienced an increasing trend, where in 2023 investment growth reached 55.82%. This study aims to determine the general picture through the causal relationship between the components of urban development and the carrying capacity of land in Surakarta. This study uses a quantitative descriptive approach. Data is obtained from identified variables which are then arranged dynamically using Causal Loop Diagram (CLD) analysis processed with Vensim software. The results show that there is a supply model (built-up area and green open space) and a demand model (population, investment, and Gross Domestic Product). The relationship between variables describes the causal relationship in Surakarta's Land Carrying Capacity divided into three rounds, namely Loop B1 (Land Carrying Capacity – Demand - Supply - Land Carrying Capacity), Loop B2 (Supply - Built-up Land - Land Conversion - Green Open Space – Supply), and Loop R1 (Population - Demand - Investment - GDP - GDP per capita – Population).
TINGKAT LIVABILITY PERMUKIMAN DI KAWASAN SEMANGGI, KOTA SURAKARTA Sihite, Gabriel Vichelino; Astuti, Winny; Suminar, Lintang
JURNAL DARMA AGUNG Vol 33 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v33i1.5089

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingkat kelayakhunian (livability) permukiman di Kawasan Semanggi, Kota Surakarta, kawasan dengan area kumuh terbesar di kota ini dengan luas 76,03 hektar. Melalui program revitalisasi KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), pemerintah telah melakukan perbaikan, termasuk penataan permukiman kumuh, pembangunan infrastruktur, dan penyediaan ruang publik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Skoring berdasarkan variabel seperti kelayakhunian bangunan, aksesibilitas, prasarana pendukung, ruang terbuka hijau, serta aspek sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan 85 sampel dalam analisisnya. Abstrak Penelitian ini menganalisis tingkat kelayakhunian (livability) permukiman di Kawasan Semanggi, Kota Surakarta, menggunakan 21 indikator livability. Hasil analisis menunjukkan skor tingkat livability sebesar 88,88%, yang tergolong tinggi sesuai dengan rentang kategori 66,7–100%. Aspek seperti konstruksi bangunan, sarana pendidikan, kesehatan, dan ruang terbuka hijau mendukung livability yang baik, meskipun ditemukan kekurangan pada prasarana pengamanan kebakaran dan jalur pedestrian yang aman. Studi ini menunjukkan keberhasilan program revitalisasi pemerintah, namun perlu peningkatan infrastruktur untuk mendukung kelayakhunian secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk mengentaskan permasalahan kawasan kumuh dan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak huni.
Fenomena Studentifikasi di Surakarta (Studi Kasus: Kecamatan Jebres) Pratama, Afnan Budi; Permana, Chrisna Trie; Astuti, Winny
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jppk.v5i1.2113

Abstract

The phenomenon of studentification has been identified as a transformative force influencing the spatial, social, and economic dynamics of the area. This study aims to investigate the phenomenon of studentification in Kecamatan Jebres, Surakarta, by examining the availability and distribution of supporting facilities that serve student activities, particularly in the sectors of commerce, healthcare, and communal spaces. Using a deductive approach and a descriptive quantitative method, this research employs empirical data to validate the existence of studentification in Kecamatan Jebres, Surakarta. The findings highlight the availability of facilities across various sectors. In the trade and service sectors, there is a wide range of services, including photocopy centers, laundries, eateries, workshops, car and motorcycle wash facilities, small food stalls (warungs), and shops, all of which meet students' daily necessities. The healthcare sector is supported by facilities such as pharmacies, clinics, hospitals, and community health centers (puskesmas) that address the health needs of the community, including students. Additionally, communal spaces, such as communal rooms, libraries, museums, and sports facilities, provide venues for both academic and social activities, reflecting the diverse requirements of students in the area. This study confirms the existence of studentification in Kecamatan Jebres through the concentration and number of facilities that support student life. These findings reinforce the significant impact of the student population on the provision of facilities in the area, highlighting the region's adaptation to the needs of its student population.
Creative Kampong and the Promotion of Sustainable Development Knowledge in Urban Grassroots: The Case of Surakarta Permana, Chrisna Trie Hadi; Mukaromah, Hakimatul; Astuti, Winny
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 15 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v15i2.9891

Abstract

As the global trend is going into circular economy paradigm. The trend encourages business entities to focus on the production of durable, efficient, and reusable commodities to promote sustainable development. On the demand side, the market also gradually adjusts its preferences to commodities with sustainability values. With limited scale of capital, networks, and technology, Small and Medium Enterprises (SMEs) are usually lagged behind in catching new knowledge, especially those exchanged internationally. Sustainability, which is as an important knowledge under the circular economy trend, has caused serious problem for SMEs because those unable to catch the knowledge will be incompetent to serve the new market preferences and vulnerable to survive. Urban planning practices introduce the business district as one of spatial concepts to mediate the problem. It encourages enterprises with business linkages to locate next to each other and share activities and facilities. In Indonesia, the creative kampong is a local translation of business district concept, which emerges as a national hype. This research aims at studying the empirical case of the creative kampong and its knowledge transfer effectiveness for SMEs. By using the logic of Actor Network Theory (ANT) and focusing on the case study of four creative kampongs in Surakarta, we unravel the level of understanding of SMEs towards sustainability. Our data are based on stakeholder interviews and documentary reviews. The findings reveal that the majority of SMEs were understand of sustainability, and the creative kampong provided a significant contribution to ease the transfer knowledge process.
Local Wisdom in Housing and Settlement Planning: A Case Study of Sudiroprajan Chinatown, Surakarta Suminar, Lintang; Astuti, Winny; Sunjaya, Nyimas Indri; Kusumaputri, Azzahra Nugrarizky; Margareta, Lauren Adellia; Pamungkas, Paundra Bintang
ETHOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2024): (Juni, 2024) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Sains
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v12i2.3641

Abstract

Local wisdom is essential in urban development planning by bringing cultural values. Local wisdom in housing and settlements forms special characteristics both in spatial and social aspects. Chinatown is a form of residential area created by Chinese community groups. Sudiroprajan Chinatown Village is the center of Chinese settlement which is also located in the economic center area of Surakarta City. The method used in this research is qualitative with literature study, observation, description and analysis of settlement character based on physical and non-physical characteristics. Chinatown Village has a linear pattern following the road and is influenced by feng shui in arranging the interior and exterior of housing. Most residents in Sudiroprajan Chinatown Village work in the trade and services sector, namely by opening businesses in house buildings or at Pasar Gede. The temple is also the worship centre for Chinese residents in Chinatown Village. The local wisdom found in Chinatown Village influences other activities, such as the emergence of economic activities and cultural tourism. This shows that local wisdom influences the character and condition of settlements physically and non-physically.
PENINGKATAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN MELALUI PENGHIJAUAN PADA KAWASAN SMART FISHERIES VILLAGE (SFV) DI DESA SUMBERDODOL, KABUPATEN MAGETAN Widodo, Candraningratri Ekaputri; Astuti, Winny; Rini, Erma Fitria; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v6i2.21804

Abstract

Desa Sumberdodol, yang terletak di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, merupakan salah satu desa yang progresif dalam mengelola potensinya. Dengan udara yang sejuk, lanskap pegunungan yang indah, dan sumber air melimpah, desa ini memiliki berbagai potensi, khususnya di bidang pariwisata dan sumber daya air. Desa Sumberdodol juga dikembangkan sebagai Desa Perikanan Cerdas atau Smart Fisheries Village (SFV) yang diluncurkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Magetan pada tahun 2023. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan Kawasan SFV melalui pengijauan kawasan. Kegiatan ini dilakukan melalui kerjasama Grup Riset Sustainable Urban Region Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan mitra Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Karya Mandiri Desa Sumberdodol. Penghijauan dilakukan berupa penanaman 50 bibit pohon Ketapang kencana sebagai peneduh dengan melibatkan masyarakat. Melalui kegiatan penghijauan ini, diharapkan jalan akses menjadi lebih hijau, teduh, terhindar dari erosi tanah, sehingga menjadi nyaman bagi pengunjung yang datang ke SFV. Peningkatan jumlah kunjungan ke SFV diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha BUMDes, mendukung pengembangan perekonomian Desa Sumberdodol, serta menjadikan SFV sebagai ruang interaksi sosial yang produktif.
Analisis Potensi Pengembangan Sentra Industri Kreatif Di Surakarta: Studi Kasus Kelurahan Serengan Aurelia, Jovina Chandra; Astuti, Winny; Permana, Chrisna T.
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jppk.v5i2.2180

Abstract

A creative city aims to improve community welfare by nurturing local creative clusters. Surakarta is a creative city that developed by establishing creative clusters in the form of creative villages. It is widely known for its batik idustry. While most of its clusters focus on batik industries, Serengan Subdistrict has an alternative creative cluster potential that specifically produces blangkon and shuttlecock. This study employs a qualitative descriptive method to examine the potential of non-batik creative cluster in Serengan Subdistrict. Our analysis is guided by the three dimensions of creative potential: creative economy, creative milieu, and creative class. Data and information were collected from documentary reviews, observations, and interviews. The data were subsequently processed using a descriptive qualitative research method. The study findings emphasies the strong potential of Serengan to be promoted as a strategic creative cluster that produces alternative products amidst the domination of batik industries in Surakarta, which is expected to improve the well-being of the local community. However, among the three components of a creative city, the creative class and the creative milieu’s development remain underdeveloped. Collaborative processes and participatory activites are still infrequent, and there are no dedicated spaces that facilitate these interaction.
Co-Authors Abdallh Lhwaint, Abdallh Abdllah Lhwaint Agus Parwito Rahmadi Alfanto Kurneryo Isanjaya Alpha Febela Priyatmono Alsadik Mohamed, Alsadik Ana Hardiana Anggraeni, Okti Anis Yuniarta Antissia Meuthia Rizky Arsianti, Ari Arvia Ari Sugesti Ary Setyawan Ary Setyawan Arya Perdana Nusantara Astuti Setia Ningrum Aszahro, Zaimul Azzah Aulia Rasma Indah Aurelia, Jovina Chandra Bonifacius Heru Santosa Candraningtyas, Callista Fabiola Carla Magno Araujo Choiriyah, Roisaten Nuril Chrisna Trie Hadi Permana Darryl Hall Dini Nurdiani Dyah Ayu Lupitasari Dyah Widi Astuti Erlana Citra Putri Kharisma Erma Fitria Rini Erma Fitria Rini Erma Fitria Rini Erma Fitria Rini Erma Fitria Rini Fakhri, Hariz Fatchur Rohman Fitri Nur Cahyani Frinka Salma Nanda Rifiona Galing Yudana Galing Yudana Galing Yudhana Gatut Wicaksono Gunung Gambiro Hafiza Jasmine Azzahra Hakimatul Mukaromah Hakimatul Mukaromah Hamza Hassan Taher Haque, Aprillia Hidayah, Ayunda Rizqa Isti Andini Kusumaputri, Azzahra Nugrarizky Lazuardi, Muhamad Juliarachman Lestari Hidayati Marfuah Lintang Suminar Mahrunisa, Tania El Mamok Suprapto Maresty Krisandriyana Margareta, Lauren Adellia Mukaromah, Hakimatul Murtanti Jani Rahayu Murtanti Jani Rahayu Murtanti Jani Rahayu Murtanti Jani Rahayu Nur Laila Fitriana Nurhayati, Laily Nurul Widowati Pamungkas, Paundra Bintang Paramita Rahayu Paramita Rahayu Parithustha Mahayati Permana, Chrisna T. Permana, Chrisna Tri Hadi Permana, Chrisna Trie Permana, Chrisna Trie Hadi Permana, Raden Chrisna Trie Hadi Pratama, Afnan Budi Primabudi, Eko Priscilia Nurvita Bella, Priscilia Nurvita Pujantiyo, Bambang Putri, Rufia Andisetyana Qomarun Qomarun Rahayu, Paramita Rahil Irinaila Nurussyarifa Rahma Novita Sari Resi Iswara, Resi Rufia Andisetyana Putri Sasongko, Rifqy Sidqi, Muhammad Udhian Sihite, Gabriel Vichelino Suci Kusumaningsih Suminar, Lintang Sunjaya, Nyimas Indri Suryanto Suryanto Suryono, Lintang Praharyaning Titis Srimuda Pitana, Titis Srimuda Tsabita Aqila Husna Vian Marantha Haryanto Widodo, Candraningratri Ekaputri